APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kim Nana

Kim Nana

Demi sang adik, Kim Nana rela membuang masa mudanya setelah ditinggalkan begitu saja oleh orang tua mereka. Kini, meski sukses secara finansial, kepedihan masa lalu telah membentuknya menjadi wanita yang dingin dan kaku. Beratnya beban kehidupan membuat Nana mati rasa dan enggan membuka hati untuk cinta. Akankah ada pria yang mampu mencairkan hatinya yang beku? Bisakah Nana memaafkan masa lalu serta orang tuanya? Simak kelanjutan kisah perjuangannya.
Bab
Bagikan

Bab 2

“Selamat siang Nona Kim, maaf jika saya terlambat," ucap wanita itu sambil mengulurkan tangannya kepada Nana.

“Tidak apa bu, kami juga baru sampai." sahut Nana. Ada getaran dan rasa aneh pada saat berjabat tangan dengan kliennya, Nana merasa sudah tak asing dengan sentuhan itu.

“Siapa wanita ini? Kenapa aku seperti tak asing dengannya?" batin Nana.

“Ehem...” Naura memberi kode kepada Nana.

“Eh maaf ...” ucap Nana gugup sambil melepaskan tangannya.

“Perkenalkan ini ibu Riana, berasal dari singapura” ucap asistennya yang bernama Marsel.

“Saya Nana, dan ini asisten saya Boy dan Naura.” Nana memperkenalkan dirinya dan juga asistennya.

“Baiklah untuk mempersingkat waktu, mari kita mulai membahas masalah ini." ucap Naura.

Nana kaget bukan main saat melihat biodata seseorang di dalam kertas itu. Ternyata yang dicari kliennya adalah dia dan adiknya.

Wajah Nana memucat tubuhnya berubah dingin seketika, Boy menyadari perubahan Nana langsung mengambil air minum. “minumlah!’’

“Makasih Boy.” Nana sambil meraih gelas itu.

“Apakah nona baik-baik saja?" tanya Riana yang melihat perubahan Nana.

“Saya baik-baik saja, oh ya ... saya akan pelajari berkas ini dulu, paling lambat nanti malam saya akan memberikan kabar baik kepada Anda. Sekarang saya harus pergi, ada pertemuan lain yang sangat penting yang harus saya hadiri.” pamit Nana kepada Riana.

Boy dan Naura hanya bisa diam dan saling memandang dengan heran akan perubahan Nana.

Mereka bertiga meninggalkan restoran tersebut tanpa menyentuh makanan yang ada sedikit pun.

Begitu juga dengan Riana yang hatinya memang sangat keras, wanita itu tak menyadari jika ada sesuatu yang aneh dengan Nana.

Setelah sampai di mobil barulah Boy dan juga Naura bertanya kepada Nana.

“ada apa mbak, kenapa Mbak mendadak berubah?” tanya Boy.

“Iya mbak. Dan ini baru pertama kalinya aku lihat mbak gugup dalam menghadapi klien’’ Naura juga ikut berbicara.

“Nggak papa ... a-aku baik-baik saja” jawab Nana berbohong. Nana tak ingin siapa pun tahu tentang siapa dirinya dan juga masa lalunya.

“Antar aku ke club!" ucap Nana.

“Tapi tadi kamu bilang masih ada satu lagi pertemuan penting dengan ...”

Naura diam setelah Boy menantap tajam Naura.

Boy tahu betul bagaimana Nana. Jika sedang dalam masalah pasti akan pergi ke club dan melupakan kekesalannya di sana.

Mobil pun meluncur dengan kecepatan sedang menuju club.

Setelah sampai Nana langsung masuk begitu saja tanpa menjawab sapaan penjaga. Wanita itu langsung menuju ke meja bar dan mengambil minuman dan langsung meneguknya hingga tandas.

"Boy ... apa yang terjadi dengan mbak Nana?" tanya Naura bingung.

“Aku juga nggak tahu , tapi menurut ku dia sedang ada masalah” jawab Boy santai.

Akhirnya Nana menghabiskan malam panjang itu dengan minum sampai mabuk sedangkan Naura dan Boy hanya menemani Nana sambil berjoget ria.

Tiba-tiba ada seorang pemuda datang menghampiri Nana, duduk di sampingnya sambil merebut gelas yang di pegang Nana.

Nana tak terima berteriak dan memaki pemuda tersebut.”Siapa kamu berani menggangguku?”

Pemuda itu langsung menggendong Nana dan membawanya pergi keluar dari tempat itu, sedangkan Naura dan Boy tak menyadari kepergian Nana.

Nana dibawa masuk kedalam sebuah kamar.” hey ... sialan. Siapa kau beraninya kau bawa aku kemari?”

Namun pemuda itu tak menghiraukan teriakan Nana. Dia malah menuang anggur merah ke dalam gelasnya, menikmatinya sambil melihat tingkah Nana dari sudut ruangan.

Setelah puas Pria tampan itu langsung berdiri, melepas seluruh pakaiannya dan hanya menyisakan celana pendek dan berjalan mendekati Nana yang berbaring di ranjang. Ikut tidur dan memeluk Nana dari belakang.

Baru saja terbaring dan mencium tubuh Nana ada gelenyar rasa aneh muncul di dalam diri pria itu, ya sebut saja dia adalah Marsel. Pria yang menjadi asisten Riana yang diam-diam terpikat dengan kecantikan Nana.

Marsel menciumi aroma tubuh Nana yang membuat dirinya yang tadinya resah menjadi tenang.

Selama ini, Marsel begitu tertekan selama bekerja menjadi asisten Riana. Wanita sombong, angkuh dan juga keras kepala. Apapun yang Riana mau harus Ia turuti dengan cara apapun.

Dan hari ini Marsel ditugaskan untuk mencari info tentang Nana, dan ternyata diam-diam Marsel sudah mengikuti Nana sejak gadis itu masuk ke dalam club.

Pagi hari Nana bangun dengan tubuh yang terasa berat dan nafasnya terasa sesak, ternyata ada tangan melingkar di dada dan perutnya yang memeluknya sangat erat.

Refleks Nana menendang mendorong tubuh pria itu dengan kedua sikunya, hingga Marsel jatuh tersungkur ke lantai.

“Aduh ...” rintih Marsel antara terkejut dan juga kesakitan.

“Siapa Kau ...? berani sekali tidur bersamaku." teriak Nana sambil memegang selimut menutupi dadanya.

“Apakan Anda lupa dengan saya?" tanya Marsel sambil berdiri dan berjalan menuju ke kamar mandi.

Nana berusaha mengingat-ingat siapa pria itu,”Oh ... Dia?!” ucap Nana sambil menunjuk ibu jarinya kearah kamar mandi.

Marsel keluar dengan rambut masih basah menetes ke dada bidang yang sangat seksi.

Memutar kepalanya mengibaskan rambutnya agar lekas kering.

“Hey ... brengsek. Tak bisakah Kau keringkan dengan handuk? Tetesan air itu mengenai wajahku’’ teriak Nana tak terima dengan tingkah Marsel yang kurang sopan.

“Diam dan lekas mandi, ada yang ingin aku sampaikan padamu,” seru Marsel sambil mengambil kaos hitam polos dari lemari.

Nana hanya diam tak bergeming lalu, Marsel mendekatinya dan mencium aroma lehernya. ”ouhh bau ... jorok sekali” ejek pria itu.

Bantal pun melayang sempurna di wajah Marsel , Nana langsung kabur melarikan diri karena malu dikatai bau.

Setelah pintu kamar mandi tertutup.”Sialan pria mesum itu, beraninya mengatai aku bau. Tubuhku wangi begini” monolog Nana sambil menciumi bau tubuhnya.

Sedangkan Marsel hanya tertawa geli melihat tingkah Nana yang menggemaskan, Marsel segera mengambil ponselnya dan memesan makanan.

Nana sudah selesai mandi, dia keluar dengan menggunakan atasan kaos yang kebesaran milik Marsel yang ada di kamar mandi. Dan tentunya tanpa mengenakan bawahan karena tak ada.

Naluri Marsel sebagai laki-laki muncul saat melihat paha putih nan mulus tanpa balutan kain sedang mendekat kearahnya.

“Apa lihat-lihat?! jangan berpikir aneh-aneh atau Kau akan menyesal” Nana memperingatkan Marsel.

Bel berbunyi, Nana berjalan kearah pintu untuk membuka pintu namun, dengan cepat Marsel melempar selimut kepada Nana untuk menutupi pahanya.

“Apa lagi ini ?" ucap Nana terkejut.

“Kamu yang apa ... sudah tau ada tamu kenapa keluar dengan pakaian seperti itu!" teriak Marsel sinis sambil berjalan kearah pintu.

“Tuan, benar ini dengan tuan Marsel?”

“Iya saya sendiri!” jawab Marsel.

Reno masuk membawa pesanannya.”Ayo kita sarapan dulu” ucap Marsel sambil menata makanan di atas meja.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Asmara Setelah Pernikahan Paksa
9.1
Demi melunasi utang ibu tirinya, Fei Livi terpaksa menikahi pria yang jauh lebih tua. Kesepakatan mereka sangat jelas: Livi harus melahirkan seorang ahli waris sebelum perceraian terjadi. Namun, pernikahan ini tidak mudah karena suaminya masih terjebak dalam bayang-bayang masa lalu. Di tengah dinginnya hubungan tanpa cinta ini, mampukah Livi bertahan? Akankah perasaan tulus mulai tumbuh di antara mereka sebelum batas waktu perpisahan itu benar-benar tiba?
Sampul Novel Benih Rahasia sang Fuckboy
8.7
Demi Edgar Emiliano, si playboy sekolah, Vania Clarista rela melepaskan kemewahan hidupnya. Namun, cinta buta itu berujung luka saat ia hamil dan ditinggalkan berjuang sendiri. Vania pun memilih pergi menjauh demi kehormatan keluarganya, lalu membangun hidup baru secara mandiri. Enam tahun berselang, anaknya kini tumbuh besar. Akankah takdir mempertemukan mereka kembali, ataukah Vania bakal tetap bertahan sendirian tanpa Edgar?
Sampul Novel Ibu Susu Anak Hot Duda
8.4
Sejak pubertas, Lisa kerap mengalami pelecehan akibat kondisi fisiknya yang kelebihan hormon. Demi mengatasi produksi ASI yang melimpah, ia rutin memompa dan menyumbangkannya. Saat mulai lelah dengan rutinitas tersebut, sebuah tawaran datang dari utusan seorang konglomerat yang mencari ibu susu untuk bayi telantar. Lisa menerima pekerjaan itu tanpa menyadari bahwa keputusan ini akan menyeretnya ke dalam pusaran hidup sang ayah bayi, seorang duda yang siap mengancam kesuciannya dengan pesona yang berbahaya.
Sampul Novel MENGGODA DOSEN GALAK
8.1
Bagi Darris, rasa cintanya pada Netanya adalah dosa paling indah yang tak ingin ia hentikan. Meski terpisah enam tahun demi studi, pesona wanita yang ia anggap anugerah Tuhan itu tak pernah pudar. Kini, takdir mempertemukan mereka kembali di kampus dengan status mengejutkan: Neta menjadi dosen pembimbingnya. Walau sikapnya sering memicu kekesalan sang dosen galak, Darris pantang menyerah. Ia bertekad meluluhkan hati Neta demi membawa hubungan mereka ke pelaminan.
Sampul Novel Skandal Cinta Dokter Annastacia
8.8
Hidup dokter bedah Annastacia Brighton mendadak rumit saat diperebutkan oleh bosnya, John Baldere, dan bintang pop terkenal, JC. Kendati sang ayah menjodohkannya dengan John, JC terus mendekati Annastacia hingga terjadi cinta satu malam. Berbekal rekaman rahasia aksi mereka, JC memeras Annastacia agar mau bersamanya. Ketegangan memuncak saat JC nekat menculik Annastacia di hari pernikahannya dengan John. Siapa yang akhirnya memenangkan hati sang dokter?
Sampul Novel The Present Of Love
8.6
Sebagai anak mucikari, hidup Seila dipenuhi hinaan. Namun, takdir mempertemukannya dengan Aksara yang menyelamatkannya dari aksi pemerkosaan. Setelah malam intim yang membawa kebahagiaan sesaat, Aksara justru pergi ke luar negeri dan meninggalkan Seila dalam kepedihan serta kerinduan mendalam. Di tengah bayang-bayang masa lalu yang terus mengejar, mampukah Seila bangkit mengatasi keterpurukan dan menemukan kedamaian hidupnya kembali?