APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kim Nana

Kim Nana

Demi sang adik, Kim Nana rela membuang masa mudanya setelah ditinggalkan begitu saja oleh orang tua mereka. Kini, meski sukses secara finansial, kepedihan masa lalu telah membentuknya menjadi wanita yang dingin dan kaku. Beratnya beban kehidupan membuat Nana mati rasa dan enggan membuka hati untuk cinta. Akankah ada pria yang mampu mencairkan hatinya yang beku? Bisakah Nana memaafkan masa lalu serta orang tuanya? Simak kelanjutan kisah perjuangannya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Sementara di tempat lain Reyhan sedang kalang kabut mencari keberadaan kakaknya.”Bagaimana Kalian bisa membiarkan kakak ku pergi sendirian ..." Rey bertanya kepada Boy dan Naura sambil menggebrak meja.

“Maafkan kami tuan muda, kami lalai.”sesal Naura.

“Tidak ada gunanya minta maaf, yang penting sekarang temukan kakak, jangan sampai terjadi apa-apa dengannya,”sahut Rey.

Meskipun tingkah Rey kekanak-kanakkan dan konyol namun jika sudah menyangkut kakaknya dia akan berubah menjadi pria dewasa yang manakutkan. Rey akan berdiri di barisan depan untuk melindungi sang kakak dari mara bahaya yang mengancam.

Dengan cepat Rey berlari ke parkiran dan memasuki mobil hitam mewahnya untuk mencari sang kakak,“Sial ..., kenapa disaat seperti ini kakak tak membawa ponsel. Apa yang terjadi padamu, Kak?" Rey berbicara sendiri sambil sesekali memukul kemudi mobil karena merasa putus asa.

Sedangkan di hotel Marsel dan Nana sedang menikmati sarapan pagi mereka dengan sedikit pertengkaran yang terus-menerus terjadi.

“Jadi apa tujuanmu membawa aku kemari?" tanya Nana sambil memakan nasi gorengnya.

“Aku, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan kepadamu”

“Apa ...?" jawab Nana.

“Kamu mau langsung atau ...” tanya Marsel sebelum mengutarakan pertanyaannya.

“Kamu nggak usah bertele-tele. Cepat katakan!”gertak Nana.

“Santai saja, kita masih punya banyak waktu" jawab Marsel dengan santainya.

Nana berdiri dan mengambil celananya yang terletak di kamar mandi dan langsung memakainya, dia keluar melewati Marsel begitu saja.

“Hey apakah ini caramu berterima kasih, setelah aku membantumu?”Marsel berusaha mencegah kepergian Nana, namun itu hanya sia-sia.

Nana menendang tubuh Marsel hingga tersungkur ke lantai dan lemas tak berdaya.

“Apa kurang dalam semalam kamu sudah memeluk tubuhku tanpa izin dari ku, masih untung aku tak menuntutmu." Nana keluar kamar sambil membanting pintu dengan kasar.

Sampai di lobi hotel Nana meminjam telepon di resepsionis untuk menghubungi adiknya.

Setelah menunggu beberapa saat Rey datang dan Nana segera pergi dari tempat itu.

“Astaga kak, Kamu kemana saja, apa yang terjadi kepadamu?" tanya Rey bertubi-tubi.

“Rey. Diamlah dulu!, kepala ku masih sangat pusing” ucap Nana.

“apa kita kerumah sakit dulu kak?" tanya Rey khawatir dengan kondisi kakaknya.

“nggak usah.ini hanya efek mabuk semalam, Kita langsung pulang saja aku ada urusan penting” jawab Nana.

Nana benar-banar tak menyangka jika kontrak kerja yang baru saja ia ambil ini membawanya ke masalah yang begitu rumit.

Bagi Nana mengetahui keberadaan orang tuanya memang tujuan utamannya, namun hal ini terlalu cepat untuk Nana, kehadiran ibunya yang secara tiba-tiba membuat Nana terkejut bukan main.

“Kak ... kakak semalam kemana?” tanya Rey pelan-pelan agar tak membuat Nana emosi. Rey tahu jika saat ini kakaknya sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja.

“kak.” Rey memegang tangan kakaknya karena Rey melihat kakaknya hanya melamun dan tak merespon dirinya.

Nana tersentak kaget “Ada apa. Rey?’’

“kakak baik-baik saja? Apa ada masalah yang terjadi kak?” tanya Rey.

“Fokuslah mengemudi, nanti aku ceritakan jika sudah sampai di rumah” jawab Nana lalu ia kembali diam.

Rey tahu jika ada sebuah masalah besar yang saat ini kakaknya alami, Rey memilih diam dan menuruti permintaan Nana.

Sesampainya di rumah Nana langsung ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya, baju milik Marsel yang tadi dia pakai dia lempar ke tempat sampah. Dalam hati gadis itu begitu jengkel dengan pria yang tidur dengannya semalam.

Dalam hati Nana terus berpikir apa yang terjadi semalam antara dia dan Marsel. Mungkinkah sudah terjadi suatu hal yang terlarang antara dia dan pria mesum itu. "Ahh ... tidak mungkin. Aku masih perawan dan jika aku melakukan hal itu pasti rasanya sakit, tapi aku tak merasakan hal itu dan .... tubuhku juga bersih tanpa jejak apapun”guman Nana sambil terus memeriksa area tubuhnya.

Selesai mandi Nana segera menuju ke kamar Reyhan. "Rey ... boleh kakak masuk?”tanyanya sambil mengetuk pintu.

“Aku disini kak" sahut Reyhan dari arah teras atas.

Nana segera berjalan mendekatiRehan, Nana duduk di kursi dekat dengan adik kesayangannya itu lalu memeluknya dengan erat.

Rey merasakan hal aneh telah terjadi dengan kakak kesayangannya. "Kak ... ada apa? Tidak biasanya kakak seperti ini." ucap Rey sambil mengelus rambut kakaknya.

“Rey." satu kata terucap begitu pelan diiringi tetes air mata yang jatuh membasahi kaos yang Rey pakai.

Spontan Reyhan langsung melepas pelukan kakaknya dengan paksa. "Kak, katakan ada apa!”Rey tak sabar lagi saat melihat air mata kakaknya yang sudah beberapa tahun ini tak lagi menetes.

“Rey tahu, pasti ada masalah serius sampai kakak seperti ini. Apa tadi malam ada yang memperkosa kakak?”

Pletakkk

Satu jitakan mendarat di kepala Rey.

“jangan gila kamu Rey. meskipun aku mabuk, tak mungkin aku biarkan seseorang menjamahku” sanggah Nana meskipun dirinya sendiri belum yakin dengan keadaannya.

“Lalu apa kak?" tanya Rey kebingungan.

Nana mengambil susu hangat milik adiknya dan meminumnya hingga hampir habis.

Nana berdiri dan menuju ke pagar balkon memandang jauh ke arah perkotaan.

“Rey, wanita tempo hari adalah ... ibu!” ucap Nana pelan sambil menengadahkan kepalanya ke langit yang cerah.

“APA? ... jadi Dia?” Rey pun terkejut dengan ucapan Nana. Ada kilat kemarahan juga di raut wajah Rey.

Rey mengepalkan tangannya dan meninju tembok yang ada di sampingnya.

“Rey, tahan emosimu, Aku tahu ini berat. Tapi bantu aku untuk menghadapi ini ya”ucap Nana mencoba menenangkan sang adik.

“Lalu apa kakak juga akan mengakui jika kita adalah anaknya?”tanya Rey tentang tujuan Nana.

“Tidak semudah itu Rey, aku akan menyelidiki terlebih dulu tentangnya”jawab Nana.

Ponsel di saku Nana berbunyi dan ternyata itu adalah panggilan dari Riana.

Nana menetralkan emosinya lalu menjawab panggilan Riana.” hallo ... selamat siang”

“Selamat siang, bisakah kita bertemu sekarang, aku sudah tidak sabar dengan berita apa yang sudah anda dapatkan" ucap Riana.

“Maaf bu. Tapi ini akhir pekan dan aku tidak melayani klien di hari libur”tolak Nana.

Dengan nada kecewa Riana berbicara kasar atas penolakan Nana." siapa Kau? Berani menolak perintahku. Ingat kamu sudah menandatangi kontrak kerjasama dengan ku”

Nana mejauhkan ponsel dari telinganya agar tak mendengar ocehan Riana.

“Huff ... masih sama dan tak pernah berubah” cicit Nana pelan.

Nana memandang Rey

“Ikuti saja kak” ucap Rey pelan.

“Baiklah, Bu ... di mana ibu akan menemui saya?" tanya Nana.

“Ouhhh ... kalau untuk itu Kamu saja yang menentukan saya masih baru di sini. Tak begitu tahu tempat ini” jawab Riana.

“Baiklah Bu. Tunggu kabar dari saya”ucap Nana sambil memutuskan sambungan teleponnya.

Nana meminta ide dari Rey untuk pertemuannya saat ini.

"Bagaimana, Rey?’’

Dalam otak Rey sudah terbesit ide gilanya untuk membalas perlakuan ibunya yang membuat kakaknya terkejut dan menangis.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tidak Mau Dimadu
8.4
Pernikahan Tiara Maheswari yang tampak begitu sempurna dan penuh kasih sayang ternyata menyimpan dusta besar. Reno Sebastian, sang suami yang ia percayai, diam-diam telah mendua dan melakukan poligami tanpa izin darinya. Pengkhianatan ini menghancurkan hati Tiara dan menuntutnya mengambil keputusan besar. Kini, ia harus memilih antara mempertahankan ikatan suci yang telah ternoda, atau berani melangkah pergi meninggalkan Reno selamanya.
Sampul Novel Bidan
9.7
Profesi bidan yang sering dicap judes tak pernah ada dalam rencana hidupku. Namun, di usia 25 tahun, aku justru sangat mencintai pekerjaan ini. Karena terlalu sibuk di Puskesmas, aku kesulitan mencari jodoh hingga Mama mendesakku dan meminta bantuan sahabatku. Di tengah kepasrahan itu, hadirlah sosok pria memikat yang sanggup membuatku bertingkah konyol. Kini, duniaku tidak lagi hanya berputar di ruang persalinan yang sibuk.
Sampul Novel Harga Diriku 10 Juta Per Malam
9.4
Demi melunasi utang miliaran dan membiayai kuliahnya, Arabella Alexandro, seorang mahasiswi yatim piatu, terpaksa bekerja ganda sebagai wanita penghibur di diskotek. Tanpa dukungan keluarga, ia harus berjuang bertahan hidup sendirian. Kehidupannya yang keras menemui babak baru saat ia bertemu dengan Arkan Stevanno Orlando, seorang CEO kaya raya yang menyewa jasanya. Akankah takdir ini menjadi jalan penyelamatnya atau justru menyeret Arabella ke dalam pusaran masalah yang jauh lebih rumit?
Sampul Novel Melodi Rindu di Senyap Malam
9.3
Kisah romansa modern ini menyoroti perjalanan batin seseorang dalam memaknai cinta sejati dan sebuah pengampunan. Lewat keheningan malam yang damai, pembaca diajak menyelami refleksi emosional serta spiritual yang mendalam. Setiap momen sepi menjadi ruang untuk merenungi arti kehidupan yang penuh kerinduan. Buku ini menghadirkan narasi menyentuh hati agar kita bisa menghargai setiap detik kesunyian sebagai sebuah simfoni indah.
Sampul Novel Pembalasan Pada Keluarga Mantan Calon Suamiku
9.1
Demi keadilan bagi diri dan ibunya, Azzalyn bangkit membawa dendam membara. Kehilangan orang-orang tercinta akibat kekejaman musuh telah menghapus seluruh rasa takutnya. Di tengah perjuangan, ia dikejutkan oleh kenyataan bahwa sang ayah rupanya masih hidup, walau ada masa lalu kelam yang menyertainya. Meski badai persoalan terus datang menghimpit, Azzalyn bertekad untuk tetap bertahan dan membalas setiap kejahatan mereka.
Sampul Novel Pembalasan Sang Feniks
8.8
Mahasiswi seni asal Salatiga ini sempat tertipu daya oleh Baskara Aditama, konglomerat yang memanfaatkan cintanya demi meruntuhkan bisnis sang kakak. Sadar bahwa foto intim serta perlindungan pria itu hanya rekayasa kejam, ia bangkit dari derita fisik dan mental. Kini, ia bukan lagi pion yang lemah. Sebagai api pembalasan, ia siap menghapus rahasia dan merancang kejatuhan Baskara. Saat Baskara memohon di altar pernikahannya, kehancuran pria itu menjadi kemenangan mutlaknya.