APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ketulusan Cinta Amira

Ketulusan Cinta Amira

Amira rela melakukan apa saja demi membiayai pengobatan ibunya. Takdir lalu membawanya bertemu Ziyan, seorang duda. Setelah menyelamatkan anak Ziyan, Amira pun diangkat menjadi pengasuh bocah tersebut. Namun, hidup Amira kembali kacau ketika Dimas hadir. Ternyata, adik Ziyan itu adalah mantan pacar yang dulu pernah Amira sakiti. Kini, rahasia masa lalu mereka mengancam keberadaan Amira di lingkungan keluarga besar Ziyan.
Bab
Bagikan

Bab 2

Ziyan masih menatapnya. Ada rasa bersalah saat melihat gadis itu menangis. Dia lantas ingin mendekati gadis itu, tetapi hujan turun semakin deras, hingga membuatnya tertahan.

Amira lantas pergi sambil berlari meninggalkan tempat itu. Dia menyusuri jalanan yang diguyur hujan lebat. Tanpa peduli dengan kondisinya yang kini telah basah kuyup.

Di kamar kostnya, Amira berbaring sekadar melepaskan lelah dan kegelisahannya. Dia menatap langit-langit kamar yang remang-remang.

"Ibu, maafkan aku. Aku tidak bisa membahagiakanmu."

Air matanya seketika jatuh saat mengingat ibunya. Ibu yang saat ini sedang terbaring lemah di rumah sakit karena penyakit yang menderanya.

Amira, gadis berusia 23 tahun itu terlihat sedih. Di usianya yang masih muda, dia harus menanggung beban kehidupan yang cukup berat. Ibunya menderita sakit yang memaksanya untuk mencari uang. Biaya pengobatan ibunya membuatnya harus bekerja siang dan malam. Bahkan, untuk mengurus keperluannya saja dia tidak sempat.

Amira memiliki wajah yang cantik. Karena itulah, mantan bosnya yang memiliki restoran sangat menginginkannya. Dia dirayu dengan segala macam cara agar bisa menjadi kekasih gelap lelaki itu.

Walau sudah menolak, tetapi lelaki mata keranjang itu sama sekali tidak memedulikan penolakannya. Bahkan, dia melapor pada istrinya kalau Amira-lah yang merayunya. Karena itu, wanita pemilik restoran itu marah besar padanya.

Amira mengembuskan napas dengan kasar. Setidaknya, hanya itu yang bisa dilakukan untuk menenangkan hatinya. Tak lupa, dia selalu berdoa pada Sang Khalik agar selalu diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi ujian dari-Nya.

Sementara itu, Ziyan baru saja menidurkan putrinya. Dia lalu duduk di ruang kerjanya sambil menatap foto seorang wanita yang sedang tersenyum. Wanita yang mengenakan gaun pengantin sembari menggandeng tangan mempelai pria yang tidak lain adalah dirinya.

"Rani, aku merindukanmu," ucapnya lirih.

Dia menyentuh foto itu dengan lembut. Kenangan bahagia di masa lalu kembali hadir. Kenangan yang membuatnya sulit untuk menemukan pengganti.

Rani adalah istrinya yang empat tahun lalu meninggal dunia karena melahirkan buah cinta mereka. Wanita yang sudah membuatnya jatuh cinta dengan kelembutan dan juga kecantikannya.

Mereka bertemu dan berpacaran selama dua tahun dan memutuskan untuk menikah. Namun, kebahagiaan mereka dalam mengarungi rumah tangga hanya berlangsung satu tahun saja. Karena tidak lama, istrinya meninggal dunia.

Tak terasa, air matanya jatuh saat mengingat istrinya itu. Dan kini, dia dihadapkan pada permintaan mertuanya untuk menikahi adik kembar Rani yang tidak lain adalah Rina. Namun, hati kecilnya menolak karena dia sama sekali tidak menyukai adik iparnya itu.

Kedua wanita itu memang memiliki wajah yang identik. Namun, sifat dan perangai keduanya sangat jauh berbeda. Rani sangat lembut dan perhatian. Sementara Rina, sangat susah diatur dan tentu saja kurang menyukai anak-anak. Karena itu, Ziyan sudah berniat untuk menolak permintaan mertuanya.

Keesokan harinya, Amira menjenguk ibunya di rumah sakit. Wanita itu terlihat lemah.

"Bu, aku datang," ucapnya sambil menggenggam tangan ibunya. Wanita paruh baya itu hanya diam karena dia telah dinyatakan koma sejak dua hari yang lalu.

"Ibu baik-baik saja, kan? Jangan khawatirkan aku. Aku baik-baik saja. Aku akan mengeluarkan Ibu dari sini dan kembali ke rumah. Aku ingin merasakan masakan Ibu lagi."

Amira menahan air matanya. Rasanya begitu sakit saat melihat orang yang disayang lemah tak berdaya.

Setiap pagi, Amira selalu datang menemui ibunya untuk membersihkan wajah dan tubuhnya. Setelah itu, dia harus pergi bekerja untuk mengumpulkan uang. Biaya yang dibutuhkan tidaklah sedikit. Dia optimis kalau suatu saat nanti, ibunya bisa kembali pulih dan tinggal bersamanya lagi.

Pagi ini, dia harus mencari pekerjaan baru. Selama bekerja di restoran, gajinya belum cukup untuk menutupi biaya rumah sakit. Karena itu, dia menyusuri setiap jalan dan bertanya pada beberapa toko atau kafe yang membutuhkan karyawan. Namun, selama sehari itu dia hanya mendapat penolakan demi penolakan. Keesokan harinya, dia melakukan hal yang sama. Namun, lagi-lagi dia harus kecewa.

Di bangku taman, Amira duduk sambil memperhatikan selembar kertas. "Mohon selesaikan semua tunggakan ini. Jika tidak, dengan berat hati, ibumu akan dikeluarkan dari rumah sakit," ucap dokter padanya sesaat sebelum dia pergi.

Amira merasa putus asa. Dia merasa takdir terlalu kejam padanya. Di saat dia berlaku jujur, orang-orang malah menuduhnya dengan keji.

"Apa aku harus benar-benar melakukannya agar mereka puas? Apa salahku hingga takdir begitu kejam padaku?"

Dia menangis meratapi nasib diri. Tidak ada tempat baginya untuk meminta bantuan. Walau tak jemu memohon dan meminta pada Sang Pencipta, nyatanya cobaan demi cobaan selalu saja menghampirinya. Dia kini lelah. Dia putus asa.

Dengan langkah tak pasti, dia berjalan menyusuri jalanan yang ramai, tetapi baginya terasa sepi. Hingga tiba-tiba, dia terkejut saat seorang gadis menepuk pundaknya.

"Amira! Kamu Amira, kan?"

Amira menatapnya sesaat. "Maaf, apa kamu mengenalku?"

"Aku Irene. Apa kamu lupa? Kita 'kan satu sekolah waktu SMA dulu," jelas gadis itu.

Amira menatapnya sekadar mencari kebenaran dari ucapan gadis itu. "Ah, aku ingat," jawab Amira sambil tersenyum.

"Kamu mau ke mana?" tanya gadis itu.

Amira hanya tersenyum kecut. "Aku ...."

"Apa kamu sudah bekerja?" tanya gadis itu lagi.

"Aku ...."

Gadis itu lantas tersenyum. "Apa kamu sedang mencari pekerjaan?"

Amira lalu mengangguk pelan.

"Apa kamu mau bekerja di tempatku? Aku memiliki sebuah kafe. Dengan wajahmu yang cantik, aku rasa tamu-tamuku akan senang," ucapnya pada Amira.

Mendengar tawaran kerja, Amira mengangguk. Dia lantas mengikuti Irene menuju ke sebuah tempat.

Sebuah kafe dengan dekorasi yang unik menjadi tujuan mereka. Kafe itu terlihat ramai, tetapi bukan kafe yang menjadi tujuan bagi anak-anak muda. Kafe itu disediakan khusus untuk para eksekutif muda yang ingin bersenang-senang ataupun ingin membicarakan bisnis mereka.

Amira lantas dibawa ke salah satu ruangan. Irene menyodorkannya seragam yang harus dikenakan saat bekerja. "Gunakan pakaian ini. Aku akan membayarmu di muka. Karena kita berteman, aku tidak ingin menyulitkanmu."

Gadis itu memberikannya uang sebesar lima juta rupiah. Amira terkejut.

"Ambillah, itu gajimu. Kamu bisa mendapatkan lebih dari tamu-tamuku. Karena itu, kamu harus selalu tersenyum. Mengerti!"

Amira mengangguk. Irene kemudian pergi. Amira memegang uang lima juta itu sembari tersenyum. Setidaknya, biaya rumah sakit bisa terselesaikan.

Setelah mengenakan seragam, Amira lantas keluar menuju ruangan di mana terlihat ramai dengan pengunjung.

Ternyata, itu bukan hanya kafe, tetapi juga menjadi tempat karaoke. Banyak pengusaha yang datang ke sana.

Setelah Irene menjelaskan tentang tugasnya, Amira lantas mulai bekerja. Dia membawa sebuah nampan yang berisi beberapa kaleng minuman dingin ke salah satu meja. Dia menganggap pekerjaannya kali ini sama seperti sebelumnya. Hanya menjadi pelayan dan berusaha memberikan pelayanan yang terbaik. Namun, semua itu berbanding terbalik. Seorang lelaki dengan mudahnya menyentuh bagian belakang tubuhnya. Tak terima, Amira lantas menamparnya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Air Mata Seorang Pengasuh
8.1
Kepergian Mbah Tini mendorong Amara meninggalkan Solo menuju Jakarta. Selain ingin menghapus cap anak haram, ia bertekad menemukan ayah kandungnya. Amara lalu bekerja merawat Arya, cucu pengusaha kaya Hadi Pratama yang kurang mendapat perhatian. Di rumah itu, ia harus menghadapi Fathir, ayah Arya yang masih terpukul akibat dikhianati istrinya. Sembari mengasuh sang bayi dan memulihkan trauma Fathir, Amara terus mencari asal-usul dirinya di tengah keluarga yang retak.
Sampul Novel Aktor Idola Dan Author Barbar
8.4
Erick Adrian, aktor terkenal bergelimang harta dengan pacar seorang model, selalu resah akibat citranya di film dewasa. Nasibnya berubah total setelah berseteru dengan penulis bernama Kaemila. Akibat kecelakaan tragis yang membuat Kaemila lumpuh serta amnesia, Erick terpaksa menikahinya sebagai bentuk tanggung jawab. Akankah ingatan Kaemila kembali dan ia sanggup menerima sang aktor menjadi suaminya?
Sampul Novel Cinta Kita Sudah Punah
8.8
Saat gempa bumi melanda ketika sedang makan bersama adik angkat suaminya, seorang istri yang hamil lima bulan menaruh harapan pada suaminya yang berprofesi sebagai pemadam kebakaran. Namun, di tengah situasi kritis, sang suami memilih menyelamatkan adik angkatnya yang sakit-sakitan dan membiarkan istrinya tertimbun batu besar hingga kakinya patah. Meski sang istri memohon pertolongan, ia ditinggalkan hingga tewas. Penyesalan pun membuat sang suami kehilangan akal sehatnya.
Sampul Novel Cinta Sendal Jepit
7.8
Kehidupan Amara hancur sejak kepergian ibunya dan kehadiran ibu tiri yang kejam. Ia pun memilih kabur dari rumah hingga tak sengaja bertemu Agung saat melarikan diri dari kejaran polisi. Sialnya, warga desa menuduh mereka berbuat asusila hingga dipaksa menikah hari itu juga. Walau diawali dengan kecanggungan, benih asmara perlahan tumbuh di tengah badai ujian yang menerpa. Lewat perjuangan bersama, Amara dan Agung akhirnya berhasil meraih kebahagiaan sejati.
Sampul Novel Istri Manis Tuan Jicko
9.8
Demi memenuhi keinginan sang ibu yang mendambakan cucu tanpa ikatan pernikahan, Jicko menolak dijodohkan. Ia memilih jalan pintas dengan menawarkan perjanjian khusus kepada Ameera untuk mengandung anaknya. Jicko percaya kesepakatan ini menguntungkan kedua pihak tanpa melibatkan perasaan. Namun, rencana yang ia kira sederhana itu justru menjadi sangat rumit saat kenyataan hubungan mereka ternyata jauh lebih kompleks dari perkiraan awal.
Sampul Novel Kecemerlangan Tak Terbelenggu: Menangkap Mata Sang CEO
8.3
Pernikahan karena utang membuat Leanna dikhianati suami dan mertuanya hingga terpaksa bercerai. Namun, perpisahan ini menjadi titik balik. Berbekal harta gono-gini dan kebebasan baru, ia bangkit menunjukkan jati diri aslinya yang luar biasa: peretas genius, pembalap, profesor medis, dan desainer perhiasan top. Gangguan dari simpanan mantan suaminya tak mampu menggoyahkannya. Di tengah pembuktian diri ini, Matthew datang menawarkan diri menjadi pendamping baru baginya.