APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ketulusan Cinta Amira

Ketulusan Cinta Amira

Amira rela melakukan apa saja demi membiayai pengobatan ibunya. Takdir lalu membawanya bertemu Ziyan, seorang duda. Setelah menyelamatkan anak Ziyan, Amira pun diangkat menjadi pengasuh bocah tersebut. Namun, hidup Amira kembali kacau ketika Dimas hadir. Ternyata, adik Ziyan itu adalah mantan pacar yang dulu pernah Amira sakiti. Kini, rahasia masa lalu mereka mengancam keberadaan Amira di lingkungan keluarga besar Ziyan.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Dasar perempuan tidak tahu diri!"

Seorang wanita berumur tiga puluhan datang menghampiri seorang gadis yang sedang melayani di meja pengunjung. Sontak, kejadian itu membuat semua pengunjung di sebuah restoran menatapnya.

Wanita yang sedang naik darah itu lalu menjambak rambut gadis itu. Tak hanya menjambak, tetapi tamparan demi tamparan dilayangkan padanya. Sang gadis berusaha melepaskan tangan wanita itu dari rambutnya, tetapi usahanya sia-sia.

"Lepaskan! Aku tidak mengerti apa maksudmu!" seru gadis itu memberi pembelaan.

Wanita itu tidak menghiraukannya. Bahkan, dia akan kembali menampar gadis itu. Namun, dia tertahan saat seorang lelaki datang menghentikannya.

"Lepaskan aku!" teriaknya pada lelaki itu. Dia tersenyum kecut saat melihat lelaki itu yang tidak lain adalah suaminya.

"Bukankah, dia adalah gadis simpananmu itu? Apa sekarang kamu masih ingin mengelak?"

"Hentikan! Apa kamu tidak malu?" Lelaki itu berusaha menarik tangan istrinya. Dia melirik ke arah gadis itu yang kini telah berdarah di bagian sudut bibirnya.

Gadis itu menatapnya. Ada tatapan benci dan marah yang merasukinya. Dia beralih menatap wanita itu. "Kalau tidak mau suamimu berselingkuh, maka jaga dia. Berikan apa yang dia inginkan. Jangan salahkan wanita lain! Apa kamu pikir, aku suka dengan suamimu? Tanyakan padanya, apa yang sudah dia lakukan? Apa aku yang merayunya? Ataukah dia yang ternyata lelaki mata keranjang?"

"Apa katamu? Jadi, kamu menyalahkan suamiku?"

Gadis itu membuka celemek yang dipakainya dan membantingnya di atas meja. "Lalu, kamu ingin menyalahkanku? Apa kamu pikir aku tertarik dengan suamimu itu? Aku masih punya harga diri. Aku bekerja dengan cara halal. Kalau untuk mendapatkan uang dengan cara seperti itu, aku bisa mencari lelaki yang lebih kaya dari suamimu, tapi aku bukan perempuan seperti itu. Mulai saat ini, aku berhenti! Dan ingat, perhatikan suamimu karena dia tidak hanya menggodaku, tapi juga karyawan yang lain. Camkan itu!"

Gadis itu kemudian pergi. Dia berusaha menahan air mata agar tidak jatuh. Rasanya terlalu sakit saat dipermalukan di depan banyak orang hanya karena fitnah yang ditujukan padanya.

Dia pergi dengan mengangkat wajahnya karena dia merasa tidak bersalah. Untuk apa dia harus menunduk jika tuduhan itu tidaklah benar? Namun, ketegarannya akhirnya runtuh saat dirinya keluar dari restoran. Di sudut halaman, dia terduduk sembari menangis.

Gadis itu menunduk dengan isak tangis yang terdengar pilu. Hatinya begitu sakit saat dituduh sebagai perebut suami orang. Padahal, dia tidak pernah melakukan hal sebejat itu.

Di antara isakannya, dia merasa sentuhan lembut di kepalanya. Sontak, dia mengangkat wajahnya.

"Kakak kenapa menangis?"

Gadis itu terkejut saat melihat seorang gadis

kecil yang berusia sekitar empat tahun berdiri di depannya. Gadis kecil itu bahkan menyeka air matanya.

"Kamu dengan siapa? Mana orang tuamu?" tanya gadis itu.

Gadis kecil itu menunduk sedih. "Aku datang bersama papa dan juga tante. Tadi aku ingin pipis dan tante mengantarku ke toilet, tapi saat aku keluar, aku tidak melihat tante lagi," jelasnya.

Gadis itu lantas membelai rambutnya. Gadis kecil itu sangat pintar dan menggemaskan. Untuk sesaat, dia terhibur dengan kehadiran gadis kecil itu.

"Ayo, Kakak antar cari papa dan tante, ya."

Gadis kecil itu mengangguk. Gadis itu lantas menggendongnya dan berniat untuk mencari ayah dan tante gadis kecil itu. Dia ingin masuk ke dalam restoran, tetapi dia enggan. Karena itu, dia meminta bantuan pada salah satu security untuk mencari tahu apakah ada pengunjung yang kehilangan anak.

Security itu lantas masuk dan menemui bagian informasi. Sementara gadis itu menunggu di luar. Tak lama, seorang wanita datang dan menarik gadis kecil itu dari gendongannya.

"Kamu mau menculiknya, ya?" tanya wanita itu dengan kasar. Sontak, gadis kecil itu pun menangis.

Seorang lelaki tiba-tiba datang menghampiri mereka.

"Papa," panggil gadis kecil itu yang kini menangis. Lelaki itu kemudian mengambilnya dari wanita itu.

"Ada apa ini? Kenapa Indah menangis?" tanya lelaki itu.

"Perempuan ini rupanya tak hanya pandai merayu suami orang, tapi dia juga pandai merayu anak kecil. Kalau tidak ada aku, Indah pasti sudah dibawa kabur olehnya. Ziyan, ayo laporkan dia pada polisi!" serunya dengan tatapan kebencian.

"Apa maksudmu? Aku tidak mungkin menculiknya. Apa kamu pikir aku tega melakukan hal itu?"

"Ah, jangan banyak alasan! Gadis murahan sepertimu memang pantas untuk masuk penjara. Jangankan anak kecil, suami orang pun kamu tega mengambilnya."

Walaupun membela diri, nyatanya dia selalu disudutkan. Dia akhirnya memilih untuk pergi, tetapi wanita itu menarik lengannya dan melayangkan tamparan ke pipinya. Kembali dia harus merasakan nyeri dan panasnya pipi karena tamparan itu.

"Rina, sudahlah! Jangan buat masalah lagi. Lagi pula, Indah baik-baik saja," ucap lelaki yang bernama Ziyan itu.

"Tidak! Gadis sepertinya harus diberi pelajaran!"

Tiba-tiba, security datang menghampiri mereka. "Maaf, ada apa ini?"

"Pak, tangkap gadis ini! Dia hampir saja membawa kabur keponakanku," jawab Rina.

"Sepertinya ini hanya salah paham," ucap security itu.

"Apa maksudnya, Pak?" tanya Ziyan.

"Nona Amira tadi sudah melapor padaku kalau ada anak kecil yang lepas dari tantenya. Karena itu, dia meminta padaku untuk memberitahukan melalui ruang informasi, siapa tahu ada orang tua yang kehilangan anaknya,'" jelas security itu.

Lelaki yang bernama Ziyan itu terkejut. Dia lalu menatap gadis yang masih menunduk itu.

"Maafkan kami. Kami tidak tahu, kalau ...."

Gadis itu kemudian pergi. Dia tidak ingin mendengar penjelasan apa pun dari mereka. Hatinya sudah telanjur sakit karena tuduhan bertubi-tubi.

"Maafkan aku, Ziyan. Aku ...."

"Seharusnya kamu meminta maaf pada gadis itu. Kamu sudah salah sangka padanya. Lalu, kenapa kamu bisa terpisah dari Indah? Bukankah kamu bilang akan menjaganya?"

Wanita itu terdiam. Ziyan kemudian pergi meninggalkannya.

"Ziyan, aku bisa jelaskan semuanya. Aku tidak sengaja meninggalkan Indah karena aku ...."

"Sudahlah, Rina. Aku tidak bisa melanjutkan semuanya. Bagaimana bisa aku memercayakan putriku pada wanita yang tidak bisa menjaganya? Rina, Indah itu keponakanmu. Bagaimana bisa kamu seceroboh itu? Kalau sampai terjadi sesuatu padanya, aku tidak akan pernah memaafkanmu." Ziyan kemudian masuk ke mobilnya. "Kamu pulang sendiri saja. Aku pergi."

Lelaki itu kemudian melajukan mobilnya dan meninggalkan Rina yang terlihat marah dan kesal. Sementara Indah, duduk bersandar sambil memperhatikan ayahnya.

"Papa, apa Papa marah pada Indah?"

Ziyan lalu menghentikan mobilnya di sisi jalan.

"Tidak, Nak. Papa tidak marah pada Indah. Indah tidur saja, nanti Papa gendong kalau sudah sampai di rumah," ucapnya sambil mengecup dahi putrinya itu.

Tampak hujan gerimis membasahi jendela. Ziyan berniat untuk menutup jendela mobil, tetapi pandangannya tertuju pada seorang gadis yang belum lama ini dijumpainya.

"Itu kakak yang tadi 'kan, Pa?" tanya gadis kecil itu. Ziyan mengangguk.

"Kakak itu tadi juga menangis. Indah kasihan padanya. Padahal, Kakak itu sangat baik padaku. Tadi, saat aku menangis, Kakak itu memelukku dan akan mengantarkanku pada Papa, tapi Tante Rina datang dan memarahinya," jelas gadis kecil itu sambil menatap gadis yang duduk seorang diri di salah satu bangku taman.

Gadis yang bernama Amira itu sedang duduk menumpahkan tangisnya yang tertahan. Di depan orang, dia berusaha tegar walau hatinya hancur penuh luka. Dia berusaha tabah walau hatinya kini hancur berkeping-keping.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AKU MUNDUR, MAS!
9.1
Sejak tahun pertama, rumah tangga Syafitri dan Guntur tak pernah sepi dari konflik. Sikap Guntur kian memburuk akibat campur tangan serta provokasi dari keluarganya sendiri. Walau telah berusaha bertahan dengan kesabaran penuh, Fitri akhirnya berada di titik jenuh. Ia memilih menyerah dan mundur dari pernikahan yang menyiksa batin ini. Kini, mereka menempuh jalan masing-masing demi menemukan kebahagiaan baru secara terpisah.
Sampul Novel Anakku Menjadi Saksi Mata Perselingkuhan Suamiku
9.1
Kebahagiaan rumah tangga Nayla hancur tanpa sisa ketika rahasia gelap suaminya terbongkar. Lewat ucapan polos Cahaya, anak perempuan mereka, perselingkuhan sang suami dengan Rosa akhirnya terkuak. Cerita jujur sang buah hati mengenai peristiwa di balik pintu kamar yang terkunci menjadi awal cobaan berat bagi Nayla. Di tengah kepedihan mendalam, ia kini dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan atau melepaskan. Mampukah Nayla melewati pengkhianatan menyakitkan ini?
Sampul Novel Benci Membawa Cinta
8.2
Eleonore Duvall, pewaris angkuh Duvall Enterprises, menjalani pernikahan dua tahun dengan Kaelan Ravenswood, pria yang dicurigai sebagai pembunuh keluarganya. Walau dipandang sebelah mata, Kaelan menyimpan obsesi mendalam sejak malam rahasia masa lalu mereka. Ia pun bertekad mempertahankan pernikahan demi melindungi rahasia besarnya. Saat Eleonore menyelidiki kematian tragis keluarganya, kebenciannya goyah oleh cinta tak terduga dan identitas asli sang suami.
Sampul Novel Gawat, Pak Bos Ada Maksud Lain
8.6
Setelah melahirkan anaknya, Linda langsung mendapatkan pekerjaan baru sebagai sekretaris pribadi untuk pimpinan tertinggi di Grup Jarvis. Namun, profesionalisme kerja yang ia bayangkan seketika sirna pada hari pertamanya bekerja. Jonathan Jarvis, sang CEO tampan sekaligus bos barunya, justru memandang Linda dengan tatapan yang penuh gairah tidak biasa. Pertanyaan provokatif dari Jonathan, "Bu Linda, bagaimana bisa minum kopi tanpa susu?", menandai awal dari hubungan kerja yang berbahaya.
Sampul Novel Terjerat Pesona Sang Pembantu
8.7
Alya memutuskan merantau ke Jakarta demi mencari biaya pengobatan ibunya. Ia bekerja menggantikan posisi sang ibu sebagai asisten rumah tangga di rumah mewah milik pasangan Aris dan Lina. Namun, niat tulus Alya untuk bekerja justru menyeretnya ke dalam konflik yang sangat rumit. Di tengah kemewahan tempatnya bekerja, kehidupan sederhana gadis ini seketika berubah drastis akibat terjebak dalam pusaran masalah yang tak pernah ia duga sebelumnya.
Sampul Novel The Jerk Billioanire
9.6
Kehidupan kampus Naara mendadak gempar saat Aderaldo, seorang miliarder angkuh, menciumnya secara paksa. Tindakan lancang tersebut memicu kemarahan Xion yang langsung melayangkan pukulan ke perut Aderaldo untuk melindungi Naara. Bukannya gentar, pria kaya itu justru membalas dengan ancaman kehancuran bagi Xion. Aderaldo kemudian pergi begitu saja tanpa penyesalan, meninggalkan Naara yang syok, sementara ia sendiri malah menikmati sisa rasa manis dari kecupan sepihak tadi.