
Kesengajaan Berakhir Sengsara
Bab 3
Pada akhirnya, aku ketiduran saat membayangkan tubuh pria itu.
Keesokan hari, aku datang ke toko buah lagi. Begitu melihatku, pria itu langsung mengamati kedua kakiku.
Hari ini aku memakai stoking yang sangat seksi dan dipadukan dengan garter. Selain itu, di atasnya adalah mini dress. Hanya dengan membungkuk, celana dalamku bisa kelihatan.
Aku tahu pria ini tidak akan tahan melihatnya. Sesuai dugaanku, dia langsung menarikku ke dalam.
Begitu masuk, tangannya mulai meraba pahaku. "Genit, kamu seksi sekali hari ini. Mau merayuku, 'kan?"
Aku tersenyum menyipitkan mata. "Ya, kenapa memangnya?"
Aku memang sengaja. Kemarin aku hampir tidak tidur semalaman karena kami gagal berhubungan intim. Pokoknya, hari ini harus berhasil.
Setelah berpikir demikian, aku langsung menjulurkan tanganku ke dalam pakaiannya untuk meraba dada kekarnya.
Terusan yang kupakai ditarik dengan kasar hingga ke pinggangku. Tangan besarnya meraba pahaku. Seketika, sekujur tubuhku terasa lemas dan mati rasa.
Tangannya sangat gesit dan kuat. Hanya dengan sentuhan seperti ini, aku sudah tidak tahan untuk mendesah. Rasanya nyaman sekali. Aku tidak pernah merasakan kenikmatan seperti ini dari para mantanku.
Napasku terengah-engah. Tubuhku yang meliuk seperti ular menempel erat dengan tubuhnya. "Bos, sentuhanmu nggak ada tandingannya. Aku nggak tahan lagi."
Pria itu terkekeh-kekeh, lalu mengambil anggur dari rak. Aku agak bingung melihatnya. Tiba-tiba, dia mengangkat satu kakiku dan meletakkannya di atas bahunya.
"Bukannya aku bilang ada cara supaya anggur terasa lebih enak?" Usai berbicara, pria itu mencubit anggur itu dan meluncurkannya di kulitku, lalu menempelkannya di selangkanganku.
Aku sontak terbelalak dan menjulurkan tangan untuk menghalangi. "Ja ... jangan ...."
Namun, tenagaku sangat kecil. Dia telah mendorong anggur itu masuk. Anggur yang bulat memasuki tubuhku, membuatku merasa tidak nyaman.
Aku berucap dengan manja, "Bos, jangan aneh-aneh. Itu makanan. Ngapain kamu masukkan ...."
Tatapannya yang bergairah terus tertuju padaku. "Coba tebak, berapa banyak anggur yang bisa kamu makan?"
Aku merasa agak panik. Apa mungkin dia ingin memasukkan semua anggur itu ke tubuhku? Tubuhku tak kuasa gemetaran. Namun, aku tidak bisa menghentikannya. Segera, aku merasa bagian bawahku menggembung.
Aku memohon, "Jangan ... aku nggak tahan lagi ...."
Pria itu malah tidak mau berhenti. "Nggak bisa, mulutmu yang di bawah belum kenyang."
Pada akhirnya, dia memasukkan hampir semua anggur sampai-sampai aku tidak bisa menutup kakiku dan terus terengah-engah.
Kemudian, pria itu membungkuk dan menggigit bibirku. Dia bertanya dengan tersenyum, "Kamu mau tahu seperti apa rasa tubuhmu sendiri?"
Aku menggeleng dengan takut. Aku tidak ingin mencicipinya. Namun, sepertinya dia merasa sangat senang dengan permainan ini. Dia mengeluarkan sebutir dari dalam kemaluanku, lalu meletakkannya di depan mulutku. "Ayo, buka mulutmu."
Aku mengatupkan mulutku rapat-rapat, tetapi dia menekan daguku hingga mulutku terbuka. Saat berikutnya, anggur yang basah masuk ke mulutku.
Seketika, tercium aroma yang sulit dideskripsikan. Aku ingin memuntahkannya, tetapi pria itu malah menciumku dan bermain dengan lidahku. Segera, aku memakan anggur itu.
Jelas-jelas ini sangat memalukan dan aku tidak suka, tetapi hasratku malah semakin terbangkitkan. Pria itu memahami tatapanku. Dia tersenyum sambil berucap, "Ayo, aku akan memuaskanmu."
Usai mengatakan itu, dia membuka kakiku lebar-lebar.
Anda Mungkin Juga Suka





