APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu

Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu

Akibat konspirasi jahat yang merusak kehormatannya, Claire Adhitama terpaksa meninggalkan rumah. Enam tahun berlalu, ia kembali bersama tiga anak kembarnya yang masih kecil untuk membalas dendam. Tak disangka, anak-anaknya yang cerdik justru menemukan ayah kandung mereka yang kaya raya dan menculiknya pulang demi mendukung sang ibu. Saat berhadapan dengan tiga replika dirinya, sang presdir menyudutkan Claire dengan senyuman hangat, menantangnya untuk memiliki anak keempat, yang langsung ditolak keras oleh Claire.
Bab
Bagikan

Bab 8

"Ibu bilang, siapa pun yang menanyakan namanya, kami hanya boleh memberi tahu mereka bahwa nama ibu adalah Ibunda Ratu," ujar Jessie sambil tertawa terkikik-kikik.

"Pfftt ...." Darlene juga tidak kuasa menahan tawanya, tetapi dia segera menghentikannya.

Hahaha! Lucu sekali kedua anak ini! Siapa sebenarnya ibu mereka?

Tatapan Javier bergetar melihat Jody yang matanya mirip dengan dirinya.

Jika bukan karena dia hanya pernah berhubungan badan dengan Kayla, Javier bahkan mencurigai bahwa kedua anak ini adalah miliknya.

Jessie melirik jam tangannya sekilas, lalu berkata, "Paman Tampan, kami sudah mau pulang. Kalau nggak, nanti Ibunda Ratu khawatir."

Javier menurunkan Jessie, lalu berpesan pada Roger, "Antar dua anak ini pulang."

Roger mengangguk dan menjawab, "Baik."

"Paman Tampan, sampai jumpa!" Jessie melambaikan tangannya, lalu menggandeng kakaknya untuk mengikuti Roger.

Ketika keluar dari pintu, dia langsung memamerkan sehelai rambut kepada Jody dengan bangga.

Begitu keluar dari gerbang perusahaan, Jessie kembali menarik pakaian Roger dan berkata, "Paman, Ibu kami sedang sakit dan dirawat di rumah sakit. Apa Paman bisa mengantarkan kami ke rumah sakit?"

Roger terdiam, dalam hatinya merasa kagum kepada kedua anak yang pengertian ini.

"Baiklah, ayo naik ke mobil."

Di Vila Kandara.

Sesampainya di rumah, Claire hanya melihat Jerry yang sedang berlatih piano. Dia melihat ke sekeliling, lalu bertanya, "Di mana Jessie dan Jody?"

Jerry menjawab, "Mereka sedang wawancara untuk menjadi model pakaian anak-anak. Bu Candice yang mengantarkan mereka."

Claire meletakkan tasnya di atas sofa, dia terkejut mendengar ucapan Jerry. "Wawancara model?"

"Iya, katanya Ibu terlalu lelah bekerja keras sendirian. Jadi, mereka mau membantu untuk meringankan beban Ibu."

Claire berjalan ke sisi Jerry dan mengelus kepalanya. Jerry mengeluh, "Ibu, jangan mengacaukan model rambutku."

"Wah, si genius musik marah ya?"

"Huh!" Jerry menggembungkan kedua pipinya.

"Jerry, kalian nggak perlu membantu Ibu. Ibu juga bukannya nggak sanggup menghidupi kalian." Melihat anak-anaknya yang begitu pengertian, Claire justru merasa bersalah.

"Nggak bisa, Ibu sudah susah payah, kami juga nggak mungkin membiarkannya. Oh ya, Ibu, aku diterima di Akademi Royal Musik di Negara Makronesia. Ibu nggak perlu mengkhawatirkan masalah uang sekolahnya, aku punya uang."

"Setelah dapat beasiswa nanti, aku akan menyekolahkan Kakak dan Adik ke sekolah bangsawan. Ibu lakukan saja hal yang ingin Ibu lakukan."

Claire terharu hingga berlinang air mata. "Beethoven-ku ini hebat sekali ya. Bahkan bisa menyekolahkan kakak dan adiknya."

Claire baru-baru ini tahu bahwa ternyata Jerry memiliki bakat dalam bidang musik. Dia diterima di Akademi Musik Naver di Negara Sahara. Namun, karena usianya masih terlalu muda, Claire tidak membiarkannya pergi sendirian.

Sekarang, Jerry telah berusia 5 tahun. Awalnya, Claire berencana untuk mengirimkannya ke akademi ketika dia berusia 6 tahun. Namun, melihat Jerry begitu menyukai musik dan nilainya juga selalu bagus, Claire tidak mungkin mematahkan cita-cita anaknya.

"Ibu, Ibunda Ratu, kami pulang!"

Begitu sampai di rumah, Jessie dan Jody langsung berlari ke pelukan Claire. Claire bertanya, "Jerry bilang, kalian pergi wawancara model?"

"Iya! Kami terpilih! Hebat, bukan?!" seru Jessie seraya mengedipkan matanya.

Claire mengecup pipi keduanya dan memuji, "Kalian memang hebat! Ibu buatkan makanan untuk kalian dulu ya, tunggu sebentar."

Seburuk apa pun suasana hati Claire, emosinya langsung mereda ketika berhadapan dengan ketiga anaknya ini.

Ketika Claire berjalan masuk ke dapur, ketiga anak itu langsung berkumpul. Jerry berbisik-bisik bertanya, "Gimana?"

Jody menjawab, "Tenang saja, sudah dibawa untuk dites di rumah sakit. Dua hari lagi baru ada hasilnya."

Jessie menepuk dadanya dengan bangga sambil berkata, "Dijamin nggak akan gagal kalau aku yang turun tangan!"

Di Keluarga Adhitama.

"Apa kamu bilang? Si berengsek Claire itu adalah Zora?" Mendengar keluhan putrinya, raut wajah Imelda langsung berubah.

Si berengsek itu bukan hanya sudah pulang, dia bahkan adalah Zora yang terkenal di seluruh negeri. Ditambah lagi, Zora adalah orang yang direkrut langsung oleh Javier dari luar negeri untuk menyelamatkan Perusahaan Vienna.

Saat itu, putrinya menggantikan Claire mengaku-ngaku telah bermalam dengan Javier. Kalau Claire sampai tahu pria dari 6 tahun lalu itu adalah Javier, bukankah wanita itu akan berebutan dengan putrinya?

"Ibu, bagaimana ini?" tanya Kayla dengan cemas.

Imelda menyunggingkan sudut bibirnya dan berkata, "Lalu kenapa kalau dia itu Zora? Jangan lupa kamu masih punya Javier sebagai pendukungmu. Selama ada Javier, dia nggak akan berani membuat masalah."

"Oh ya, karena si berengsek itu sudah pulang, hubunganmu dan Javier juga harus ada perkembangan. Lebih baik lagi kalau bisa sampai hamil. Kalau ada anak, kamu juga bisa menjadi Nyonya Fernando."

Mengungkit masalah anak, Kayla menundukkan pandangannya. "Tapi, selama 6 tahun ini, Javier nggak pernah menyentuhku sama sekali."

Tentu saja Kayla juga menginginkan hal itu, tetapi tetap saja harus menunggu Javier menidurinya.

Melihat kepolosan anaknya, Imelda berkata dengan cemas, "Kamu bodoh, ya. Kalau mau menunggu dia yang menidurimu, kamu mau menunggu sampai kapan? Kamu juga harus inisiatif, mana ada pria di dunia ini yang bisa menahan godaan?"

Begitu diingatkan oleh ibunya, Kayla langsung tersadar. Selama 6 tahun ini, dia juga tidak berani bersikap semena-mena karena Javier tidak menyentuhnya sama sekali. Namun, perkataan ibunya memang benar, dia harus mengambil inisiatif.

Dengan malu-malu, Kayla tersenyum sambil berkata, "Aku mengerti, Ibu."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BLIND HEART
9.7
Demi membiayai wisuda dan meringankan beban sang ayah, Silvana mengambil pekerjaan tak biasa. Mahasiswi akhir ini harus mengasuh Max Elgort, miliarder tunanetra yang terkenal sangat pemarah. Meski kerap menghadapi sikap kasar Max, Silvana justru mulai jatuh hati. Sayangnya, Max masih terjebak kenangan mendiang kekasihnya yang tewas dalam kecelakaan penyebab kebutaannya. Sanggupkah Silvana bertahan di tengah kesetiaan Max pada janji masa lalu?
Sampul Novel Dok! Oh Dokter!
8.2
Terbaring tak berdaya di atas ranjang medis UKS, pandangan seorang gadis terhalang sepenuhnya oleh tirai pembatas. Di tengah pemeriksaan yang menegangkan, ia harus menahan rasa tidak nyaman saat alat medis mulai digerakkan lebih dalam. Meski ia sempat berteriak menolak, sang dokter yang dingin tetap membisu, terus mengoperasikan mesin medis tersebut, dan mengangkat kakinya lebih tinggi. Kisah romantis remaja modern dalam novel "Dok! Oh Dokter!" ini menghadirkan ketegangan yang tak terduga.
Sampul Novel Gadis 100 juta (fatamorgana)
9.6
Demi menebus adiknya yang diculik, Daiva Gayatri Maheswari terpaksa menjual kesuciannya kepada Keyko Khayang Gumelar seharga 100 juta rupiah. Namun, takdir membawanya bertemu Damian, seorang duda tampan, di sebuah supermarket tanpa sengaja. Kini, Daiva berada di persimpangan asmara saat kedua pria itu mulai memperebutkan cintanya. Siapakah yang akan Daiva pilih sebagai pendamping hidupnya di tengah bayang-bayang masa lalu yang kelam?
Sampul Novel Istri Pelunas Hutang Mafia
8.0
Aurora terpaksa menikahi Lucian Moretti, seorang mafia kejam, demi melunasi utang sang paman. Siapa sangka, Lucian rupanya telah lama memendam cinta padanya. Di saat asmara mulai bersemi, rahasia masa lalu mendadak terbongkar dan menguji hubungan mereka. Situasi kian rumit ketika musuh mengintai dan Aurora menyembunyikan penyakit mematikan dari suaminya. Lucian kini harus bertaruh nyawa demi menyelamatkan wanita yang sangat dicintainya itu.
Sampul Novel Jangan Jatuh Cinta Pada Sugar Daddy
8.6
Demi mengatasi masalah keuangan, Anggita yang berumur 20 tahun nekat menggunakan aplikasi Sugar Baby. Walau awalnya diremehkan karena penampilan fisiknya, ia justru menarik perhatian Devano Abimanyu, seorang pengacara sukses. Devano bersedia menyokong hidup Anggita, namun dengan aturan yang sangat mengikat: dia memegang kendali atas segalanya, menawarkan kepuasan, dan melarang keras adanya cinta. Mampukah Anggita menjaga hatinya agar tidak melanggar batasan tersebut?
Sampul Novel Kontrak Eksklusif untuk Kanaya
8.7
Hidup Kanaya hancur seketika akibat ketamakan ibu tirinya yang tega menjadikannya jaminan utang tanpa izin. Kini, ia terperangkap dalam cengkeraman rentenir paling kejam di kota. Di tengah situasi pelik yang mengancam masa depannya ini, kebebasan Kanaya benar-benar berada di ujung tanduk. Mampukah gadis malang ini bangkit melawan takdir buruknya, atau ia justru harus pasrah dan menyerah pada keadaan yang merenggut seluruh hidupnya?