APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu

Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu

Akibat konspirasi jahat yang merusak kehormatannya, Claire Adhitama terpaksa meninggalkan rumah. Enam tahun berlalu, ia kembali bersama tiga anak kembarnya yang masih kecil untuk membalas dendam. Tak disangka, anak-anaknya yang cerdik justru menemukan ayah kandung mereka yang kaya raya dan menculiknya pulang demi mendukung sang ibu. Saat berhadapan dengan tiga replika dirinya, sang presdir menyudutkan Claire dengan senyuman hangat, menantangnya untuk memiliki anak keempat, yang langsung ditolak keras oleh Claire.
Bab
Bagikan

Bab 9

Keesokan harinya di Perusahaan Perhiasan Vienna.

Claire duduk di ruangannya sambil melihat-lihat desain perhiasan Vienna selama beberapa tahun ini. Kemudian, dia melemparkan dokumennya ke atas meja.

"Nggak kreatif! Bahkan esensi desain saja nggak ngerti! Perhiasan yang dirancang Vienna selama beberapa tahun ini cuma asal-asalan saja, ya?"

Ekspresi staf yang berada di dalam ruangannya tampak canggung. Dia berkata, "Nona Zora, Direktur Kayla yang bilang bahwa gaya desain Vienna cukup mengikuti gaya selama ini saja."

Claire melingkarkan kedua tangannya di depan dada dan bersandar di kursi. Dia tertawa kecil dan berkata, "Memangnya gaya selama ini itu gaya yang bagaimana?"

Dia mengangkat perhiasan yang ada dalam berkas itu dan berkata, "Semua ini hanya tumpukan sampah yang nggak menarik di dunia mode perhiasan. Hebat sekali direktur kalian itu. Setelah naik jabatan, dia langsung memecat semua elite perusahaan. Sekarang Vienna bahkan nggak bisa menciptakan produk sendiri dan hanya bisa menjual sisa-sisa orang lain. Mau rugi juga bukan begini caranya!"

Staf itu langsung terdiam.

Claire berdiri, lalu memerintahkan, "Bawa aku ke gudang material."

"Baik," ucap staf itu sembari mengangguk.

Dalam perjalanannya menuju gudang material, Claire kebetulan bertemu dengan pria yang paling tidak ingin ditemuinya di pintu lift.

Melihat Claire mengabaikannya, Javier langsung berbalik dan berkata dengan tatapan muram, "Nggak bisa nyapa ya?"

Mengingat orang ini yang membayar 2 triliun kepadanya, Claire menghentikan langkahnya. Sambil menggertakkan gigi, dia berbalik sambil tersenyum. "Halo, Bos Javier."

"Nona Claire Adhitama mau ke mana?"

Claire tertegun. Pria ini tahu dirinya adalah anggota Keluarga Adhitama?

Javier berjalan ke hadapannya dan bertanya sekali lagi, "Kamu mau ke mana?"

Javier mengira wanita ini sangat senggang.

Claire tersenyum, lalu menjawab, "Apa aku perlu minta izin lagi kepada Tuan Javier untuk mengecek gudang material?"

Pacar Kayla ini sepertinya terlalu banyak ikut campur?

"Kebetulan sekali, aku juga ingin tahu apa yang bisa kamu temukan di Gudang material."

Claire kehabisan kata-kata mendengar ucapannya.

Gudang material adalah tempat untuk menyimpan batu mentah dan bahan baku lainnya yang digunakan untuk membuat perhiasan. Ketika staf wanita itu menyalakan lampu, gudang yang luas itu dipenuhi dengan tumpukan kotak di sudut-sudutnya. Sementara itu, rak-rak di atas meja diisi dengan batu berlian mentah yang belum dipotong dan dipoles.

Ada alat potong di atas meja dan semua bahan yang diperlukan juga lengkap tersedia. Claire mendekati rak dan mengambil satu potong batu mentah untuk diperiksa. Kemudian, dia membawa batu mentah tersebut ke mesin potong.

Staf wanita itu kebingungan dan bertanya, "Nona Zora, apa yang Anda lakukan?"

Claire tidak menjawabnya, melainkan mulai memotong batu mentah itu dengan mesin potong. Ketika baru saja memotong satu bagian, Claire telah menemukan ada yang tidak beres.

"Hebat sekali ya, Vienna sekarang sudah bisa memalsukan barang ya?" Claire mengambil batu mentah yang dipotong it uke hadapan staf wanita dan bertanya, "Siapa yang bertanggung jawab atas gudang material ini?"

Staf wanita itu menjawab dengan gugup, "Pak Chairul."

Ekspresi Claire menjadi muram, dia memerintahkan, "Suruh Pak Chairul segera menemuiku."

Javier berjalan ke depan batu yang telah dipotong dan menggunakan jari telunjuknya yang memakai cincin penyangga untuk menggores berlian tersebut. Gerakannya itu meninggalkan bekas goresan yang sangat jelas.

Claire mendekat ke sisinya dengan melipatkan kedua tangannya, lalu dia mengangkat alis sambil tersenyum. "Tuan Javier, bagaimanapun ini adalah perusahaan pacar Anda. Anda tidak peduli ada batu permata palsu yang muncul di sini?"

Javier mengerutkan alisnya, lalu berbalik menatap Claire. "Bukankah ini juga perusahaan ibumu?"

Mengungkit hal ini, senyuman di bibir Claire sontak menjadi kaku.

"Nggak ada untungnya juga bagimu kalau hal ini sampai tersebar. Selesaikan secara pribadi saja," ujar pria itu dengan tenang.

Selesaikan secara pribadi?

Huh, semua batu mentah ini pasti sudah disetujui oleh Kayla. Menurut harga pasar, modal untuk batu mentah berkualitas tinggi sangatlah mahal. Namun, jika batu ini sudah tercampur dengan benda palsu, harganya juga pasti akan jauh lebih murah.

Jika Kayla memang tidak mengerti, Claire masih bisa maklum. Namun, jika Kayla memang sengaja menggunakan batu campuran palsu ini karena modal untuk batu asli terlalu tinggi, Claire tidak akan diam begitu saja.

"Kalau Kayla benar-benar ...."

"Dia nggak mengerti soal perhiasan, wajar kalau ditipu." Javier menoleh dan menatap Claire, kemudian berkata dengan nada dingin, "Jangan sembarangan menarik kesimpulan kalau belum punya bukti."

Claire mencibir dalam hati.

Sifat protektif ini agak mirip dengan Jody ....

Tunggu, apa yang sedang dipikirkannya?

"Pak Chairul sudah datang."

Staf wanita itu membawa Chairul masuk ke dalam ruangan. Awalnya, Chairul masih berani berdalih dengan staf wanita itu. Namun, begitu melihat kehadiran Javier, raut wajahnya langsung berubah.

"Tuan ... Tuan Javier, kenapa Anda ada di sini?" tanya Chairul dengan wajah yang pucat pasi.

Javier berjalan ke hadapannya dan bertanya, "Kenapa batu mentah ini tercampur dengan batu palsu?"

Chairul berkeringat dingin. Gawat, semua batu mentah ini sesuai permintaan Direktur Kayla, kalau sampai ketahuan ....

Kalaupun dia mengatakan ini adalah instruksi Direktur Kayla, tetap saja dia yang akan terkena getahnya karena Kayla adalah pacar Tuan Javier!

"Ini ... batu mentah ini sebenarnya bukan tanggung jawab saya. Awalnya, Pak Sofyan, kepala bagian yang sudah mengundurkan diri itu yang bertanggung jawab atas semua batu mentah ini. Saya juga tidak tahu kenapa batu mentah ini bisa tercampur dengan batu palsu."

Lagi pula, orangnya juga sudah mengundurkan diri. Chairul terpaksa menggunakan namanya sebagai kambing hitam.

"Kamu bohong."

Claire mempertanyakan dengan tegas, "Selama Pak Sofyan bekerja, tidak pernah ada muncul kejadian batu mentah yang tercampur dengan batu palsu. Dia sudah bekerja di Vienna selama 15 tahun. Kalau memang melakukan kesalahan seperti ini, sedari awal dia pasti sudah dipecat. Mana mungkin perlu menunggu sampai sekarang?"

Chairul tercengang mendengarnya. Kenapa Zora bisa tahu kalau Sofyan pernah bekerja di Vienna selama itu?

"Saya ... benar-benar tidak tahu."

"Kamu sedang mencoba menutupi kesalahan seseorang, bukan?" desak Claire seraya menatapnya dengan tajam.

Javier hanya meliriknya sekilas tanpa mengatakan apa-apa.

Pada saat ini, Kayla muncul di depan pintu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BLIND HEART
9.7
Demi membiayai wisuda dan meringankan beban sang ayah, Silvana mengambil pekerjaan tak biasa. Mahasiswi akhir ini harus mengasuh Max Elgort, miliarder tunanetra yang terkenal sangat pemarah. Meski kerap menghadapi sikap kasar Max, Silvana justru mulai jatuh hati. Sayangnya, Max masih terjebak kenangan mendiang kekasihnya yang tewas dalam kecelakaan penyebab kebutaannya. Sanggupkah Silvana bertahan di tengah kesetiaan Max pada janji masa lalu?
Sampul Novel Dok! Oh Dokter!
8.2
Terbaring tak berdaya di atas ranjang medis UKS, pandangan seorang gadis terhalang sepenuhnya oleh tirai pembatas. Di tengah pemeriksaan yang menegangkan, ia harus menahan rasa tidak nyaman saat alat medis mulai digerakkan lebih dalam. Meski ia sempat berteriak menolak, sang dokter yang dingin tetap membisu, terus mengoperasikan mesin medis tersebut, dan mengangkat kakinya lebih tinggi. Kisah romantis remaja modern dalam novel "Dok! Oh Dokter!" ini menghadirkan ketegangan yang tak terduga.
Sampul Novel Gadis 100 juta (fatamorgana)
9.6
Demi menebus adiknya yang diculik, Daiva Gayatri Maheswari terpaksa menjual kesuciannya kepada Keyko Khayang Gumelar seharga 100 juta rupiah. Namun, takdir membawanya bertemu Damian, seorang duda tampan, di sebuah supermarket tanpa sengaja. Kini, Daiva berada di persimpangan asmara saat kedua pria itu mulai memperebutkan cintanya. Siapakah yang akan Daiva pilih sebagai pendamping hidupnya di tengah bayang-bayang masa lalu yang kelam?
Sampul Novel Istri Pelunas Hutang Mafia
8.0
Aurora terpaksa menikahi Lucian Moretti, seorang mafia kejam, demi melunasi utang sang paman. Siapa sangka, Lucian rupanya telah lama memendam cinta padanya. Di saat asmara mulai bersemi, rahasia masa lalu mendadak terbongkar dan menguji hubungan mereka. Situasi kian rumit ketika musuh mengintai dan Aurora menyembunyikan penyakit mematikan dari suaminya. Lucian kini harus bertaruh nyawa demi menyelamatkan wanita yang sangat dicintainya itu.
Sampul Novel Jangan Jatuh Cinta Pada Sugar Daddy
8.6
Demi mengatasi masalah keuangan, Anggita yang berumur 20 tahun nekat menggunakan aplikasi Sugar Baby. Walau awalnya diremehkan karena penampilan fisiknya, ia justru menarik perhatian Devano Abimanyu, seorang pengacara sukses. Devano bersedia menyokong hidup Anggita, namun dengan aturan yang sangat mengikat: dia memegang kendali atas segalanya, menawarkan kepuasan, dan melarang keras adanya cinta. Mampukah Anggita menjaga hatinya agar tidak melanggar batasan tersebut?
Sampul Novel Kontrak Eksklusif untuk Kanaya
8.7
Hidup Kanaya hancur seketika akibat ketamakan ibu tirinya yang tega menjadikannya jaminan utang tanpa izin. Kini, ia terperangkap dalam cengkeraman rentenir paling kejam di kota. Di tengah situasi pelik yang mengancam masa depannya ini, kebebasan Kanaya benar-benar berada di ujung tanduk. Mampukah gadis malang ini bangkit melawan takdir buruknya, atau ia justru harus pasrah dan menyerah pada keadaan yang merenggut seluruh hidupnya?