APKDock Logo
Sampul Novel Kematian Palsu Suamiku

Kematian Palsu Suamiku

9.3 / 10.0
Kematian tragis sang suami di hari pernikahan membuat sang istri dituduh sebagai pembawa sial dan diusir tanpa warisan oleh mertuanya. Dirundung rasa bersalah hingga mengidap kanker, ia justru dihadapkan pada kenyataan pahit di akhir hayatnya. Sebuah foto mengungkap suaminya memalsukan kematian demi hidup bahagia bersama wanita lain. Setelah meninggal dalam kemarahan, ia mendadak terbangun kembali di hari pertama ia menerima kabar kecelakaan tersebut, siap mengungkap semua kebohongan.

Kematian Palsu Suamiku Bab 1

Suamiku meninggal.

Di hari peringatan pernikahan kami, dia nekat keluar di tengah hujan lebat untuk membeli kue buatku, tetapi malah tertabrak truk besar.

Jasadnya hancur berkeping-keping, bahkan tidak bisa dikenali lagi.

Adik ipar menyalahkanku, katanya aku penyebab kematian kakaknya dan tidak layak mewarisi harta suamiku.

Mertuaku menangis dan menyebutku pembawa sial, lalu mengusirku dari rumah.

Aku tersiksa batin setiap hari, selalu membayangkan bahwa kalau saja aku menghentikannya hari itu, mungkin dia tidak akan meninggal.

Akhirnya aku jatuh sakit dan divonis kanker.

Di ambang hidup dan mati, mertuaku datang menemuiku.

“Dasar bodoh, percaya saja dengan apa yang dibilang orang!”

Ujarnya sambil melempar foto keluarga kecil berisi tiga orang.

Setelah melihat foto itu, aku langsung sesak napas dan mati dengan penuh amarah.

Ternyata, suamiku tidak hanya masih hidup, tetapi juga sudah punya anak dengan pujaan hatinya.

Begitu membuka mata lagi, aku kembali ke hari ketika pertama kali menerima kabar kematiannya.

“Maaf, suamimu, Felix mengalami kecelakaan sore ini dan sudah tiada.”

Petugas di rumah duka membungkuk hormat dan berkata, “Turut berduka cita!”

Menerima kabar kematian suamiku, aku sama sekali tidak merasa sedih, malah hatiku menjadi sangat tenang.

“Kalau benar sudah mati, aku mau melihat jasadnya. Biarkan aku melihatnya sekali lagi!”

“Bu Rora, aku mengerti perasaanmu, tapi jasadnya sudah hancur lebur dan nggak bisa dikenali lagi. Sebaiknya kamu nggak melihatnya.”

Belum sempat aku menjawab, ibu mertua dan adik iparku sudah tiba di lokasi.

“Bu, ini semua gara-gara dia! Dia yang minta kue itu sampai kakak harus menerobos hujan untuk membelikannya dan akhirnya ditabrak truk!”

“Rora, dasar pembawa sial! Kembalikan anakku!”

Mertuaku menangis dan langsung menamparku, tapi aku menahan tangannya dan mendorongnya keras-keras.

Dia terhuyung beberapa langkah ke belakang, lalu melontarkan kata-kata kasar padaku, “Dasar wanita jalang! Anakku mati karenamu dan kamu masih berani memukulku?! Betapa malangnya anakku!”

“Ibu, sebaiknya hentikan! Jangan sampai Felix benar-benar mati karena kutukanmu!”

Sindirku sambil tersenyum dingin. Wajah mertuaku langsung berubah tegang, dia tergagap menatapku dan berkata, “A … apa maksudmu? Anakku sudah terbaring di ruang jenazah! Kamu yang membunuhnya dan masih bisa nggak merasa bersalah sedikit pun!”

Aku tak meladeninya dan berbalik ke petugas rumah duka, berkata, “Jasadnya hancur berkeping-keping, jadi bagaimana kalian bisa memastikan bahwa dia suamiku?”

Petugas itu melirik ibu mertuaku, lalu mulai merasa kesal, “Aku bukan polisi. Kalau mau tahu, tanyakan saja pada pihak kepolisian!”

Aku tersenyum kecil, kini aku mengerti.

Orang ini pasti sudah dibayar oleh mertuaku!

Adik ipar takut aku melapor polisi, dia langsung melangkah ke depan untuk menghalangiku.

“Kakakku sudah meninggal karenamu, kamu bahkan nggak menitikkan air mata setetes pun! Masih mau pergi ke mana kamu?”

“Dia bahkan sudah mati, tentu saja aku harus mengurus pemakamannya!”

Di kehidupan yang lalu, begitu menerima kabar kematian Felix, aku langsung larut dalam kesedihan. Semua urusan pemakamannya diatur oleh ibu mertua dan adik ipar.

Aku tak sempat memeriksa berkas-berkas resmi dan menandatanganinya begitu saja tanpa berpikir panjang.

Kini, kalau dipikir-pikir, semuanya terasa janggal.

Aku mengulurkan tangan padanya dan melanjutkan, “Kalau benar sudah mati, harus ada surat kematian. Kalau nggak ada … berarti Felix belum mati!”

Adik ipar memberikan isyarat pada mertuaku. Mertuaku kemudian dengan cepat mengambil selembar kertas dari sakunya.

“Kamu sudah percaya kali ini?!”

Aku menunduk, menyembunyikan kebencian yang membara di tatapanku.

Di kehidupan lalu, aku begitu menyesal setelah mengetahui kematian Felix.

Di hari peringatan pernikahan kami, aku hanya berucap sekilas ingin makan kue mousse dari toko kue seberang jalan.

Tanpa berpikir panjang, Felix langsung mengambil jaket dan berlari keluar.

Pergi dan tak pernah kembali.

Dia ditabrak truk yang melaju kencang, tubuhnya hancur berkeping-keping, tak bisa disatukan lagi.

Saat menerima telepon dan tiba di lokasi, ibu mertua dan adikku sudah ada di sana.

Mertuaku menangis dan menuduhku sebagai pembawa sial yang menyebabkan kematian putranya, bahkan hendak mengusirku dari rumah.

Adik ipar juga menyalahkanku, katanya aku tak pantas mendapat harta warisan suamiku.

Aku terus-menerus dihantui rasa bersalah dan tak sanggup lagi menahan rasa sakit itu.

Aku terus menyiksa diri, berpikir kalau saja aku menghentikannya saat itu, mungkin dia takkan meninggal.

Jadi, saat ibu mertua dan adik ipar mengusulkan agar aku pergi tanpa membawa harta sepeser pun dan memindahkan perusahaan atas nama mertuaku, aku juga menyetujuinya begitu saja.

Aku pun pindah ke apartemen sempit, hidup dalam kemurungan yang tak berujung.

Akhirnya, aku jatuh sakit dan divonis mengidap kanker.

Menjelang kematian, ibu mertua datang menjengukku dan melemparkan sebuah foto keluarga.

Di foto itu, suamiku bersama Luna, pujaan hatinya. Mereka tampak tersenyum bahagia sambil merangkul seorang gadis kecil yang ceria.

Felix tidak mati!

Ini semua hanyalah rencana keluarganya untuk menipuku!

Saat aku larut dalam rasa bersalah, keluarga kecil itu menjalani hidup bahagia.

Setelah melihat foto itu, aku sesak napas dan mati karena amarah yang memuncak.

Untungnya, Tuhan memberiku kesempatan kedua.

Felix, bukankah kamu mau mati?!

Aku akan mengabulkan keinginanmu dan memastikan kamu benar-benar mati!

Lanjut Membaca

Daftar Isi Kematian Palsu Suamiku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Kini Aku Melupakanmu
9.3
Demi mewujudkan pernikahan impian Clara yang sekarat karena kanker, Ryan Badawi meminta Mona meminum obat amnesia sementara selama tiga hari. Ryan berjanji akan memberikan obat penawar setelahnya agar mereka bisa kembali bersama. Mona langsung menelan obat itu demi memenuhi desakan Ryan. Namun, Ryan tidak menyadari bahwa formula amnesia tersebut adalah hasil penelitian Mona sendiri yang sebenarnya tidak memiliki penawar sama sekali. Dalam tiga hari, Mona akan melupakan Ryan untuk selamanya.
Sampul Novel Little Wife
9.0
Di usia 18 tahun, Elsa Putri harus menjalani pernikahan dini dengan pria yang terpaut sembilan tahun lebih tua. Belum paham arti cinta sejati, ia justru didera cemburu karena suaminya tampak dimiliki wanita lain. Konflik batinnya kian rumit saat sebuah kenyataan besar datang mengubah segalanya. Kini, dalam segala kebingungan emosi yang ada, Elsa harus menerima kenyataan bahwa dirinya tengah berbadan dua di usia yang masih sangat muda.
Sampul Novel Sang Anak Konglomerat
8.6
Dewi mengemban tugas berat untuk merawat William, seorang putra konglomerat yang kini lumpuh dan depresi. Tragedi kecelakaan yang menewaskan istri serta calon bayinya telah mengubah William menjadi pria yang sangat kasar, arogan, dan sensitif. Akibat perangai buruknya itu, tidak ada satu pun perawat yang sanggup bertahan mendampinginya lebih dari tiga hari. Kini, mampukah kesabaran dan keteguhan hati Dewi melewati batas waktu yang gagal dihadapi para pendahulunya?
Sampul Novel Setelah Aku Mati, Suamiku Menyesal
9.4
Michael mengabaikan telepon tangisan putranya yang mengabarkan bahwa sang ibu tidak lagi bergerak di ranjang. Menuduh istrinya hanya malas-malasan, Michael menutup telepon demi bermesraan dengan sekretarisnya. Dia tidak menyadari bahwa sang istri telah tiada untuk selamanya. Saat kebenaran bahwa wanita itu telah meninggal terungkap, kepedihan dan penyesalan terlambat menghantam Michael. Kini, ia hanya bisa menangis tersedu-sedu memeluk foto mendiang istrinya, memohon agar dia kembali.
Sampul Novel Suamiku Suku Anak Dalam
9.8
Rajo, anggota TNI AL tangguh asal Suku Anak Dalam, menghadapi dilema rumit. Ia dijodohkan dengan anak Tumenggung, ayah angkatnya, meski hatinya milik Kinanti, seorang sosiolog. Konflik asmaranya kian pelik setelah terjebak cinta semalam dengan putri komandannya di Natuna, terpikat perempuan di Lebanon, dan terlibat cinta lokasi saat di Bali. Di antara deretan wanita ini, siapakah yang akan dipilih Rajo?
Sampul Novel Terjerat Pesona Vampir Tampan
8.2
Setiap malam, Shada didatangi sesosok vampir tampan bermata merah yang memberi sentuhan sensual dan kasih sayang mendalam di alam mimpi. Meski statusnya sudah bertunangan, pesona makhluk abadi itu terus mengusik kesetiaannya. Dilema batin pun mulai menyiksa Shada akibat gairah terlarang yang begitu nyata tersebut. Kini, ia berada di persimpangan jalan dan harus segera memilih antara komitmen di dunia nyata atau godaan fantasi sang vampir.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan