APKDock Logo
Sampul Novel KEKASIH HALALKU

KEKASIH HALALKU

9.3 / 10.0
Kehidupan manja putri seorang pengusaha kaya seketika berubah drastis akibat takdir yang tak terduga. Ia terpaksa menerima kenyataan pahit untuk menjadi istri muda dari pria yang usianya terpaut sangat jauh. Kini, di tengah perbedaan umur yang membentang lebar, wanita muda tersebut harus berjuang keras menjalani peran barunya. Ia harus bertahan dalam ikatan pernikahan yang sama sekali tidak pernah ia harapkan terjadi dalam hidupnya.

KEKASIH HALALKU Bab 1

"Saya terima nikahnya dan kawinnya Dina wijaya binti Dion Surya wijaya dengan maskawin tersebut, tunai."

"Bagaimana para saksi sah?"

"Sah"

"Sah"

"Sah"

"Alhamdulillah" terdengar ucapan syukur dari para tamu.

Hari ini adalah hari pernikahanku, tapi jujur saja aku tidak terima dengan pernikahan ini kalau bukan karena paksaan dari papa.

Papaku menjodohkanku dengan anak dari teman masa lalunya.

Pria yang tak pernahku cintai, sama sekali tak ada rasa suka dengannya, tapi entah mengapa dia kini yang menjadi suamiku.

"Din, sekarang kamu bukan lagi tanggung jawab papa, ikutlah apa kata suamimu sekarang. Papa harap setelah kamu menikah kamu bisa berubah menjadi yang lebih baik."

Papa memelukku sambil memberi nasihat padaku. Rasanya ingin memberontak tapi aku tidak mau jadi anak durhaka.

Aku lebih banyak berdiam diri di saat acara pernikahan kami, lelah rasanya hati dan jiwa ini menjalani hari ini. Ingin rasanya cepat waktu ini berlalu.

"Kamu mau mas ambilkan minum atau makanan?"

Mas Azzam mencairkan suasana hening yang dari tadi tercipta. Tapi aku tetap tak ingin mengatakan apa pun ke pria yang sekarang menjadi suamiku.

"Nih, kamu minum dulu, dari tadi kamu bengong saja, kasian tu cacingnya meronta- ronta minta di kasih asupan." mas Azzam menyodorkan segelas air berwarna dan sepiring makanan untukku.

Sejujurnya ada rasa laper tapi gengsi dong, pria ini kan udah buat aku kesal.

Aku berlalu begitu saja, tidak merespon sedikitpun ucapanya.

"Din, kamu mau kemana?" Papa tiba-tiba memanggilku dari arah belakang.

" Dina mau istirahat pa, Dina capek, lagian juga kan tamu undangannya tinggal keluarga dan rekan bisnis papa saja." aku pergi begitu saja tanpa menghiraukan papa.

Pernikahanku hanya di hadiri keluarga dan teman papa saja. Teman dan kerabatku tak ada yang aku undang, karena aku ingin merahasiakan pernikahanku ini. Di sisi lain aku ingin menjaga hati seseorang di luar sana, dia pria yang aku cintai, tapi sayangnya cinta kami tidak dapat restu dari papa. Aku menerima perjodohan ini dengan syarat cukup di ketahui oleh keluarga dan teman papa saja. Aku belum siap kalau teman-teman tahu kalau aku sudah menikah, apa lagi teman sekampusku. Mereka pasti histeris begitu tahu kalau aku menikah dengan Dosen terpopuler di kampusku. Upss.. dosen populer itu tidak berlaku denganku ya, Pak Azzam adalah salah satu dosen populer di kampusku, hampir semua para wanita mengaguminya, tapi tidak denganku. Karena sifat dinginnya aku ilfil dengannya.

Huft.. rasanya lelah raga ini menikmati skenario Tuhan saat ini. Tapi tak apalah, walaupun aku sudah menikah aku tetap terlihat gadis di luar sana. Aku akan memberikan syarat ke dia. Dan lebih baik aku sekarang istirahat.

Tok..tok..tok..

"Mas boleh masuk ya dek.."

Baru saja badan ini ingin rilexs di ranjang empuk ku ini, tapi dia sudah mengganggu mood ku lagi.

"Huft... apaan sih, ganggu orang saja"

"Maaf dek, tadi papa nyuruh mas buat nyusul kamu, sekalian mas bawakan makanan buat kamu. Kamu pasti laperkan?"

"Tidak usah sok perhatian deh pak, kalau saya laper pasti saya bisa ambil sendiri, saya bukan anak kecil lagi." Walaupun saat ini dia suamiku dan dosen di kampusku tapi nada bicara lembut itu sepertinya telah sirnah dari bibirku. Mungkin karena terlalu kesal dengan perjodohan ini.

"Kamu kok gitu sih, mas kan niatnya baik, ya kalau kamu tidak mau juga tidak apa-apa."

"Oia boleh tidak kalau di rumah kamu panggil mas saja, jangan bapak, kan sekarang kita sudah.."

"Ehh.. inget ya pak, walaupun tadi bapak sudah mengucapkan ijap kabul, tapi saya merasa diri ini bukanlah istri bapak. Biarlah setatus itu hanya di KTP saja. Kalau untuk hati maaf saya belum bisa terima. Dan satu lagi ya pak, tolong jaga rahasia ini jika di kampus. Apa pun yang terjadi anggap saja kita bukan suami istri." Aku memberi ketegasan pada nya

"Tapi dek, dalam agama itu.."

"Sudah- sudah, tidak usah bawa- bawa agama ya. Kalau bapak tidak terima dengan keputasan saya silahkan talak saya sekarang juga. Beres kan?"

"Lagian ya pak, bapak itu pria soleh, kenapa sih mau dijodohkan dengan saya?"

"Maaf Dina, soal hidup, jodoh dan maut itu hanya Allah yang tahu, kalau saat ini saya ada disini itu berarti karena seijin Allah."

"Sudalah pak, saya capek. Oia satu lagi, untuk malam ini dan seterusnya bapak tidur di sofa, jangan harap bisa tidur bersebelahan dengan saya. Pokoknya kalau bapak tidak terima silahkan talak saya." Aku membaringkan tubuhku sambil tersenyum tipis. Semoga aja dia gak betah dengan ku.

"Baiklah, itu tidak masalah, mas yakin suatu saat kamu pasti bisa terima keadaan ini."

***

Rasanya baru saja mata ini terlelap, tapi harus terusik dengan suara merdunya. Huh.. ada rasa kesal dan juga damai sih mendengar suaranya yang mengaji, aku tau dia pasti lagi sholat di persetiga malam, tapi apa tidak capek itu badan baru juga tidur sudah bangun lagi.

Ahk.. biarlah lebih baik aku tidur kembali.

"Dek, dek bangun, ini sudah subuh loh, kamu tidak sholat?"

"Iish apaan sih, aku bukan anak kecil lagi, mau sholat atau tidak itu suka-sukaku. Lagian kalau bapak mau sholat ya udah sholat sana!!"

Sinar matahari yang mulai memasuki jendela kamarku membuat aku terbangun, aku tak melihat keberadaanya di kamarku lagi, ahk sudahlah buat apa juga aku mencari dia. Lebih baik aku turun dan sarapan. Sebelumnya aku membersihkan diri dulu di kamar mandi. Hari ini aku ada kuliah, cuma jamnya masih lama, jadi ada waktu buat bersantai-santai.

"Dina, kamu baru bangun jam segini?" Papa datang menghampiriku yang mau turun dari kamarku

"Iya biasa nya juga Dina bangun jam segini pa"

"Dina, sekarang setatus kamu itu sudah beda, kamu harus belajar bangun pagi mempersiapkan kebutuhan suamimu."

"Ih papa.. jangan di manjain gitulah pa, dia kan sudah gede bisa urus diri sendiri.."

"Dinaa!!!" Papa membentak ku hanya karena permasalahan sepele

"Papa... hanya karena Dina bangun siang papa membentak Dina?"

"Dari awalkan Dina sudah bilang pa, Dina mau menikah dengan dia tapi dengan syarat jangan pernah mengatur kebiasaan Dina yang selama ini Dina lakukan. Dina gak mau di kekang seperti istri-istri di luar sana. Dina masih pengen bebas pa.."

"Dina, cobalah kamu berubah sedikit saja, papa menikahkan kamu dengan Azzam karena papa tahu dia adalah jodoh terbaikmu, papa tidak mau melihat kamu seperti ini terus, papa sudah tua Dina, papa ingin melihat kamu berubah menjadi anak yang baik"

"Papa, selama ini Dina kurang baik apa pa? Hanya karena Dina sering keluar malam dan sering habisin uang papa jadi papa bilang Dina tidak baik?"

"Bukan begitu Din, papa cuma mau kamu tumbuh menjadi anak yang dewasa"

"Sudahlah pa, selagi Dina tidak membuat nama papa malu, dan Dina juga masih di batas yang wajar, papa tenang saja. Urusan rumah tangga Dina papa tidak usah ikut campur. Lagian nih ya pa, pak Azzam juga tidak keberatan kok"

"Dina... Azzam itu suamimu, cobalah panggil dia dengan sebut mas"

"Iya iya iya pa. Sudahlah pa, Dina sudah laper, ayo kita sarapan dulu"

Aku berjalan mendahului papa, rasa laper di perutku sudah tidak tertahan lagi, efek semalam aku tidak ada makan.

"Sudah bangun kamu dek? Mau mas ambilin sarapan apa?"

"Tidak perlu, aku bisa ambil sendiri"

"Dina, seharusnya kamu yang melayani suamimu, bukan malah sebaliknya"

"Sudahlah pa, kenapa di meja makanpun harus memperdebatkan ini?"

"Maafkan Dina ya Zam, papa harap kamu bisa merubah sikap Dina yang sekarang menjadi yang lebih baik ya"

"In syaa Allah pa, Azzam akan berusaha menjadi suami yang baik buat Dina pa, dan seijin Allah juga Dina pasti akan menjadi wanita yang lebih baik"

"Loh loh... maksudnya apa ini? Kalau memang aku bukan wanita baik kenapa bapak mau menikah dengan saya?"

"Dina!!"

"Sudah pa, Azzam gak papa kok pa, semua cuma butuh waktu pa"

"Din, kamu ada kuliah siang ya hari ini? Mau mas jemput nanti atau gimana?"

"Gak perlu, aku bisa pergi sendiri"

"Ya sudah, kalau gitu mas barangkat duluan ya, kamu hati-hati di jalan."

"Pa.. Azzam berangkat dulu ya pa" sambil mencium tangan papa dan berlalu.

"Dina, suamimu memberi tangannya buat kamu kenapa tidak di balas?"

"Maaf pa, untuk saat ini hati belum bisa di paksa buat menjadi istri yang baik buat dia, biarlah seperti ini dulu adanya kami jalani pa"

"Papa harap kamu bisa berubah Din, oia hari ini papa mau kekantor lebih awal. Nanti kamu pergi kuliahnya di anter mamang Ojin aja ya, trus pulangnya bareng sama Azzam saja."

Papapun berlalu begitu saja, aku yang masih menikmti sarapanku pagi ini untuk mengisi energiku hingga siang nanti. Sambil memainkan ponselku untuk mengisi keheningan pagi.

Lanjut Membaca

Daftar Isi KEKASIH HALALKU

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Bercinta Dengan Sang Presdir
9.0
Pengkhianatan kejam adik tirinya menghancurkan mimpi Alice Harper untuk menikah dengan Dean Walcott. Setelah dipermalukan di hari pernikahan, Alice memilih pergi ke Birmingham demi menata ulang hidupnya. Namun, takdir justru mempertemukannya dengan sang mantan kekasih, Dastan Lancaster, yang dulu pergi tanpa kabar. Pesona sang presdir kembali menyalakan api asmara masa lalu. Saat Dastan tiba-tiba melamarnya di hadapan publik, akankah Alice meraih kebahagiaan yang sempat sirna?
Sampul Novel BUKAN CINTA LOKASI
8.1
Proyek film mempertemukan aktris menawan Naomi Clara dengan Azka Dananjaya. Awalnya menepis perasaan, Clara akhirnya luluh oleh kepedulian tulus dari Azka. Namun, kisah asmara mereka langsung dihadapkan pada ujian berat. Keluarga Azka menentang keras hubungan tersebut karena Clara tidak berasal dari kalangan ningrat. Di tengah rintangan perbedaan kasta yang mengancam, Azka berjanji untuk tetap mencintai Clara apa adanya.
Sampul Novel Madu Cinta Sang Ceo
8.9
CEO dingin Raja Adiwijaya harus menikahi gadis culun bernama Putri Cantika demi melunasi utang budi pada mendiang ayah Putri. Di tengah tumbuhnya rasa cinta di antara mereka, Tiara yang merupakan cinta pertama Raja mendadak kembali. Terjebak masa lalu, Raja berniat menduakan Putri meski ditentang keras. Terperangkap antara obsesi dan komitmen, Raja memaksa Putri bertahan. Akankah Putri bersedia dimadu dalam pernikahan ini?
Sampul Novel Pembalasan Dendamku terhadap Suami Pengkhianat
9.2
Setelah dikhianati hingga tewas oleh suaminya dan selingkuhannya, Sarah, yang bersekongkol memalsukan kematian otak putrinya demi mencuri jantung sang anak untuk putri Sarah, seorang ibu mendapatkan kesempatan kedua dalam hidup. Terbangun kembali di hari penandatanganan donor organ, ia bertekad melindungi putrinya yang terbaring di rumah sakit. Dengan ingatan dari masa depan, ia memulai aksi balas dendam yang penuh misteri untuk menuntut balas atas setiap rasa sakit dan nyawa yang telah direnggut.
Sampul Novel Suamiku adalah menantuku
8.0
Upaya tulus Hana meredakan konflik pernikahan putrinya justru berujung petaka. Ia malah terjebak skandal asmara terlarang dengan sang menantu, Romeo. Begitu hubungan rahasia ini terbongkar ke hadapan publik, Hana langsung menjadi sasaran kemarahan dan cemoohan masyarakat. Kini, di tengah hancurnya reputasi serta hidup yang porak-poranda, ia harus bertahan menghadapi berbagai konsekuensi menyakitkan demi cinta gelap tersebut.
Sampul Novel Tujuh Bulan Menikah Aku Masih Perawan
8.7
Tujuh bulan membina rumah tangga, Nayya belum juga mendapatkan nafkah batin dari Dimas. Sang suami selalu menghindar dengan alasan lelah atau dalih yang tidak logis setiap kali ditagih kewajibannya. Merasa ada hal aneh yang ditutupi, kecurigaan Nayya pun memuncak. Ia akhirnya memutuskan untuk menyelidiki rahasia besar yang disembunyikan sang suami. Sanggupkah Nayya membongkar kebenaran di balik sikap dingin Dimas dalam pernikahan misterius mereka?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan