APKDock Logo
Sampul Novel BUKAN CINTA LOKASI

BUKAN CINTA LOKASI

8.1 / 10.0
Proyek film mempertemukan aktris menawan Naomi Clara dengan Azka Dananjaya. Awalnya menepis perasaan, Clara akhirnya luluh oleh kepedulian tulus dari Azka. Namun, kisah asmara mereka langsung dihadapkan pada ujian berat. Keluarga Azka menentang keras hubungan tersebut karena Clara tidak berasal dari kalangan ningrat. Di tengah rintangan perbedaan kasta yang mengancam, Azka berjanji untuk tetap mencintai Clara apa adanya.

BUKAN CINTA LOKASI Bab 1

CUT

Suara Om Andre–sutradara ftv kali ini, langsung membuat semua kru dan pemain ftv bersorak girang. Pasalnya ini sudah pukul dua malam. Syuting hari terakhir yang harusnya bisa cepat, malah molor berjam-jam karena ulah artis baru yang kebanyakan gaya.

"Om Andre, duluan ya," pamit Clara sambil melambaikan tangan ke arah Om Andre, kru dan pemain lainnya.

"Iya, Cla. Hati-hati di jalan," sahut Om Andre sambil mengacungkan jempolnya.

Clara berjalan menuju mobil diikuti oleh manajernya, Lisa. Begitu masuk ke dalam mobil. Clara menurunkan sandaran kursinya, memposisikan dirinya senyaman mungkin.

"Padahal hari ini scene kamu gak banyak, Cla. Kenapa sampai selarut ini baru kelar?" tanya Lisa seraya mengemudikan mobil menuju apartemen Clara.

"Gara-gara artis baru itu. Gak bisa akting kebanyakan gaya. Cengengesan lagi. Kesel banget," sahut Clara sambil mendengus dengan mata menatap layar ponselnya.

"Oh, gara-gara dia. Wajarlah kan artis baru, Cla."

"Tapi gak gitu juga, Lis," tandas Clara, "aku dulu gak gitu. Cengengesan, tebar pesona."

"Setiap orang kan beda-beda, Cla. Gak bisa pukul rata kaya gitu," ucap Lisa.

"Gak usah dibahas, Lis. Kita cepat sampai apartemen, aku capek banget," kata Clara menutup matanya.

***

Terbangun karena dering ponselnya yang begitu nyaring, Clara mengerjapkan mata terlebih dahulu sebelum meraih ponsel yang ia letakkan di atas nakas samping tempat tidur.

"Hemm," sahut Clara dengan nada suara malas.

"Cla, hari ini kamu gak ada jadwal apa-apa. Free. Aku gak kesana ya, lagi ada acara keluarga nih di rumah. Datang nanti ya," ucap Lisa di ujung telepon.

"Iya, Lis. Aku tutup ya, masih ngantuk."

"Oke, Cla."

Clara meletakkan ponselnya sembarangan lalu melanjutkan tidurnya hingga jam sepuluh pagi. Begitu bangun, ia berendam di bathup beberapa saat, sebelum ia menuntaskan aktivitas mandinya. Mengenakan pakaian, Clara meninggalkan apartemennya dan menuju rumah Lis.

"Thanks, Cla. Yuk, masuk." Lisa mengambil buah tangan yang dibawa Clara dan mengajaknya masuk.

Clara sudah biasa main ke rumah Lisa, apalagi kalau memang tidak ada jadwal. Beberapa sepupu Lisa dengan cepat merapat dan berswafoto dengan Clara.

"Makasih, Ka Clara. Cantik banget, Kaka." Puji para sepupu Lisa.

Clara hanya memasang senyum membalas pujian dari mereka. Setelah acara makan siang, Clara pamit pulang pada Lisa sekeluarga.

"Setelah ini mau langsung balik ke apartemen?" tanya Lisa mengantarkan Clara ke mobilnya.

"Gak, Lis. Mau ke tempat Papa sebentar. Mungkin ke mall sebentar," sahut Clara masuk ke dalam mobil dan memasang seatbelt.

"Hati-hati ya, Cla," pesan Lisa sambil melambai.

Memasang musik kesukaannya, Clara kemudian melakukan mobilnya menuju bengkel ban mobil milik Papa. Usaha Papa yang dimulai sejak nol hingga besar seperti sekarang.

"Siang, Mbak Clara," sapa karyawan bengkel saat Clara turun.

"Siang, Mas." Clara melempar senyum lalu masuk ke dalam. Naik ke lantai dua tempat Papa berkantor. Tampak Papa sedang bersantai sambil menghisap rokoknya.

"Pa, sudah Clara bilang, Papa jangan merokok lagi," ucap Clara membuat Papa terkejut. Ia segera mematikan rokoknya.

"Kamu gak bilang mau ke sini," kata Papa.

"Jadi Clara harus lapor dulu?" Clara bertanya balik.

"Nggak. Papa kira kamu sibuk atau ada syuting," tukas Papa.

"Hari ini kebetulan gak ada jadwal, Pa. Tadi baru aja pulang dari rumah Lisa. Daripada di apartemen sendiri, Clara ke sini aja. Papa sudah makan?"

"Sudah. Kita ke bawah aja, Cla," ajak Papa kemudian berdiri dan mengajak Clara turun. Berjalan menuju cafe yang ada di lantai satu.

Clara lebih dulu menuju cafe, sementara Papa pergi ke toilet dulu.

"Mau minum apa, Mbak?"

"Lemon tea aja," sahut Clara sambil mengambil ponsel dari tasnya.

Pelayan cafe itu kembali ke dapur.

"Itu Naomi Clara kan?"

"Iya. Naomi Clara yang artis itu."

"Lebih cantik aslinya ya."

Pelayan cafe yang menanyakan hal itu mengamati Clara dan Papa yang tampak akrab dan sangat dekat.

"Dia dekat banget sama Bos. Coba liat, dia simpanan Bos ya?"

"Hush! Sembarangan kamu. Dia itu anak Bos. Anaknya Pak Wisnu. Kamu jaga mulut, kalau sampai Bos tau, kamu bisa langsung dipecat. Mau?"

"Ya kan aku gak tau. Biasanya kan artis kaya gitu. Pasti jadi simpanan orang berduit."

"Ckck. Antar ini ke depan."

"Iya," sahut pelayan ini sambil membawa nampan berisi dua gelas lemon tea. Begitu ia selesai menyajikan minuman, pelayan tadi meminta foto dengan Clara.

"Tadi aja ngatain, eh malah minta foto," ledek pelayan yang lain.

"Ya kan ketemu artis," sahutnya cuek. Pelayan baru cafe yang satu ini, memang agak sedikit beda. Suka nyahut dan berpikiran negatif.

Menikmati lemon tea nya bersama Papa, Clara sesekali memperhatikan beberapa pengunjung yang datang di bengkel mobil Papa. Seorang wanita dari meja kasir menghampiri mereka dengan membawa beberapa kertas di tangannya.

"Papa ke ruangan sebentar, Cla," ucap Papa.

"Iya, Pa. Cla di sini aja," sahut Clara seraya memperhatikan Papa dan wanita tadi naik ke lantai dua. Clara lalu mengalihkan pandangannya ke arah pintu masuk cafe. Netranya seolah terpaku pada sebuah mobil SUV berwarna hitam yang baru saja masuk. Seorang pria turun dari dalam mobil kemudian berbincang sebentar dengan karyawan bengkel. Pria itu kemudian berjalan ke arah cafe. Langkahnya terhenti sejenak saat netranya langsung menatap Clara yang duduk persis searah pintu masuk.

'Clara' gumam pria itu dalam hati bersamaan dengan detak jantungnya yang mulai tak beraturan. Clara yang tadinya masih menatap pria itu menjadi teralih pandangan karena kedatangan Papa.

"Jadi setelah ini kamu mau kemana?"

"Kalau gak balik ke apartemen, jalan sebentar, Pa."

"Kalau kamu gak sibuk, sekali-kali menginap di rumah. Papa rindu sama kamu, Cla. Kita satu kota tapi susah ketemu," kata Papa.

"Iya Clara usahain, Pa," sahut Clara seraya berdiri. Papa memeluk anak semata wayangnya itu sebelum pulang.

"Kamu hati-hati, Cla," pesan Papa seraya berjalan hendak mengantarkan Clara menuju mobilnya. Namun langkah Clara sedikit melambat saat hampir melewati pria tadi.

"Clara?" Suara pria itu membuat langkah Clara benar-benar terhenti begitu juga dengan Papa.

"Kamu gak ingat sama aku?" tanya Pria itu lagi membuat Clara berpikir.

"Azka. Kita satu SMA."

"Bukan. Kamu kayaknya yang digosipin sama penyanyi itu kan?" tebak Clara.

'Kenapa Clara malah ngeh sama gosip sih' batin Azka sedikit kecewa. Ia berharap Clara ingat dengan dirinya sebagai Azka, bukan sebagai orang yang sedang diterpa gosip kedekatan dengan penyanyi.

"Papa ke atas dulu ya, Cla. Kamu hati-hati," pesan Papa kemudian meninggalkan mereka berdua.

"Iya, Pa," sahut Clara.

Dari arah belakang beberapa pelayan cafe datang mengantarkan pesanan Azka sekalian ingin meminta foto.

"Makasih ya, Mas Azka," ucap mereka senyum-senyum setelah berhasil berfoto dengan Azka.

Clara masih berdiri di dekat Azka.

"Aku duluan ya," ucap Clara.

"Jadi kamu beneran gak ingat sama aku?"

Clara menoleh. "Siapa? Aku tau kamu, tapi aku gak ingat kalau kita satu SMA."

"Coba kamu tanya manajer kamu. Lisa pasti tau," ucap Azka lagi. Clara menatap Azka sejenak kemudian berlalu dari tempat itu.

Azka kembali duduk setelah Clara pergi dari tempat itu. Senyum mengambang di bibirnya. Setelah sekian lama akhirnya ia berani menyapa Clara lebih dulu. Sejak lama ia memendam rasa, hari ini ia begitu senang melihat Clara dengan jarak yang sangat dekat. Pertemuan kali ini, membuat Azka yakin akan ada pertemuan-pertemuan lainnya. Ia memandangi lalu mengusap lembut layar ponselnya sambil tersenyum. Foto candid Clara yang menjadi wallpaper ponselnya.

Lanjut Membaca

Daftar Isi BUKAN CINTA LOKASI

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Benih Rahasia sang Fuckboy
8.7
Demi Edgar Emiliano, si playboy sekolah, Vania Clarista rela melepaskan kemewahan hidupnya. Namun, cinta buta itu berujung luka saat ia hamil dan ditinggalkan berjuang sendiri. Vania pun memilih pergi menjauh demi kehormatan keluarganya, lalu membangun hidup baru secara mandiri. Enam tahun berselang, anaknya kini tumbuh besar. Akankah takdir mempertemukan mereka kembali, ataukah Vania bakal tetap bertahan sendirian tanpa Edgar?
Sampul Novel Gairah Sang Pemuas
9.1
Demi mengatasi krisis keuangan, Gusti, pemuda desa yang lugu, mengubah dirinya menjadi sosok pemikat urban demi melakoni pekerjaan sebagai pemuas. Meski ketampanannya berhasil menjerat hati banyak perempuan, ia justru terseret kian jauh ke dalam gelapnya dunia malam Jakarta. Di tengah kepalsuan hidup itu, kecemasan melanda Gusti ketika sahabat kecilnya mendadak hadir kembali. Kini, ia terhimpit di antara kerasnya realitas hidup dan masa lalu yang terus membayangi langkahnya.
Sampul Novel Kambing Hitam Cinta, Pengkhianatan Tersembunyi
9.1
Karier arsitekturku hancur demi Tristan, namun sahabatku, Dara, justru menjebakku dalam kasus korupsi sepuluh tahun lalu. Tragisnya, suami, putraku Rehan, dan orang tuaku sendiri malah menghujatku dan memuja Dara. Setelah sekian lama menjadi kambing hitam dan nyaris tewas dalam kecelakaan, aku akhirnya tersadar. Di pesta perusahaan, aku datang membawa bukti kejahatan Dara untuk membalas pengkhianatan mereka dengan kehancuran total.
Sampul Novel Mr. Tatto Wants Me
8.0
Trauma masa kecil akibat kekejaman ibunya membuat Denis membenci wanita. Ia melampiaskan dendam dengan menjebak dan mempermainkan hati mereka demi kepuasan semu. Terbiasa berganti pasangan tanpa cinta, hidupnya yang dingin mulai terusik saat ia bertemu seorang DJ di kelab malam. Akankah takdir baru ini menghentikan obsesi gelap dan misi balas dendamnya? Sebuah romansa dewasa yang mengupas luka masa lalu dan pencarian jati diri.
Sampul Novel One Night With Mafia
8.1
Satu malam tragis bersama Jack Harrison menghancurkan hidup Pretty Jolie sepenuhnya. Kehilangan kesucian membuatnya dicampakkan calon suami dan diusir paksa oleh keluarganya sendiri yang menanggung malu. Di tengah keputusasaan yang mendalam, Pretty merasa kehilangan harapan hidup dan berniat mengakhiri segalanya. Akankah Jack Harrison bersedia bertanggung jawab setelah menyadari penderitaan hebat yang dialami oleh korbannya tersebut?
Sampul Novel Suami Janda Paling Setia
9.2
Alfa Septian, pemuda tangguh yang mendedikasikan hidup demi menikahi Kinanti, seorang janda beranak dua. Namun, duka mendalam menerpa ketika sang istri berpulang pascamelahirkan putra mereka. Di tengah beban hidup yang kian menghimpit, bayang-bayang mendiang Kinanti terus mengiringi langkahnya. Kini, Alfa terjebak dalam dilema besar: tetap setia membesarkan anak-anak tirinya atau memilih pergi untuk merajut lembaran hidup yang baru.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan