APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kejutan Untuk Pengkhianat Cinta

Kejutan Untuk Pengkhianat Cinta

Rencana pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia justru berubah menjadi panggung pembalasan. Adele mengambil keputusan ekstrem untuk tetap melaksanakan upacara pernikahan dalam waktu setengah bulan, namun dengan mengganti sosok pengantin pria. Tanpa melibatkan Darren yang dianggapnya terlalu sibuk, Adele mengurus semua perubahan dokumen secara sepihak. Langkah berani ini dipersiapkan sebagai sebuah kejutan tak terlupakan sekaligus hadiah terakhir dari Adele untuk membalas pengkhianatan cinta Darren tepat di hari pernikahan mereka.
Bab
Bagikan

Bab 3

Keesokan paginya saat Adele terbangun, Darren sudah kembali dan sedang sibuk di dapur.

Begitu melihat Adele keluar dari kamar tidur, Darren langsung tersenyum lebar. "Cepat sini, cobain resep baru yang aku pelajari, bola ketan kecil dengan gula merah. Katanya bagus buat menghangatkan perut saat datang bulan."

Melihat pemandangan itu, Adele sempat tertegun beberapa saat sebelum akhirnya duduk di meja makan. Dia menatap Darren dengan pandangan penuh rasa ingin tahu. "Kamu semalam ke mana?"

Senyum di wajah Darren langsung membeku. Dia refleks mengalihkan pandangan untuk menghindari tatapan Adele, tetapi hanya sesaat sebelum kembali bersikap normal. Dia duduk di samping Adele dan menggenggam tangannya dengan cemas.

"Tadi malam ada urusan mendadak di kantor. Aku cuma keluar sebentar. Soalnya kamu sudah tidur, jadi aku nggak tega bangunin. Kamu kebangun karena mimpi buruk, ya?"

Tatapan penuh rasa sayang dari Darren begitu meyakinkan, nyaris tidak terlihat ada kepalsuan. Namun, Adele tak habis pikir, bagaimana mungkin seseorang bisa membagi cinta dan nafsu kepada dua orang sekaligus?

Adele tidak menjawab. Darren lalu memeluknya dengan lembut dan membisikkan kata-kata penghiburan. Setelah itu, dia langsung menelepon asistennya, meminta dibuatkan janji pemeriksaan sekaligus mengirimkan obat penenang.

Sejak Adele diselamatkan dulu, dia hanya bisa tidur jika minum obat dalam waktu yang cukup lama.

Meski begitu, dia tetap sering terbangun karena mimpi buruk tentang malam itu. Bau alkohol yang menusuk, darah yang melekat di tangannya ....

Karena sangat mengkhawatirkan kondisinya, Darren bahkan sempat tidur di lantai kamarnya setiap malam hanya agar bisa segera menenangkannya setiap kali dia tersentak dalam mimpi. Namun, pria yang begitu perhatian seperti itu tetap saja mengkhianatinya.

Saat Adele mengangkat kepala, dia melihat di bawah dagu Darren terdapat bekas kecupan sama. Tidak terlalu mencolok, tapi tetap terlihat jika diperhatikan.

Biasanya saat di rumah, Darren selalu tampil santai. Dua kancing teratas bajunya sering kali dibiarkan terbuka, memperlihatkan jakun dan sedikit bagian dadanya. Namun hari ini, dia mengancingkan bajunya hingga kancing paling atas.

Berhubung tadi dia sempat memasak, lengan bajunya tergulung sedikit ke atas sehingga tidak sengaja memperlihatkan sebuah bekas cakaran yang samar di bawah lipatan itu. Begitu menggoda, begitu mencurigakan.

Darren sama sekali tidak menyadari bahwa semua jejak itu telah tertangkap jelas oleh mata Adele. Mengenai bagaimana semua bekas itu bisa muncul ... sudah tidak perlu dijelaskan lagi.

Darren menyendokkan semangkuk bola ketan gula merah dan membawanya ke hadapan Adele.

Namun begitu mencium aroma manis yang menguar dari mangkuk itu dan mengingat semua yang baru dia lihat, perut Adele kembali terasa mual. Dia buru-buru menepis tangan Darren dan berlari masuk ke kamar mandi.

Darren menyusul dengan khawatir. Saat dia mengangkat tangan untuk membersihkan sisa muntahan di sudut bibir Adele, emosi Adele tiba-tiba meledak. Dia mendorong Darren dengan keras sambil berteriak, "Jangan sentuh aku!"

Tangan Darren terhenti di udara dan sorot matanya dipenuhi kebingungan. Suaranya melemah saat dia bertanya, "Adele, aku salah apa ...?"

Adele mengatur napasnya dan berusaha menenangkan diri sebelum akhirnya membuka mulut, "Nggak, aku cuma baru baca novel tadi ... terus nggak sadar membayangkan kamu jadi si tokoh itu."

Mendengar ucapannya, Darren akhirnya menghela napas lega. Dia kembali mendekat, lalu membersihkan air yang terciprat di wajah Adele.

Sambil tertawa ringan, dia menggoda, "Baca novel apa sampai serius begini?"

Adele menatap Darren dan berkata pelan, "Ceritanya tentang sepasang kekasih yang bikin banyak orang iri. Tapi si laki-laki nggak bisa bertahan menghadapi waktu, dia berpindah hati dan mengkhianati si perempuan. Dia nggak mau kehilangan pacarnya, tapi juga nggak rela melepaskan selingkuhannya. Pada akhirnya, dia nggak dapat apa-apa."

"Darren, kamu juga akan jadi seperti laki-laki itu ...?"

Jari-jari Darren sempat gemetar sedikit, tetapi dia buru-buru menenangkan diri dan segera menarik Adele ke dalam pelukannya. "Itu cuma cerita fiksi. Nggak ada siapa pun yang bisa memisahkan kita. Aku nggak akan pernah berpindah hati dan nggak akan pernah mencintai orang lain."

"Kamu harus percaya, aku benar-benar mencintaimu."

Entah kata-kata itu ditujukan untuk menenangkan Adele atau justru untuk meyakinkan dirinya sendiri.

Setelah itu, Darren membawa Adele ke rumah sakit untuk pemeriksaan ulang. Mungkin karena menyadari bahwa kondisi emosional Adele sedang tidak stabil, beberapa hari ke depan dia terus menemani di sisi Adele.

Tak terasa, hari gala amal pun tiba.

Darren mengajak Adele ke butik untuk memilih gaun malam. Adele terlihat tidak terlalu antusias. Pandangannya hanya tertuju pada sebuah gaun berwarna hitam pekat di rak paling ujung.

Melihat arah pandangan Adele, Darren bertanya dengan lembut, "Kamu suka yang ini?"

"Kalau iya, coba saja dulu. Kalau cocok, nanti aku suruh orang kirim langsung ke rumah."

Sebelum Adele sempat menjawab, seorang pegawai butik berjalan mendekat dengan ekspresi serba salah. "Maaf, Bu Adele, gaun ini sudah dipesan orang. Kalau berkenan, saya bisa bantu rekomendasikan model lainnya."

Wajah Darren langsung tampak tidak senang. Tatapannya menusuk ke arah pegawai itu dan berkata dengan penuh tekanan, "Tanyakan sama pemesannya apakah dia bersedia merelakan gaun ini. Kalau bersedia, aku akan beri dia gaun baru secara gratis sebagai gantinya."

Pegawai itu melirik Adele dengan gugup, lalu berjalan mendekati Darren dan berbisik dengan suara yang nyaris tak terdengar, "Gaun ini ... dipesan oleh Bu Susanti."

Meski suara itu sangat pelan, Adele tetap mendengarnya dengan jelas. Dia pun berbalik menatap Darren dan saat melihat perubahan di wajah pria itu, dia merasa semuanya sangat ironis.

"Cuma sebuah gaun, kok. Aku suruh dia relakan ke kamu, ya?"

Adele menggeleng dengan enggan. "Aku cuma lihat-lihat karena modelnya lumayan. Tapi baik orang maupun barang, aku nggak pernah tertarik merebut apa yang sudah jadi milik orang lain."

Mendengar ucapan yang seolah-olah sedang ditujukan pada dirinya, Darren tak kausa mengerutkan alis. Hatinya sempat panik sejenak.

Adele pun kembali memilih gaun lain. Darren menahan kegelisahan yang tak dia pahami dan terus mengikutinya. Akhirnya atas saran Darren, Adele memilih sebuah gaun berwarna biru.

Saat dia masuk ke ruang ganti untuk mencoba gaun tersebut, layar ponselnya tiba-tiba menyala dan muncul sebuah notifikasi.

[ Hitung mundur: 7 hari. ]

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dendam Menantu Kaya Raya
9.2
Tiga tahun Liam Hanza bertahan dalam penderitaan, dihina dan diperlakukan seperti budak oleh mertuanya demi cintanya pada Yolanda Liandra. Namun, kesetiaan itu hancur seketika saat ia mendapati sang istri berselingkuh. Di tengah rasa kecewa yang mendalam, Liam memutuskan mengungkap jati dirinya yang sebenarnya sebagai pewaris tunggal takhta triliunan rupiah. Kini, saat keluarga Liandra bersujud memohon maaf, Liam siap mengerahkan seluruh kekuasaannya untuk membalas dendam.
Sampul Novel Satu Kalimat Abadi yang Tak Berubah
9.1
Sebagai ahli negosiasi krisis andalan di Divisi Khusus Kepolisian, Zaki Sadam mampu menaklukkan kondisi psikologis siapa pun dalam situasi paling berbahaya. Anehnya, kemampuan hebat itu mendadak lumpuh setiap kali dia berhadapan dengan air mata Cindi Wiryo. Banyak orang mengira Zaki sangat memuja Cindi dan bersedia melakukan apa saja demi kebahagiaannya. Sayangnya, di balik rumor romantis yang beredar luas tersebut, hanya Cindi yang menyadari kenyataan pahit bahwa hati Zaki sebenarnya milik wanita lain.
Sampul Novel Sayap-sayap Patah
8.6
Inara Subrata memilih New York untuk memulihkan diri dari masa lalu kelamnya. Tak disangka, pertemuannya dengan Fabio, seorang CEO kaya di Brooklyn, malah membuka kembali luka lama yang berusaha ia lupakan. Ara kini dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan dalam ikatan tanpa kepastian yang menyiksa batin, atau menyaksikan usaha sang kakak hancur tanpa sisa. Di tengah situasi pelik ini, sanggupkah Ara meraih kebahagiaan dan cinta sejati yang ia dambakan di negeri orang?
Sampul Novel TALAK SETELAH AKAD
9.1
Malam pernikahan Kinarsih berubah menjadi mimpi buruk saat Badai langsung menjatuhkan talak setelah akad. Rasa sakit hati menyisakan dendam mendalam, hingga kutukan pahitnya berbalik menjadi karma bagi sang mantan. Di saat Kinarsih berjuang menutup hati, hadir Rian, sosok playboy yang gigih mendekatinya. Akankah ia menemukan kebahagiaan baru bersama Rian, atau takdir justru menyeretnya kembali pada pelukan Badai yang kini didera penyesalan?
Sampul Novel Tangan Hangat Crazy Rich
8.6
Rachel harus berjuang mandiri saat hamil setelah ditinggalkan oleh suaminya, Jo, yang emosional. Demi masa depan Alea dan bayi di kandungannya, ia bertahan di tengah kesulitan. Kehidupan Rachel mulai berubah berkat Denis, bosnya yang dingin namun siap melindunginya dengan kekuasaan yang ia miliki. Konflik memuncak ketika Jo kembali karena cemburu dan berniat merebut keluarganya. Rachel pun dihadapkan pada pilihan sulit antara Denis atau kembali pada Jo.
Sampul Novel Unfortunate?
8.0
Kehidupan Areya dipenuhi kemalangan tanpa henti, mulai dari konflik keluarga hingga relasi sosial yang kacau. Di tengah keputusasaan itu, sosok Pasha hadir secara mendadak dan mengaku punya hubungan erat dengan masa lalu Areya yang telah sirna dari ingatan. Kini, Areya dihadapkan pada dilema besar. Apakah kehadiran Pasha akan menjadi penyelamat yang membawa keberuntungan, atau justru menjadi awal dari bencana baru yang memperpanjang penderitaannya?