APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kejutan Untuk Pengkhianat Cinta

Kejutan Untuk Pengkhianat Cinta

Rencana pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia justru berubah menjadi panggung pembalasan. Adele mengambil keputusan ekstrem untuk tetap melaksanakan upacara pernikahan dalam waktu setengah bulan, namun dengan mengganti sosok pengantin pria. Tanpa melibatkan Darren yang dianggapnya terlalu sibuk, Adele mengurus semua perubahan dokumen secara sepihak. Langkah berani ini dipersiapkan sebagai sebuah kejutan tak terlupakan sekaligus hadiah terakhir dari Adele untuk membalas pengkhianatan cinta Darren tepat di hari pernikahan mereka.
Bab
Bagikan

Bab 4

Darren menatap pesan di layar ponsel, perasaan gelisah dalam hatinya kembali menyeruak. Dia baru saja hendak mengambil ponsel milik Adele untuk melihat pesan apa yang muncul, ketika tirai ruang ganti tiba-tiba disibakkan dan Adele melangkah keluar.

Gaun yang dikenakannya serasi sekali dengan perhiasan batu permata yang telah disiapkan Darren secara khusus. Kecantikan Adele tampak semakin bersinar karena perpaduan itu.

Dalam sekejap, Darren melupakan tentang hitungan mundur yang sempat dia lihat di ponsel tadi. Tatapannya terpaku dengan penuh kekaguman.

"Adele, aku benar-benar pria paling beruntung karena memilikimu."

Dulu, jika Adele ditatap dengan penuh cinta seperti itu, mungkin jantungnya sudah berdebar kencang. Namun kini, dia hanya mengalihkan pandangannya dengan tenang tanpa merasa terharu sedikit pun.

Darren menunduk dan berniat mencium pipinya, tetapi Adele menghindar secara halus.

"Ayo pergi sekarang. Waktunya sudah mepet."

Melihat Adele mengambil ponselnya lagi, Darren baru teringat pada notifikasi hitungan mundur yang tadi sempat dia lihat. Wajahnya langsung mengernyit. "Aku tadi lihat ada pengingat hitung mundur tujuh hari di ponselmu. Apa itu?"

Adele sempat terdiam sesaat, kilatan gugup melintas di matanya. Dia belum ingin Darren tahu bahwa dia sedang mempersiapkan kepergiannya.

"Tujuh hari lagi itu hari pernikahan kita. Kamu lupa ya?" jawabnya tenang, sambil menatap Darren dengan tatapan jujur.

Ditatap seperti itu, Darren justru merasa bersalah. Dia buru-buru mengganti topik, seolah tidak terjadi apa-apa.

....

Meskipun pesta belum dimulai, aula sudah penuh sesak oleh tamu-tamu yang bercengkerama dengan riuh. Begitu Darren dan Adele masuk, semua orang langsung menghampiri mereka.

Udara di dalam cukup dingin karena pendingin ruangan dan Darren dengan sigap menyampirkan selendang yang telah dia siapkan sebelumnya ke pundak Adele.

Adegan itu membuat banyak wanita menatap dengan iri. Sementara teman-teman dan rekan bisnis Darren justru berseloroh sambil tersenyum.

"Pak Darren benar-benar perhatian sekali sama Bu Adele. Di seluruh Kota Jarcos, rasanya nggak ada pasangan yang lebih serasi dari kalian. Aku pasti datang memberi selamat di pernikahan kalian minggu depan."

"Di seluruh Kota Jarcos, kalau Darren dibilang suami paling perhatian nomor dua, rasanya nggak ada yang berani mengaku sebagai nomor satu."

"Itu sudah jelas. Pak Darren itu panutan pria baik. Perempuan mana di Kota Jarcos yang nggak iri sama Adele karena bisa menikah dengan pria sebaik dia?"

Di tengah keramaian, suara-suara pujian terhadap Adele dan Darren terdengar di mana-mana. Darren tersenyum, aura dingin dan tertutup yang biasanya melekat padanya pun menghilang.

Meskipun dia tahu sebagian besar pujian itu hanyalah basa-basi untuk menjilat, Darren tetap merasa puas dan senang. Siapa pun yang menghampirinya, dia layani dengan sopan. Orang-orang pun merasa telah menemukan cara mendekati Darren dan semakin gencar menyanjung tanpa henti.

Di sisi lain, Adele merasa telinganya terus berdengung, sampai kepalanya pun mulai terasa pusing.

Terlebih sekarang, dia benar-benar tidak ingin mendengar ucapan selamat dari orang-orang yang tidak tahu apa-apa.

Menyadari raut tidak nyaman di wajah Adele, Darren segera mengisyaratkan orang-orang untuk membubarkan diri, lalu membawanya ke tempat yang lebih tenang.

Namun, ketenangan itu tidak bertahan lama. Karena tak lama kemudian, Susanti melangkah anggun dengan gaun malam berwarna hitam pekat.

"Pak Darren, Bu Adele, lama nggak bertemu," sapa Susanti.

Sebagai salah satu penerima bantuan dari Keluarga Halsinky dalam beberapa tahun terakhir, Susanti memang diundang dalam acara amal malam ini. Bahkan, nanti dia juga akan naik ke panggung untuk menyampaikan pidato.

Adele tidak ingin berpura-pura ramah dengannya. Dia hanya menunduk dan berpura-pura sibuk melihat layar ponsel.

Susanti melangkah sedikit lebih dekat dan berkata dengan penuh rasa bersalah, "Bu Adele masih marah padaku ya? Soal kejadian waktu itu, aku benar-benar minta maaf. Waktu itu aku sedang panik karena sakit, makanya terpikir ide gila meminta Pak Darren pura-pura menikah denganku."

"Tapi Darren sudah menolaknya dan sekarang aku juga sudah punya pacar. Gimana kalau kita lupakan saja semua kejadian di masa lalu?"

Namun di telinga Adele, tidak ada nada permintaan maaf yang tulus dalam kata-kata itu. Justru semuanya terdengar seperti sindiran dan provokasi.

Darren pun menangkap nada angkuh dalam suara Susanti. Alisnya mengernyit dan kemudian dia mengusir Susanti dengan kesal.

"Kenali posisimu. Adele nggak suka kamu, jadi lebih baik tahu diri dan menjauh," ujar Darren dengan dingin.

Susanti mendengus manja. "Dia nggak suka aku, tapi ada orang lain yang suka."

Sambil mengucapkan kalimat itu, dia menatap Darren dan sengaja mengedipkan matanya padanya. Entah apa yang tebersit di pikiran Darren, kerongkongannya tampak bergerak naik turun. Dia mengambil gelas anggur di depannya dan langsung meneguknya sampai habis.

Melihat dua orang itu saling menggoda tanpa merasa bersalah, Adele merasa muak. Dia pun berdiri dan melangkah pergi menuju toilet.

Darren langsung bangkit dan mengejar. Sementara di belakang mereka, Susanti langsung dikerumuni oleh beberapa tamu wanita.

"Susanti, gaunmu malam ini cantik banget! Anting-antingmu juga keren."

Susanti menegakkan tubuhnya dengan penuh kebanggaan. "Tentu saja, ini semua hadiah dari pacarku. Apa pun yang dia beri, pasti yang terbaik."

Ucapannya segera disambut dengan decak kagum dan pujian.

"Eh, antingmu ini ... kelihatannya bahannya sama dengan perhiasan yang dipakai Bu Adele malam ini. Mungkin pacarmu dan Pak Darren beli dari batu giok yang sama, ya?"

Langkah Adele sempat terhenti sesaat. Dari ujung matanya, dia sempat melirik gelang giok di pergelangan tangan. Dia mencopotnya dengan kasar dan menggenggam erat di telapak tangan. Permukaan batu giok yang halus itu malah membuat telapak tangannya terasa sakit.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AYO, Kawin Kontrak!
8.2
Chilla sukses dalam karier namun skeptis terhadap cinta akibat trauma kegagalan pernikahan kakaknya. Meski pesimis, ia sangat mendambakan anak. Demi mewujudkan impian tersebut, ia pun mencari pria berkualitas untuk menjalani pernikahan kontrak. Namun, rencana yang awalnya murni demi keturunan ini menjadi rumit saat hasrat dan perasaan cinta mulai tumbuh di antara mereka, menyeret Chilla ke dalam pusaran emosi tak terduga yang menguji hidupnya.
Sampul Novel December to January
7.9
Kepergian seseorang di bulan Desember menyisakan luka mendalam yang tak kunjung sembuh. Begitu lembaran kalender berganti ke Januari, memori masa lalu tersebut tetap membayangi dan menjungkirbalikkan seluruh kehidupan yang dijalani. Cerita ini mengikuti perjalanan emosional yang penuh dilema, memperlihatkan bagaimana kepedihan di akhir tahun terus mengikuti langkah demi langkah di lembaran baru, hingga sangat sulit untuk dilepaskan.
Sampul Novel Dinikahi Sang Penguasa : Suami Kontrakku Memberi Segalanya
9.0
Dikhianati oleh tunangannya membuat Lily melampiaskan sakit hati dengan mabuk. Saat terbangun, ia mendapati dirinya bersama pria asing bernama Arsen. Tersinggung karena dianggap wanita sewaan, Lily langsung menamparnya. Dua hari kemudian, mereka bertemu lagi di sebuah pesta, dan terungkap bahwa Arsen dekat dengan sang mantan tunangan. Secara tak terduga, Arsen justru menawarkan pernikahan kontrak padanya, menantang Lily dengan alasan dialah pria pertama yang telah menidurinya.
Sampul Novel Nafsu Sesaat Dibayar Penyesalan
9.1
Ashley mengorbankan keselamatan dirinya demi menyelamatkan Noah tepat sebelum pernikahan mereka, yang mengakibatkan tubuhnya mengalami patah tulang parah dan wajahnya rusak akibat kecelakaan tragis. Noah tetap menikahi Ashley dan memperlakukannya dengan sangat penuh kasih sayang, membuat semua orang percaya cinta mereka tidak memandang fisik. Namun, keyakinan Ashley hancur seketika saat ia memergoki suaminya berselingkuh dengan pembantu rumah tangga mereka sendiri sejak setengah bulan yang lalu.
Sampul Novel Takdir Memaksa Mereka Bersatu
9.2
Akibat kesalahpahaman, Raiden Valen terpaksa menikahi Elara Maylen demi menjaga nama baik keluarga serta rumah sakitnya. Raiden yang berkarakter dingin dan kaku sebenarnya pernah merasakan cinta di masa muda, sebelum akhirnya dikhianati oleh sahabat dekatnya sendiri. Namun, sosok Elara yang liar dan sulit diatur kini hadir mengacaukan keteraturan hidup Raiden. Di tengah pernikahan yang tak terduga ini, ia terjebak dalam pusaran konflik yang menguji nalar serta perasaannya.
Sampul Novel UNPERFECT MARRIED
9.2
Keberhasilan Kaira sebagai istri membuat Sunny merasa terasing dan tertekan. Demi melepaskan beban tersebut, ia berselingkuh dengan Diva, murid menulisnya sendiri. Saat Kaira mengetahui perselingkuhan ini, tidak ada amarah yang meledak-ledak. Alih-alih melabrak suaminya, ia memilih menuangkan segalanya ke dalam karya tulis terbaru. Lewat untaian kalimat yang ia susun secara perlahan, Kaira tengah merancang sebuah pembalasan yang sangat menyiksa bagi Sunny.