APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jodoh Dari Ayah

Jodoh Dari Ayah

Genta Mackenzie, pria blasteran yang kerap bergonta-ganti pasangan, akhirnya harus tunduk pada perjodohan yang diatur oleh sang ayah. Tak disangka, pertemuan pertamanya dengan sang calon istri justru menumbuhkan benih cinta yang tulus di hatinya. Genta pun langsung menyatakan perasaannya tanpa ragu. Kini, sang gadis dihadapkan pada kebimbangan besar. Sanggupkah ia membalas ketulusan pria pilihan orang tuanya itu dan membuka hati untuk pernikahan ini?
Bab
Bagikan

Bab 2

_Terima kasih, telah memberiku ruang di hatimu, aku tak akan mengusik apa yang menjadi masa lalumu, biar ia tetap ada dalam hatimu._

Sesi perkenalan telah usai, tapi tidak dengan laki-laki itu. Aku ragu untuk memulai, dia juga sepertinya tak punya inisiatif.

Ah, ... Apakah dia juga sama terpaksanya seperti diriku?

Cubitan Mama tiba-tiba mendarat di bagian pinggangku.

“Aduh Ma!”

Saat aku menoleh, matanya mendelik seharusnya aku yang mendelik, tapi kenapa malah terbalik. Astaga Mama!

Aku berniat menjatuhkan bobot tubuh di samping Mama, namun sebelum itu terjadi, pinggangku lagi-lagi menjadi landasan cubitan.

Dan lagi-lagi mata itu mendelik, seperti memberi isyarat jika aku harus segera berkenalan dengan pemuda itu.

Hais, tapi apa iya? Aku kan cewek baik-baik, nanti dikiranya aku cewek gampangan lagi.

Grogi gaes! Sumpah, aku nervous! Ini pertama kalinya ngajakin kenalan calon pasangan, eh, ... Astaghfirullah.

“Halo, Alyah putri”

Dan hanya itu. Hanya itu kata yang akhirnya keluar. Tanganku juga berani-beraninya mengulur. Jika ditolak, muka mau ditaruh di mana, saku celana?

“Genta” Dia menjawab dengan singkat padat, tidak jelas dan menjengkelkan.

Aku menyebut nama lengkap namun dia, ... Aish. Dan yang aku kawatirkan benar, uluran tanganku tak mendapat sambutan.

Dasar laki-laki sok jual mahal. Palingan juga biasanya gandengan sama wanita-wanita di luaran sana, huh!

Kadung malu! Jika saja bisa, mungkin sudah meminta jin jarum tujuh enam untuk menghilangkan aku dalam sekejap dari peredaran bumi.

Namun ada satu yang membuatku akhirnya bersyukur. Wajah yang semula aku takutkan pada laki-laki bernama Genta itu akhirnya tidak terjadi.

Apakah yang aku lakukan sudah bisa dikatakan face shaming? Tapi untuk ukuran seorang calon suami, bukankah menilai juga diperlukan.

Dan perbincangan antara orang tua itu akhirnya mengalir begitu saja. Aku? Hanya diam menyimak, dan sesekali menjawab jika memang ditanya.

Sedang Agus, Ia begitu asyik dengan game di ponselnya. Memang adik tak punya akhlak, sedang ada tamu saja dia masih seenak itu bermain game di hadapan mereka.

Genta Mackenzie. Ahs, nama itu, bahkan aku lupa jika Ayah sebelumnya juga sudah mengatakannya. Terlalu takut memikirkan masa depan yang kupikir akan suram.

Mackenzie ... Sekaya apa mereka, hingga anaknya saja memiliki nama marga yang sama dengan ayahnya.

Kalau nanti aku punya anak sama dia berarti nanti anakku juga bakal kebagian marga itu di belakang dong?

Astagfirullah, mikir apa aku. Kugetok kepalaku pelan, entah kenapa pikiranku semakin tak karuan memikirkan laki-laki yang masih asyik berbincang itu.

Ralat ucapan. Ganteng dan kaya memang bukan jaminan bahagia, tapi tidak semua bahagia bisa dibeli dengan uang. Hihihi

Kalau namanya saja ada marga pasti dari kalangan elit, dan pasti orang kaya. Buktinya aku saja yang anak ayah dengan ekonomi termasuk menegah ke atas tidak ada marga yang digunakan.

Berarti kalau menikah dengan dia, beruntung donk? Jadi milyuner atau milyader dadakan!?

Kugetok lagi kepalaku berkali-kali. Kenapa tiba-tiba aku jadi matre seperti ini! Huh. Lagian yang kaya itu ayahnya, bukan dia!

“Rakhman, aku ingin mengatakan maksud kedatangan kami kesini”

Ucapan Laki-laki seumuran Ayah yang kutahu namanya om Alan itu memecah keheningan setelah obrolan santai berakhir.

Kamu pernah tahu nggak rasanya jadi aku yang sedang berada pada posisi ini? Grogi, dan ngeri-ngeri sedap gaes.

Yang penting kalau dibawa ke kondangan nggak malu-maluin dan bisa bikin orang iri!

Dengan pemikiran sempit itu, akhirnya aku pasrah menerima kenyataan kalau Ayah sudah kebelet anaknya ini kawin. Eh, nikah dulu ding baru nanti kawin.

Wajah panjang dengan rahang tegas, jambang tipis, rambut coklat dan sedikit gondrong.

perawakannya hampir semua mirip dengan om Alan. Tapi matanya yang minimalis sepertinya gen dari Tante Ayumi.

Entah kenapa, waktu itu aku bisa spontan menyebut Song Kang, padahal jika diteliti lagi kedua sangatlah berbeda. Lebih ganteng Song Kang sedikit, banyakan bang Genta. Wkwkwkwk

“Hai!”

Dari kejauhan aku melihat bang Genta. Wadidaw ternyata begini di jemput sama ayang. Jedag jedug, jantungku langsung disko.

Bang Genta rupanya sudah menungguku. Aku kira ucapan Ayah soal kencan ini hanya gurauan saja, ternyata benar terjadi.

Oh apakah ini memang cinta terasa berbeda saat menatapnya, ho ho ho🎶

Duh, nervous. Kenapa pula harus lagunitu yang aku nyanyikan. Bakal dikira udah jatuh cinta pada pandangan pertama. Padahal sebenarnya ...

“Bang sudah lama menunggu?”

Aku pindai penampilannya sampai atas ke bawah. Duh, boleh dilaminating nggak sih? Buat jadi pajangan di kamar biar bisa aku tatap setiap saat.

“Baru saja. Kenapa kamu menatapku seperti itu?”

Aku hanya cekikikan. Laki-laki ternyata bisa grogi saat ditatap wanita secantik diriku. Wkwkwkw

“Lucu aja. Abang dandanannya kek orang kantoran aku masih kek gini, kalau diibaratkan tuh kek majikan sama bawahan”

Bagaimana tidak, aku hanya mengenakan kemeja pink dengan rok dan kerudung berwarna biru. Tanpa dandanan apa pun ditambah sudah berkegiatan sedari pagi. Coba bayangkan, betapa buluknya aku.

“Kan memang habis dari kantor A-Al”

Lagi-lagi dia mampu membuatku terkikik geli. Wajah setegas itu ternyata juga bisa melucu.

‘’Tak usah Grogi, panggil saja seperti itu. Tidak perlu ragu, aku tak masalah.” Padahal sebelumnya aku juga grogi. Wkwkwk

Sok akrab memang! Tapi kalau bukan aku siapa lagi, dia sepertinya juga masih kikuk.

Wangi parfum yang tercium saat berada dalam satu mobil menghadirkan perasaan aneh. Jujur, ini pertama kalinya satu mobil dengan laki-laki yang baru aku kenal.

“Kita mau ke mana?”

Nah, kan! Kenapa Ayah sama om Alan tidak sekalian membuatkan rute yang harus kami datangi. Kenapa cuma merencanakan kencannya saja.

Kalau sudah dibuatkan rute kan kami tinggal datangi satu persatu. Kalau begini ... Aku saja tak tahu tempat kencan ternyaman itu di mana.

Eh, astagfirullah! Emang kalau kencan harus ngapain? Kenapa harus ada tempat ternyaman. Tempat ternyaman mah hotel, eh

Lagi-lagi otakku berpikir macam-macam. Ku tepuk bibirku pelan. Padahal bibir tak salah apa-apa tapi otaknya yang salah. Tapi masak aku harus menepuk otak, kan nggak masuk akal.

“Kenapa?”

Duh, wajahnya sih ramah senyum, ganteng. Tapi kenapa kalau nanya Cuma seperlunya aja, aku kan jadi bingung.

“E-enggak ... Enggak kok”

“Perasaan dari awal kita ketemu, kamu sering banget getok kepala sama nepuk bibir?”

Duh, ternyata dia merhatiin aku gaes. Terhura aku.

“Hemm?” Dia menoleh sesaat

Jiah, dia nunggu jawaban dari aku ternyata. Kira-kira bagusnya di tolak atau diterima ya?

Eh, astaga ngelantur lagi! Seperti menjadi kebiasaan baru, aku kembali menepuk bibirku.

“Tuh, ... Kan. Jangan ditepuk terus, sayang nanti sakit. Sini aku cium aja!

What! Apa katanya gaes!? Aku nggak salah dengar kan?!

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Abang Duda Kesayangan
9.5
Pertemuan tak sengaja dengan seorang duda menawan setelah Dilara Aysila Airene menolong seorang nenek di jalan menjadi awal dari segalanya. Terpikat oleh ketampanan sang pria, Dilara jatuh cinta dan bertekad merebut hatinya. Demi menarik perhatian sang idaman, ia meluncurkan berbagai rayuan hingga aksi konyol. Akankah misi cinta Dilara ini berakhir manis atau justru menghadapi rintangan? Ikuti perjuangan unik gadis ini dalam mengejar cinta sang duda.
Sampul Novel Ada Cinta di Meja Hijau
8.7
Anita Putri, pengacara andal bertubuh gempal, dikhianati oleh Adrian Hartono. Putra pemilik firma hukum tempatnya bekerja itu hanya memanfaatkan kecerdasan Anita demi memenangkan berbagai kasus, meski Anita tulus mencintainya. Kecewa dengan perlakuan Adrian, Anita memutuskan bangkit dan mengubah penampilannya secara drastis. Ini menjadi awal perjuangannya membalas dendam sekaligus menemukan kembali harga diri yang sempat hilang di dunia hukum.
Sampul Novel Aku Masuk Tiga Besar Daftar Orang Terkaya di Negara Ini
7.9
Divonis tumor otak saat suaminya, Ethan Wood, berselingkuh dengan manajernya membuat dunia wanita ini runtuh. Menolak diam demi menutupi skandal itu, ia memilih bercerai demi mengejar impiannya. Tak disangka, investasi impulsif dan galeri seninya sukses besar hingga ia masuk daftar tiga orang terkaya di Preayork. Di tengah ejekan Ethan tentang sisa umurnya, sebuah keajaiban datang: diagnosis tumor itu ternyata salah. Kini, ia siap bangkit berkuasa.
Sampul Novel Bukan inginku Selingkuh
9.1
Menjunjung tinggi kesetiaan tak melindungi Ruela dari pengkhianatan Frans. Suaminya itu justru berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Alih-alih meratapi nasib, Ruela memilih bangkit demi menuntut balas. Di tengah rencana pembalasan dendam tersebut, takdir mempertemukannya dengan Felix, pemuda yang melewati malam penuh gairah bersamanya. Mampukah Ruela menghancurkan para pengkhianat di hidupnya? Inilah kisah penuh luka, ambisi, dan pertemuan tak terduga.
Sampul Novel DENDAM SI PELAYAN SEKSI
9.4
Mimpi buruk terus menghantui kehidupan pernikahan Daren dan Carolina. Di tengah situasi itu, hadirlah Eliana, seorang pelayan baru yang memikat sekaligus membangkitkan memori asing dalam diri Daren. Di balik pesonanya, Eliana menyimpan niat terselubung untuk menghancurkan hidup sang majikan demi membalas dendam. Namun, saat rahasia masa lalu mulai tersingkap, ia justru terjebak dalam perasaan cinta pada targetnya. Akankah dendam Eliana luntur, atau misinya tetap berlanjut?
Sampul Novel Fitnah Pelakor Membuatku Babak Belur
8.5
Akibat unggahan foto suaminya di media sosial, seorang istri sah dituduh sebagai pelakor oleh selingkuhan sang suami. Tuduhan kejam ini memicu aksi pengeroyokan brutal oleh sekelompok orang yang membuatnya babak belur hingga mengalami patah tulang dan gegar otak. Tidak tinggal diam, korban segera melaporkan kejadian ini ke polisi. Di saat yang sama, ia menyiapkan surat cerai untuk mendepak suaminya yang tidak tahu diuntung itu agar pergi tanpa membawa sepeser pun kekayaannya.