APKDock Logo
Sampul Novel Fitnah Pelakor Membuatku Babak Belur

Fitnah Pelakor Membuatku Babak Belur

8.5 / 10.0
Akibat unggahan foto suaminya di media sosial, seorang istri sah dituduh sebagai pelakor oleh selingkuhan sang suami. Tuduhan kejam ini memicu aksi pengeroyokan brutal oleh sekelompok orang yang membuatnya babak belur hingga mengalami patah tulang dan gegar otak. Tidak tinggal diam, korban segera melaporkan kejadian ini ke polisi. Di saat yang sama, ia menyiapkan surat cerai untuk mendepak suaminya yang tidak tahu diuntung itu agar pergi tanpa membawa sepeser pun kekayaannya.

Fitnah Pelakor Membuatku Babak Belur Bab 1

Suamiku mengunggah fotoku di media sosialnya, sehingga aku dianggap sebagai pelakor oleh selingkuhannya. Selingkuhannya membawa semua kerabat dan teman-temannya untuk melabrakku.

"Wanita murahan nggak tahu malu. Berani-beraninya kamu goda suamiku!"

"Kupukul kamu sampai mati, dasar pelakor!"

Sekumpulan orang itu menghujaniku dengan pukulan, merusak mobilku, dan merobek pakaianku. Aku dipukul hingga babak belur, gegar otak, dan mengalami patah tulang.

Pada akhirnya, aku melapor polisi dan mengajukan tuntutan pada mereka semua. Pada saat bersamaan, aku menyuruh sekretarisku untuk mempersiapkan surat cerai kepada suami berengsekku itu.

"Kalau bukan berkat aku, kamu masih jadi pengemis di jalanan sekarang. Berani-beraninya kamu berselingkuh dan diam-diam punya anak di belakangku? Pergi sana, jangan harap bisa dapat sepeser pun uangku!"

Saat baru turun dari mobil dan bersiap untuk masuk ke dalam mal untuk berbelanja, aku melihat sekelompok orang berwajah garang yang mendekatiku dari seberang jalan. Mereka membawa ponsel dan pengeras suara, tampaknya sedang melakukan siaran langsung. Pengeras suara itu terus-menerus mengatakan bahwa mereka akan memberikan pelajaran pada seorang pelakor.

Aku menggelengkan kepala. Sekarang ini siaran langsung benar-benar tidak ada batasnya, tak heran jika penontonnya banyak. Tiba-tiba, aku memfokuskan pandangan dan melihat wanita yang sedang menggendong bayi di tengah kerumunan. Aku mengenalnya.

Imelda, dia adalah mahasiswi yang disponsori oleh suamiku. Kondisi ekonomi keluarga suamiku tidak terlalu baik. Beberapa tahun yang lalu dia mengatakan padaku bahwa dia ingin mensponsori beberapa mahasiswa untuk berkuliah. Aku mengira bahwa dia mau membantu orang lain karena dia sendiri juga pernah mengalami kesulitan, sehingga aku pun mendukung keputusannya ini.

Imelda adalah salah satu mahasiswa tersebut. Aku pernah melihat foto dan data pribadinya. Keluarganya sangat miskin, kedua orang tuanya sudah tiada, dan kakek-neneknya yang merawatnya dengan penuh perjuangan. Waktu itu, aku merasa dia sangat malang dan meminta suamiku untuk membantunya sebisa mungkin, sekalian berbuat amal.

Mereka berjalan ke arahku. Baru saja aku hendak menyingkir, seseorang telah mendorongku hingga aku hampir terjatuh. Imelda menatapku dengan sinis.

"Mau kabur? Jangan harap!" Dia kemudian berbicara ke arah kamera ponselnya, "Semuanya, lihatlah, inilah pelakor yang merebut suamiku!"

Dengan ekspresi datar aku berkata, "Kalian salah orang, aku bukan pelakor!"

Imelda segera menjawab, "Nggak salah! Orang yang mau kami beri pelajaran adalah kamu, Yuliana."

"Kalian nggak tahu seberapa parahnya wanita licik ini. Bukan cuma mau menghancurkan keluargaku, dia juga berusaha memindahkan semua aset suamiku atas namanya! Suamiku adalah presdir dari perusahaan besar dan sangat tampan. Pelacur ini langsung tergoda dan mulai merayunya!"

Dia mendekatkan bayi yang digendongnya ke arah kamera. "Ini adalah putri kami, sudah lebih dari enam bulan. Saat aku sedang hamil, pelacur ini sudah mulai menggoda suamiku. Dasar wanita nggak tahu malu!"

Melihat tuduhannya semakin tidak masuk akal, aku mulai kehilangan kesabaran untuk menjelaskan. "Imelda, ya? Aku peringatkan, jangan asal bicara dan mencemarkan nama baikku ...."

Namun, belum selesai aku berbicara, seorang wanita di sampingku telah menampar wajahku. Seketika, kepalaku berdengung dan aku hampir saja tidak bisa berdiri tegak. Sepanjang hidupku, tidak ada seorang pun yang berani memukulku, tapi kali ini kesabaranku sudah habis.

Aku mengambil ponsel dari dalam tas untuk menelepon polisi, tetapi tas LV di tanganku langsung dirampas dan dibuang ke tanah, lalu diinjak-injak.

"Dasar pelakor sialan! Masih nggak mau ngaku? Sepertinya kamu nggak akan jera sebelum diberi pelajaran!"

"Ibumu nggak pernah ngajarin kamu nggak boleh jadi pelakor dan menghancurkan hubungan orang lain? Dasar murahan, lebih hina dari pelacur!"

Mereka mencengkeram rambutku, menariknya dengan kasar, membuatku kesakitan sampai berkeringat dingin. "Lepaskan aku! Aku bukan orang yang bisa kalian perlakukan seenaknya!"

Namun, seolah-olah tidak mendengarnya, mereka malah semakin mendekatkan ponsel ke wajahku. Ada juga yang terus-menerus memotret dan merekam video. Penonton di ruang siaran langsung semakin banyak dan berbagai komentar memenuhi layar.

[ Pelakor memang harus diberi pelajaran! Biar jera dan jangan sembarangan merusak rumah tangga orang! ]

[ Memang pantas dihukum! Moral wanita ini sudah hancur, mengganggu keluarga orang lain. ]

[ Kelihatan polos, ternyata pelakor juga. ]

Imelda melihat komentar terakhir dan menimpali, "Kalian tahu nggak, wanita yang terlihat polos begini biasanya paling liar. Semua pria mau digodanya!"

Teman Imelda menambahkan, "Lihat saja tampangnya yang genit, pasti pelakor ini sudah sering melakukannya!"

Kemudian, mereka melihat mobilku.

"Ini mobil Ferrari, harganya pasti miliaran. Jadi pelakor ternyata memang menguntungkan!"

Imelda menyerahkan bayinya kepada seorang wanita paruh baya di sampingnya lalu berkata, "Mobil ini dibeli dari hasil jual tubuh. Ayo kita rusak mobilnya!"

Mereka mengambil tongkat besi dan mulai merusak mobilku. Aku tidak pernah melihat orang segila dan tidak berpendidikan seperti ini.

Imelda bahkan merebut kunciku untuk membuka mobil, lalu mengeluarkan barang-barangku dan melemparkannya ke tanah dan menginjak-injaknya. Tak lama kemudian, dia mengeluarkan sebuah kotak hadiah besar dari bagasi.

Aku berujar dengan tegas, "Kuperingatkan kamu, itu adalah guci antik bernilai lebih dari ratusan miliar."

Aku membeli guci itu dari sebuah pelelangan untuk ayahku karena dia sangat menyukainya. Imelda tertawa sinis. "Kamu pikir aku bodoh? Hanya guci usang begini harganya ratusan miliar? Jangan bercanda!"

Setelah itu, dia membanting guci tersebut ke tanah sambil tertawa keras. Melihatnya dan semua barang yang dia hancurkan, aku tersenyum sinis, "Kita lihat saja apa kamu masih bisa ketawa waktu harus membayar ganti rugi."

Imelda menampar wajahku sekali lagi, "Masih mau nipu? Tutup mulutmu!"

Lanjut Membaca

Daftar Isi Fitnah Pelakor Membuatku Babak Belur

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Desain Cinta Kedua
9.4
Tiga tahun membina rumah tangga, Jessica hanya mendapatkan kepedihan dari Aaron. Usai perceraian mereka, ia memilih mandiri dan sukses membangun karier sebagai desainer terkemuka serta pengusaha tanpa sokongan kekayaan keluarganya. Namun, di tengah keberhasilan dan kemandirian yang kini ia nikmati, Aaron mendadak muncul kembali. Sang mantan suami didera penyesalan mendalam dan memohon dimaafkan. Akankah Jessica luluh atau memilih menutup rapat pintu hatinya?
Sampul Novel Dewa Itu Adalah Patungku
8.6
Melinda kecil membawa pulang patung beruang yang ia temukan di jalan tanpa tahu rahasia di baliknya. Benda mati itu sebenarnya adalah wujud lain dari seorang pria muda yang sangat kuat. Melinda terus merawatnya dengan tulus hingga ia tumbuh dewasa menjadi wanita yang menawan. Keadaan mulai berubah saat ketegangan melanda hubungan mereka yang tidak biasa ini. Akankah kisah cinta unik antara manusia biasa dan sang dewa dapat bersatu dalam kebahagiaan?
Sampul Novel Dosa Berbalut Cinta
8.6
Saschya terjebak dalam neraka pernikahan penuh kekerasan bersama Adnan, sosok suami yang tega menyiksanya demi membalas dendam kepada mertua. Di tengah penderitaan fisik dan batin yang tiada henti, orang dari masa lalu Saschya mendadak hadir kembali. Apakah kedatangan sosok tersebut akan menjadi penyelamat yang membebaskannya dari jeratan kejam Adnan, atau justru memicu prahara baru dalam kehidupannya yang telah hancur?
Sampul Novel ISTRI RASA SIMPANAN
9.5
Demi kesembuhan kekasih Anthony Smith, Alicia Huang rela menjadi donor sumsum tulang belakang. Namun, ia mengajukan syarat agar Anthony bersedia menikahinya. Anthony pun sepakat dengan satu tuntutan mutlak: pernikahan mereka harus dirahasiakan rapat-rapat dari publik. Kini, Alicia menjalani hari-harinya sebagai istri yang tersembunyi layaknya seorang simpanan. Akankah pernikahan kontrak ini menumbuhkan cinta tulus, atau justru berujung luka mendalam bagi mereka?
Sampul Novel Jangan bermain-main dengan saya
8.9
Nasib malang menimpa seorang gadis setelah dikhianati dan dijual oleh ayah kandungnya sendiri. Begitu beranjak dewasa, ia dipaksa menghadapi kenyataan pahit demi menjalani takdir kelam yang tak terhindarkan. Tanpa ada pilihan lain, ia harus bersedia menjadi istri dari seorang gembong narkoba yang sangat ditakuti. Kini, kehidupannya sepenuhnya terperangkap dalam pusaran dunia hitam mafia yang sarat akan intrik berbahaya serta ancaman maut yang terus mengintai.
Sampul Novel KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU
8.6
Randika mengurus ekspansi bisnis keluarga Baskoro di Bali bersama mentornya, Charli. Di sana, ia terpikat oleh kemandirian Andini Wijaya, seorang pemilik sekolah. Namun, hubungan mereka menghadapi ujian berat saat mantan kekasih Andini, Junot, tiba-tiba muncul kembali. Masalah kian rumit karena Lily, adik Andini, bertekad merebut Randika demi membuktikan diri kepada ayah mereka, Sigit Wijaya. Akankah cinta Randika dan Andini bertahan di tengah bayang masa lalu dan ambisi keluarga?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan