APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel JERAT CINTA TUAN MAFIA

JERAT CINTA TUAN MAFIA

Dikhianati oleh kekasihnya hingga hancur, Louisa terperosok ke dalam bahaya besar yang mengancam keselamatan jiwanya. Di tengah situasi kritis, sesosok pria misterius datang menolongnya. Terbawa emosi yang kacau, Louisa nekat menawarkan imbalan berani kepada penolongnya itu. Tindakan ceroboh ini justru menyeret Louisa masuk ke dalam lingkaran kehidupan sang pria yang penuh marabahaya, mengubah jalan hidupnya untuk selamanya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Alex menatap Louisa dengan tatapan tak terbaca. Ia menyentuh dada kirinya sendiri, di mana jantungnya berada. Itu berdetak lebih cepat dari biasanya sekarang, karena menatap sosok yang telah bergulat dengannya sejak tadi malam.

"Keperawananku," bisik Louisa tadi malam. Bibirnya menyentuh bibir Alex dan bergerak dengan cepat membelai dengan kecupan ringan yang kemudian menjadi lumatan dan dia mengisap keras.

Alex tertegun sejenak, lalu tubuhnya bereaksi lebih cepat dari otaknya. Alex mengangkat tubuh telanjang Louisa dari bak mandi dan membungkusnya dengan handuk. Louisa terkikik dan suaranya terdengar seperti lonceng angin.

Alex mengambil langkah besar keluar dari kamar mandi. Louisa menekan erat dada Alex dan bibirnya bergerak di sepanjang leher Alex seperti penyedot debu, membuat cupang di mana-mana.

Alex membaringkan tubuh telanjang Louisa di tengah ranjang. Dia menopang tubuhnya dengan satu tangan di atas tubuh telanjang Louisa. Gadis itu seperti campuran lintah dan kucing. Dia menempel erat pada Alex dan dengan agresif menjilati wajah dan leher Alex. Tampaknya pengaruh alkohol sangat kuat pada sarafnya dan entah bagaimana insting Alex memberitahunya bahwa bukan hanya alkohol yang membuat Louisa seperti ini.

Alex mencatat pada dirinya sendiri bahwa dia akan meminta Chand menyelidiki minuman apa yang diberikan kepada Louisa oleh bartender.

"Tampan, cepat buka bajumu," dengus Louisa sambil menarik-narik kemeja Alex. "Ooh, kenapa panas sekali di sini. Tubuhku terasa seperti terbakar."

Alex melepas kemejanya dan Louisa menjadi gila, meraba-raba dan menggigit dada lebar dan lengan kuat Alex. Dia menarik ikat pinggang Alex dengan tidak sabar.

"Ssh...Louisa, hei," Alex kewalahan oleh gerakan Louisa yang tak terkendali. "Kamu bilang kamu masih perawan?"

"Ya, ya, tentu saja. Aku tidak pernah berhubungan s*ks dengan siapa pun, bahkan dengan pacarku sendiri. Rupanya bajingan itu sangat horny dan memilih untuk meniduri temanku dan dia benar-benar tertangkap basah saat itu."

"Kau bilang kau akan memberikan keperawananmu padaku sebagai hadiah?" Alex bertanya sambil menciumi leher Louisa.

"Ya. Ya. Kau menyelamatkanku dari pria gendut dan bau di bar itu dan membuatku merasa nyaman. Kau pantas mendapatkan hadiah."

"Hanya karena itu?"

Louisa terkikik lagi dan tangannya meremas bagian tengah tubuh Alex yang mengeras, meski terhalang oleh lapisan celana. "Tentu saja tidak. Kau tampan. Sangat tampan dan kau memiliki tubuh yang bagus dan wangi. Kau jauh lebih baik daripada bajingan kurang ajar itu."

"Siapa yang kau sebut bajingan? Pacarmu atau pria di toilet itu? Kau tidak akan menyesalinya?"

Louisa tiba-tiba mulai menangis. Dia menyembunyikan wajahnya di balik tangannya dan terisak. "Mereka semua bajingan. Jahat! Aku benci para pria itu!"

Alex menyentuh tangan Louisa dan menariknya dengan lembut. Dia mencium dahi, ujung hidung, dan kedua pipi Louisa yang basah, lalu mencium bibirnya.

Rasanya manis, meski bau alkohol masih kuat. Louisa berhenti menangis dan mulai mengerang, saat ciuman Alex semakin intens.

Tangan Louisa naik ke perut Alex dan jari-jarinya membuat pola melingkari pusar pria itu.

Alex menyentuh p*y*dara bundar Louisa dan meremasnya dengan lembut, sampai Louisa mengeluarkan erangan erotis dari mulutnya. Alex tidak berhenti di situ. Dia menurunkan bibirnya ke setiap inci kulit Louisa yang terbuka, merasakan manisnya dan kehangatan kulitnya yang berwarna mutiara.

Louisa meringkuk seperti trenggiling ketika Alex mencium bagian dalam pahanya yang kencang dan tiba-tiba Alex tersentak. Sengatan rasa sakit membuatnya berhenti bergerak. Ia melihat lengannya, sumber rasa sakit yang dia rasakan dan tertegun.

Louisa mengeluarkan erangan panjang dan berguling di tepi tempat tidur dan mendesah pelan sebelum menutup matanya.

Alex menarik napas dalam-dalam dan melihat jam tangan yang melingkari pergelangan tangan kirinya. Ini hampir jam empat pagi.

Alex membetulkan selimut di atas tubuh Louisa dan berjalan keluar ruangan. Ia menutup pintu kamar dengan hati-hati agar orang yang tidur di dalam tidak terganggu.

Alex berjalan ke ruang tamu dan duduk di sofa. Diam sambil menatap kosong ke televisi besar yang menampilkan warna hitam. Bayangan tubuh telanjang Louisa yang bergerak di bawah tubuhnya, aroma vanilla lembut yang dia cium dari kulit lembut Louisa, dan erangan erotis yang keluar dari bibir manis Louisa, membuat Alex hampir kehilangan kendali.

Untungnya, apa yang dilakukan Louisa membuatnya sadar sebelum terlambat. Jika Louisa benar-benar perawan dan seperti yang dia katakan bahwa dia tidak pernah berhubungan s*ks dengan siapa pun bahkan pacarnya, Alex tidak ingin menjadi orang yang mengambil keperawanan Louisa terlebih dahulu, tetapi dalam keadaan mabuk.

Alex menarik napas dalam-dalam dan menyentuh bagian tengah tubuhnya sendiri, merasakan bagian tengahnya mengeras.

Alex mengambil telepon dan menelepon Chand. Para asisten dan pengawal biasanya beristirahat di kamar khusus yang disediakan untuk mereka, yang terletak satu lantai di bawah penthouse ini.

"Chand, siapkan mobilnya. Kita akan kembali dalam beberapa menit. Jemput aku dalam sepuluh menit dan kirim Garry ke sini. Aku perlu bicara dengannya."

Chand mengikuti perintah Alex dan sepuluh menit kemudian, ada ketukan di pintu penthouse. Chand berdiri di pintu bersama Garry.

"Tuan, Anda akan kembali sepagi ini?" tanya Garry dengan heran. Dia melirik ke dalam penthouse. "Bagaimana dengan gadis itu?"

"Biarkan saja dia tidur dan jangan membangunkannya sampai dia bangun sendiri. Jam delapan pagi, bawakan sarapan dan obat penghilang rasa sakit untuknya. Dia mengalami malam yang berat dan badannya pasti sakit-sakit semua saat dia bangun nanti."

"Ya, Tuan," jawab Garry patuh. "Apakah saya perlu menyediakan mobil untuk membawanya pulang?"

"Tidak perlu. Dia pasti akan menolak. Biarkan saja dia keluar dan pergi. Ingat, aku tidak pernah di sini. Kau mengerti aturannya."

"Saya mengerti, Tuan."

Alex menepuk bahu Garry dengan ringan dan berjalan menjauh dari penthouse ke lift khusus langsung ke tempat parkir.

Chand dan dua pengawal mengikuti di belakangnya. Drake sedang menunggu di samping mobil dengan dua pengawal lainnya. Dia akan mengemudi.

8 "Chand, periksa CCTV di klub tadi malam. Lihat minuman apa yang diberikan bartender kepada gadis itu dan berapa banyak yang dia minum," kata Alex setelah masuk ke dalam mobil.

"Ya, Tuan," kata Chand cepat. "Dan selidiki gadis itu juga. Aku akan mengirimkan datanya padamu."

Alex mengirim foto kartu identitas Louisa yang dia bawa ke ponsel Chand.

"Jam berapa pertemuan dengan perwakilan Tuan Wang?" tanya Alex, menatap layar ponselnya, pada foto gadis yang masih tertidur lelap di ranjang besar di penthouse yang baru saja ditinggalkannya.

"Mereka akan tiba di sini jam 9, Tuan," kata Drake, terus mengemudi. "Setelah itu, jam 11 akan ada pertemuan dengan detektif Ryan Gosman, tentang sabotase pengiriman minuman."

"Pastikan kau memiliki semua dokumen yang mungkin diminta detektif. Jangan lupa uangnya. Dia suka mentraktir anak buahnya."

"Ya, Tuan."

Alex menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi mobil dan memejamkan mata. "Aku mengantuk. Biarkan aku tidur sebentar selama perjalanan. Tadi malam benar-benar melelahkan."

Perjalanan kembali ke mansionnya di pagi hari hanya memakan waktu dua puluh menit dan Alex terbangun tepat saat mobil Drake masuk ke gerbang. Chand membuka sabuk pengamannya dan berbalik menghadap Alex yang bersiap-siap untuk turun.

"Tuan, tentang gadis ini. Dia adalah ...."

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Budak Nafsu
7.9
Lepas dari jerat nafsu bejat sang mertua, Ayu kini merajut asa baru bersama Alfons, kekasih sejatinya. Namun, jalan mereka terjal akibat dendam membara dari Maharani. Di tengah kejamnya dunia mafia berseragam yang sarat intrik, kekuatan cinta mereka diuji. Demi melindungi ketulusan rasa yang dimiliki, keduanya harus bertualang ke berbagai penjuru dunia, bertahan hidup dari kejaran musuh yang tak kenal ampun.
Sampul Novel Cinta Sang Pewaris Lumpuh
8.6
Erios Danbert, pewaris kaya yang lumpuh, terpaksa mencari istri walau hatinya telah beku. Takdir mempertemukannya dengan Emery Olivia La Carlistee, putri pembunuh bayaran yang berniat merebut kekuasaannya. Emery berniat memanfaatkan Erios, tetapi ia malah terseret dalam bahaya besar yang mengancam pria itu. Di tengah kecurigaan dan ambisi masing-masing, mampukah cinta tulus tumbuh saat topeng dan motif asli Emery akhirnya terbongkar?
Sampul Novel DENDAM DAN CINTA KING MAFIA
9.6
Albern Barnard, pemimpin mafia asal Italia, menyamar jadi pebisnis di Indonesia demi memburu pengkhianat bernama Reno. Dendam atas kematian kakaknya terbayar lunas saat Albern mengeksekusi Reno di hadapan Harnum, istrinya yang sedang hamil tua. Kejadian tragis itu membuat Harnum keguguran akibat pendarahan hebat. Bukannya kasihan, Albern malah menyekap Harnum di sebuah rumah hutan tua dan terus menyiksanya demi meluapkan kebencian yang membara.
Sampul Novel Jangan bermain-main dengan saya
8.9
Nasib malang menimpa seorang gadis setelah dikhianati dan dijual oleh ayah kandungnya sendiri. Begitu beranjak dewasa, ia dipaksa menghadapi kenyataan pahit demi menjalani takdir kelam yang tak terhindarkan. Tanpa ada pilihan lain, ia harus bersedia menjadi istri dari seorang gembong narkoba yang sangat ditakuti. Kini, kehidupannya sepenuhnya terperangkap dalam pusaran dunia hitam mafia yang sarat akan intrik berbahaya serta ancaman maut yang terus mengintai.
Sampul Novel Kelahiran yang Menghancurkan
9.2
Dalam novel modern bernuansa mafia ini, Alexander Santoso tega menyekap istrinya yang hamil tua, Alana, di ruang bawah tanah steril. Demi mengamankan warisan Teluk Barat Jaya untuk anak mendiang kakaknya, Alexander menyuntikkan obat penunda kontraksi pada Alana agar anak Elisa lahir lebih dulu. Meski Alana memohon demi keselamatan bayinya dan membantah tuduhan mementingkan harta, Alexander tetap mengabaikannya. Penyesalan mendalam baru datang setelah Alexander mendapati Alana dan anak mereka telah tiada akibat keputusannya yang kejam.
Sampul Novel Kini Ku Hilang Selamanya
9.6
Merayakan tujuh tahun pernikahan dengan Lionel, sang bos mafia, sang istri awalnya berniat membagikan kabar kehamilannya. Namun, kemesraan mereka hancur saat ia mendengar obrolan rahasia Lionel dan anak buahnya dalam bahasa Iltan mengenai wanita lain bernama Sofia. Tanpa mereka sadari, sang istri memahami bahasa tersebut karena asal-usul neneknya. Menahan rasa sakit hati dan amarah di balik senyum palsunya, ia diam-diam mengambil keputusan besar. Melalui ponselnya, ia menerima tawaran proyek riset medis internasional, bersiap untuk pergi dan melenyapkan dirinya dari kehidupan sang suami dalam waktu tiga hari.