APKDock Logo
Sampul Novel Cinta Sang Pewaris Lumpuh

Cinta Sang Pewaris Lumpuh

8.6 / 10.0
Erios Danbert, pewaris kaya yang lumpuh, terpaksa mencari istri walau hatinya telah beku. Takdir mempertemukannya dengan Emery Olivia La Carlistee, putri pembunuh bayaran yang berniat merebut kekuasaannya. Emery berniat memanfaatkan Erios, tetapi ia malah terseret dalam bahaya besar yang mengancam pria itu. Di tengah kecurigaan dan ambisi masing-masing, mampukah cinta tulus tumbuh saat topeng dan motif asli Emery akhirnya terbongkar?

Cinta Sang Pewaris Lumpuh Bab 1

"Tolong, jangan temui saya lagi. Saya tidak menyukai Anda." Erios Danbert, menatap seorang wanita di depannya dengan sopan. Wajahnya tidak menunjukkan penyesalan apa pun atas apa yang telah dia ucapkan baru saja.

Wanita di depannya tampak terdiam cukup lama, mencerna ucapan Erios. Terlihat di wajahnya, dia seperti tidak siap menerima pengakuan tersebut.

"Baiklah." Hanya itu jawaban yang diberikan sang wanita, membuat Erios bernapas lega.

Namun, beberapa saat kemudian, terdengar suara pintu terbuka kemudian terbanting menutup. Suara langkah sepatu high heels menggema di sepanjang koridor lantai satu mansion keluarga Danbert yang tersohor.

"Papa, ayo kita pergi! Percuma kita datang kemari!!" Wanita yang baru saja membanting pintu itu berteriak marah pada sekumpulan orang yang tengah duduk di ruang tengah. Wajahnya kini dihiasi kekecewaan yang teramat sangat.

Seorang pria berusia lima tahun lebih, memijit keningnya, sebelum berdiri. "Maafkan keponakan saya. Bisakah kita jadwalkan ulang pertemuan kita? Saya yakin Erios akan menerima Anda, Nona Julia."

Pria yang duduk di hadapan pria itu ikut berdiri, menghela napas. "Kami permisi dulu, Tuan Armando. Sepertinya benar rumor yang kami dengar, keponakan Anda belum siap untuk menikah. Jadi, kenapa Anda memaksakan kehendaknya? Anda sendiri sudah tahu hal ini akan terjadi. Tuan Erios telah membuat keputusan yang salah dengan menghina putri keluarga kami."

Pria itu menggelengkan kepala, kemudian berbalik melangkah pergi bersama wanita yang dipanggil Julia.

Armando tidak berusaha mengejar, karena dia tahu akan percuma. Dia akhirnya kembali duduk dan mendengkus kesal.

"Alton, bicara pada anak tidak tahu diri itu! Aku sungguh lelah menghadapinya!" perintah Armando pada putra sulungnya yang sedari tadi duduk tenang.

Alton Danbert, pria bertubuh tegap dan kokoh, wajahnya tampan dengan rahang kuat, segera berdiri. Dari penampilannya, bisa dipastikan dia sosok yang tidak suka banyak bicara. Mendengar perintah itu pun, dia hanya mengangguk dan melangkah ke arah kamar di mana wanita tadi keluar. Kamar sepupunya, Erios Danbert.

Alton tidak perlu mengetuk pintu, dia membuka pintu dan langsung mendekati sosok yang saat ini berada di teras belakang. Sosok itu tengah duduk tenang di kursi roda membelakangi kamar.

"Erios...," panggil Alton, memberitahu pria itu tentang kehadirannya.

Erios segera menoleh.

"Sepertinya aku mengacaukan perjodohan ini lagi." Erios nyengir hingga sudut matanya tertarik. Wajahnya tak kalah tampan, meski terdapat guratan kurang tidur di bawah mata, tapi sosok itu masih sanggup menggetarkan hati para wanita. Sorot matanya lembut, suaranya dalam dan manis. Jauh berbeda dengan sosok Alton yang terlihat tegas dan tanpa ampun.

"Ini bukan hal yang patut ditertawakan. Julia adalah wanita ke delapan yang kau tolak. Apa maumu sebenarnya?" Alton berdiri di sebelah kursi roda Erios dan ikut menatap taman belakang yang tersambung ke kamar itu dengan tatapan dingin.

"Kau tahu apa mauku. Aku tidak ingin menikah."

Suara Erios terdengar lemah, tapi dia masih menyunggingkan senyuman sinis.

"Kau harus menikah," tegas Alton, tangan kirinya menepuk kepala Erios dan mengusap rambut pria itu kasar.

Erios menepis tangan itu lembut, lalu menatap Alton lekat.

"Supaya kau bisa mengusirku dari sini? Bukankah aku sudah bilang, kalian bisa mengusirku tanpa harus memaksaku menikah."

"Tidak ada yang memaksamu."

"Kalian memaksaku!"

"Kami hanya ingin yang terbaik untukmu."

"Bullshit!"

"Kami memberikan pilihan, kau bisa menentukan pilihanmu sendiri. Tidak ada yang memaksamu menikahi gadis yang tidak kau cintai."

"Tapi aku tidak ingin dijodohkan, apa pun alasannya! Tetap saja itu pemaksaan!"

Alton menoleh, tatapannya sinis. "Lalu, apa kau yakin bisa mencari pendamping dengan kemampuanmu sendiri? Dengan keadaanmu saat ini, kau bahkan tidak bisa melepaskan pakaianmu sendiri tanpa bantuan Hans!"

"Hentikan, Al. Jangan menghinaku."

Erios, menatap Alton semakin tajam. Bibirnya mengatup rapat, menahan amarah.

"Itu kenyataan. Apa kau marah karena aku memberitahumu kebenarannya?"

"Hentikan aku bilang! Apa kau tahu, kau sangat menyebalkan! Tidak ada yang meminta pendapatmu!"

"Ya, kau memang tidak memintanya. Karena kau takut pada kenyataan. Kenyataan bahwa kau memang lemah dan... tidak berguna."

"HENTIKAN!!!" pekik Erios, suaranya menggema di taman belakang, membuat Alton tersenyum.

Erios kemudian membuang muka, "Keluarlah."

Alton menepuk pundak Erios, lalu melanjutkan, "Jika kau tidak menikah sebelum Kakek mengumumkan pemegang jabatan Danbert Corp, kau tahu apa yang akan aku lakukan, Erios."

Suara Alton sangat lembut bagai air yang mengalir tenang, tapi dampak dari ucapannya, membuat badai besar di dasar relung hati Erios. Hingga tanpa sadar, Erios mengepalkan telapak tangannya kuat-kuat.

Alton tersenyum, berjalan meninggalkan Erios seorang diri di sana. Namun, begitu dia hendak keluar dari kamar, dia berhenti di depan seorang pria seumuran Erios yang berdiri tenang di samping pintu.

"Hans, Erios lebih mendengarkan dirimu. Kau yang lebih paham apa yang terjadi jika dia tidak segera menemukan pendamping. Kau tahu kan, aku tidak akan meninggalkan dia sendirian, tanpa pendamping?"

Hans menunduk hormat, "Anda tidak perlu khawatir, Tuan. Tuan Erios lebih kuat dari yang Anda pikirkan. Saya akan melakukan apa pun untuk membuatnya menikah jika itu demi kebaikannya."

Alton terdiam beberapa detik, sebelum terkekeh tanpa suara. Dia masih belum mengerti bagaimana Hans bisa begitu setia pada tuannya yang cacat tanpa merasa terbebani sama sekali.

Hans tidak bergerak sampai Alton pergi dari hadapannya. Setelah yakin pintu tertutup, Hans segera berjalan mendekati tuannya.

"Anda tidak apa-apa, Tuan?" Hans mendekat sedekat mungkin dengan kursi roda Erios. Tampak tuannya itu masih mengepalkan tangannya hingga jemarinya memutih. Hans dengan tenang, mengusap lengan Erios, membuat pria itu tersadar kehadiran ajudannya.

"Ah... Hans." Erios seketika mengendurkan otot-ototnya, lalu menghela napas.

"Anda tidak apa-apa?" ulang Hans.

Erios segera mengangguk. "Ya, aku hanya lelah hari ini. Sepertinya langit juga tidak memberiku pemandangan bagus."

Hans menatap langit yang kelabu, tanpa bulan mau pun bintang. Hanya kegelapan.

"Aku tidak tahu, kenapa aku masih hidup," ucap Erios lirih.

"Tuan—"

"Aku hanya ingin hidup tenang. Aku tidak menginginkan harta atau kekuasaan apa pun. Apakah itu masih berlebihan? Aku tidak ingin menikahi siapa pun saat ini, mereka hanya melihatku sebagai pewaris Danbert yang kaya. Mereka akan mendepakku begitu tahu Alton akan mengusirku dari sini. Aku tidak mau hidup seperti itu."

Erios kembali mengepalkan tangan, kebiasaannya jika hatinya tengah diliputi amarah dan kegundahan.

"Saya akan melindungi Anda, apa pun yang terjadi. Anda tidak perlu khawatir jika harus pergi dari sini, kita akan pergi bersama."

"Tapi Alton mengancamku. Aku harus menikah sebelum kakek memberikan pengumuman. Jika tidak, aku tahu dia akan melakukan apapun untuk membuat orang-orang di sekitarku menderita. Jika aku menikah, mereka punya alasan untuk mengusirku jauh dari sini."

"Lalu, Anda akan menerima tawaran perjodohan selanjutnya?"

Erios terdiam, kemudian menggelengkan kepala, sorot matanya menunjukkan keteguhan hati. "Lebih baik aku mati."

Lanjut Membaca

Daftar Isi Cinta Sang Pewaris Lumpuh

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel BOS! JATUH CINTA LAGI
7.8
Nayana Previtha dan Regan Maxwell dipersatukan oleh kepedihan yang sama akibat dikhianati pasangan mereka. Demi membalas dendam kepada para mantan, Regan menawarkan sebuah kesepakatan kerja sama kepada Nayana. Siapa sangka, kolaborasi tersebut justru menumbuhkan perasaan cinta yang tak terduga di antara keduanya. Hubungan mereka pun kian dalam hingga saling bergantung. Akankah ikatan baru ini membawa kebahagiaan sejati, atau justru menorehkan luka yang lebih dalam?
Sampul Novel Diceraikan Tanpa Alasan
9.0
Tiga tahun Elira memendam cinta pada Kael Virendra sebelum akhirnya diceraikan begitu saja. Demi mantan kekasihnya, Kael tega membuang Elira. Namun, perpisahan itu justru mengungkap jati diri Elira yang sebenarnya sebagai Seraphina Remos, seorang pewaris miliarder yang genius. Saat Kael menyadari kekeliruannya dan memohon untuk kembali, Seraphina yang telah bangkit kini mengabaikannya. Baginya, masa lalu telah usai dan tidak ada jalan untuk berbalik arah.
Sampul Novel Gairah Cinta Senior
8.4
Demi masa depan, Diana rela menolak cinta Arga meski keduanya saling memendam rasa sejak lama. Namun, keteguhan hatinya goyah saat mulai kuliah. Di kala Arga terus berjuang mendekatinya dari jauh, Diana justru dipertemukan dengan Bara. Senior galak berlabel bad boy itu mulai memperlihatkan ketertarikan padanya. Kini Diana bimbang, harus bertahan pada komitmen masa lalu atau hanyut dalam gairah baru yang menantang.
Sampul Novel Karma Dibalik Kematian Palsu Suamiku
8.9
Setelah melahirkan prematur akibat syok mendengar suami dan ibu mertuanya tewas jatuh ke jurang, kehidupan seorang wanita hancur total. Setahun kemudian, saat sekarat akibat keracunan herbisida, kebenaran pahit terungkap di depan matanya. Suami dan mertuanya yang dikira tewas ternyata masih hidup dan sengaja memalsukan kematian demi menyingkirkannya. Mereka kembali bersama Jane, anak tetangga yang kini menjadi istri baru, siap merebut uang ganti rugi lahan secara sah.
Sampul Novel Marriage Life 2
8.9
Vante Adinan diberi kesempatan kedua oleh Andara Jeo untuk menyelamatkan pernikahan mereka yang retak. Namun, kini ia harus menghadapi perubahan drastis pada sikap Andara, termasuk keinginan mengidamnya yang tidak biasa. Masalah makin pelik saat Jaren Adiyaksa menuduh Vante membawa perempuan hamil lain. Meski membantah tuduhan selingkuh tersebut, Vante harus berjuang melewati segala cobaan kesetiaan dan keanehan sikap pasangannya demi mempertahankan rumah tangga.
Sampul Novel Sang Pewaris Terkaya
9.7
Selama delapan belas tahun, aku menjalani kehidupan miskin dan melihat ayah bekerja keras dengan baju lusuh serta mobil tua demi membiayai kuliahku. Namun, segalanya berubah total saat hari ulang tahunku tiba. Ayah mendadak muncul dengan pakaian mewah dan mengendarai Rolls Royce. Siapa sangka, keluarga kami rupanya adalah yang paling kaya di dunia. Sebagai ganti atas masa lalu kami yang serbakekurangan, kini aku diberikan uang saku sebesar seratus miliar rupiah.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan