APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jebakan Cinta SANG MANTAN

Jebakan Cinta SANG MANTAN

Menjebak Ivander dalam pernikahan paksa rupanya menjadi penyesalan terbesar bagi Nada. Meski begitu, cara ini adalah satu-satunya jalan agar ia bisa terus mendampingi pria yang dahulu hidupnya telah ia hancurkan. Terbelenggu rasa bersalah, Nada kini bertekad menebus dosa masa lalu lewat pengabdiannya sebagai istri. Namun, akankah ketulusan Nada mampu meluluhkan amarah di hati Ivander, ataukah perjuangannya meraih maaf hanya akan berujung sia-sia?
Bab
Bagikan

Bab 2

***

Ivander melepaskan tangan Nada dengan kasar, bahkan wanita itu sampai memohon dan terus memeluk dirinya. Hati Ivander terasa panas, telinganya tidak ingin mendengar setiap kata yang keluar dari mulut kotor Nada.

"Lepas," tekan Ivander mendorong Nada sampai jatuh tapi wanita itu kini memeluk kakinya.

"Maafkan aku, Ivan."

Ivander semakin naik pitam dan menarik lengan Nada, cengkeraman lelaki itu begitu kuat dan tentunya meninggalkan bekas merah di kulit mulus Nada.

Tatapankebencian tidak pernah luntur dari sorot mata Ivander, tangis wanita berambut panjang berantakan ini tidak mengurangi hasrat benci itu.

"Tutup mulut kotormu!" hardik Ivander sangat kental penuh penekanan. "Bukankah ini yang kamu inginkan? Menjebakku? Jadi, jangan berlagak minta maaf dan bersembunyi di balik wajah busukmu."

Nada menggigit bibirnya guna menahan tangis, dia harus menguatkan diri untuk menghadapi ini semua. Kebencian lelaki di hadapannya tak pernah lekang oleh waktu, sorot mata menjijikkan bahkan makin menguat.

"Puas kamu menghancurkan hidupku untuk kedua kalinya, haa?" teriak Ivander dengan sarkas. "Apa masih belum cukup untukmu melihat hidup damaiku saat ini? Apa perlu aku akhiri hidupku supaya kamu makin puas?"

Nada menggeleng kuat, air matanya

mengalir deras mendengar penuturan Ivander. Tangisnya makin menggila tak kala

menatap sorot mata penuh derita dari lelaki tampan itu, guratan kesedihan sangat terpancar jelas di sana.

Nada telah bersalah karena menggores luka mendalam pada hati Ivander, luka itu terlihat jelas menganga dan tak terisi oleh apa pun. Kosong dan tak berarti, hampa dan gelap.

"A-aku hanya ingin bersamamu, menebus ....,"

"Diam, jangan katakan apa pun." Ivander berseru dengan keras.

Ivander makin kuat mencengkeram lengan Nada. "Dengar! Apa pun yang sedang kamu rencanakan. Sampai kapan pun jangan bermimpi bisa memiliki hatiku!"

Perkataan Ivander seketika membuatnya tertampar, lelaki itu menghempaskan tubuh Nada dengan kasar.

Seketika tubuh Nada terjatuh, tangis makin menguat, luapan kesedihan bergejolak, rasa bersalah kian menjadi.

Rasa sesak kembali hinggap dalam dada, pasokan oksigen seolah menipis hingga titik dasar, membuat rasa bersalah itu menguasai jiwanya.

Bertahun-tahun lamanya rasa itu ada dan kini luapan kesedihan itu tak terbendung lagi, Nada menatap nanar punggung lelaki yang teramat ia cintai menghilang.

Meskipun dengan cara yang salah, apakah tidak ada kesempatan kedua bagi Nada untuk menebus semua dosanya?

Bukankah setiap manusia berhak mendapatkan kesempatan kedua dalam hidupnya meskipun hanya sekali?

Hidup dalam pelarian tidaklah mudah, dikejar-kejar rasa bersalah yang tak pernah berujung membuat hidup Nada berada dalam ketakutan dan kegelisahan setiap waktu.

Kini ia telah kembali dan ingin

mempertanggungjawabkan hal itu, meskipun dengan cara yang salah setidaknya Nada berani menghadapi Ivander. Terkadang sebuah kesalahan memang harus dihadapi, bukan malah melarikan diri.

***

Ivander tetap diam dan duduk dengan santai, Nada yang berada di sebelah lelaki itu hanya diam seolah merasa oknum yang paling dirugikan. Keduanya kini berada di restoran hotel, tempat kedua Papa mereka menunggu.

"Jadi, sudah sejauh itu hubungan kalian?" Jovin menatap tajam putra semata wayangnya dengan tajam.

Ivander sendiri tidak terintimidasi oleh tatapan Jovin yang tajamnya mengalahkan belati. "Kami tidak memiliki hubungan apa pun," ujar Ivander menatap Jovin dan juga

Jordan.

"Lalu apa yang kamu lakukan dengan Nada atas dasar apa?" tanya Jordan tidak terima dengan perkataan Ivander yang seolah ingin lepas tanggung jawab.

"Om bisa tanya pada Nada, apa yang dia lakukan padaku? Menjebak dan ingin dinikahi." Ivander menyindir Nada.

"Nada?!" Jovin menatap wanita cantik yang sejak tadi diam.

"Iya, Om," balas Nada menatap keduanya silih berganti.

"Apa yang terjadi semalam?" tanya Jovin dengan serius.

Nada meremas tangannya sendiri, rencana ini sudah berjalan dan Nada tidak dapat mundur lagi. Semoga setelah ini dia bisa bersama Ivander dan menebus semua dosanya.

"Kami tidur bersama atas dasar suka sama suka," ucap Nada dengan tegas. "Kami menikmati hubungan ini dan berencana memberitahu, tapi kalian lebih dulu mengetahui ini semua. Maaf."

Ivander menoleh dan menatap Nada

dengan tajam, sungguh wanita yang keras kepala dan tidak tahu diri. Ivander hanya bisa termenung kehabisan akal dengan ucapan Nada, wanita ini sungguh

sangat-sangat pandai bersandiwara.

"Kamu tidak dapat mengelak lagi, saya minta kamu menikahi Nada!" Jordan langsung memutus hal itu.

Ivander menatap Jovin guna mendapatkan bantuan untuk menyelesaikan masalah ini. Namun, yang didapatkan lelaki itu hanyalah tatapan tajam yang seolah Ivander memang melakukan hal itu pada Nada.

"Jika kamu lelaki, maka bertanggungjawablah dengan perbuatan kamu," tegas Jovin tidak terbantahkan.

"Tapi aku dijebak dia, Pa. Aku tidak bersalah." Ivander terus mencoba membantah hal itu, dia begitu kesal karena tersudut seperti ini.

"Kamu menuduh anakku," geram Jordan tidak terima dengan tuduhan dari Ivander. "Yang rugi di sini adalah anakku, dia kehilangan kehormatan yang telah kamu renggut."

"Tapi ..." Ivander ingin membalas perkataan Jordan.

Jovin langsung menyebut nama

putranya dengan tegas. "Ivander Mahaprana."

"Kamu akan menikah dengan Nada apa pun yang terjadi, tidak ada pengecualian," kata Jovin memperlihatkan sebuah berita online pagi ini.

Terlihat dalam berita tersebut mengulas tentang anak pengusaha Jovin Mahaprana dan Jordan Ravindra bermalam di

sebuah hotel, keduanya terlihat sempoyongan karena mungkin sedang mabuk.

Di sana juga ada beberapa gambar yang memperlihatkan mereka masuk hotel, beberapa staf hotel juga memberikan

konfirmasi kalau Ivander memesan kamar untuk mereka berdua semalam.

"Kurang bukti apa lagi? Kalian ingin mencemarkan nama baik keluarga?!" Jovin menatap keduanya.

"Menikah adalah satu-satunya cara kalian menyelesaikan masalah ini," tambah Jordan semakin menyudutkan posisi mereka.

Ivander sampai membuka mulutnya karena tercengang dengan ide gila yang mereka putuskan dengan mudah.

Menikah!

Dengan Nada?

Tidak akan mungkin Tuhan sampai menghukumnya seperti ini, apa selama ini penyesalan yang Ivander terima belum

sepadan? Apa menikah dengan Nada adalah hukuman terpantas yang dia terima?

Ingin rasanya Ivander berteriak karena tidak ada yang membela dia dalam keadaan seperti ini, Jovin memang mengandalkan fakta dan benar kalau Ivander telah tidur dengan Nada semalam.

Hanya saja mereka tidak tahu kalau Nada-lah yang menjebaknya, membuat Ivander mabuk dan memberikan obat perangsang pada minumannya. Saat itulah kesempatan bagi Nada untuk menjalankan rencana yang telah ia susun, Ivander juga yakin kedatangan kedua orang tua mereka telah diatur oleh Nada.

Sempurna.

"Ingatlah! Sebagai seorang laki-laki kamu harus bertanggungjawab atas perbuatan yang kamu lakukan pada Nada. Bersikap gentle dan hadapi ini semua."

Ivander langsung tertampar dengan

perkataan Jovin, itu memang benar dan apa ini saatnya Ivander menghadapi kenyataan yang selama ini mengurung dia dalam masa lalu yang kelam?

"Kalian bicara berdua setelah ini," kata Jordan tidak henti mengumpat karena pergaulan anak sekarang sudah melebihi batas wajar.

Jordan tidak akan melarang hubungan mereka, hanya saja dia ingin lebih terbuka dan mengakui hal itu. Apa susahnya mengatakan kalau saling mencintai dan ingin menikah? Bukan dengan cara seperti ini, diam-diam dan membuat heboh.

Jovin dan Jordan memilih pergi, mereka akan memberitahu para istri tentang perihal masalah anak mereka yang terlewat batas.

Jantung Nada berdebar kencang tidak menentu, dia meremas-remas jari tangan pada bajunya. Keringat dingin mulai menetes di area pelipis dan perlahan menelan salivanya, AC restoran seakan tidak berasa sama sekali dinginnya.

"Brengsek."

Ivander menggebrak meja dan seketika membuat Nada terperanjat karena terkejut, debaran jantungnya makin menggila karena amarah Ivander sedang berada di puncaknya. Kali ini puncak amarah yang dirasa oleh Ivander, jauh berbeda dengan puncak kenikmatan yang dia rasakan semalam.

"Wanita iblis."

Ingin rasanya Ivander membunuh wanita ini, wanita cantik tapi berhati busuk. Ibarat jelmaan manusia berwujud iblis yang tidak berperasaan.

"Menurutlah, Ivan," pinta Nada dengan lembut. "Ini akan lebih mempermudah keadaan," bujuk Nada.

"Wanita gila," hardik Ivander tanpa henti menghina Nada.

"Ya, aku wanita gila!" balas Nada. "Wanita tergila yang pernah ada karena begitu menginginkan dirimu seutuhnya," ungkap Nada tulus dalam hatinya.

Ivander tertawa, entah itu menertawakan

nasib sialnya karena bertemu dengan Nada dalam keadaan seperti ini. Bertemu dengan Nada adalah sebuah musibah besar dalam hidup Ivander, tapi berbeda dengan Nada yang justru bertemu dengan Ivander adalah sebuah keberuntungan.

"Pikirkanlah, Ivan. Itu adalah solusi terbaik untuk masalah kita," ujar Nada semakin membuat emosi Ivander berkobar.

"Karena itu adalah rencana hebatmu, tentu kamu akan mencari solusi terbaik," cibir Ivander menatap Nada dengan jijik.

Ivander tidak menyangka ada manusia super seperti Nada, super dalam hal-hal berbau kelicikan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gairang seorang pembantu penggoda
8.3
Demi menyokong keluarganya, Hana yang baru berumur dua puluh tahun nekat merantau dan bekerja jadi pelayan di rumah seorang triliuner rupawan. Terbuai oleh harta, ia sengaja memikat sang majikan hingga terseret dalam hubungan rahasia yang penuh gairah di dalam mansion mewah tersebut. Semua itu ia lakukan demi uang. Namun, rasa jenuh akhirnya datang dan ia ingin menyudahi segalanya. Sanggupkah Hana membebaskan diri dari jeratan materi dan kepuasan yang menggiurkan yang membelenggunya?
Sampul Novel Pelakor XXL
9.7
Reya Yasmitha merasa tidak menarik secara fisik dan berpikir hanya Juniar Adi Pranaja, pria mapan berumur 42 tahun, yang tulus mencintainya. Reya pun rela menjadi selingkuhan Juniar demi menikmati segala kemewahan. Namun kini, ia ingin mandiri dan bertekad lepas dari status wanita simpanan. Saat Reya berusaha mengubah arah hidupnya, Juniar justru merasa terganggu. Bisakah ia benar-benar bebas dari lingkaran hubungan terlarang tersebut?
Sampul Novel Pembalasan Pada Keluarga Mantan Calon Suamiku
9.1
Demi keadilan bagi diri dan ibunya, Azzalyn bangkit membawa dendam membara. Kehilangan orang-orang tercinta akibat kekejaman musuh telah menghapus seluruh rasa takutnya. Di tengah perjuangan, ia dikejutkan oleh kenyataan bahwa sang ayah rupanya masih hidup, walau ada masa lalu kelam yang menyertainya. Meski badai persoalan terus datang menghimpit, Azzalyn bertekad untuk tetap bertahan dan membalas setiap kejahatan mereka.
Sampul Novel Rasa Tertinggal
8.9
Hubungan Sarah dan Reyhan hancur akibat kesalahpahaman fatal. Dua tahun berlalu sejak perpisahan itu, dan Sarah memilih menyimpan rahasia besar tersebut seorang diri. Saat takdir mempertemukan mereka kembali, segalanya telah berubah. Di tengah bayang-bayang luka masa lalu yang belum sepenuhnya pulih, mereka dipaksa menghadapi sisa-sisa perasaan cinta yang dahulu ada, meski kini situasi dan keadaan tidak lagi mendukung kebersamaan mereka.
Sampul Novel Sang Dewa Cinta
9.7
Demi membayar biaya kuliah, Radit nekat menjadi simpanan wanita kaya dan memikat perempuan kesepian. Target utamanya adalah Deska, adik kelas sekaligus pewaris tunggal kekayaan ayahnya. Deska sangat membenci Radit karena hubungan gelap pria itu dengan ibu tirinya telah menghancurkan keluarganya. Namun, cinta justru tumbuh di antara mereka. Saat rahasia ini terungkap, sang ibu tiri pun murka dan siap menghancurkan hidup keduanya.
Sampul Novel Sang Menantu Terkaya
8.5
Demi bertahan hidup, Adrian Varro Nata menyamar sebagai tukang kebun di keluarga Baron. Nasibnya berubah ketika ia dipaksa menikahi Clara Bellova demi menutupi skandal kaburnya sang mempelai pria. Walau mencintai Clara dengan tulus, Adrian terus dihina oleh mertuanya dan diberi tenggat waktu dua tahun sebelum diceraikan. Namun, identitas aslinya sebagai pemilik perusahaan mobil mewah akhirnya terungkap saat asisten pribadinya datang untuk menjemputnya kembali.