APKDock Logo
Sampul Novel Pelakor XXL

Pelakor XXL

9.7 / 10.0
Reya Yasmitha merasa tidak menarik secara fisik dan berpikir hanya Juniar Adi Pranaja, pria mapan berumur 42 tahun, yang tulus mencintainya. Reya pun rela menjadi selingkuhan Juniar demi menikmati segala kemewahan. Namun kini, ia ingin mandiri dan bertekad lepas dari status wanita simpanan. Saat Reya berusaha mengubah arah hidupnya, Juniar justru merasa terganggu. Bisakah ia benar-benar bebas dari lingkaran hubungan terlarang tersebut?

Pelakor XXL Bab 1

Seorang gadis bertubuh gemuk terbangun seraya menutupi tubuhnya dengan selimut. Itu adalah Reya Yasmitha, 22 tahun pemilik tubuh gempal dan tinggi seberapa. Bukan tipe ideal untuk seorang pelakor. Jika kalian membaca pelakor, itu benar. Dua tahun belakangan ia sibuk menjadi simpanan Juniar Adi Pranaja, pria berusia 42 tahun yang mungkin lebih pantas dikatakan ayahnya sendiri.

Juniar seorang pengusaha sukses, Adidaya Raja Tekstil adalah perusahaan turun menurun milik keluarganya yang kini menjadi tanggung jawabnya. Jangan tanya tentang kekayaan, ia juga memiliki banyak usaha lainnya termasuk kerjasama dibidang resor juga dunia hiburan.

Reya membuka matanya menatap pria di sampingnya yang kini terpejam. Om Jun, begitu Reya memanggil kekasihnya, ungkapan sayang dari gadis itu. Katakan saja Reya gila, tapi Jun punya sejuta pesona yang ia punya selain uang yang memang jangan ditanya jumlahnya berapa. Tatapannya mengintimidasi, rahang tegas, tubuh yang paripurna, terlebih perhatiannya. Boleh dikatakan kalau Jun punya pesonanya sendiri, lesung pipi saat tersenyum punya magnet luar biasa. Oke baiklah, tampan itu relatif. Namun, Jun memang sesempurna itu di mata Reya. Kini segalanya tentang Jun itu luar biasa.

Gadis bertubuh tambun itu baru saja akan bangkit dari rebah setelah lelahnya pergumulan yang ia lakukan. Tangan Jun menahan meski matanya terpejam.

"Istirahat dulu," kata Jun.

"Katanya, Om mau aku masakin makan siang?" tanya Reya. Saat datang tadi, Jun mengatakan ia ingin makan siang. Menyantap masakan yang dimasak langsung oleh Reya.

Jun membuka mata, tersenyum kemudian. "Saya mau makan nanti. Mana tega saya biarin kamu capek-capek masak setelah saya buat kamu capek. Hmm? Istirahat dulu ya, sayang."

Reya mengambil selimut dan melilitkan ke tubuhnya, lalu melangkah ke kamar mandi. "Om tidur aja, aku tetap mau masak."

Jun hela napas. Memang susah bicara dengan si keras kepala satu ini, batinnya. "Ya udah terserah kamu." Ia kemudian kembali merebahkan tubuh dan memejamkan mata.

Reya memakai pakaian dan kini berjalan ke dapur di apartemen mereka. Jun suka masakan rumahan sederhana. Dulu mendiang ibunya suka membuatkan masakan rumahan. Ketika ia mencicipi masakan Reya ia ingat masakan sang ibu. Bukan berarti ia tak menyantap masakan rumahan di rumah utamanya. Hanya saja, ia merasa rasanya berbeda ketika Reya yang membuat. Ya, bisa saja itu hanya rayuan gombal si Om, tapi sepertinya Reya jadi sedikit besar kepala dengan pujian Juniar.

Aroma masakan menyeruak, terutama saat kini Reya menumis sambal sebagai langkah akhir dari kegiatannya memuaskan kekasihnya. Dari dalam kamar terdengar suara bersin yang buat gadis itu terkekeh geli.

Tak lama Jun berjalan ke luar dari kamar lalu menghampiri Reya. Berdiri tepat di samping gadis itu, lalu menyibak poni Reya menunjukkan kening lebar kekasihnya dan segera ia kecup. Sementara Reya dengan segera menutup kembali poni yang menutupi aibnya.

Reya tak suka poninya disibak menunjukkan kening lebarnya dan itu buat ia membecik, menggemaskan. "Om ih, kebiasaan."

"Kenapa sih? Selalu bermasalah sama jidat? Jenong gitu, saya kan tetap sayang sama kamu," kekeh Jun sambil mencubit bibir Reya.

"Enggak jenong ya Om. Cuma lebar."

"Lalu apa bedanya?"

"Jenong itu menonjol ke depan. Jidat aku enggak," protes Reya dengan tatapan kesal hingga buat keningnya bertaut.

Juna tertawa geli sendiri melihat kelakuan Reya. Reya menggerakkan matanya seolah meminta pria itu duduk di meja makan. Jun menurut dan ia kini berjalan, lalu duduk di kursi menunggu Reya menyajikan makan siang.

Reya segera membawa sajian terakhir menuju meja makan. tadi ia sudah selesai membuat sup ayam, pergedel, dan telur dadar. Tak membuat masakan yang sulit karena ia tak sempat berbelanja. Lalu dengan telaten, ia menyajikan ke atas piring. Sudah hapal betul porsi maan kekasihnya.

"Ini," katanya kemudian meletakkan piring ke hadapan Jun. "Ah, lupa minum. Tunggu sebentar Om."

"Biar saya yang ambil," kata pria itu, kemudian berjalan ke dapur untuk mengambil air putih dalam botol dan juga gelas yang sudah disiapkan Reya kemudian dengan segera berjalan kembali ke meja makan.

"Terima kasih Om sayang," ucap Reya.

Jun mengacak rambut Reya kemudian kembali duduk. Ia kemudian menyantap makan siang yang tersaji.

"Ibu Indi sehat kan?"

Jun menatap, tak suka. "Saya lagi makan lho ini."

"Om aku kan cuma tanya," rengek Reya.

"Baik," jawab Jun kemudian.

Reya melanjutkan kegiatan makan mereka meski ia ingin bertanya lebih lanjut. "Om enggak ada masalah kan?"

Jun gelengkan kepalanya. "Enggak, memang kenapa kamu mikir gitu?"

Reya menatap pada pria di hadapannya, mencoba cari jawaban dari tatapan Jun. "Soalnya waktu datang tadi muka Om kusut banget."

Jun tersenyum di sudut bibirnya. Reya memang pandai membaca situasi dan apa yang terjadi dalam dirinya. "Ada sedikit masalah di kantor, tapi bukan masalah besar. Jangan khawatir," jawabnya sambil mengusap bahu Reya.

"Syukurlah." Reya menyahut kemudian terdiam. "Om," sapanya.

"Hmm?" tanya Jun seraya mengusap bibirnya dengan tisu setelah selesai makan,

"Aku .., Aku kayaknya mau cari kerja." Reya katakan itu takut-takut.

Jun terhenti, meletakan tangannya ke atas meja sebagai penopang wajahnya, kemudian menatap Reya dengan tatapan kesal. "Uang dari saya enggak cukup buat kamu?"

Reya menggelengkan kepala. "Kadang ibu tanya kenapa aku sering ke Bandung. yang ibu tau kan aku kasih workshop kepenulisan. Ya, kadang ibu tanya mana foto-fotonya. Aku enggak pernah kasih karena memang enggak ada kegiatan itu."

"Kalau kamu kerja malah kamu enggak ada waktu ketemu saya. Gitu mau kamu?"

"Enggak gitu Om."

"Gini aja, kamu bilang kerja di mana gitu. Saya sewakan apartemen di Jakarta. Kamu bisa di sana, pura-pura kerja, Kalau saya ke Jakarta juga kita bisa bertemu di sana."

Reya menatap Jun, ia ingat dulu Jun yang meminta untuk tak saling bertemu di Jakarta karena takut jika tanpa sengaja bertemu dengan orang yang mungkin mereka kenal.

"Sesekali, kita ketemu," kata Jun lagi. "lagian kalau kamu kerja, siapa yang jagain ibu kamu? Arka? Kamu bilang adik kamu enggak bisa jagain ibu."

"Iya sih, cuma kemarin ada teman yang ngajakin aku kerja." Reya masih kekeh dengan keinginannya.

Jun hela napas, ia tak ingin terlalu kesal pada wanitanya. "Siapa? Kamu niat kerja gini emang mau cari apa?"

"Cari uang sih Om. Aku kan enggak mungkin nyusahin Om terus."

"Siapa bilang kamu nyusahin saya? Saya kirim bulanan itu kurang buat kamu? sama biaya berobat ibu ity kurang? Saya tambah kalau memang kurang. Enggak usah macem-macem lah. Saat saya butuh nanti kamu harus ada. Kalau kamu kerja, nanti kamu alasan a,b,c lah. Saya enggak kasih ijin." Jun katakan itu tegas.

Lagi Reya selalu kalah jika meminta ijin untuk bekerja. Ya, meskipun salah satu tujuan berkencan dengan Om Jun adalah utuk membantu finansialnya, tapi entah mengapa setelah ia memiliki rasa pada Juniar. Reya malah merasa tak enak hati dan merasa selalu merepotkan.

****

Lanjut Membaca

Daftar Isi Pelakor XXL

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Ayo Nikah! Siapa Takut
8.3
Demi menyelamatkan bisnis Ana's Wedding Dream, Fiona nekat menyatakan cinta pada David di bandara. Aksi ekstrem ini sengaja ia lakukan untuk merusak reputasi sang kapten pilot yang menjadi ancaman. Di balik keanggunannya, Fiona menyimpan dendam membara. Namun, David yang berhati dingin justru menyambut tindakan nekat itu dengan senyum sinis. Merasa sangat terhina, Fiona kini bertekad menjerat David ke dalam sandiwara cinta penuh manipulasi.
Sampul Novel Bertahun-tahun Terpisah, Hati Terbangun
9.2
Skandal besar pecah saat identitas asli Nyonya Marshall terungkap. Usai dituduh mencelakai selingkuhan suaminya, ia dijebloskan ke penjara dan dilaporkan tewas bersama bayinya. Enam tahun berlalu, Callie kembali muncul sebagai wanita memikat yang berbeda. Dalam pertemuan dengan mantan suaminya, Pak Marshall, ia tidak lagi lemah. Sambil tersenyum anggun, Callie menyatakan ia telah menikah bahagia dan meminta pria itu menjauh demi menghargai hidup barunya.
Sampul Novel DILEMA KARENA CINTA
9.2
Pasca pertengkaran besar dengan Raka, Adam memutuskan menceraikan Fani Santika. Perpisahan itu mengubah kepribadian Adam menjadi sosok yang dingin dan angkuh. Ketenangannya mulai terusik sejak kehadiran Ririn, gadis desa pencari kerja yang akhirnya menjadi pengasuh putrinya, Sasa. Walau perasaan Ririn sebenarnya tertuju pada Bagas, ia justru menemukan kenyamanan luar biasa saat berada di dekat Adam. Kini, Ririn didera dilema batin untuk menentukan pilihan cinta sejatinya.
Sampul Novel Forbidden of Love
9.4
Rumah tangga Aulia Sarah dengan suaminya yang tangguh semula berjalan harmonis. Namun, kehadiran tetangga baru membangkitkan hasrat terpendam dalam dirinya. Walau sudah dikaruniai tiga anak, gairah Lia kian membara sejak bertemu Manoj dan Scott. Scott yang terpikat sejak pandangan pertama bahkan rela menghindar dari keluarganya demi Lia. Terjebak dalam perselingkuhan dan gairah yang meluap, Lia kini dihadapkan pada dilema antara menjaga kesetiaan atau menyerah pada obsesi terlarang.
Sampul Novel Istri Kontrak: Penebusan Thorne
8.8
Clara didera duka mendalam saat Marko, suaminya, merenggut nyawa bayi mereka. Tanpa rasa bersalah, Marko justru menceraikannya demi menikahi sahabat Clara yang tengah hamil. Di bawah ancaman akan dijebloskan ke rumah sakit jiwa, Clara tak punya pilihan. Beruntung, pengacara keluarganya datang membawa kunci rahasia warisan orang tua. Kunci itu membuka kontrak kuno yang menjodohkannya dengan Julian Aditama, miliarder kejam yang ditakuti Marko. Peluang emas untuk membalas dendam kini ada di tangan Clara.
Sampul Novel Madu Ku Sahabat Ku
9.1
Niat baik Juli menampung Vira berujung petaka bagi rumah tangganya. Meski sempat ditentang Hardi, sang suami, Juli tetap bersikeras demi persahabatan. Namun, kesibukannya justru membuat Hardi dan Vira makin dekat hingga saling jatuh cinta. Hati Juli hancur lebur saat mendapati sahabat yang sudah dianggap saudara sendiri itu hamil anak Hardi. Kini, ia dihadapkan pada pilihan sulit: mempertahankan pernikahan atau merelakan suaminya menikahi madu yang merupakan sahabatnya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan