APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jadi Korban Kelalaian Orang Tuaku

Jadi Korban Kelalaian Orang Tuaku

Seorang gadis diculik dan disiksa oleh musuh ayahnya yang ingin balas dendam. Saat pembunuh menghubungi sang ayah yang merupakan kapten polisi, panggilan itu diabaikan demi menemani sang adik di sebuah lomba. Korban pun tewas mengenaskan setelah lidahnya dipotong. Ketika sang ayah dan ibu yang seorang ahli forensik tiba di TKP untuk menyelidiki kasus ini, mereka mengutuk kekejaman pelaku. Tragisnya, mereka sama sekali tidak menyadari bahwa jasad hancur yang sedang mereka periksa adalah putri kandung mereka sendiri.
Bab
Bagikan

Bab 3

Setelah menyuruh Yuki untuk beristirahat lebih awal dengan suara lembut, ibu mendapat telepon dari kakak laki-lakiku. Tanpa menunggu kakak berbicara, ibuku telah langsung buru-buru bertanya, "Josh, kapan dinasmu selesai? Adikmu nungguin kamu untuk nonton pertandingannya!"

Ketika aku pertama kali dibawa pulang, ayah dan ibu sibuk menemani Yuki yang menangis di rumah. Hanya kakak yang menggandeng tanganku dan membawaku pulang sambil terus menenangkanku. Satu-satunya kehangatan yang aku rasakan di rumah ini hanya berasal dari kakak laki-lakiku.

Kakakku terdiam sejenak di ujung telepon, lalu bertanya dengan keheranan, "Pertandingan olimpiade matematika Eira? Bukannya bulan depan baru ...."

Ibu memotong ucapannya dengan marah, "Eira, Eira melulu! Yuki itu adik yang sudah bertahun-tahun bersamamu! Berapa kali harus kubilang, Eira itu dibesarkan di luar dan penuh dengan sifat buruk. Dia nggak pantas jadi bagian dari keluarga kita."

Kakakku menghela napas, seolah-olah tidak mengerti kebencian ibu terhadapku, "Bu, kadang jangan terlalu dengarkan kata Yuki terus. Eira itu baik dan pekerja keras. Kalau Ibu lebih sering perhatikan dia, Ibu akan tahu."

"Aku baru saja telepon Eira, tapi dia nggak mengangkatnya. Dia juga nggak membalas pesan yang kukirim beberapa hari lalu. Apa dia nggak ada di rumah?"

Ibu mendengus dingin. "Dia punya kaki sendiri, masa aku harus mengikatnya? Menurutku, dia pasti lagi bersenang-senang di luar. Besok pertandingan tenis Yuki. Nggak apa-apa kalau kamu nggak bisa pulang."

Setelah jeda sejenak, Ibu menambahkan dengan nada tegas, "Bilang ke Eira, kalau dia nggak datang nonton pertandingan Yuki besok, lebih baik dia nggak usah kembali lagi. Lagi pula, rumah ini lebih baik tanpa dia!"

Tanpa menghiraukan Kakak yang mencoba membela diriku, Ibu menutup telepon dengan dingin.

Ayah kebetulan baru saja kembali dengan timnya. Ketika melihat ekspresi kesal di wajah Ibu, dia bertanya dengan bingung, "Mayatnya sulit diatasi?"

Ibu menggelengkan kepala sambil mengeluh, "Ini semua gara-gara Eira. Dia pasti ngadu lagi sama Josh, sekarang kakaknya malah ikut-ikutan menghilang kayak dia."

Ayahku menghela napas berat, "Sudah tahu kita sibuk sama kerjaan, dia masih saja ngelakuin hal-hal nggak berguna begini. Benar-benar nggak tahu diri! Kutelepon dia sekarang juga untuk marahin dia!"

Namun, tidak peduli berapa kali pun Ayah mencoba untuk meneleponku, jawabannya selalu sama ... tidak ada jawaban sama sekali. "Anak durhaka! Lebih baik kalau dia nggak pernah ditemukan. Pulang ke rumah cuma untuk buat kita marah-marah!"

Ahli forensik yang mendengarkan sepanjang percakapan ini hanya bisa menghela napas. "Dulu waktu Eira diculik, kalian berdua sampai cuti satu tahun untuk mencarinya. Tapi sekarang setelah dia ditemukan kembali, kalian malah seperti musuh."

Aku tidak bisa menahan senyum getir yang terlintas di bibirku dan mulutku terasa pahit. Sebab, yang mereka temukan bukanlah anak yang sesuai dengan harapan mereka, melainkan gadis kampung yang tidak tahu sopan santun dan selalu ketakutan.

Saat aku ditemukan kembali pada usia 15 tahun, Ayah dan Ibu memeluk Yuki yang terisak-isak di ruang tamu dan menenangkannya dengan sabar. Aku mengenakan pakaian kusut yang dipenuhi tambalan, hanya bisa menunduk menatap sepatuku yang sudah berlubang dan menampakkan satu jari kaki.

Ketika Yuki melihatku, dia berhenti menangis dan bertanya dengan nada pura-pura polos, "Siapa pengemis kecil ini?"

Wajah Ayah dan Ibu seketika berubah muram. Namun, ekspresi mereka itu bukan disebabkan oleh Yuki, melainkan karena aku ... anak yang tidak sesuai dengan harapan mereka.

"Pak Gibson, Bu Penny, aku sudah periksa laporan. Dua hari ini nggak ada laporan orang hilang," pungkas salah seorang polisi yang berjalan mendekat sambil memegang catatan laporan.

"Keluarganya nggak sadar putrinya menghilang? Apa mungkin hubungan mereka nggak baik? Ternyata ada juga orang tua seperti itu ya? Sama sekali nggak peduli sama anaknya!"

Mendengar bisikan di sekelilingku, hatiku terasa sangat sedih. Seluruh tubuhku seakan-akan diselimuti oleh kesedihan yang begitu dalam hingga membuatku sulit bernapas.

Orang tuaku bisa merasa prihatin pada korban yang orang tuanya tidak segera melaporkan kehilangan anak mereka. Namun, mereka sama sekali tidak memikirkan apakah aku aman selama beberapa hari ini.

Dulu ketika aku diculik, mereka bahkan rela meninggalkan pekerjaan untuk mencariku. Namun sekarang, mereka justru mengira aku menghilang hanya untuk mencari perhatian. Mungkin, aku memang tidak seharusnya kembali ke keluarga ini sedari awal.

Ini adalah rumah Yuki, bukan milikku. Masa-masa saat orang tuaku masih peduli padaku, sudah lama diisi oleh Yuki. Kasih sayang dan cinta yang seharusnya menjadi milikku, tidak akan pernah kembali lagi padaku.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ditalak Tiga Lewat Telepon
8.3
Demi berbakti sebagai istri, Atira rela melepaskan impian kariernya. Namun, pengorbanan tersebut dibalas kejam saat suaminya menjatuhkan talak tiga hanya lewat telepon. Tanpa nafkah, ia harus menghadapi cobaan berat lainnya: sang ibu mertua jatuh koma dan putra sulungnya diculik orang tak dikenal. Terpuruk di titik terendah hidupnya, mampukah Atira bangkit dari kehancuran demi membuktikan kekuatannya kepada dunia? Ikuti perjuangan emosionalnya yang penuh air mata.
Sampul Novel Kemarau Kapan Berlalu?
9.0
Demi membiayai sekolah keponakannya, Sam Rahardja rela menjadi kurir narkoba meski Galih terus memotong upahnya. Saat Galih berhenti beroperasi, Sam kehilangan sumber penghasilan. Di tengah situasi sulit ini, Sena hadir mengancam akan membongkar masa lalu kriminal Sam ke polisi. Terdesak demi masa depan Renaldi, Sam terpaksa menerima tawaran kerja dari Sena. Sayang, keputusan tersebut membawanya pada penyesalan terdalam karena pekerjaan baru itu adalah menjual diri.
Sampul Novel Lovely Rivalry
8.5
Di SMA Melody, Kayana Setyawan, si Ratu Es kaya raya, terlibat rivalitas sengit dengan Naruga Indra, pemuda sederhana yang genius fisika. Perbedaan kasta memicu perseteruan tajam di antara mereka. Namun, sebuah insiden berdarah di sekolah memaksa keduanya bersatu. Memadukan kekuasaan harta Kayana dan logika tajam Ruga, mereka menyelidiki misteri siswa yang koma. Di tengah persaingan ini, benih cinta tak terduga mulai menguji integritas dan menyatukan perbedaan dunia mereka.
Sampul Novel Rumah Nenek
8.1
Nenek menempati rumah murah nan nyaman yang ternyata menyimpan sejarah kelam. Di ruang bawah tanahnya, pernah terjadi aksi mutilasi dan pembantaian sadis. Arwah para korban kini bangkit menuntut balas, meneror setiap sudut hunian tersebut. Setiap malam, suasana mencekam mengunci rapat bangunan ini. Para penghuni pun terjebak dan harus berjuang bertahan hidup melawan ancaman gaib mematikan yang sebelumnya telah merenggut nyawa pemilik terdahulu.
Sampul Novel TARA
9.1
TARA
Bertahun-tahun Attara hidup dalam siksaan fisik dan batin oleh orang tuanya. Saat rahasia kelam masa lalunya mulai terbongkar, ia justru memilih menutup rapat kenyataan tersebut demi melindungi keutuhan keluarga yang telah membuangnya. Terjebak di antara kepedihan mendalam dan kejujuran, Tara kini berada di persimpangan jalan. Sanggupkah ia menyelamatkan dirinya dari kehancuran, ataukah rahasia yang ia sembunyikan justru akan meruntuhkan sisa hidupnya?
Sampul Novel Terjerat Cinta Dan Dendam
8.8
Davin mendekati Friska, gadis indigo misterius, demi membalaskan dendam masa lalu keluarganya. Namun, di tengah teror yang ia rancang, Davin justru jatuh cinta. Hubungan mereka hancur saat Friska mengungkap niat busuk Davin dan kenyataan bahwa ayahnya adalah pembunuh ayah Davin. Kebencian kini menggantikan kemesraan mereka. Di atas luka yang mendalam, mampukah cinta mereka bertahan?