APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jadi Korban Kelalaian Orang Tuaku

Jadi Korban Kelalaian Orang Tuaku

Seorang gadis diculik dan disiksa oleh musuh ayahnya yang ingin balas dendam. Saat pembunuh menghubungi sang ayah yang merupakan kapten polisi, panggilan itu diabaikan demi menemani sang adik di sebuah lomba. Korban pun tewas mengenaskan setelah lidahnya dipotong. Ketika sang ayah dan ibu yang seorang ahli forensik tiba di TKP untuk menyelidiki kasus ini, mereka mengutuk kekejaman pelaku. Tragisnya, mereka sama sekali tidak menyadari bahwa jasad hancur yang sedang mereka periksa adalah putri kandung mereka sendiri.
Bab
Bagikan

Bab 1

Saat aku disiksa dan dibunuh dengan kejam oleh seorang penjahat, ayahku yang merupakan seorang kapten tim investigasi kriminal dan ibuku yang merupakan seorang ahli forensik, sedang menemani adikku yang berkompetisi dalam sebuah perlombaan.

Penjahat yang pernah ditangkap oleh ayahku melakukan pembalasan dendam. Setelah memotong lidahku, dia menggunakan ponselku untuk menelepon Ayah. Namun, Ayah hanya mengucapkan satu kalimat sebelum menutup telepon, "Aku nggak peduli apa yang sedang kamu lakukan, pokoknya perlombaan adikmu paling penting hari ini!"

Penjahat itu tertawa sinis. "Sepertinya aku salah orang. Kukira mereka lebih cinta sama putri kandungnya!"

Saat Ayah dan Ibu tiba di TKP, mereka terkejut melihat kondisi mayat yang mengenaskan dan mengutuk kekejaman sang pelaku. Namun, mereka tidak menyadari bahwa korban yang begitu mengenaskan itu adalah putri kandung mereka sendiri.

Tubuhku ditemukan di gedung mangkrak. Pekerja konstruksi yang menemukannya langsung muntah-muntah sembari menelepon polisi.

Ayah dan Ibu bergegas dari pesta perayaan Yuki menuju lokasi kejadian. Ahli forensik mengernyitkan dahi dan memberi isyarat agar mereka mengenakan masker. Ayah adalah salah satu ahli investigasi terbaik yang dikontrak dari luar kepolisian, sedangkan Ibu adalah ahli forensik terbaik di Kota Rotingham.

Mereka memang sudah sering menghadapi lokasi kejadian kriminal yang mengerikan. Namun, ketika melihat mayatku, mereka tetap tidak bisa menahan diri dan kehilangan fokus sesaat. Di tengah teriknya musim panas, tubuhku membengkak akibat proses dekomposisi. Wajahku hancur berlumuran darah hingga tidak bisa dikenali. Tubuhku penuh luka dan kepalaku nyaris terlepas dari leher.

Bau busuk yang menyengat memenuhi udara, menandakan betapa cepatnya tingkat pembusukan. Ibu memejamkan mata sejenak, lalu menarik napas panjang dan memakai sarung tangan untuk memulai pemeriksaan awal. Dia menatap jasadku dengan penuh rasa iba. Semasa hidup, aku tidak pernah merasakan kasih sayang yang begitu lembut dari Ibu.

Dengan cemas, aku memperhatikan Ibu melepaskan cincin di jariku yang berlumuran darah. Aku telah membuatkan replika cincin ini untuk keluargaku. Namun, karena ukurannya tidak pas untuk Yuki, Ayah dan Ibu memarahiku.

"Sudah kuduga kamu ini memang berniat jahat dan sengaja mau nindas adikmu! Eira, meskipun kamu ini putri kandung kami, Yuki sudah tinggal di rumah ini selama 18 tahun! Posisinya lebih penting darimu selamanya!"

Meski kemarahan mereka saat itu masih terngiang jelas di telingaku, aku tetap percaya bahwa Ayah dan Ibu mencintaiku. Mereka pasti bisa mengenali hadiah yang kuberikan! Namun, Ibu hanya memberi isyarat kepada asistennya untuk memasukkan cincin itu ke dalam kantong barang bukti dengan ekspresi datar.

Aku memang tidak seharusnya menaruh harapan. Di hati mereka, aku tidak pernah ada meskipun aku adalah putri kandung mereka.

Kakakku pernah bilang bahwa Ayah dan Ibu mengadopsi Yuki karena mereka tidak bisa menemukan diriku yang diculik. Akan tetapi, putri yang paling mereka cintai tetaplah aku. Namun, setelah aku pulang ke rumah, aku sadar tempatku sudah tidak ada. Aku justru bagaikan burung yang telah merampas sarang burung lain.

Setelah memeriksa lokasi kejadian, Ayah menghela napas dan bertanya pada Ibu, "Gimana kondisi mayatnya?"

Ibu melepaskan sarung tangannya, lalu menggosok pelipisnya yang berkerut, "Korban diperkirakan berusia sekitar 20 tahun. Penyebab kematian sementara adalah karena leher yang digorok dan korban tampaknya mengalami penyiksaan dalam waktu yang cukup lama sebelum meninggal."

"Caranya sangat kejam, dampak sosialnya akan sangat buruk. Kita harus segera selesaikan kasus ini sebelum opini publik membesar." Ayahku menyalakan sebatang rokok, lalu mengisapnya dalam-dalam karena merasa bingung. Bahkan setelah meninggal, kematianku hanya menambah masalah untuk mereka.

Ahli forensik mengingatkan, "Pelaku belum tertangkap, beri tahu keluargamu untuk lebih berhati-hati akhir-akhir ini. Kalian punya dua anak perempuan, jangan biarkan mereka keluar malam-malam."

Dengan nada tidak sabaran, Ibu berkata, "Yuki selalu patuh, tapi Eira, aku nggak bisa mengaturnya."

Ahli forensik itu adalah teman lama Ayah dan Ibu, jadi dia tentu tahu situasi keluarga kami. Ayahku meremas ringan bahu kanannya.

Ahli forensik itu memperhatikan gerakan ayahku dan bertanya, "Pak Gibson, bahumu sakit lagi?"

Ayahku melambaikan tangan. "Nggak apa-apa kok. Aku sudah pakai koyo yang dibelikan Eira ...."

Saat berkata demikian, dia terdiam sejenak. Anak yang mereka sebut tidak patuh, justru sangat memedulikan kesehatan mereka. Ahli forensik itu menepuk punggung Ayah, "Bersikaplah lebih baik pada Eira. Mau gimana pun, dia itu putri kandung kalian."

Ayahku menggeleng. "Dua hari yang lalu Yuki ada pertandingan tenis, dia terus berharap Eira datang menonton. Tapi apa yang terjadi? Setelah ditelepon, Eira malah menghilang. Yuki kecewa karena memikirkan kakaknya dan cuma dapat juara tiga."

"Eira sudah beberapa hari nggak pulang. Mungkin kalau mati di luar sana juga kita nggak ada yang tahu. Memang beda rasanya kalau bukan anak yang kita besarkan sendiri."

Mendengar keluhan dan tuduhan orangtuaku, perasaanku seolah-olah terjatuh ke jurang es.

'Ayah, Ibu, aku bukan nggak mau pulang. Aku cuma ... nggak bisa pulang lagi. Anak yang kalian sebut pengkhianat itu, telah mati pada hari ketika kalian menemani Yuki di pertandingan tenis. Tubuhku ... ada tepat di depan mata kalian.'

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ditalak Tiga Lewat Telepon
8.3
Demi berbakti sebagai istri, Atira rela melepaskan impian kariernya. Namun, pengorbanan tersebut dibalas kejam saat suaminya menjatuhkan talak tiga hanya lewat telepon. Tanpa nafkah, ia harus menghadapi cobaan berat lainnya: sang ibu mertua jatuh koma dan putra sulungnya diculik orang tak dikenal. Terpuruk di titik terendah hidupnya, mampukah Atira bangkit dari kehancuran demi membuktikan kekuatannya kepada dunia? Ikuti perjuangan emosionalnya yang penuh air mata.
Sampul Novel Kemarau Kapan Berlalu?
9.0
Demi membiayai sekolah keponakannya, Sam Rahardja rela menjadi kurir narkoba meski Galih terus memotong upahnya. Saat Galih berhenti beroperasi, Sam kehilangan sumber penghasilan. Di tengah situasi sulit ini, Sena hadir mengancam akan membongkar masa lalu kriminal Sam ke polisi. Terdesak demi masa depan Renaldi, Sam terpaksa menerima tawaran kerja dari Sena. Sayang, keputusan tersebut membawanya pada penyesalan terdalam karena pekerjaan baru itu adalah menjual diri.
Sampul Novel Lovely Rivalry
8.5
Di SMA Melody, Kayana Setyawan, si Ratu Es kaya raya, terlibat rivalitas sengit dengan Naruga Indra, pemuda sederhana yang genius fisika. Perbedaan kasta memicu perseteruan tajam di antara mereka. Namun, sebuah insiden berdarah di sekolah memaksa keduanya bersatu. Memadukan kekuasaan harta Kayana dan logika tajam Ruga, mereka menyelidiki misteri siswa yang koma. Di tengah persaingan ini, benih cinta tak terduga mulai menguji integritas dan menyatukan perbedaan dunia mereka.
Sampul Novel Rumah Nenek
8.1
Nenek menempati rumah murah nan nyaman yang ternyata menyimpan sejarah kelam. Di ruang bawah tanahnya, pernah terjadi aksi mutilasi dan pembantaian sadis. Arwah para korban kini bangkit menuntut balas, meneror setiap sudut hunian tersebut. Setiap malam, suasana mencekam mengunci rapat bangunan ini. Para penghuni pun terjebak dan harus berjuang bertahan hidup melawan ancaman gaib mematikan yang sebelumnya telah merenggut nyawa pemilik terdahulu.
Sampul Novel TARA
9.1
TARA
Bertahun-tahun Attara hidup dalam siksaan fisik dan batin oleh orang tuanya. Saat rahasia kelam masa lalunya mulai terbongkar, ia justru memilih menutup rapat kenyataan tersebut demi melindungi keutuhan keluarga yang telah membuangnya. Terjebak di antara kepedihan mendalam dan kejujuran, Tara kini berada di persimpangan jalan. Sanggupkah ia menyelamatkan dirinya dari kehancuran, ataukah rahasia yang ia sembunyikan justru akan meruntuhkan sisa hidupnya?
Sampul Novel Terjerat Cinta Dan Dendam
8.8
Davin mendekati Friska, gadis indigo misterius, demi membalaskan dendam masa lalu keluarganya. Namun, di tengah teror yang ia rancang, Davin justru jatuh cinta. Hubungan mereka hancur saat Friska mengungkap niat busuk Davin dan kenyataan bahwa ayahnya adalah pembunuh ayah Davin. Kebencian kini menggantikan kemesraan mereka. Di atas luka yang mendalam, mampukah cinta mereka bertahan?