APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Yang Tersiksa

Istri Yang Tersiksa

Tiga tahun lamanya Rania Alvi menanggung kepedihan dalam pernikahan dingin dengan pengusaha kaya, Rizky Wira. Berstatus sebagai istri kedua, hidupnya kian terasing akibat bayang-bayang Inez, sang mantan istri. Ketika divonis mengidap kanker stadium dua, kondisi fisik dan mental Rania runtuh hingga ia nekat menggugat cerai. Namun, Rizky menolak keras dan bersumpah tak akan melepaskannya. Kini, Rania terperangkap dalam obsesi sang suami, bergelut dengan rasa sakit tanpa celah untuk bebas.
Bab
Bagikan

Bab 3

Rania berdiri di ambang pintu kamar, menatap punggung Rizky yang kini duduk di sofa ruang tamu dengan kepala tertunduk. Tangannya yang besar menggenggam kertas hasil diagnosa itu erat, seperti ingin meremasnya hingga lebur. Pemandangan itu seharusnya menimbulkan simpati di hati Rania, tapi yang ia rasakan hanyalah kehampaan.

"Tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi, Rizky. Aku sudah memutuskan," katanya dingin, memecah keheningan yang terasa menyesakkan.

Rizky mendongak perlahan, menatapnya dengan mata yang penuh kebingungan dan... sesuatu yang Rania tak bisa mengartikan. Apakah itu rasa bersalah? Penyesalan? Atau hanya egonya yang terluka karena ia kehilangan kendali atas sesuatu?

"Memutuskan? Memutuskan apa?" Rizky bertanya, suaranya terdengar serak, hampir seperti bisikan.

Rania menatapnya dengan tatapan kosong. "Aku ingin pergi dari sini. Dari hidup ini. Dari pernikahan ini."

Kata-kata itu menggema di ruang tamu, seperti petir yang menggelegar di tengah malam sunyi. Rizky terdiam sejenak, lalu bangkit berdiri. Sosoknya yang tinggi dan penuh wibawa kini tampak rapuh, seperti pria yang baru saja kehilangan pijak

Berikut adalah Bab 3 yang penuh emosi, mengembangkan hubungan yang semakin rumit antara Rania dan Rizky, dengan tekanan baru dari kehadiran Inez dan keputusan besar yang diambil Rania.

Bab 3: Di Ambang Perpisahan

Rania duduk di ruang tamu yang sepi, menatap cangkir teh yang sudah dingin di tangannya. Sore itu begitu sunyi, hanya suara jarum jam yang berdetik di dinding. Ia merasa seperti seorang tahanan di dalam rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindungnya.

Pikirannya melayang ke kejadian kemarin, ketika ia akhirnya mengungkapkan tentang penyakitnya kepada Rizky. Meski pria itu terlihat terkejut, Rania tahu ia tidak akan berubah. Rizky selalu seperti itu-pria yang hanya tahu bagaimana mengontrol, tapi tidak pernah tahu bagaimana menunjukkan cinta.

Sebuah suara ketukan pelan di pintu depan membuyarkan lamunannya. Rania menoleh dengan sedikit bingung. Ia tidak mengharapkan tamu hari ini. Dengan langkah perlahan, ia menuju pintu dan membukanya.

Di ambang pintu berdiri seorang wanita dengan penampilan sempurna-rambut hitam panjang yang tertata rapi, wajah yang cantik dengan riasan tipis, dan senyuman yang tampak seperti pisau tajam. Itu adalah Inez, mantan istri Rizky.

"Rania," sapa Inez dengan nada lembut yang terdengar terlalu dibuat-buat. "Boleh aku masuk?"

Rania menelan ludah, berusaha menahan emosi yang tiba-tiba muncul. Ia tahu bahwa Inez tidak datang hanya untuk sekadar berkunjung. Wanita itu selalu membawa badai bersamanya.

"Tentu," jawab Rania dengan suara datar, meskipun hatinya berteriak untuk menolak.

Inez melangkah masuk dengan percaya diri, seolah-olah rumah itu masih miliknya. Ia duduk di sofa dengan santai, memperhatikan sekeliling dengan mata tajam.

"Aku dengar kau sedang tidak sehat," kata Inez akhirnya, memecah keheningan. "Aku sangat prihatin, Rania."

Rania tersenyum tipis, mencoba untuk tidak terpancing oleh kepalsuan Inez. "Terima kasih atas perhatianmu," jawabnya singkat.

"Aku hanya ingin memastikan bahwa Raka mendapatkan perhatian yang cukup," lanjut Inez, matanya menatap Rania dengan tajam. "Kau tahu, dia sangat bergantung pada ayahnya. Dan Rizky... yah, dia tidak mudah berurusan dengan situasi seperti ini."

Rania merasa darahnya mendidih. Ia tahu apa yang dimaksud oleh Inez. Wanita itu selalu menyelipkan sindiran-sindiran tajam di balik kata-katanya yang tampak peduli.

"Aku masih bisa mengurus Raka," kata Rania dengan tegas, menatap balik ke arah Inez.

Inez tersenyum kecil, lalu menyilangkan kakinya. "Tentu saja. Tapi aku hanya berpikir, apakah kau sudah mempertimbangkan untuk memberi Rizky ruang? Kau tahu, ini situasi yang sulit untuk semua orang."

Kata-kata itu seperti tamparan bagi Rania. Ia tahu bahwa Inez sedang mencoba menggoyahkan kepercayaannya. Dan lebih dari itu, Inez ingin mengatakan bahwa ia tidak cukup baik untuk Rizky-atau bahkan untuk menjadi ibu bagi Raka.

"Saya pikir itu bukan urusanmu, Inez," balas Rania, suaranya penuh dengan ketegasan yang jarang ia tunjukkan. "Ini adalah rumah saya. Ini adalah keluarga saya."

Inez tertawa pelan, sebuah tawa yang lebih terdengar seperti ejekan. "Oh, Rania. Kau begitu manis. Tapi kau harus tahu bahwa Rizky dan aku memiliki sejarah yang panjang. Kami berbagi sesuatu yang tidak akan pernah bisa kau pahami."

Rania menahan napas, berusaha keras untuk tidak menunjukkan kelemahannya. Ia tahu Inez ingin melihatnya hancur, dan ia tidak akan memberikan kepuasan itu.

"Sejarah adalah masa lalu, Inez," kata Rania akhirnya. "Dan Rizky memilih untuk melanjutkan hidupnya bersamaku."

Inez menatap Rania dengan mata yang penuh dengan tantangan. "Kita lihat saja, Rania. Kita lihat siapa yang benar-benar dia pilih di akhirnya."

Dengan itu, Inez berdiri, merapikan gaunnya, dan melangkah keluar dengan angkuh, meninggalkan Rania yang masih berdiri di ruang tamu, merasa seperti dirinya baru saja dihantam badai.

***

Malam itu, Rizky pulang lebih awal dari biasanya. Ia terlihat lelah, tapi ada sesuatu dalam ekspresinya yang membuat Rania merasa gugup. Rizky meletakkan tas kerjanya di meja dan berjalan menuju sofa, tempat Rania duduk dengan selimut menutupi kakinya.

"Kita perlu bicara," kata Rizky tanpa basa-basi.

Rania mengangguk pelan, meskipun hatinya berdegup kencang. Ia tahu percakapan ini tidak akan mudah.

"Inez datang ke kantor hari ini," kata Rizky, langsung ke intinya.

"Oh," hanya itu yang bisa Rania katakan. Ia tidak ingin bertanya lebih jauh, meskipun pikirannya penuh dengan pertanyaan.

"Dia bilang dia ingin kembali," Rizky melanjutkan, matanya menatap lurus ke arah Rania. "Untuk Raka."

Rania merasakan napasnya terhenti. Ia tahu bahwa Inez selalu menjadi bayangan dalam pernikahannya dengan Rizky, tapi mendengar kata-kata itu langsung dari suaminya membuat luka di hatinya semakin dalam.

"Apa yang kau katakan padanya?" Rania bertanya akhirnya, suaranya hampir berbisik.

"Aku bilang itu tidak mungkin," jawab Rizky dengan tegas. "Aku sudah memilih untuk melanjutkan hidupku bersamamu."

Rania seharusnya merasa lega mendengar jawaban itu, tapi ada sesuatu dalam nada suara Rizky yang membuatnya meragukan ketulusan kata-katanya.

"Tapi dia benar tentang satu hal," Rizky melanjutkan, suaranya lebih pelan kali ini. "Raka membutuhkan perhatian lebih. Dan dengan kondisimu sekarang..."

"Kondisiku?" Rania menyela, suaranya naik satu oktaf. "Apa maksudmu, Rizky? Apa kau berpikir aku tidak mampu mengurus Raka hanya karena aku sakit?"

Rizky menghela napas, terlihat frustrasi. "Bukan itu maksudku, Rania. Aku hanya... aku hanya tidak ingin Raka merasa diabaikan."

"Dan kau pikir aku yang akan mengabaikannya?" Rania membalas, matanya mulai berair. "Aku telah melakukan segalanya untuk anakmu, Rizky. Aku mencoba menjadi ibu baginya, meskipun aku tahu dia tidak pernah melihatku seperti itu. Aku mencintai Raka, bahkan ketika kau tidak pernah mencintaiku."

Kata-kata itu keluar begitu saja, tanpa bisa ditahan. Dan untuk pertama kalinya, Rizky terlihat benar-benar terkejut.

"Apa kau benar-benar berpikir aku tidak mencintaimu?" tanyanya, suaranya lebih pelan dari biasanya.

Rania tertawa pahit, meskipun air matanya mulai mengalir deras. "Apa yang harus aku pikirkan, Rizky? Kau tidak pernah menunjukkan bahwa aku berarti bagimu. Kau lebih peduli pada pekerjaanmu, pada Inez, pada Raka. Aku hanya... aku hanya seorang istri yang kau nikahi karena kau merasa perlu."

Rizky terdiam. Untuk pertama kalinya, ia tidak tahu harus berkata apa. Dan untuk pertama kalinya, ia merasa kehilangan kendali atas situasi.

"Aku ingin kita berpisah, Rizky," kata Rania akhirnya, suaranya penuh dengan kepastian.

Rizky menatapnya dengan mata yang penuh dengan rasa sakit dan penyesalan. "Tidak," katanya dengan tegas. "Aku tidak akan membiarkan itu terjadi."

"Tapi aku tidak bisa terus seperti ini," balas Rania, suaranya pecah. "Aku tidak bisa hidup dalam pernikahan yang hanya membuatku semakin hancur. Aku ingin bebas, Rizky. Aku ingin bahagia, bahkan jika itu berarti aku harus pergi."

Rizky berdiri, matanya penuh dengan kemarahan dan kesedihan. "Aku tidak peduli apa yang kau inginkan, Rania. Aku tidak akan pernah melepaskanmu."

Dengan itu, Rizky berbalik dan meninggalkan ruangan, meninggalkan Rania yang terduduk di sofa, menangis dalam keheningan.

Di tengah kesedihan dan keputusasaan itu, Rania tahu satu hal: ini bukan akhir. Perjuangan mereka baru saja dimulai, dan entah bagaimana, ia harus menemukan kekuatan untuk melawan-baik melawan penyakitnya, maupun melawan cinta yang selalu membuatnya terluka.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Arrogant Husband
8.4
Demi menyelamatkan aset peninggalan ibunya dari kebangkrutan akibat utang besar, Alexa terpaksa menerima syarat gila Damian. Pria arogan yang membencinya itu bersedia membantu keuangan asalkan Alexa memberinya seorang anak. Meski diliputi kebencian, Damian tak mampu menahan obsesi gelap pada Alexa. Kini, Alexa yang keras kepala terjebak dalam hubungan penuh gairah dengan pria temperamental tersebut. Akankah pernikahan paksa ini berjalan sesuai rencana mereka?
Sampul Novel Ditolak oleh Jodohku, Direbut oleh Alfa Musuh
8.6
Sepuluh tahun pengabdian Luna hancur seketika saat Alpha Bara mengkhianatinya demi Dina. Dituduh mandul secara sepihak, Luna disiksa dengan cambuk perak lalu dibuang ke hutan hingga nyaris tewas. Namun, takdir membawanya terbangun sebagai tawanan Alpha Reno Mahesa, musuh bebuyutan kawanannya. Sembari menatap luka-luka Luna, Reno justru melontarkan pertanyaan tajam yang menusuk hati: benarkah dia hanyalah serigala betina tak berguna yang kini telah dibuang?
Sampul Novel Hati Seorang Ibu, Kebohongan Kejam
8.5
Kebahagiaanku bersama Gavin Suryadiningrat runtuh seketika saat bank membeberkan rahasia akta lahir anak kembar kami. Ternyata, Iliana yang merupakan cinta pertama suamiku adalah ibu sah mereka. Aku hanya ibu pengganti yang disewa karena kemiripan fisik. Tragisnya, anak-anak yang kurawat justru menghinaku hingga terluka parah. Saat aku sekarat bersimbah darah, mereka malah pergi menyambut kembalinya Iliana. Pengabdianku selama enam tahun kini berakhir dalam pengkhianatan kejam.
Sampul Novel Ibu cantik, Ayah licik
8.7
Rencana pernikahan yang matang hancur seketika akibat konspirasi jahat ibu tiri dan saudara tirinya, memaksanya batal menikah demi alasan yang tidak masuk akal. Setelah bertahun-tahun pergi, ia akhirnya pulang ke kota asal. Berbekal keyakinan kokoh, ia siap melewati rintangan berat untuk merebut kembali segala hak dan harta miliknya yang telah dirampas secara tidak adil. Kini, saatnya ia menghadapi masa lalu demi menuntut keadilan.
Sampul Novel Istri Dadakan CEO Tampan!
8.9
Kehidupan Aska Pradipta, CEO menawan yang digilai banyak wanita, mendadak gempar setelah menemukan bayi dari masa lalunya di depan rumah. Dalam situasi panik, ia meminta bantuan sekretarisnya, Naura, untuk merawat bayi itu. Namun, kehadiran ibu Aska memicu kesalahpahaman besar. Demi mengatasi keadaan, Aska akhirnya menawarkan pernikahan kontrak bernilai fantastis kepada Naura. Akankah kesepakatan sandiwara ini menumbuhkan cinta sejati di antara mereka?
Sampul Novel THE BIG PRETTY
8.6
Angel Wings bimbang saat Zeus Bima Anggara dan Frenzy Sakti Anggara menembaknya bersamaan. Di balik keinginan dicintai, tubuh berbobot 80 kg membuat Angel tidak percaya diri. Dilema ini kian pelik karena Agatha, sahabatnya, menaruh hati pada Zeus. Sementara itu, Thea Zenu Otis siap memusuhi Angel jika ia memilih Frenzy. Terjebak masalah berat badan dan konflik pertemanan, siapakah yang akhirnya akan Angel pilih?