APKDock Logo
Sampul Novel THE BIG PRETTY

THE BIG PRETTY

8.6 / 10.0
Angel Wings bimbang saat Zeus Bima Anggara dan Frenzy Sakti Anggara menembaknya bersamaan. Di balik keinginan dicintai, tubuh berbobot 80 kg membuat Angel tidak percaya diri. Dilema ini kian pelik karena Agatha, sahabatnya, menaruh hati pada Zeus. Sementara itu, Thea Zenu Otis siap memusuhi Angel jika ia memilih Frenzy. Terjebak masalah berat badan dan konflik pertemanan, siapakah yang akhirnya akan Angel pilih?

THE BIG PRETTY Bab 1

"Ibu aku pergi dulu!"

Teriakan seorang gadis yang terburu-buru, dengan mulut yang menggigit sepotong roti bakar, berlapis selai coklat di dalamnya. Dia begitu saja meninggalkan meja makan, sambilmemakai sepasang sepatu sebelum akhirnya meninggalkan rumah.

"Hati-hati di jalan, Sayang. Jangan lupa habiskan sarapanmu!" Seorang Ibu menjawab dari dapur.

Tidak sempat untuk mencium kening putrinya, dikarenakan ia yang masih mencuci piring, sedangkan putrinya tergesa-gesa ingin pergi sekolah.

"Anak itu tidak pernah berubah," gerutunya, sambil membersihkan tangan yang penuh busa dengan air mengalir selanjutnya dia mengeringkan pada helai kain bajunya.

Wanita kurang lebih berusia 40 tahun itu, kembali melanjutkan mencuci piring yang sempat terhenti karena ulah Angel Wings.

Ya, gadis bertubuh gempal yang baru saja berlari tadi, memiliki nama Angel Wings. Tidak salah jika mendengar nama itu.

Nama indah yang kedua orang tuanya sematkan kepada putri mereka. Harapan besar digantungkan kedua orang tua untuk putra-putri mereka. Termasuk Angel yang mulai masuk SMA.

Sementara itu Angel masih berusaha untuk berlari, dengan sepotong roti di dalam mulutnya.

Angel tidak bisa makan dengan benar. Bayangkan saja, dia makan sembari berlari? Jelas itu sangat tidak baik. Bisa saja tindakan ceroboh ini akan membuat Angel terluka.

"Sial ... Mengapa aku harus bangun terlambat? Aku sudah memasang alarm di pukul enam pagi, tapi kenapa aku tetap terlambat juga?"

"Ini adalah hari pertamaku masuk SMA. Aku harus segera sampai di sekolah, sebelum gerbang sekolah menutup nantinya."

Angel terus memacu kecepatan larinya. Dia seperti apa? Angel bukan seperti wanita atau orang-orang pada umumnya. Angel memiliki sisi lain yang tentu saja membuat dirinya rugi. Berat badannya melebihi rata-rata remaja seusianya.

"Aku harus segera sampai di sekolah."

Daerah ini sulit untuk menemukan angkutan umum. Kediaman yang Angel tinggali jaraknya cukup jauh dari halte bus setempat.

Angel berusaha untuk bangun tepat waktu, meskipun dia sudah memasang alarm tetap saja ia masih kesiangan. Sembari memakan sepotong roti yang sudah Ibunya siapkan, Angel akhirnya sampai di halte bus tersebut.

"Di mana busnya? Ini sudah pukul 08:00, Waktu setempat, apa busnya sudah lewat?"

Sudah lewat lima menit dari jadwal kedatangan bus. Tubuh yang gempal membuat lari Angel menjadi tersendat. Dengan berat tubuh mencapai delapan puluh kilogram jelas membuat Angel sulit untuk bergerak cepat.

Buktinya ketika berlari. Jarak rumahnya dengan halte bus hanya berjarak beberapa ratus meter saja, akan tetapi bagi Angel terasa ribuan kilometer.

Dia memakan lagi sisa potongan roti yang masih tersisa di tangan kanan. Lalu, mengunyahnya dengan sangat baik, sesekali Angel melihat arloji di tangan kiri, menengok kanan kiri tidak ada tanda-tanda kendaraan akan lewat.

"Aku sudah sangat terlambat!" pekiknya cemas. Hatinya gelisah membuat dirinya tak bisa berdiri diam.

"Apa yang harus aku perbuat? Jika terus menunggu sampai bus selanjutnya datang, maka aku akan sangat terlambat …"

"Berpikir Angel …" gumamnya, sambil mengunyah roti itu sampai habis.

BRUS ….

"Aaaaa …" Suatu yang menjijikkan telah membasahi bajunya. Melaju dari kejauhan dengan kecepatan penuh.

Ketika sedang berpikir, tiba-tiba supercar berwarna merah lekat lewat di depan Angel. Karena di wilayah itu habis hujan kemarin malam, hasilnya menciptakan genangan di dekat halte ketika supercar itu lewat, maka air genangan yang kotor tersebut menyiprat kepada Angel.

Ya, bajunya yang berwarna putih dan masih baru harus kotor akibat sebagian air genangan itu menyiram pakaiannya.

"Ya! Hei orang kaya!"

Angel memanggil pengemudi itu. Dia mengacung-acungkan tangannya, serta membesarkan matanya. Menaikkan suaranya agar teriakannya terdengar. Namun, supercar itu tak mau berhenti.

"Aaaa …. Dasar kau orang kaya! Semoga hidupmu selalu sial, untuk selama-lamanya!"

Angel mengutuk keras pengemudi itu. Siapa saja yang ada di balik setir mobil tersebut, akan mengalami hidup sial semasa hidupnya. Itu yang Angel harapkan. Sebagai balasan atas kekacauan yang diperbuat pengemudi tadi.

"Sekarang apa yang harus aku lakukan? Pakaianku basah dan kotor. Aku tidak mungkin ke sekolah dengan pakaian seperti ini."

Frustasi, sakit, dan merasa hancur. Tiga perasaan yang menggambarkan Angel sekarang. Teruntuk pengemudi itu, Angel berterima kasih. Sebab apa? Karena dia sudah membuat Angel harus merasa malu.

Tanpa malu dengan kondisinya Angel akhirnya sampai di kelas. Dia masuk dengan kepala yang tertunduk ke bawah, sembari menahan malu.

Guru yang mengajar terus mencicit memarahi dirinya. Sedangkan teman-teman yang lain terus menertawakan dirinya juga.

"Lihat! Dia sangat kotor. Kelas kita kedatangan seorang pemulung … Hahaha. Lihat pakaiannya, hahaha," ejek salah satu murid.

"Dia bukan pemulung, tapi lebih pantas disebut sebagai pengemis, hahaha," sambung yang lainnya.

"Hei, bukan pengemis …," sahut lainnya tidak mau kalah.

"Apa itu?" kata murid yang bersuara keras.

"Gembel!" pekik dia yang duduk di bagian paling belakang.

HAHAHA …

Satu kelas terbahak-bahak. Bahkan guru yang bertugas hari ini ikut menertawakan Angel.

Dia menggenggam tali ranselnya. Angel menundukan wajahnya yang malu. Menggigit bibir bawah, terus menerus. Menelan ludah, napasnya masih memburu, Angel tak mengira akhirnya akan seperti ini.

Dia berakhir menjadi bahan olok-olokan dari semua orang tanpa terkecuali, guru yang seharusnya membela dirinya malah ikut tertawa seolah dia memang orang bodoh dan pantas untuk dihina.

Angel tidak bisa mengangkat kepalanya. Bahkan dia terlalu malu untuk menunjukan wajahnya tersebut.

"Teruntuk kau yang sudah membuatku seperti ini. Semoga kita tidak berjumpa lagi." Angel membatin. Harapan besarnya semoga tidak dipertemukan dengan pengemudi tak bertanggung jawab itu.

Tertawa dan tertawa. Telinganya merasa panas. Angel tak bisa berbuat banyak. Dia sadar diri datang terlambat dan masuk kelas dengan kondisi yang menjijikkan. Wajar saja jika dijadikan bahan ejekan semua orang.

Angel sudah tidak kuat lagi. Dia terlalu malu untuk bisa berdiri berlama-lama di sana. Dadanya sesak, telinganya terus berdengung dan kepalanya seolah ingin pecah.

Dia pergi. Angel memilih melarikan diri dari kelas tersebut, meskipun sesungguhnya dia adalah murid baru di sana. Tidak ada satupun yang peduli dengan hal tersebut, termasuk guru yang bertugas mengajar di kelas ini.

Apa Angel dipanggil? Tidak.

Dia dibiarkan pergi, sebab kehadiran Angel hanya akan membawa malapetaka saja bagi kelas tersebut.

Hari pertama yang buruk. Mendapatkan hinaan yang membuat Angel tidak akan pernah mengangkat kepalanya di sekolah ini.

Angel berlari ke halaman belakang sekolah. Dia menangis sesegukan di bawah pohon yang rindang.

Dia menumpah ruahkan isi hatinya di bawah pohon tersebut.

"Mengapa? Kenapa aku harus mendapatkan hinaan ini? Mengapa aku selalu dihina, diabaikan dan seolah dibuang? Mengapa? Mengapa kau tidak pernah adil kepadaku Tuhan?"

Dia mengadu pada Tuhan Yang Maha Esa. Air matanya tercurahkan pada penyesalan yang teramat mendalam.

Angel meratapi nasibnya yang selalu saja sial. Orang-orang sekitarnya selalu menghina dan mencaci dirinya layaknya sampah.

"Ini hari pertamaku di sekolah. Mengapa kau harus membuatku menjadi bahan olok-olokan seperti ini Tuhan? Apa salah dan dosaku, sehingga aku tidak pernah merasakan bahagia?"

Semuanya Angel tumpahkan di bawah pohon besar itu. Angel mengadukan semuanya pada Sang Pencipta alam semesta.

"Apakah aku tidak pantas mendapatkan kebahagiaan seperti orang lain? Setidaknya satu kali saja, biarkan diriku ini mendapatkan kebahagiaan. Apa itu tidak bisa aku gapai?"

Air matanya tercurahkan di sana. Hari pertama masuk sekolah yang seharusnya menjadi momen menyenangkan, kini hanya sebuah penyesalan semata.

Harapan terbesar Angel adalah. Dia akan mendapat banyak teman di sekolah barunya ini, meski Angel sadar siapa dirinya itu?

Bertubuh gempal dan tak memiliki rupa yang cantik. Apakah ada yang mau berteman dengan gadis buruk rupa seperti dirinya?

"Sejak awal, seharusnya aku sadar siapakah diriku ini? Sekolah ini memang tidak pantas untuk orang seperti diriku. Aku terlalu berharap besar akan mendapatkan kesenangan di sekolah ini. Buktinya, hari pertama ini sangatlah buruk."

Berkeluh kesah. Angel tak tahu harus mengatakan apa lagi. Harapan besar dari kedua orang tuanya telah pupus dan sirna. Angel tidak akan pernah mengangkat kepalanya lagi di sekolah ini.

Diremehkan dan dipandang sebelah mata, membuat Angel frustasi dan mengambil keputusan untuk tidak belajar di sekolah ini.

Angel masih saja menangis, sampai salah seorang murid mendatangi dirinya.

"Ini untukmu! Hapus air matamu dengan ini. Tidak pantas seorang wanita menangis sendiri di tempat sepi. Seharusnya kau berada di kelas dan bukan di sini."

Seseorang dengan baik hatinya mengulurkan tangan untuk Angel. Bukan hanya itu dia juga berniat memberikan sebuah sapu tangan kepada Angel.

Angel mengangkat kepalanya, matanya membulat dan tarikan napasnya sangat berat.

"Siapa kau?"

Angel tak mengenal seseorang yang memakai seragam yang sama dengannya itu.

Lanjut Membaca

Daftar Isi THE BIG PRETTY

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dikhianati Sahabat Kecil, Aku Menikahi CEO Mandul
8.9
Setelah tewas mengenaskan akibat dikhianati oleh kakaknya sendiri dan ditinggalkan oleh pria yang ia cintai, sang protagonis mendapatkan kesempatan kedua. Ia terbangun di hari penentuan pernikahan mereka kembali. Alih-alih memperebutkan Zony yang ternyata diam-diam mencintai kakaknya, ia memutuskan untuk mengambil langkah berbeda. Tanpa ragu, ia menerima lamaran Gunawan, seorang CEO yang dikenal tidak bisa memiliki keturunan. Keputusan ini mengubah segalanya, hingga membuat mantan kekasihnya bersujud memohon penyesalan.
Sampul Novel Dosen Fisiologi Cantik
7.9
Sebuah pertanyaan intim mengenai proses kehamilan dan hubungan biologis memicu situasi yang sangat canggung di dalam asrama dalam novel Dosen Fisiologi Cantik. Seorang murid laki-laki dengan nekat mendesak gurunya ke atas ranjang demi mendapatkan jawaban. Kejadian memalukan ini semakin tidak terkendali ketika sang murid melucuti pakaian sang guru dan memohon untuk diajarkan secara praktis, menghadapkan sang guru pada situasi yang sangat sulit.
Sampul Novel Hot Mama And Could Daddy
8.6
Kepergian Elena memaksa Rio mengasuh Zain, anak tirinya yang menyimpan kemampuan meramal misterius. Walau tak sedarah, Rio berusaha menjadi sosok ayah terbaik. Namun, kebenaran kelam tentang masa lalu Elena sebagai pelacur perlahan terungkap. Zain tiba-tiba memperingatkan Rio mengenai rencana jahat Elena dan Sarah yang ingin menjebaknya menggunakan obat-obatan malam ini. Kini, Rio menghadapi dilema besar antara melindungi dirinya atau menjaga kebahagiaan sang putra.
Sampul Novel Kutandatangani Dosa Mereka
9.0
Dikhianati di kehidupan lalu hingga menderita di penjara, Tiara memutuskan mengambil langkah berbeda saat terlahir kembali. Ketika tunangannya, Ferdi, memohon agar ia mengaku bersalah demi menyelamatkan Hanaya yang sedang hamil, Tiara langsung menyetujuinya. Hanaya segera memfitnahnya di media atas pencurian rahasia dagang Perusahaan Lukito. Namun saat persidangan, Rian Lukito selaku penggugat justru mencabut tuntutan dan bersujud melamar Tiara di depan umum.
Sampul Novel Misteri Masalembo (Crash Landing)
8.8
Badai dahsyat menyeret pesawat Airbus A320 masuk ke portal masa lalu di sebuah benua asing. Di tengah kabin yang dipenuhi arwah berdosa dan gas beracun selama dua jam penuh teror, sang pilot Adam bekerja sama dengan ahli astrofisika Austria, Ingrid Rose. Mereka berjuang memecahkan teka-teki rumit demi kembali pulang. Upaya itu berhasil, namun badai membuat bahan bakar habis. Pendaratan darurat di perairan luas pun tak terhindarkan agar semua bisa selamat.
Sampul Novel Wanita Penghibur untuk Suamiku
8.9
Didorong rasa putus asa dan cinta, Naura mengambil langkah nekat dengan menyediakan wanita penghibur untuk sang suami. Di tengah kepedihan rumah tangga yang menyiksa, ia tetap bertahan demi membalaskan dendam kematian keluarganya. Sebagai satu-satunya korban selamat dari kecelakaan maut yang merenggut nyawa orang tuanya, Naura masih dihantui trauma hebat saat melihat mereka tewas terbakar di dalam mobil. Ingatan kelam itulah yang kini memicu tekadnya mencari keadilan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan