APKDock Logo
Sampul Novel Istri Yang Tak Dianggap

Istri Yang Tak Dianggap

9.6 / 10.0
Kebahagiaan rumah tangga Arshella dan Dion yang baru saja terjalin kini diambang kehancuran. Masa lalu Arshella kembali membayangi lewat kehadiran seorang pria yang membawa prahara besar. Ketegangan memuncak saat pria tersebut secara sepihak mengklaim sebagai ayah biologis dari anak Arshella. Di tengah badai ini, kesetiaan serta keutuhan cinta Arshella kepada Dion benar-benar diuji dalam sebuah pilihan yang sangat sulit.

Istri Yang Tak Dianggap Bab 1

Fyuh ...

"Akhirnya masalah selesai," gumam Shella sembari membuang napas panjangnya.

Ya! Hari ini terasa begitu melegakan baginya setelah menemani serangkaian sidang perceraian suami dengan istri sebelumnya sampai mereka resmi bercerai dan Shella menjadi istri Dion satu-satunya.

Ting tong!!

Suara bel pintu yang terdengar sampai ke ruang tengah, berhasil membuat Shella mengerjap kala ia tengah asyik bermain dengan putru kecilnya.

"Mbok!? Tolong bukakan pintu, sepertinya ada tamu," teriak Shella berusaha memanggil asisten rumah tangganya. Lalu ia kembali menemani Arshetta menempel-nempelkan beberpa puzle bergambar.

Beberapa menit berlalu, tiba-tiba bel tersebut kembali terdengar membuat Shella kembali mengerjap.

"Mbok Yem ke mana ya?" gumamnya, ia pun melihat anak perempuannya yang masih asyik memainkan beberapa mainan lainnya, "Sayang, Mama ke depan dulu ya! Shetta tunggu di sini dan jangan ke mana-mana."

Arshetta pun mengangkat kepalanya kemudian menjawab, "Iya, Ma."

"Anak pintar!"

Tanpa menunggu lama lagi, Shella lantas bangkit dari duduknya dan bergegas menuju pintu utama.

Dalam hati ia menduga-duga siapa seseorang di balik pintu tersebut.

Ceklek!

Ketika pintu terbuka, seketika saja kedua mata wanita itu terbelalak dengan kening yang mengerut.

Tampak seorang lelaki bertubuh tinggi berpakaian rapi tengah membelakanginya.

"Maaf, cari siapa ya?" tanya Shella bernada sopan.

Lelaki itupun membalikkan tubuhnya sembari menampakkan senyuman lebarnya. Seketika saja membuat Shella terkejut bukan main.

"Selamat siang! Long time no see, Nyonya Arshella!"

Deg!

Shella tampak shock, kedua bola matanya membulat sempurna, tubuhnya terasa kaku bahkan tak dapat bergerak sedikitpun.

Ya! Wanita itu tentu saja merasa terkejut dengan kehadiran lelaki yang dahulu menghantui bahkan sempat mengancamnya.

Dengan suara yang terdengar bergetar karena rasa takut yang menyelimuti, Shella pun berkata, "M-mau apa lagi kamu ke sini, Hans!? Bukankah sudah kukatakan untuk tidak menemuiku lagi!?"

Mendengar ucapan Shella yang seakan-akan merasa terganggu, membuat Hans berdecih sembari memutar bola matanya.

"Hmm, kupikir kau sudah melupakanku. Ternyata belum," ucap lelaki itu bernada menyinggung, "Yah ... mana mungkin kau lupa padaku bukan? Seorang pria yang-"

"Cukup! Jaga perkataanmu dan tolong tinggalkan tempat ini!"

Shella berusaha menghentikan perkataan Hans yang tak ingin ia dengar dalam bentuk apapun terkait kejadian masa lalunya.

Dengan raut wajah yang tampak memerah bak kepiting rebus, bahkan wanita itu sesekali mengedarkan pandangannya takut-takut seseorang melihat dirinya dan menguping pembicaraan tersebut.

Sedangkan Hans, lelaki itu terlihat bersikap tenang seolah tak ada yang harus ia khawatirkan.

Hans pun berdecih dengan senyuman sinis yang tiba-tiba menampak.

"Astaga ... kau masih saja menyangkal, tapi tidak apa. Aku berkunjung ke sini hanya ingin bertemu dengan anakku," jelas Hans, "Di mana dia?"

"Berhenti mengada-ngada, dia bukan anakmu!" elak Shella menekankan.

Ya! Alih-alih menjawab dan bersikap baik terhadap tamunya, Shella justru berlagak arogan, seakan-akan ia sangat benci melihat lelaki itu menemui dirinya.

Ucapan Shella pun berhasil membuat kesabaran Hans terkuras habis, ia datang dengan senyuman namun tak disangka ia disambut dengan sikap dan perilaku Shella yang kasar.

Di tengah-tengah suasana yang semakin panas tersebut tiba-tiba terdengar suara anak kecil dari dalam rumah tersebut.

"Ma!? Mama di mana!?" Lalu beberapa detik kemudian muncul seorang gadis kecil memeluk paha Shella dari belakang.

Hal itu jelas membuat Shella terkejut bukan main, kenapa Arshetta tiba-tiba saja muncul?

Perasaan Shella kini terasa campur aduk, ia tentu tak ingin putri kecilnya bertemu dengan Hans.

Akan tetapi meskipun begitu, tampaknya Hans terlihat senang, bibirnya menyeringai dengan indah kala ia bertemu dengan Arshetta, gadis kecil berusia 5 tahun tersebut.

"Hallo, anak manis! Senang bertemu-"

"Shetta, Mama 'kan sudah bilang kamu tunggu di dalam saja," ujar Shella lekas berjongkok dan menatap putrinya sembari memegangi kedua tangannya.

"Tapi ... Mama lama sekali, Shetta jadi takut," jawab Arshetta dengan mimik wajah ketakutan.

Betul! Wanita itu kentara sekali berusaha membuat anaknya agar tidak bertegur sapa dengan Hans.

Hal itu semakin membuat Hans geram, namun tak dapat dipungkiri, ia terus berusaha mengendalikan sikapnya dan berperilaku baik di depan gadis kecil itu.

Untuk apa lagi? Hans jelas tidak ingin menciptakan kesan buruk saat pertemuan dengan Arshetta untuk kali pertama.

Sementara itu Shella, ia kini semakin gugup dan panik. Lalu tanpa berpikir panjang ia kembali bangkit dan menatap Hans dengan tatapan tajam seakan-akan kemarahan telah menguasainya.

"Maaf, sepertinya kamu harus pergi," ucapnya ketus, lalu mengalihkan pandangannya mengarah pada Arshetta, "Ayo, Sayang. Kita main lagi di dalam."

Belum sempat Hans berkomentar, Shella telah lebih dahulu menutup pintu tersebut bahkan sebelum ia memberi kesempatan padanya untuk berbicara lebih banyak.

Hans tetap diam dengan pandangan kosong, tubuhnya seakan-akan kaku, terpaku dengan perkataan Shella yang tetap saja menolak kehadirannya.

Hingga beberapa detik berlalu sampai akhirnya Hans mendengkus kesal sembari menampakkan senyuman sinisnya.

"Tch!"

Hans membalikkan tubuhnya, lalu bertolak pinggang menatap sekeliling.

Sungguh! Ia tak bisa berkata apapun untuk sekadar melampiaskan kekesalannya, niatannya untuk melihat gadis kecil yang selalu ia rindukan rupanya tak membuahkan hasil.

Yang ia dapat hanya cacian dan ancaman dari Shella.

Lalu pandangannya beralih pada paper bag yang sedari tadi ia pegangi tanpa sempat memberikannya kepada Arshetta.

"Aish!! Aku sampai lupa memberikan ini," gumamnya bernada lemah.

Hans kembali menatap pintu yang sudah tertutup rapat tersebut dan berpikir sejenak.

Tetapi semua percuma saja, jika ia kembali mengetuk pintu tersebut berniat untuk memberikan hadiah itu, bukan hal aneh jika Shella menolaknya bahkan mungkin saja wanita itu membuangnya tepat di depan Hans.

Hans pun menggeleng-gelengkan kepalanya kala ia membayangkan hal itu, "Tidak, sepertinya itu bukan ide yang bagus!"

Lelaki itupun berjalan satu langkah dan berjongkok, lalu meletakkan paper bag tersebut tepat di samping pintu bersama dengan langkah kakinya meninggalkan rumah itu.

***

"Bagaimana ini? Kupikir dia tidak akan kembali ke dalam hidupku lagi," gumam Shella dalam hati.

Tentu, setelah ia mengusir Hans dengan bersikap kasar, rupa-rupanya masalah tak berhenti sampai di situ. Pikiran Shella kini terasa kalut memikirkan suatu hal bahkan telah ia kubur dalam-dalam.

Kedua matanya fokus memerhatikan Arshetta yang tengah asyik mewarnai buku bergambar, namun tidak dengan pikirannya.

"Bagus gak, Ma?" tanya Arshetta sembari mengangkat gambar yang telah selesai ia warnai.

Tetapi ibunya tidak menjawab pertanyaan anak itu dan hanya terdiam.

"Ma?"

Satu panggilan dari Arshetta tak lantas membuat Shella menoleh, wanita itu tampak melamun kala ia kembali menemani Arshetta bermain di ruang tengah.

"Ma??" Arshetta kembali berusaha memanggil ibunya, namun kali ini ia menaikkan nada bicaranya hingga berhasil membuat Shella mengerjap terkejut.

"Y-ya!?" sahut Shella mendelikkan matanya, "A-ada apa, Sayang?"

Shella tampak ketar ketir, menunjukkan gelagat aneh sehingga membuat Arshetta sedikit merasa heran dengan tingkah laku ibunya sendiri.

Arshetta pun kini terlihat kesal, karena baru kali ini ia merasa diabaikan oleh ibunya.

Sedangkan Shella yang telah menyadari sikap anaknya pun merasa sedih dan menyesal, bisa-bisanya ia terhanyut dalam lamunannya sendiri.

Di tengah-tengah itu, dering ponsel lantas membuat perhatiannya kembali teralihkan. Shella pun melihat layar ponsel yang memperlihatkan deretan angka yang berjejer, tentu ia tidak mengenali sang penelepon tersebut.

"Tunggu sebentar ya, Nak!" ujarnya lalu meraih ponsel itu dan kemudian menekan tombol hijau.

Detik berikutnya Shella tampak terdiam, dengan kedua mata terbuka lebar kala ia berbicara dengan sang penelepon.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Istri Yang Tak Dianggap

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Gairah Tersembunyi Bos Killer
8.6
Sebagai lulusan terbaik yang ambisius, Nina mendapati jalan kariernya terhambat oleh Nathan, atasannya yang terkenal kejam di kantor. Namun, sebuah momen lembur malam mengubah segalanya dan mengungkap kehangatan tersembunyi sang bos. Benih cinta pun tumbuh di antara mereka, memaksa keduanya menjalin hubungan asmara secara rahasia. Kini, Nina harus menghadapi dilema besar di tengah persaingan kantor, intrik pekerjaan, dan rahasia hubungan mereka.
Sampul Novel Istri yang Dianggap Sempurna
9.6
Kegagalan dua kali pernikahan menyadarkan Keyyan Munir bahwa modal ketampanan fisik saja tidak cukup tanpa kestabilan finansial. Di tengah keputusasaan itu, ia jatuh cinta dan menikahi Shabilal Haq, atau Shabby. Namun, Keyyan tidak mengetahui bahwa sang istri yang tampil sebagai wanita cantik tersebut sebenarnya lahir dengan organ ganda. Akankah pernikahan mereka tetap bertahan saat rahasia biologis Shabby yang selama ini disimpan rapat akhirnya terungkap di hadapan Keyyan?
Sampul Novel Jangan Salahkan Aku Pergi
9.5
Tepat setelah malam pertama pernikahan mereka yang sakral, Merrisa Amalia harus menghadapi kenyataan yang sangat pahit. Kehidupan Mer hancur seketika saat sebuah rahasia kelam terungkap: Adi, sang suami baru, ternyata telah memiliki istri dan anak lain di luar sana. Di tengah kehancuran hati akibat kebohongan besar ini, Mer kini dihadapkan pada pilihan sulit. Apakah ia akan tetap bertahan, atau memilih pergi demi mempertahankan harga dirinya?
Sampul Novel Mantan Suamiku, Penyesalanmu Terlambat Sudah
8.7
Zahara merenggang nyawa dengan tragis di gudang dingin menjelang persalinannya. Ia dikhianati oleh Ardy yang lebih memilih memercayai Kamila dan Astrid. Setelah kehilangan hidup dan bayinya akibat kekejaman mereka, keajaiban membawanya kembali ke masa lalu. Kini, ia terbangun sebagai putri tunggal dari keluarga konglomerat yang sangat berkuasa. Tidak lagi buta karena cinta, Zahara siap memakai identitas aslinya untuk menghancurkan Ardy dan keluarganya demi membalas setiap rasa sakitnya.
Sampul Novel Permainan Mustahil
9.7
Cairan anggur merah mengalir perlahan melewati leher jenjang hingga membasahi dadanya, membuat kemeja putih yang dikenakannya melekat erat pada tubuh yang gemetar. Meski didera rasa gugup yang hebat, ada ketegangan mendalam yang justru membangkitkan sensasi lain dalam dirinya. Untuk pertama kali dalam hidupnya, wanita ini secara sadar mengambil langkah berani untuk menggoda pria lain yang bukan suaminya, memulai sebuah permainan berbahaya yang dipenuhi misteri dan hasrat terlarang.
Sampul Novel Tentara Langit Penjaga Hati
8.0
Kegagalan pernikahan masa lalu membuat Letnan Satu Wardana kehilangan rasa percaya diri untuk kembali membuka hati. Namun, pertemuannya dengan Zanna mengubah segalanya. Wardana harus berjuang keras demi mendekati wanita tersebut, sementara Zanna yang didera trauma mendalam telah bersumpah untuk menutup diri dari pria mana pun seumur hidupnya. Mampukah ketulusan dan perjuangan gigih sang tentara meruntuhkan benteng pertahanan kokoh yang dibangun Zanna?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan