APKDock Logo
Sampul Novel (Bukan) Pernikahan Impian

(Bukan) Pernikahan Impian

9.8 / 10.0
Dara menghadapi tekanan besar dari keluarga yang menuntutnya segera menikah demi menghindari perjodohan paksa. Di tengah situasi pelik itu, ia bertemu Alfan, seorang duda yang kesulitan mengasuh putri kecilnya sendirian sejak kepergian istrinya. Demi menghadirkan sosok ibu bagi sang anak, Alfan menawarkan sebuah solusi praktis kepada Dara. Keduanya pun sepakat memulai pernikahan yang didasari oleh kebutuhan mendesak satu sama lain.

(Bukan) Pernikahan Impian Bab 1

Dara menatap tajam pada sosok pria yang berada tak jauh dari dirinya. Pria yang duduk di sofa yang hanya berjarak beberapa meter dari tempat tidurnya terlihat serius pada pekerjaannya, hal tersebut terbukti dengan jemari yang masih sibuk menari di atas laptopnya. Lelaki tersebut bahkan tak merasa terganggu dengan mata yang sedari tadi mengintainya. Sesekali Dara menarik nafas untuk menambah sisa-sisa kesabaran.

"Kamu nggak tidur, Ra?" Tanya seseorang di seberang dengan pandangan yang tak berpindah dari laptopnya, jemarinya masih sibuk menari di atas keyboard yang bunyi suaranya masih dapat didengar dari jarak yang lumayan jauh antar keduanya.

"Ini mau tidur." Ujarnya seraya menghempaskan dan segera membungkus tubuhnya dengan selimut yang menutupi hingga sebatas lehernya. Sang pria hanya menatap sekilas pada sang wanita yang tidur dengan membelakanginya, namun hanya sekejap, tiba-tiba tubuh yang tadi terbaring kini terbangun kembali.

"Kamu.... nggak ada niatan ngapa-ngapain aku kan, Al?" Tanya sang wanita dengan tatapan menelisik. Sedangkan yang di tanya hanya mengerutkan kedua alisnya.

"Ngapa-ngapain yang bagaimana maksud kamu?" Bukan sebuah jawaban yang diberikan sang pria melainkan sebuah pertanyaan balik yang terlontar.

"Ya pokoknya kamu jangan ngapa-ngapain aku, jangan dekat-dekat aku, jangan tidur seranjang sama aku." Ucapnya dengan nada suara yang lumayan memekakkan telinga, tak peduli jika suaranya bisa terdengar orang lain.

"Jangan tidur seranjang sama kamu?, terus kamu suruh aku tidur di mana?, sebenarnya aku bisa saja tidur di kamar lain tapi apa kata keluarga kita nanti kalau aku tidur dikamar lain dan kamu tidur di sini, sementara ini malam pertama kita." Ucap sang pria seraya melipat laptop yang tadi berada di pangkuannya lalu kemudian diletakkan di meja yang berada depannya.

Ya pria tersebut adalah Alfan, lebih tepatnya Alfan Rasya Mahendra yang tadi pagi secara resmi mengucapkan ikrar akad atas nama wanita yang saat ini duduk di tempat tidurnya. Wanita yang dia nikahi dengan alasan ingin memberikan sosok ibu pada putri semata wayangnya, sedangkan sang wanita yang memiliki nama Dara Maharani itu pun mempunyai sebuah alasan untuk menerima pinangan darinya jika tak ingin wanita yang biasa disapa Dara harus mengikhlaskan dirinya dinikahkan dengan pilihan ayahnya. Memang benar pernikahan mereka adalah pernikahan berlandaskan simbiosis mutualisme semata bukan seperti kebanyakan pasangan suami istri yang menikah berasaskan saling cinta.

"Ya pokoknya aku nggak mau kita tidur seranjang. Kalau kamu nggak mau tidur di kamar lain, kamu bisa kok tidur di sofa." Ucap Dara.

"Kamu....suruh aku tidur di sofa?" Tanya sang pria tak habis pikir, bahkan keningnya sampai terlihat mengeriput setelah mendengar penuturan dari sang lawan bicara. "Kamu Amnesia, Ra?, kamu nyuruh aku tidur di sofa?" Seraya jari telunjuknya menunjuk pada tempat yang saat ini di duduki. "Kamu nggak lupakan? Kalau ini masih rumah aku?, berarti aku yang tuan rumah disini."

"Terus kamu minta aku yang tidur di sofa gitu?, minta seorang perempuan tidur di sofa sementara kamu yang laki-laki bisa pulas tidur di kasur gitu?" Tanya Dara ketus seraya melipat tangannya di bawah dada.

"Emangnya ada kata-kata aku tadi yang suruh kamu tidur di sofa?" Sang pria masih berbicara dengan sikap tenangnya. "Kita tetap bisa tidur satu ranjang Dara. Kalau kamu takut kamu aku apa-apain kamu, aku bisa jamin kalau nggak akan terjadi sesuatu sama kamu. Kita bisa menempatkan guling di tengah-tengah kita sebagai penyekat." Pria tersebut melangkah mendekat ke arah tempat tidur, namun tanpa di duga saat dirinya sudah semakin dekat dengan tempat tujuan justru dirinya mendapat sebuah hadiah bantal yang melayang dari sang wanita.

"Kita sedang nggak dalam pernikahan yang sesungguhnya, Al. Kamu tolong pahami itu." Setelah mengucapkan kata-kata tersebut, tubuh Dara pun seketika terjatuh ke kasur dengan arah yang memunggunginya. Sedangkan sang pria yang berdiri dekat tempat tidur akhirnya mengambil bantal yang tadi di lempar Dara, kakinya melangkah ke arah almari untuk mengambil selimut karena tak ada seseorang yang akan menghangatkan tubuhnya jika nanti dia kedinginan. Lalu di baringkan tubuhnya pada sandaran sofa , dan mulai dipejamkan kedua matanya sebab merasakan lelah yang teramat karena seharian menerima tamu yang jumlahnya bisa dibilang tak sedikit.

***

Pagi harinya Alfan terbangun lebih dulu dibanding Dara. Dia menoleh pada wanita yang masih meringkuk di bawah selimut. Dilipatnya selimut yang tadi malam menemani tidurnya, lalu kakinya melangkah menuju almari, dikembalikannya selimut tersebut pada tempat asalnya. Kakinya kemudian melangkah pada tempat tidur, ia mengamati perempuan yang sudah sah menjadi istrinya. Tak sadar dirinya menarik kedua sudut bibirnya menatap betapa polosnya sang istri saat tertidur. Sangat berbeda sekali jika nanti dirinya sudah terbangun. Alfan memutuskan untuk mandi terlebih dahulu.

"Aaa.....kamu mau ngapain?, awas aja kalau berani macam-macam aku akan teriak." Alfan sampai menutup kedua telinganya akibat mendengar teriakan sang istri yang memekakkan telinga.

"Kamu nggak ada hobi lain apa selain teriak-teriak, Ra?" Alfan terlihat santai berjalan ke arah almari yang terlihat tak mempedulikan pada protes dari Dara.

"Kamu bisa kan ganti bajunya di kamar mandi aja, sengaja banget mau cari perhatian aku." Protes Dara lagi. Bayangkan saja saat bangun tidur Dara langsung disuguhkan pemandangan yang menggugah selera hanya saja dia tak mau mengakui, terlalu gengsi baginya untuk memuji betapa seksinya sang suami yang keluar kamar mandi hanya menggunakan handuk sebatas paha dengan bagian atasnya yang tak memakai apa pun hingga dirinya dapat melihat roti sobek di perut suaminya.

"Kenapa?, kamu takut kalau kamu khilaf?" Kata Alfan dengan seringaianya.

"Jangan mimpi, udah pagi juga." Ucapnya seraya mengalihkan pandangan, bisa benar-benar khilaf nanti Dara jika terlalu lama menatap Alfan.

"Padahal aku nggak apa-apa loh kalau kamu khilaf." Masih dengan senyum saat Alfan menjawabnya.

"Pernikahan ini bukan pernikahan yang sesungguhnya, jadi kamu jangan banyak berharap sama aku. Kita hanya perlu bersikap sebagai suami istri jika di depan orang tua kita. Satu hal lagi, kamu jangan meminta aku melakukan pekerjaan selayaknya seorang istri, karena aku nggak mau dibebani oleh pekerjaan-pekerjaan itu. Aku juga bebasin kamu kalau mau dekat dengan perempuan lain, begitu pula aku berhak dekat dengan pria mana pun karena aku nggak suka di kekang." Ucap Dara panjang lebar.

"Aku nggak akan minta kamu melakukan pekerjaan rumah, karena aku punya asisten rumah tangga yang aku pekerjakan. Aku nggak akan menuntut banyak hal dari kamu, aku hanya minta satu hal sama kamu." Alfan tak langsung berbicara, dia menarik nafas dalam -dalam sebelum kemudian kembali berkata.

Lanjut Membaca

Daftar Isi (Bukan) Pernikahan Impian

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Cinta berlapis Dusta
8.4
Dalam novel Cinta berlapis Dusta, seorang wanita terlahir kembali demi menghindari takdir tragis diselingkuhi dan dilumpuhkan oleh Jayden. Ia memilih menikah dengan adik iparnya, Simon Hanson. Saat kecelakaan serupa terulang, Simon langsung menjebloskan Clarisse ke penjara. Namun lima tahun kemudian, ia menyadari kebenaran pahit bahwa Simon dan putra kandungnya sendiri sebenarnya hanya mencintai Clarisse. Ia pun memilih melepaskan mereka.
Sampul Novel Delasio
8.0
Kebiasaan Alesio mempermainkan wanita hancur seketika saat Adela mempermalukannya di depan publik. Namun, ketika musuh-musuh berdatangan untuk menjatuhkan Alesio, Adela justru hadir menyelamatkannya. Dari sana, hubungan mereka berkembang menjadi persahabatan erat. Sayangnya, kedekatan ini perlahan menguak rahasia kelam masa lalu yang saling terikat. Saat luka lama terungkap, Alesio memilih menjauh dan menyesali persahabatan yang kini dianggapnya tak pernah boleh ada.
Sampul Novel Dikorbankan Demi Keselamatan Cintanya
8.7
Ketika penculikan melanda diriku dan Elowyn, mantan kekasih suamiku, dia yang berprofesi sebagai ahli negosiasi segera datang menyelamatkan. Namun, saat diberi pilihan membebaskan satu sandera, suamiku justru memilih menyelamatkan Elowyn. Dia tega mendorongku ke arah penculik demi menjaga kesucian mantan kekasihnya, menganggapku yang sudah menikah bisa menanggung kepahitan itu. Dia tidak tahu saat itu aku tengah mengandung anaknya yang berusia tiga bulan.
Sampul Novel Naluri Lelaki
8.5
Eric Damian sukses besar dalam karier berkat kerja kerasnya, tetapi kehidupan asmaranya justru berjalan rumit. Di balik gelimang harta dan pencapaiannya, hati Eric telah tertutup rapat bagi perempuan lain. Naluri cinta dan ketertarikan mendalamnya hanya tertuju pada satu sosok wanita, yakni Dewi Bela. Kisah ini mengikuti perjuangan gigih Eric demi menaklukkan hati sang pujaan dan meraih kebahagiaan sejati bersamanya.
Sampul Novel PENGAKUAN ANAKKU
7.8
Larissa kini harus menghadapi kenyataan yang sangat menyakitkan. Niat tulus serta kebaikan yang ia berikan justru berbalik menjadi senjata yang melukai dirinya sendiri, alih-alih mendapatkan penghargaan. Pengorbanan besarnya terasa sia-sia, bagaikan air susu yang dibalas dengan air comberan. Kini, Larissa terjebak dalam dampak buruk yang sangat merugikan akibat kemurahan hatinya sendiri yang justru berubah menjadi bumerang yang menghancurkan.
Sampul Novel Resiko Pekerjaan Pengasuh Menyusui
8.3
Karena nyonya dari keluarga kaya tidak bisa menghasilkan ASI, protagonis wanita yang masih dalam masa menyusui disewa untuk datang langsung ke kediaman mereka demi menyusui sang bayi. Namun, sebuah kekeliruan besar terjadi di rumah megah tersebut. Ketika sedang menjalankan tugasnya menyusui si kecil, suami miliarder dari majikannya tiba-tiba salah mengenali identitasnya. Pria kaya itu mengira pengasuh bayinya adalah istrinya sendiri, memicu ketegangan dan situasi tak terduga.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan