APKDock Logo
Sampul Novel Jangan Salahkan Aku Pergi

Jangan Salahkan Aku Pergi

9.5 / 10.0
Tepat setelah malam pertama pernikahan mereka yang sakral, Merrisa Amalia harus menghadapi kenyataan yang sangat pahit. Kehidupan Mer hancur seketika saat sebuah rahasia kelam terungkap: Adi, sang suami baru, ternyata telah memiliki istri dan anak lain di luar sana. Di tengah kehancuran hati akibat kebohongan besar ini, Mer kini dihadapkan pada pilihan sulit. Apakah ia akan tetap bertahan, atau memilih pergi demi mempertahankan harga dirinya?

Jangan Salahkan Aku Pergi Bab 1

"Saya terima nikah dan kawinnya Merrisa Amalia binti Adan dengan mas kawin cincin emas seberat lima gram dan uang tunai sebesar lima puluh juta rupiah dibayar tunai."

Adinandya Kharisma Putra mengucapkan kalimat kabulnya dengan hanya satu tarikan napas saja, tentu saja hal itu membuat sang mempelai wanita benar-benar merasa bangga dan juga bahagia.

"Bagaiaman para saksi?" tanya pak penghulu.

SAH! "

Kata itu seakan mengalun indah di gendang telinga Merrisa Amalia. Dia begitu senang, karena akhirnya dia bisa menikah dengan lelaki yang melamarnya secara baik-baik ke rumahnya.

Lelaki dewasa yang terpaut usia tiga belas tahun dengannya. Lelaki dewasa yang sudah berhasil menaklukan hati seorang Merrisa Amalia.

Lelaki itu, memang baru saja dikenalnya selama 3 bulan. Akan tetapi, lelaki itu sangat baik dan dia begitu perhatian terhadap Merrisa.

Lelaki itu juga sangat baik terhadap pak Adan, bapaknya Merrisa. Lelaki itu juga sangat baik terhadap Johan, adiknya Merrisa.

Merrisa pun langsung jatuh hati terhadap kebaikan lelaki itu, Merrisa menyukai sifat lelaki itu yang dia rasa sangat lembut dan berwibawa.

"Akhirnya, Sayang. Kamu sudah sah menjadi istriku, bersiaplah." Bisik Adinandya tepat di telinga Merrisa.

Merrisa terlihat tersipu malu, dia jadi membayangkan hal yang tidak-tidak gara-gara ucapan Adi. Adi yang melihat akan hal itu langsung terkekeh, dia merasa begitu gemas ketika wanita yang kini baru saja sah menjadi istrinya itu tersipu malu karena ulahnya.

Pernikahan sederhana yang Adinandya rencanakan dengan matang pun telah terlaksana, dia memang sengaja tak mengundang banyak orang.

Dia beralasan, bahwa dia tidak ingin melakukan pernikahan secara besar, karena ingin melaksanakan acara pernikahannya dengan khidmat yang hanya dihadiri oleh pihak keluarga inti saja.

Merrisa pun setuju, kerena dia memang tidak terlalu suka akan keramaian. Lagi pula, menurut Merrisa uang untuk acara resepsi mending ditabung saja buat masa depan daripada dihamburkan secara sia-sia.

Toh yang terpenting masa setelah mereka menikah nanti seperti apa. Bukan tentang pernikahannya semewah apa.

Semua rangkaian acara dilaksanakan dengan khidmat. Walaupun tak banyak tamu yang datang, seakan tak mengurangi kebahagiaan dari Merrisa dan juga Adinandya.

Bahkan, sepanjang acara berlangsung Merrisa dan Adinandya terlihat sangat senang, begitupun dengan pak Adan dan juga Johan, adik dari Merrisa.

"Kamu senang, Mer?" tanya Adi.

"Tentu," jawab Mer tersipu-sipu.

Sepanjang acara resepsi pernikahan yang digelar secara sederhana berlangsung, Adi dan juga Mer terus saja tersenyum dengan begitu bahagia.

Mer terlihat begitu lengket kepada pria yang baru saja mengesahkan dirinya sebagai istrinya, Adi juga memperlakukan Mer dengan penuh cinta selama acara berlangsung.

Tentu saja hal itu membuat keduanya terlihat merasakan kebahagiaan yang tiada tara, hingga tidak lama kemudian acara resepsi pernikahan sudah berakhir. Adi menghampiri pak Adan dan juga Johan, dia ingin berpamitan dan meminta izin untuk memulai rumah tangga mereka.

"Pak, izinkan saya membawa Mer ke rumah saya. Saya ingin berumah tangga secara mandiri dengan Mer," ucap Adi.

Mer merasa terharu mendengar ucapan dari Adi, ternyata Adi begitu sopan saat meminta izin kepada bapaknya.

Pak Adan tersenyum, lalu menepuk pelan pundak lelaki yang baru saja menjadi menantunya. Pria yang dia rasa bisa menuntun putrinya menjadi istri yang sholeha.

"Silakan, Nak. Bawalah istrimu pergi ke rumahmu. Akan tetapi, bapak minta tolong jaga anak Bapak dengan baik. Bahagiakan dia, buatlah dia menjadi istri yang patuh terhadap suaminya."

Pak Adan berpesan kepada lelaki yang baru saja menjadi menantunya, tentunya dia meminta menantunya tersebut untuk membahagiakan putri tersayangnya.

Adi terlihat menganggukan kepalanya, sebagai tanda setuju dengan apa yang diucapkan oleh mertuanya.

"Pasti, Pak. Saya sangat menyayangi istri saya, saya pasti akan berusaha untuk membahagiakan putri Bapak. Kalau begitu, kami permisi, Pak." Adi langsung mencium punggung tangan pak Adan.

Adi juga tak lupa berpamitan dengan Johan, adik laki-laki Merrisa yang kini tengah menjadi adik iparnya. Pria itu terlihat menatap Adi dengan tatapan penuh harap, dia berharap jika Adi mampu membahagiakan kakak perempuannya itu.

"Abang pulang dulu, kalau kamu sempat mainlah ke rumah." Pamit Adi pada Johan seraya menepuk pundak adik iparnya.

"Iya, Bang. Jaga Kakak aku dengan baik ya, jangan sakiti dia," pinta Johan pada Adi.

"Pasti!" jawab Adi dengan yakin.

Sebelum Mer ikut ke rumah Adi, Mer memeluk bapaknya dengan erat. Dia juga memeluk adiknya dengan sangat erat, Mer sebenarnya merasa sangat berat untuk meninggalkan mereka berdua.

Bahkan air Mata Mer kini mulai turun dan membasahi kedua pipinya, Mer dengan cepat mengusap air matanya, lalu melerai pelukannya.

"Mer pergi, Bapak sama Johan jaga diri baik-baik." Mer berucap dengan suara yang serak, karena dia terus saja menangis.

"Kakak, tenang saja. Ada johan yang akan jaga Bapak, Kakak berbahagialah dengan kehidupan baru Kakak." Johan tersenyum seraya mengusap lengan Mer dengan penuh kasih.

Mer langsung tersenyum, dia senang karena ternyata adiknya sudah dewasa. Walaupun Mer berat untuk meninggalkan mereka, Mer harus ikhlas. Karena hari ini dia telah melepaskan masa gadisnya, dia juga sudah menjadi seorang istri dari Adinandya Kharisma Putra.

Sudah tidak mungkin lagi jika dia masih harus bermanja pada bapak dan adiknya lagi. Mer juga sadar jika dia sudah mempunyai tanggung jawab yang baru, dia sudah harus patuh terhadap suaminya itu.

"Pergilah, Nak. Berbahagiah dengan suami kamu," ucap Pak Adan.

Setelah berpamitan kepada pak Adan dan juga Johan, Mer langsung masuk ke dalam mobil milik Adi. Lalu, dia duduk di bangku samping kemudi.

Setelah memastikan jika istrinya sudah masuk ke dalam mobilnya dengan benar, Adinandya pun langsung melajukan mobilnya menuju kediamannya.

Sepanjang perjalanan menuju rumah Adi, Mer terlihat sangat bahagia. Senyum pun, tak pernah pudar dari bibirnya. Walaupun memang pada awalnya sempat dia merasakan kesedihan karena baru saja berpisah dengan kedua lelaki yang dia sayang.

Sesampainya di rumah Adi, Mer langsung diajak ke dalam kamar utama oleh suaminya. Semua barang-barang yang mereka bawa, langsung dirapikan oleh asisten rumah tangganya.

Adi yang terlihat tak sabar langsung menggendong istrinya, Mer. Adi menidurkan Mer di atas kasur berukuran besar milik Adi.

"Mas mau apa?" tanya Mer saat melihat Adi mulai mengungkung pergerakan tubuhnya.

Adi dengan tidak sabarnya langsung mengunci pergerakan tubuh Mer, tentu saja hal itu membuat Mer tidak bisa bergerak dengan bebas.

"Sayang, Mas, pengen. Mas mau kamu, Mas udah ngga tahan." Adi langsung menautkan bibirnya tanpa mendengarkan Mer mau berbicara apa.

Mer yang tahu dengan apa yang diinginkan oleh suaminya dengan senang hati langsung menyambut tautan bibir suaminya itu, dia mengimbangi permainan bibir suaminya yang dirasa begitu lihai.

"Mas!" erang Mer kita pagutan bibir mereka terlepas.

Mer terlihat terengah-engah, dia seolah kehabisan napas karena Adi mencium bibir Mer dengan tidak sabarnya.

"Apa, Yang? Mas udah ngga tahan, sekarang ya?" pinta Adi yang mulai membuka gaun pengantin yang dipakai oleh Mer.

"Iya, Sayang. Aku tahu kalau kamu udah pengen banget, tapi... izinkan aku untuk membuka gaun pengantinnya dulu. Izinkan aku untuk mencuci muka terlebih dahulu," ujar Mer.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Jangan Salahkan Aku Pergi

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Cinta Menjadi Dendam
8.0
Demi menyelamatkan nyawa Bima Arya yang divonis menderita kanker, Nimas rela menjalani operasi transplantasi dan menyerahkan dua per tiga organ hatinya. Di tengah rasa sakit pascaoperasi yang luar biasa, Nimas justru mendapati kenyataan pahit. Ia tidak sengaja mendengar Bima mengakui bahwa seluruh prosedur medis tersebut hanyalah kedok untuk membalas dendam atas kegagalan akademis Vivi. Bima berencana mencampakkan Nimas begitu Vivi kembali ke tanah air satu bulan lagi.
Sampul Novel Hamil Saat Bercerai
8.3
Setelah lima tahun menikah, Tiara diceraikan oleh Bayu yang memilih perempuan lain demi mendapatkan anak. Namun, rahasia besar terungkap setelah Tiara pulang ke rumah orang tuanya. Ia menyadari dirinya tengah mengandung buah hati Bayu. Di tengah luka akibat pengkhianatan sang mantan suami, Tiara kini dihadapkan pada pilihan sulit: apakah ia harus mengungkap kehamilannya kepada Bayu, atau memilih untuk menyembunyikan fakta tersebut selamanya?
Sampul Novel Kelakuan Papa Mertua
9.6
Hidup Riana berubah drastis setelah ia dipaksa memikul akibat dari kecerobohan papa mertuanya. Situasi kian membingungkan saat ia menyadari sikap mencurigakan orang tuanya sendiri, yang tampak menyetujui masalah tersebut. Riana pun terjebak dalam misteri besar mengenai motif asli di balik tindakan mereka. Apakah ada konspirasi tersembunyi yang sengaja dirancang untuk menjatuhkannya? Kini, ia harus berjuang mengungkap kebenaran di balik semua drama ini.
Sampul Novel Marrying With CEO
9.3
Kehidupan tenang Syafa Sidqyah, sekretaris muslimah berparas cantik yang penuh misteri, seketika terusik. Kehadiran sosok pendendam di tempat kerjanya, perusahaan Devan Putra Pramana, mengancam keselamatan Syafa. Saat berbagai rahasia masa lalu mulai tersingkap, ia justru terjebak dalam pernikahan tak terduga dengan bosnya sendiri. Mampukah ia menghadapi takdir rumit ini? Ikuti kisah penuh intrik antara ambisi sang CEO dan misteri yang menyelimuti mereka.
Sampul Novel Sentuhan Panas Pelayan Bar
9.2
Kayla harus membanting tulang sebagai pelayan bar sekaligus berkostum badut demi menyambung hidup. Takdir membawanya bertemu Andreas dalam dua kondisi berbeda. Di bar, Andreas terpikat oleh pesona Kayla hingga menawarinya pekerjaan model. Di sisi lain, Andreas malah jatuh cinta pada sosok badut jalanan, tanpa tahu bahwa itu adalah Kayla, model yang sangat ia benci. Rahasia identitas ganda ini kini mengancam hubungan mereka dalam pusaran konflik cinta dewasa.
Sampul Novel Terlahir Kembali: Suamiku Merasakan Sakitnya Melahirkan
8.5
Setelah kehilangan pekerjaan saat hamil empat bulan, seorang istri menghadapi kekejaman suaminya yang meminta pembagian pengeluaran masing-masing. Bahkan saat pendarahan, pria itu menolak membantu hingga ia dan bayinya tewas. Beruntung, ia terbangun kembali di hari suaminya mengajukan usulan tersebut. Kali ini ia langsung setuju, sebab suaminya tidak tahu bahwa ia adalah siluman kuda laut yang bisa memindahkan janin ke perut sang suami.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan