APKDock Logo
Sampul Novel Istri Serakah

Istri Serakah

8.1 / 10.0
Aku terlambat menyadari bahwa wanita yang kunikahi memiliki ambisi yang sangat gelap. Dia tidak hanya mengincar seluruh harta kekayaanku, tetapi juga ingin menguasai total kehidupanku. Buta karena cinta, aku baru tersadar setelah semua kekayaanku habis dirampas oleh keserakahannya. Kini, hidupku telah hancur lebur tanpa sisa. Penyesalan terdalam pun datang menghampiri saat seluruh hal yang pernah kuperjuangkan kini telah lenyap sepenuhnya.

Istri Serakah Bab 1

Ku parkirkan, mobilku di pinggir jalan, tepat di sebrang jalan rumah lamaku, yang sekarang ditempati oleh mantan istri dan kedua anakku.

Enam bulan kutinggalkan, rumahku tak banyak berubah, hanya bagian garasi beralih fungsi menjadi toko kelontong. Ada tumpukan tabung gas, galon air mineral berjejeran di sana.

Kulihat ada beberapa pembeli yang datang, nampak Frida, mantan istriku, sedang melayani mereka. Laris juga tokonya, gumamku dalam hati.

"TOKO BAROKAH"

SEDIA GAS, AIR MINERAL, SEMBAKO, DAN KEBUTUHAN RUMAH TANGGA LAINNYA. JUAL PULSA ALL OPERATOR DAN TOKEN LISTRIK.

Begitu yang tertulis di baner depan toko Frida. Dia memang patut kuacungi jempol, pekerja keras dan pantang menyerah. Dia juga yang sudah setia mendampingiku dari nol hingga sesukses sekarang.

Tapi sayang, pernikahan kami dihantam badai perceraian. Aku dan Frida berpisah enam bulan yang lalu.

"Assalamu'alaikum ... " sapaku ramah.

Setelah toko sepi pembeli, aku mengumpulkan segenap keberanian untuk menemui Frida. Tak mudah memang, karena aku pergi meninggalkan luka yang dalam.

"Waalaikum salam ..., eh ada Bang Farhan," ucap Frida salah tingkah.

"Boleh Abang duduk, Da?" ucapku pelan.

"Oh iya, Bang. Saya ambilkan kursi dulu, tunggu sebentar," ucap Frida, lalu masuk ke dalam, kemudian keluar membawa kursi plastik.

"Maaf duduknya di sini aja ya, Bang. Kita sudah bukan mahram, nggak enak dilihat tetangga nanti jadi fitnah, kan saya sendirian di rumah," ucap Frida sambil meletakkan kursi di depan etalase.

Sekarang aku duduk di depan etalase, sementara Frida berdiri di belakang etalase, kami ngobrol di batasi oleh lemari kaca itu.

Benar-benar Frida menjaga kehormatannya, tidak sepertiku yang suka menuruti hawa nafsu.

Kuperhatikan Frida terlihat lebih cantik dan segar, badannya lebih berisi sekarang, tidak seperti dulu, kurus kering.

"Kamu gemukan sekarang," ucapku basa-basi, tapi sebenarnya berkata jujur.

"Iya Bang, sekarang aku makan nasi, nggak makan hati lagi," ucap Frida membuatku merasa ditampar.

Sejak Frida tahu perselingkuhanku, dengan Freya mantan pacarku, yang sudah menjanda. Frida menjadi pemurung, pendiam, dan sering menangis sendiri, hingga badannya kurus tak terurus.

.

Tapi kini dia terlihat lebih menarik, wajahnya terlihat cerah, mungkin karena dia sudah bahagia.

Mendengar jawaban Frida, aku pun hanya bisa diam, apa yang dia ucapkan memang benar, aku sudah membuatnya makan hati.

"Tokomu ramai ya, Da?" ucapku lagi, mengalihkan pembicaraan.

"Iya Bang, alhamdulillah ... cukup untuk memberi makan dua anak yatim," sindirnya.

"Kok kami ngomong begitu, Da? Kan aku masih hidup? Masak kau bilang anak kita, yatim?" sanggahku, tak terima dengan ucapan Frida barusan.

"Hidup juga percuma, Bang. Orang Abang nggak pernah perduli sama anak-anak. Gak pernah kasih nafkah, kan lebih baik jadi yatim, Bang. Banyak yang menyantuni," sindir Frida.

Frida kok berubah gini, kata-katanya pedas, sepedas cabai rawit setan. Omongannya seperti sengaja menyerangku, dendam kali ya?

"Ya nggak gitu juga, Da. Aku bukan nggak perduli, atau nggak mau menafkahi anak-anak, aku sedang banyak kebutuhan," ucapku beralasan.

.

"Iya Bang, aku ngerti. Kebutuhan Abang memang banyak, Istri cantik perawatannya mahal, masih harus membiayai anaknya pula. Miris ya Bang? Anak sendiri dilantarkan, anak orang disayang-sayang," ucap Frida pelan, tapi terasa bagai tusukan pedang, menyakitkan.

Aku hanya bisa diam tanpa membalas ucapan Frida. Lebih baik aku mencari kata yang tepat untuk menyampaikan maksud dan tujuanku sini, agar Frida tidak tersinggung.

Belum apa-apa saja aku sudah diserang sedemikian rupa, bagaimana kalau aku mengatakan yang sebenarnya?

"Abang ke sini pengen ketemu anak-anak, ya?" tanya Farida memecah keheningan, di antara kami.

"Sayangnya anak-anak belum pulang, Bang. Ferina pulangnya jam dua belas, kalau Firni, jam dua, dia kan kelas enam, sudah mau ujian, jadi ada tambahan pelajaran," terang Frida tanpa kutanya.

Padahal kedatanganku bukan untuk menemui anak-anakku, melainkan menjalankan misi dari Freya, istri baruku. Entah mengapa merasa tidak kangen pada mereka, padahal sudah enam bulan tidak berjumpa.

Mungkin karena selama ini aku tidak perduli pada mereka, aku lebih suka bersenang-senang dengan Freya, apalagi setelah menikahi mantan pacarku itu, aku makin tidak perduli, toh ada anak-anak Freya, dan Freya sekarang juga sedang mengandung anakku, buah cinta terlarang kami.

"Nggak pa-pa, yang penting aku bisa ketemu kamu, ada hal penting yang ingin Ku bicarakan," balasku kemudian.

"Oh, hal penting apa ya Bang?" tanya Frida penasaran.

"Aku ingin menjual rumah ini," ucapku pelan, dengan kepala tertunduk.

Jujur aku takut mendapat murka dari Frida, tapi semua terpaksa aku lakukan. Ini semua permintaan Freya, yang tidak terima rumah ini ditempati Frida dan anak-anakku.

"Apa kamu bilang, Bang? Ingin menjual rumah ini? Lalu anak-anakmu mau tinggal di mana, Bang? Kolong jembatan?" ucap Frida tajam, membuat nyaliku surut seketika.

"Aku butuh uang untuk biaya renovasi rumah," lirihku.

"Bang, kamu masih punya otak kan? Coba pikir Bang! Apa yang sudah kamu berikan untuk kami setelah kita bercerai?" Aku yang tak berani menatap Frida, justru semakin menundukkan kepala.

"Sejak kau selingkuh dengan mantan pacarmu itu, apa pernah kasih nafkah ke aku?" Lagi-lagi aku hanya diam.

Hasil kerjaku sejak berselingkuh, kuhabiskan untuk menyenangkan Freya, yang punya selera tinggi itu.

"Mobil kau bawa, warung kau kuasai! Tabungan yang sedianya untuk kita naik haji sekeluarga, dan beli rumah yang lebih besar, kau habiskan untuk menyenangkan selingkuhanmu itu, sekarang rumah yang luasnya tak seberapa ini, kau minta juga?"

Aku dan Frida punya warung soto dengan tiga cabang, semuanya dalam penguasaanku sekarang. Uang tabungan yang Frida bicarakan, sudah kugunakan untuk membelikan rumah Freya, yang lebih besar dan lebih mewah dari rumah yang Frida tempati.

"Ta--- tapi, Freya menginginkan rumah ini juga, Da. Dia memintaku untuk menjualnya," ucapku terbata.

"Serakah sekali istrimu itu, Bang. Setelah dia merebut kebahagiaan kami, sekarang dia ingin merebut satu-satunya milik kamu yang tersisa? Dan kau hanya nurut saja, kayak kebo yang dicucuk hidungnya?

Baiklah kalau begitu, kalau kau minta hitung-hitungan, mari kita buat perhitungan," ucap Frida lembut dengan tatapan menusuk. Tak ada lagi Frida istriku yang lemah lembut, dan selalu mengalah padaku.

"Perhitungan, Da?"

"Iya, dan aku yakin, kau bakal menyesal karena menuntut lebih dariku, Bang," ucap Frida.

"Maksudmu apa, Da?"

"Tadinya aku tidak mau mengusik hidupmu, Bang. Tapi setelah kupikir-pikir, aku tidak mau menderita sendiri, Bang. Aku juga ingin Abang dan Freya, istri tersayang Abang itu, merasakan apa yang kami rasakan."

Kira-kira si Frida mau bikin perhitungan apa ya, Mak?

Bersambung dulu ya Mak .... Biar penisirin

Lanjut Membaca

Daftar Isi Istri Serakah

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel JODOH DEPAN RUMAH
9.5
Naura tidak pernah menyangka harus menikah dengan Bagas, tetangga depan rumahnya yang sangat ia benci. Pernikahan ini terpaksa terjadi karena Naura harus menjadi pengantin pengganti setelah calon istri Bagas tiba-tiba kabur. Seiring waktu, rasa cinta mulai tumbuh di hati mereka yang awalnya saling membenci. Namun, kesetiaan Bagas diuji saat mantan kekasihnya kembali datang. Akankah pernikahan mereka mampu bertahan, atau justru runtuh akibat kehadiran masa lalu tersebut?
Sampul Novel Melayani Hasrat Mertua Dan Ipar
8.1
Kehadiran ibu mertua dan adik ipar yang ingin menumpang tinggal membuat Galang cemas. Rumahnya yang kecil memicu kekhawatiran akan konflik dan sempitnya ruang. Namun, penjelasan tulus dari Gaby mengenai nasib malang keluarganya di desa berhasil menyentuh hati Galang. Atas dasar cinta pada sang istri, ia pun memberi izin. Kini, Galang harus bersiap menghadapi babak baru yang menantang demi menjaga keharmonisan rumah tangga mereka.
Sampul Novel Nafsu Terlarang: Suatu Malam Bersama Ayah Suamiku
8.5
Akibat jebakan saudaranya, Joanna terjerat dengan pria asing hingga dibenci kekasihnya dan dipaksa menikahi Rhys yang licik. Di tengah penderitaan itu, Owen, ayah angkat Rhys yang bergelimang harta, hadir melindungi Joanna dari segala cercaan. Benih cinta pun tumbuh di hati Joanna untuk Owen, namun kehangatan satu malam justru membuat pria itu menarik diri. Ketika Joanna mencoba membuka hati untuk lelaki lain, Owen yang terbakar cemburu menuntutnya kembali, memicu aksi balas dendam dingin Joanna.
Sampul Novel Patah Hati Terlalu Dalam
9.3
Hidup Livia Suryani, CEO sukses merek kosmetik ternama, seketika runtuh saat memergoki Adrian berselingkuh. Tunangannya itu tega mengkhianatinya bersama Amara, saudara tirinya sendiri. Terpuruk dalam kesedihan yang mendalam, Livia memutuskan untuk menenangkan diri di klub malam. Namun, keesokan paginya ia justru terbangun di sebelah lelaki asing yang sangat posesif. Kini, di tengah luka akibat pengkhianatan Adrian, Livia harus menghadapi takdir baru bersama pria misterius tersebut.
Sampul Novel Rahasia Gelap Sang Kekasih
9.5
Kehidupan tenang sang protagonis terusik di tengah malam saat sebuah notifikasi pesan membangunkannya dari tidur. Kiriman video dari sahabatnya memperlihatkan seorang wanita bergaun tipis ketat yang menari dengan anggun. Namun, perhatiannya teralihkan ketika ia melihat sekilas warna ungu di balik gaun tersebut. Keingintahuan berubah menjadi keterkejutan yang mendalam saat ia menyadari bahwa pakaian dalam yang dikenakan wanita dalam video itu sangat identik dengan milik kekasihnya sendiri.
Sampul Novel Ternyata, Cinta Tidak Semenakutkan Itu
8.8
Bagi Aina, jatuh cinta hanya membawa luka mendalam yang enggan ia rasakan kembali. Demi melindungi hatinya, ia memilih menutup diri dan selalu bersikap ketus serta dingin kepada setiap pria yang mencoba mendekat. Namun, pertahanan kokoh yang ia bangun mulai goyah saat seorang pria justru terpikat oleh sikapnya yang sulit ditaklukkan. Di tengah bayang-bayang trauma masa lalu, Aina kini mulai meragukan keyakinan teguhnya yang selama ini menolak kehadiran asmara.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan