APKDock Logo
Sampul Novel Kehidupan Malam Mendatangkan Cinta

Kehidupan Malam Mendatangkan Cinta

8.2 / 10.0
Demi melunasi utang dan biaya medis ibunya, Maudy terpaksa mengambil pekerjaan misterius berbayar tinggi. Keputusan ini menyeretnya ke dunia malam kota Alka, tempat ia harus bertahan hidup di sebuah lokalisasi. Tak disangka, Maudy justru jatuh cinta pada seorang pria kaya yang ternyata pemilik tempat tersebut. Hubungan asmara mereka pun harus menghadapi berbagai rintangan berat yang tak terduga.

Kehidupan Malam Mendatangkan Cinta Bab 1

Plak!

"Dasar tidak becus. Seharusnya saya sudah memecat mu sejak dulu. Sudah berapa banyak piring yang pecah karena kecerobohan mu sial*n" omel seorang pria pemilik restoran.

Maudy Adista atau sering di sapa Audy, sudah setahun bekerja di Restoran. Ia bertugas mencuci piring dan membersihkan pantry.

Akhir-akhir ini, Audy tidak fokus untuk bekerja sehingga banyak piring yang pecah karena kecerobohannya saat mencuci.

Maudy terduduk di lantai sembari memegang pipi mulusnya yang memerah. "Maafkan saya! Saya tidak sengaja, berikan saya kesempatan sekali lagi" mohon Maudy bersujud di depan pria itu.

Pria itu berkacak pinggang sembari menatap sinis ke arah Maudy. "Tidak! Kau pikir siapa yang mau mempekerjakan orang tidak becus seperti mu hah? Kau bikin restoran ku rugi saja, lebih baik kau jadi pelac*r saja kalau tidak bisa bekerja"

Trak!

Cuih

Pria pemilik restoran itu meludahi Maudy dan menendangnya menjauh. "PERGI DARI RESTORAN KU SEKARANG JUGA!" teriaknya.

Maudy hanya bisa menangis meratapi nasibnya. Dia membutuhkan uang, namun apapun yang dia kerjakan tidak akan bisa lama karena dirinya yang tidak fokus ketika mendengar kabar kondisi Ibunya tidak baik-baik saja.

Maudy menuju ke loker pelayan, dia mengganti bajunya dan mencuci mukanya. Maudy mengambil seluruh barang-barangnya dari dalam loker.

Saat Maudy keluar dari pintu belakang, dia tersentak kaget karena seorang pria berdiri di sana.

"Maaf, saya mau lewat" ucap Maudy.

Pria itu menatapnya dari ujung kepala hingga ujung kaki, dengan tatapan yang sangat tidak enak. Pria itu terlihat bernafsu melihatnya, dan Maudy merasa tidak nyaman akan hal itu.

"Maaf, bisa minggir sebentar? Saya buru-buru, harus pergi sekarang" Maudy menundukkan kepalanya, sembari melangkah berusaha untuk melewati pria itu.

"Ah, wangi sekali" lirih pria itu saat Maudy melewatinya.

Maudy menghentikan langkahnya, dia hanya menggelengkan kepalanya dan kembali melanjutkan langkahnya.

"Hey, tunggu! Kenapa buru-buru sekali?" Pria itu menahan Maudy.

Maudy menghentakkan tangan lelaki itu. "Jangan sentuh saya! Kita sebelumnya tidak pernah saling mengenal, jadi saya minta anda tetap bersikap dengan sopan"

"Ha ha ha" pria itu justru tertawa. "Kau itu cantik, Lebih baik kau menjual tubuhmu daripada kau bersusah payah bekerja tapi gajimu tidak bisa menghidupi mu"

Maudy mengepalkan tangannya kuat. "Jaga ucapan Anda!"

"Come on! Saya bisa membantumu!"

"Tapi saya tidak butuh bantuan Anda!"

"Oke, mungkin sekarang kau belum membutuhkanmu. Ini kartu nama ku, temui aku jika kau membutuhkan uang!" Pria itu langsung memasukkan kartu namanya ke dalam tas Maudy, karena Maudy sama sekali tidak mau menerimanya.

Pria itu tersenyum penuh arti dan langsung pergi begitu saja. Maudy bingung karena pria itu tidak pernah bertemu dengannya sama sekali, dan kenapa dia terlihat begitu tahu tentang Maudy?

Maudy pulang ke rumah dengan berjalan kaki selama dua jam lamanya. Ia tidak menggunakan angkutan umum karena dia mengirit uang yang tersisa sedikit di dalam rekeningnya.

"Mama..." Panggil Maudy saat dia baru saja memasuki rumah.

Rumah terlihat begitu sepi, seperti tidak ada aktivitas di dalamnya. Maudy langsung membuka kamar mamanya, namun dia tidak menemukan wanita itu di dalam sana.

"Mama... Mama dimana? Maudy sudah pulang, Ma..." Teriak Maudy sambil mencari sampai ke belakang rumah.

Di belakang rumah, tepat di belakang sumur Maudy melihat kaki seseorang. Maudy mengerutkan dahinya dan mendekat karena penasaran.

"Ma... Mama....." Teriak Maudy histeris.

Mamanya sudah terbaring lemah dengan darah yang mulai mengering di bagian hidungnya.

Maudy langsung memanggil para tetangga untuk membantunya, dan mereka pun membawa Mama Latifa ke puskesmas terdekat.

"Pasien harus segera di rujuk ke rumah sakit, kami tidak memiliki alat yang lengkap untuk menanganinya" ucap sang dokter.

"Lakukan apapun agar Mama saya selamat dokter"

"Kami akan membuatkan surat rujukannya, Ibu Latifa akan di bawa menggunakan Ambulance. Silahkan ke bagian administrasi untuk menandatangani berkasnya"

Maudy mengangguk, dia akan melakukan apapun agar mamanya bisa kembali pulih. Karena Mama Latifa tidak memiliki asuransi. Sehingga Maudy harus membayar biaya pengobatan lumayan besar.

Setibanya di rumah sakit, Mama Latifa di tangani oleh dokter. Maudy sendiri duduk sendirian di depan ruang UGD dengan jantung yang berdetak begitu kencang.

"Ya Allah, selamatkan Mama ku!" Maudy trus berdoa dalam hatinya.

Setelah menunggu selama 3 jam, dok koter pun keluar. "Bagaimana kondisi Mama saya dokter?"

Dokter mendesah pelan. "Ibu Latifa harus segera di operasi pemasangan cincin pada ginjalnya. Ibu Latifa sebelumnya sering mengonsumsi obat-obatan tanpa resep dokter?"

Maudy hanya bisa mengangguk.

"Itulah sebabnya. Efek obat itu justru merusak ginjalnya, kita tidak punya banyak waktu lagi. Minimal minggu depan Ibu Latifa harus melakukan operasi"

"Kira-kira berapa biaya yang dibutuhkan untuk operasi dokter?"

"Mari ikut saya ke bagian administrasi, saya akan memberikan rinciannya di sana"

Maudy mengikuti dokter ke bagian administrasi sambil ia terus memainkan jari jemarinya. Maudy takut tabungannya tidak akan cukup untuk membantu proses operasi Ibunya.

"Ini biayanya, ini hanya biaya operasi saja belum masuk biaya pemulihan. Setelah operasi, Ibu Latifa harus dirawat dulu beberapa minggu di rumah sakit, jika kondisinya sudah membaik baru diizinkan untuk pulang ke rumah" jelas sang dokter.

Mata Maudy membelalak, dia tidak berekspektasi jika biaya operasi yang harus dia keluarkan sangat lah tinggi.

Tabungannya hanya tersisa dua puluh juta saja, dan dia membutuhkan uang sekitar dua ratus juta rupiah sampai Ibunya bisa di keluarkan dari rumah sakit.

Dimana dia harus mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu seminggu?

"Bagaimana, Mba Maudy? Anda setuju?" Tanya dokter memastikan.

Maudy mengangguk lemah. "Kapan saya mulai membayarnya?"

"Sebelum operasi berlangsung Anda sudah bisa membayarnya dan menandatangi berkas operasinya"

"Untuk beberapa hari ke depan apa Ibu saya harus menginap disini?"

"Tentu saja Mba Maudy"

"Berapa biaya sampai operasi?"

Dokter memberikan kode pada bagian administrasi untuk mentotalkannya. "Sepuluh juta rupiah" jawab dokter.

"Saya akan membayarnya sekarang" Maudy mengeluarkan ATM-nya dan membayar biaya rumah sakit untuk seminggu ke depan.

"Sudah selesai Mba Maudy, sebentar lagi Ibu Latifa akan di pindahkan ke ruang perawatan. Karena Ibu Latifa perlu istirahat banyak, jadi saya meletakkannya di kamar VIP"

"Tidak masalah dokter" jawab Maudy.

Maudy duduk di taman rumah sakit, dia memandang lurus ke depan dengan pandangan kosong.

Sekarang di kepalanya adalah cara untuk mendapatkan uang yang banyak dalam waktu yang singkat.

Maudy membuka tasnya, dia hendak mengambil ponselnya. Saat ponselnya keluar dari tas, sesuatu terjatuh.

Maudy mengambilnya, dia melihat kartu nama yang diberikan pria itu tadi padanya. "Apa aku harus menghubungi dia? Tapi, dia orang asing"

Maudy berpikir keras. Namun sebelumnya dia menghubungi teman-temannya untuk meminjam uang, menelpon keluarganya juga, namun tidak ada seorangpun yang mau meminjamkan uang padanya.

Maudy benar-benar dibuat frustasi. Dia menatap kartu nama itu, karena tidak punya jalan lain Maudy langsung menghubungi nomor yang tertera di dalam kartu nama itu.

"Saya Maudy, wanita yang tadi di restoran. Bisa kita bertemu?"

Lanjut Membaca

Daftar Isi Kehidupan Malam Mendatangkan Cinta

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel CINTA DINGIN TUAN BESAR
8.4
Bekerja sebagai pelayan di rumah keluarga Austin, Marla tidak pernah menyangka bahwa Margaret berniat menjodohkannya dengan cucu tertuanya, Richard Branson Austin. Karakter Richard yang sangat kaku dan pendiam sangat berbeda dengan Ascar, adiknya yang pemberontak. Terperangkap di tengah perbedaan sifat ekstrem kedua pria tersebut, Marla kini dihadapkan pada pilihan sulit: mengikuti skenario perjodohan itu atau melarikan diri dari sana.
Sampul Novel Di Balik Senyum Istri
9.2
Hati seorang istri hancur saat ayah mertuanya menuntut sang suami, Bagas, untuk berpoligami dengan menikahi Riana. Ternyata, mantan teman sebangku sang istri saat sekolah itu memiliki masa lalu rahasia dengan Bagas sejak kuliah. Di tengah luka akibat pengkhianatan ini, sang istri hanya bisa tersenyum getir. Ia pun menantang mereka, mempertanyakan apakah paras cantik Riana mampu menjamin lahirnya anak laki-laki yang sangat didambakan keluarga tersebut.
Sampul Novel Gadis Ternoda
8.1
Diana dikhianati sahabatnya sendiri hingga terjebak dalam malam kelam bersama pria asing. Peristiwa itu menyisakan kehamilan tak terduga. Bertahun-tahun kemudian, ia kembali dipertemukan dengan ayah kandung anaknya. Keadaan kian pelik saat Diana mengetahui bahwa pria tersebut kini menjalin kasih dengan sepupunya. Kini, Diana dihadapkan pada pilihan sulit: membongkar rahasia darah daging mereka atau tetap diam demi keutuhan keluarganya.
Sampul Novel KEJUTAN UNTUK SUAMIKU
8.7
Divonis menderita kista ovarium membuat Ulfa pesimis bisa memiliki keturunan. Namun, setelah enam tahun menanti bersama sang suami yang tampak tulus menerima keadaannya, keajaiban hamil itu akhirnya datang. Sayangnya, kebahagiaan Ulfa seketika hancur saat ia mengetahui rahasia besar bahwa suaminya telah berpoligami secara diam-diam. Kini, di tengah kebimbangan, Ulfa harus memilih antara bertahan demi calon bayinya atau menyudahi pernikahan mereka.
Sampul Novel Pacar CEO Batal Nikah, Aku Langsung Menghilang!
8.2
Tujuh tahun menjalin hubungan dengan seorang CEO, rencana pernikahan wanita ini harus kandas sebanyak 99 kali. Sang kekasih selalu pergi demi menolong asisten perempuannya, meninggalkan dirinya menanggung malu sendirian di kantor catatan sipil. Lelah menjadi prioritas kedua, dia akhirnya menyerah dan memilih pergi dari Kota Niros. Namun, kepergiannya justru memicu obsesi sang CEO untuk mencarinya tanpa lelah selama lima tahun berikutnya.
Sampul Novel Persekutuan Gaib
9.3
Saras, wanita menawan yang menyimpan rahasia besar, memiliki ramuan misterius dengan kekuatan luar biasa. Cairan ajaib tersebut mampu membuat Fadlan, pria yang awalnya bersikap sangat dingin dan acuh tak acuh, kini tunduk sepenuhnya di bawah kendali Saras. Rahasia apa yang sebenarnya tersembunyi di balik ramuan pemikat hati Fadlan ini? Ikuti kisah cinta penuh magis dan misteri persekutuan gaib mereka yang mendalam.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan