APKDock Logo
Sampul Novel Ternyata, Cinta Tidak Semenakutkan Itu

Ternyata, Cinta Tidak Semenakutkan Itu

8.8 / 10.0
Bagi Aina, jatuh cinta hanya membawa luka mendalam yang enggan ia rasakan kembali. Demi melindungi hatinya, ia memilih menutup diri dan selalu bersikap ketus serta dingin kepada setiap pria yang mencoba mendekat. Namun, pertahanan kokoh yang ia bangun mulai goyah saat seorang pria justru terpikat oleh sikapnya yang sulit ditaklukkan. Di tengah bayang-bayang trauma masa lalu, Aina kini mulai meragukan keyakinan teguhnya yang selama ini menolak kehadiran asmara.

Ternyata, Cinta Tidak Semenakutkan Itu Bab 1

Chapter 1 “Perdebatan”

“Enggakkkkk.. Aina gak mau nikah Mah, Pah!.” Teriak Aina saat sedang di ruang keluarga. Suasana malam yang seharusnya menenangkan menjadi menegangkan.

“Tapi Aina, usiamu sudah cukup matang. Kamu itu perempuan!.” Balas Papah nya.

“Emang kenapa kalau Aina perempuan? Apa salah, jika Aina mengambil keputusan ini? Aina hanya ingin menjaga hati Aina, Aina gak mau hati Aina terluka Pah! Dan Aina gak akan menikah.” Jelas Aina.

“Lihat kakak-kakak kamu sudah pada mempunyai keluarga sendiri. Emang kamu gak pengin menikah, punya anak?.”

“Bukannya Aina gak pengin punya anak Pah, Mah. Aina cuman takut.”

“Aina, Mamah mau tanya sama kamu. Sebenarnya apa yang kamu takuti? Apa alasan kamu buat gak nikah?. Sejujurnya Mamah, sama Papah sangat sedih dengan keputusan kamu seperti ini.” Tutur Mamah Aina dengan lembut.

Aina seketika terdiam dan menjelaskan alasannya, “Bagaimana bisa Aina menyukai laki-laki, sedangkan laki-laki terdekat Aina melukai hati perempuan. Aina takut terkena karma mereka, Aina gak mau punya suami kayak Ka Aiman. Dan Aina gak mau juga kayak Mba Jenna. Liat, Ka Aiman melukai hati istrinya, dan Mba Jenna yang terkena karmanya, hati Mba Jenna terluka karna ulah suaminya, Ka Eko. Aina gak mau hal itu terjadi ke Aina juga, itu alasannya Aina mengambil keputusan seperti ini.”

“Aina, di dalam Islam tidak ada yang namanya karma. Semua yang terjadi sudah menjadi takdir Allah. Semua sudah di atur oleh-Nya, masalah kakak mu Aiman, dia melakukan itu karena ada alasannya. Bukannya kami membela Aiman, tapi kamu bisa liat sendiri sikap Larsi kepada orang tua Aiman, dan itu orang tua kamu juga. Sebelum mereka menikah saja sikapnya sudah tidak mengenakan, tapi karna Aiman yang cinta dengan dia, kami sebagai orang tua bisa apa? Karena mereka bukan anak kecil lagi.” Kata Papah Aina.

“Iyah, Nak. Bukannya kami sebagai orang tua Aiman membela Aiman, tapi kamu harus tau alasan kakak kamu menikah siri dengan Tias tanpa sepengetahuan Larsi. Mamah gak mau kamu sama kakak kamu marah-marahan terus.”

Aina hanya menghembuskan nafas dan memainkan handphone nya.

“Kamu mau laki-laki seperti apa? Biar Mamah sama Papah yang carikan.”

“Uuuuddddaaahhhh dong bahas itu nya,, Aina masih dua puluh satu tahun, hellow. Ini bukan zamannya Mamah sama Papah yang nikah muda.” Aina menyentuh kepalanya sambil bergeleng-geleng dan tersenyum karena pemikiran orang tuanya yang pemikirannya masih stay di zaman kuno heheheheheheh.

* * *

Keesokan Paginya…

“Pagi Mah, Pah. Wihhh sarapan nih.” Aina sangat excited untuk mengajar anak-anak sekolah menengah pertama (SMP), karena ini adalah hari pertama ia mengajar.

Aina adalah mahasiswi lulusan Universitas Islam Negeri Walisongo yang berada di Semarang. Aina mengambil jurusan Pendidikan Agama Islam dan memperoleh gelar S.Pd. Dengan IPK yang memuaskan, sebenarnya Aina belum lulus kuliahnya belum terlalu lama. Tapi ia sudah berhasil mendapatkan pekerjaan menjadi seorang guru Agama Islam di SMP Islam Negeri di Jakarta. Itung-itung sambil menyalurkan ilmu yang di pelajari sewaktu kuliah dan menambah uang tabungannya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 (Magister), karena Aina ingin menjadi seorang Dosen.

“Wahhhhhh, Bu guru sudah siap-siap ajah nih.” Tutur Mamah Aina.

Aina hanya tersenyum sambil menyantap sarapannya.

“Apa kamu bisa membagi waktu antara mengajar dan kuliah, Nak? Takutnya kuliah S2 kamu terganggu.” Tanya Papahnya.

Aina menelan makanan yang ada di mulutnya. “Insyaallah enggak kok Pah, kan sekarang Aina lanjut kuliah di universitas yang waktunya fleksibel.”

“Syukurlah kalau kayak gitu.”

Aina meminum susu yang sudah di sediakan di samping piringnya “glekk, glekk, glekk.”

“Pelan-pelan sayang minumnya. Kamu mau nambah lagi rotinya?.”

“Udah Mah. Udah kenyang, Aina mau langsung berangkat ajah yah. Takut telat, karena ini hari pertama Aina ngajar.”

“Ya udah, hati-hati yah.”

Aina bersalaman mencium tangan Mamah, dan Papahnya. “Dah, Mah, Pah. Do’a in yah mudah-mudahan hari ini dan seterusnya lancar.”

“Iyah, pasti dong.” Ucap Mamah Aina kepada Aina yang semakin menjauh dari meja makan.

* * *

Aina berangkat ke sekolah tempat ia mengajar menggunakan motor kesayangannya, Motie. Di sepanjang perjalanan menuju ke tempat ia mengajar Aina sangat senang sekali, karena menjadi pengajar adalah salah satu cita-citanya. Dan sekarang cita-citanya itu menjadi kenyataan.

“Ccccccccccciiiiiiiiiitttttttt.” Aina memarkirkan motornya di tempat parkir motor yang sudah di sediakan. Saat ia berjalan menuju ke kelas 7D untuk mengajar, Aina di sapa oleh seorang guru olahraga.

“Selamat pagi Bu Aina.” Sapaan guru olahraga yang bernama Pak Dimas. Pak Dimas ini cukup keren, tapi Aina tidak tertarik sama sekali padanya.

“Pagi juga.” Balas Aina dengan cuek dan memasang muka datar. Berbeda dengan guru bahasa indonesia, Bu Atun.

“Selamat pagi Bu Aina.” Sapaan Bu Atun.

“Selamat pagi juga Bu.” Balas Aina dengan sangat ramah dan membuat Pak Dimas yang melihat senyuman Aina langsung terpesona sejak pandangan pertama.

“Wadidaw,, senyumannya manis sekali ya Allah. Apakah Bu Aina ini adalah separuh raga dan jiwaku yang hilang, ya Allah.” Tutur Pak Dimas dalam hati.

Aina berjalan menuju ke kelas. Sesampainya di kelas, Aina langsung menyapa murid-muridnya dengan ramah.

“Assalamualaikum, selamat pagi, anak-anak.”

“Waalaikum salam, selamat pagi,, Bu guru.”

“Perkenalkan, nama saya Aina Al Syarif. Kalian bisa memanggil saya Bu Aina”

“Hay, Bu Aina.” Seru para murid dengan kompak.

“Saya guru baru di sekolah ini. Dan saya guru yang akan mengajar pendidikan agama islam. Karena saya guru baru dan belum mengetahui nama-nama kalian, jadi saya persilahkan untuk kalian semua memperkenalkan diri satu persatu. Dimulai dari yang pojok kanan yah, silahkan memperkenalkan diri.” Pinta Aina sambil tersenyum.

Anak itu berdiri dan memperkenalkan dirinya. “Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh perkenalkan nama saya Agus Wibawa.” Dan anak itu duduk kembali.

“Next.”

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh perkenalkan nama saya Putra Pangestu.”

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh perkenalkan nama saya Indah binti Utsman.”

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh perkenalkan nama saya Fatima Al Kautsar.”

Dan seterusnya,, ada dua puluh murid di dalam kelas 7D. Dan masing-masing sudah memperkenalkan namanya.

“Kkkkrrrriiiiiiinnnngggggggg.” bell sekolah berbunyi yang menandakan jam istirahat sudah tiba. Anak-anak antusias menata bukunya dan keluar dari kelas untuk pergi ke kantin sekolah, ada yang ke kantin dan ada yang ke luar membeli jajan di pedagang kaki lima. Aina menata buku ajarannya dan berjalan keluar kelas menuju kantor para guru.

Setelah sampai Aina duduk di tempat yang sudah di sediakan, tertulis nama Bu Aina Al Syarif, S.Pd. Guru PAI

Saat Aina membuka laptop, guru yang di sebelahnya menyapa. “Hallo Bu Aina, kenalin saya Nasya. Guru sejarah.”

“Hallo juga Bu Nasya. Saya Aina, guru PAI dan saya juga guru baru disini.” Balas Aina dengan lembut dan ramah.

“Gimana Bu Aina, pertama kali ngajar di sekolah ini?.” Tanya Bu Nasya.

“Alhamdulillah Bu. Anak-anak bisa menerima saya, dan sikapnya juga baik saat menyambut saya.”

Siapa yang mengira, Aina dan Nasya akan menjadi teman baik.

“Kalau boleh tau Bu Aina baru pertama kali mengajar atau sudah pernah mengajar sebelumnya?.”

“Baru pertama kali saya mengajar, karena kebetulan saya juga baru lulus kuliah belum lama ini. Kalau Bu Nasya sendiri, udah berapa lama ngajar.”

“Saya juga belum terlalu lama ngajar disini Bu, mau satu tahun ngajar. Karena saya sambil kuliah jenjang S2 juga.”

“Wahhhhhh,, sama dong. Saya juga lho, Bu Nasya S2 dimana?.”

“Di universitas Cempaka. Saya nyari universitas yang bisa sambil kerja juga Bu, heheheh maklum lah, bukan rich people. Hahahaha.” Jawabnya sambil tertawa kecil.

“Universitas Cempaka?. Saya juga S2 disana.” Ucap Aina.

“Yang benar Bu? Kalau gitu,, yeayyyy ada teman jadinya. Salam kenal yah Bu Aina semoga kita bisa berteman baik.” Ucap Bu Nasya sambil tertawa kecil.

Bu Nasya, seorang guru sejarah yang sangat asik jika di ajak bercerita. Bu Nasya juga tidak terlalu kaku untuk di jadikan teman, dengan postur tubuh yang lumayan gumpal tapi sangat lincah dalam melakukan apapun.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Ternyata, Cinta Tidak Semenakutkan Itu

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Cinta Nekatnya, Kehidupan Hancurnya
9.5
Dua belas tahun lamanya aku mengabdi pada Davian Adhitama, sang pewaris takhta teknologi. Sejak umur enam belas, aku dijual demi mengobati kanker ibuku, lalu menjadi sekretaris sekaligus kekasihnya. Namun, kepulangan Kania, cinta masa kecil Davian, menghancurkan segalanya. Davian memilih menikahi Kania dan mendepakku begitu saja. Sebagai ganti atas seluruh masa muda yang telah kuhabiskan bersamanya, ia hanya menawarkan uang pesangon senilai miliaran rupiah.
Sampul Novel Gairah Baby Maker
9.1
Sesekali Aida melirik genit sambil memberi kode lewat gerakan alisnya. Dari posisi jongkoknya, daster tipis yang ia kenakan tak mampu menyembunyikan lekuk paha mulus serta detail pakaian dalamnya yang menerawang akibat sorotan cahaya matahari sore. Pemandangan menakjubkan itu seketika membuatku terpaku. Aku terpaksa menahan gejolak hasrat liar dan berulang kali menelan ludah, merasa sangat haus akan godaan nyata yang kini tersaji tepat di depan mataku.
Sampul Novel Istri Mudaku Meresahkan!
8.6
Demi menyelamatkan bisnis keluarganya yang diambang kehancuran, Yasmin, gadis berusia 20 tahun, terpaksa menyetujui pernikahan kontrak dengan duda kaya bernama Galih. Situasi memanas ketika Galih memberikan pilihan sulit antara Anggara atau anak sambungnya, Vira. Keraguan Yasmin yang sangat menyayangi Vira memicu kemarahan Galih. Akhirnya, Galih menjatuhkan talak dan melarang Yasmin menemui Vira selamanya, menghancurkan seluruh harapan pernikahan mereka.
Sampul Novel Menikahi Mantan Istriku Lagi: Cinta pertama dan selamanya
8.3
Dahulu, pernikahan Jennifer dan suaminya yang miliarder hanyalah kesepakatan bisnis tanpa cinta hingga berujung cerai. Sebelum proses hukum usai, Jennifer memilih kabur dalam kondisi hamil. Lima tahun kemudian, sang mantan suami memakai dominasi bisnisnya demi memaksa Jennifer pulang bersama putra mereka. Di saat publik merasa kasihan karena mengira sang konglomerat akan menikahi perempuan lain, mereka tidak tahu bahwa Jennifer yang akan kembali naik pelaminan.
Sampul Novel PONSEL RAHASIA MILIK SUAMIKU
7.9
Rumah tangga Anggun yang semula tenang kini hancur setelah dirinya tidak sengaja menemukan ponsel rahasia milik Reno, suaminya. Penemuan gawai misterius tersebut perlahan mengungkap berbagai kebenaran gelap dan dusta yang selama ini disembunyikan darinya. Merasa dikhianati dan sangat terluka oleh kelakuan suaminya, amarah Anggun pun tidak lagi terbendung. Di tengah pusaran intrik yang penuh kepalsuan ini, ia bertekad bulat untuk membalas dendam atas segala rasa sakit yang telah Reno perbuat.
Sampul Novel Sang Perempuan Duplikasi
9.2
Anne didera kebingungan akibat ingatan asing dan gejala aneh yang mengusik kesehariannya. Krisis identitas ini kian berat karena ia harus menghadapi Henry, suaminya yang merupakan CEO perhiasan arogan berwatak kasar serta terobsesi secara gelap. Di tengah keterasingan rumah tangganya, Anne hanya bisa menemukan kehangatan dari Ben, asisten pribadi yang selalu menghiburnya. Mampukah Anne mengungkap jati dirinya di antara kekejaman Henry dan kenyamanan yang ditawarkan Ben?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan