APKDock Logo
Sampul Novel Istri Rahasia Tuan CEO Dingin

Istri Rahasia Tuan CEO Dingin

8.0 / 10.0
Pasca kepergian orang tuanya, dunia Deana runtuh. Ia kini terhimpit utang besar dan dikejar-kejar preman yang mengancam nyawanya. Di tengah keputusasaan, Deana berniat menjual kesuciannya kepada Marvin, seorang pria asing. Tak disangka, Marvin malah menyodorkan kesepakatan lain demi melunasi semua utang tersebut: Deana harus mengandung dan melahirkan anaknya. Solusi instan ini justru menyeret Deana masuk ke dalam lingkaran konflik baru yang jauh lebih pelik.

Istri Rahasia Tuan CEO Dingin Bab 1

Langit yang terlihat mendung disertai rintik hujan sehingga terasa begitu syahdu, cuaca menjadi dingin dengan angin yang berhembus kencang menimbulkan suara ketika sunyi mulai merangkak di sepertiga malam.

Seorang gadis berjalan menuju ke arah jalanan yang ada di ujung di jalan raya yang cukup ramai ini. Malam yang cukup dingin, dia terpaksa duduk meski tubuhnya sedikit menggigil.

Walaupun dengan sedikit ketegangan dan juga rasa gelisah. Ia sudah membulatkan tekadnya malam ini. Berusaha untuk tidak gugup karena ini baru pertama kalinya.

Keinginannya sederhana, melunasi semua hutang yang ditinggalkan kedua orang tuanya. 

Dia adalah seorang gadis yang sedang menunggu seseorang, menunggu pelanggan pertamanya datang yang minta dia untuk menunggu sebentar. Mereka telah mengadakan kesepakatan, harga dan tempatnya.

Hatinya berdebar, jantungnya berdegup kencang. Rasanya cukup aneh, tapi harus dilakukannya. Tangannya gemetar, panas dingin merasakan ini. Bayangan pria tinggi besar yang akan menidurinya.

Langkah kakinya pelan tapi agak ragu namun harus dilakukan demi sebuah nominal yang meski tak seberapa tapi cukup besar untuknya melanjutkan hidup.

Dari awal, sudah ia sebutkan berapa nominal uang yang diinginkannya dan langsung disetujui dengan cukup berani oleh pemesan dirinya. Ia terpaksa melakukan ini demi sebuah jeratan hutang yang menumpuk.

Walau berat dengan keputusan yang sangat dipikirkan secara matang, tapi dia sekali lagi harus melakukan pekerjaan ini. Mau tidak mau ini jalan terakhirnya.

Sudah hampir satu jam lamanya tidak ada mobil yang berhenti di depan jalanan ini. Langkahnya terhenti saat gantungan kunci tasnya terjatuh. 

Grogi!

Ya, tentu saja grogi. Jelas ini akan menjadi pandangan yang buruk bagi orang yang tidak tahu apa alasan dia melakukan ini.

Heels yang dipakainya cukup nyaman dipakai. Ia diminta datang dengan gaun berwarna merah dengan heels yang senada warnanya.

Lingerie merah juga sudah disiapkan dan telah dibawanya dalam tas mininya. Mungkin nanti akan digunakan jika dibutuhkan. Hatinya sedang gelisah, teringat banyak orang dan debt collector yang datang ke rumah kecilnya. 

Mereka penagih hutang yang datang dan membuatnya harus memberikan janji untuk membayarnya dengan cepat.

Ia tidak menyangka jika kedua orang tuanya meninggalkan hutang yang sedemikian besarnya hingga harus dia yang membayarnya. 

Setiap hari dikejar-kejar oleh debt collector dan tidak bisa hidup dengan tenang. Sekali-sekali pintu rumahnya kerap digedor-gedor hingga merasa trauma dengan suara ketukan pintu.

Ia juga kini dijauhi saudaranya bahkan tak dianggap sama sekali. Akhirnya karena tak ada jalan lain, mencoba mengikuti saran temannya yang sudah terjun dalam dunia hitam ini. 

Temannya memang lama telah menggeluti pekerjaan ini sebelum mengenal masalah yang membelit hidupnya kini.

Kini dirinya akan bertemu dengan pria pemesannya yang berjanji memberikan uang jika ia masih perawan. Ya, pria itu menanyakan tentang keperawanan yang dimilikinya dan akan membayar mahal untuk itu.

Malam ini, bukan malam pengantin baginya tapi ia akan melakukan pertama kalinya dengan pria yang tidak ia kenal sama sekali sebelumnya.

Pria itu mengiriminya sebuah pesan, jika telah menunggunya dalam sebuah mobil dan diminta untuk jalan memutar kembali menuju ke arah dimana pria itu sedang duduk di dalam mobilnya di sana, di ujung jalan ini.

Gadis itu berjalan kembali dan mendapati seorang pria dengan mobil mewahnya. Pria itu memegang rokok saat dirinya masuk ke mobil.

 "Hai," sapa pria itu.

"Ya, Tuan,"

"Kamu cukup cantik," ucapnya sambil memegang dagunya.

"Te-terima kasih," jawabnya.

Jantungnya berdegup kencang, baru kali ini ada yang menyentuh bagian tubuhnya. Rasanya sangat aneh dan agak risih meski harus diterimanya.

"Aku tahu kamu gugup. Apa ini pertama kalinya kamu melakukannya?" tanya pria itu dengan cukup detil.

Sorot matanya tajam, menelisik ke arahnya mengamati setiap bagian tubuhnya. Ia merasa gelisah, gugup dan takut. Semua bercampur jadi satu.

Pria itu menyeringai lebar, mengusap pahanya, dan ia hanya pasrah saja. "Ini untukmu," 

Tangannya mengulurkan sesuatu memberikan semacam uang sebagai DP untuk membuatnya percaya bahwa pria itu memberikan uang sebagai tanda jadi transaksi.

"Jadi, benar kamu masih perawan, kan?" tanyanya sekali lagi.

"I-iya, Tuan," jawab nya dengan takut-takut.

"Bagus, berapa usiamu?" tanyanya lagi.

"Aku ... ehm ... kenapa tanya usia, apa aku masih belum pantas atau ..."

"Jawab saja, apa susahnya,"

Ia masih berusia 18 tahun, seharusnya kini sedang senang-senangnya karena kelulusan sekolahnya dan bukan duduk di dalam mobil dengan seorang pria yang akan mengambil kesuciannya malam ini.

"Aku ... 20 tahun," ujar nya berbohong.

"Kamu yakin 20 tahun?" tanyanya seperti tidak percaya.

Pria itu menoleh, menelisik wajahnya, mungkin memastikan usianya. Untuk usia 20 tahun mungkin dia cocok, batinnya.

Gadis itu mengangguk. Tapi pria itu tak percaya begitu saja. Dengan merangkul pinggangnya, pria itu tersenyum dan menyentuh helai rambutnya.

"Apa motivasi kamu menjualnya?"

Sambil menyalakan rokok lagi, pria itu membuka jendela mobilnya. Mereka masih dalam perjalanan menuju ke sebuah villa.

Perjalanan itu tampak begitu lama bagi sang gadis yang perasaan dan pikirannya tidak tenang. Ia gelisah sepanjang perjalanan ini. Tangannya tampak berkeringat ia mencoba rileks namun sulit.

"Aku, ehm uangnya akan aku gunakan untuk membayar hutang keluargaku, Mereka meninggal dunia dan meninggalkan banyak hutang padaku,"

"Oh," 

Jawabannya yang sangat singkat, seolah tak peduli untuk apa uangnya karena yang diinginkan adalah sebuah keperawanan yang benar-benar asli tanpa kepalsuan. Tapi memang inilah yang diinginkannya, tak ada obrolan lain selain pertanyaan yang ringan namun terlihat intim.

Pria itu menoleh pada gadis yang sedang takut dan gemetar, kemudian merangkulnya dan memberi kehangatan.

"Akan aku berikan bonus jika kamu benar-benar masih suci, tak ternoda siapapun dan juga benar sesuai dengan ucapan mu." bisiknya.

Mereka tiba di villa dan pria itu menggandeng tangannya, mereka berjalan menuju ke dalam villa pribadi milik pira itu dan masuk ke kamar.

Tak lupa, sebotol wine juga dibawa untuk menambah hangat tubuhnya dan menikmati malam ini dengan indah bersama seorang gadis.

Pria itu memintanya untuk berpakaian seperti yang ia berikan saat ini. Sebuah paper bag telah dibawanya dan menyuruhnya untuk memakainya.

"Pakai ini!"

"Ini, Tuan?"

"Ya, pakailah, aku menunggu di luar! Jangan lama-lama!"

Gadis itu nampak ragu. Ia hampir mengurungkan niatnya tapi sudah sejauh ini mereka pergi. Mau tidak mau dia harus melakukannya.

"Tunggu apa lagi, Cantik!"

"Ba-baik, Tuan,"

**

Pakaian yang dikenakannya sangat cantik, membuatnya menjadi tampak anggun dan menawan. Pria itu memanggil dirinya untuk segera keluar. 

Dengan sekali touch up, dia segera keluar dan setengah terkejut karena melihat banyak orang yang duduk di sebuah ruangan.

Gadis itu mulai merasakan keringat dingin mengucur deras dan membuatnya sedikit gugup.

Pria itu memandangnya penuh lekat tanpa berkedip. Mereka siap melakukannya malam ini. Debaran jantungnya makin terasa kencang dan cukup menegangkan.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Istri Rahasia Tuan CEO Dingin

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Aku Tidak Butuh Belas Kasihanmu!
9.2
Pasca diceraikan karena melahirkan anak yang sakit-sakitan, Kania berjuang mati-matian demi Arka, putranya yang kini kritis di ICU. Di tengah perjuangan itu, mantan mertuanya justru terus merintangi pengobatan sang cucu. Namun, saat dunia terasa begitu kejam menghimpitnya, sebuah peristiwa tidak terduga terjadi dan memaksa Bagas menghadapi kenyataan pahit yang selama ini ia hindari. Kania pun membuktikan bahwa ia mampu berdiri tegak tanpa butuh belas kasihan.
Sampul Novel Habis Manis Sepah Dibuang
9.3
Setelah disiram air dan dihina oleh seorang klien, Jocelyn tidak mendapatkan pembelaan dari atasannya, Michael. Pria itu malah memeluk asisten pribadinya dan memecat Jocelyn dengan dingin karena dianggap tidak becus bekerja. Enggan menerima perlakuan semena-mena tersebut, Jocelyn menyeka wajahnya, menenggak segelas alkohol, lalu menyiram balik wajah Michael sebelum akhirnya menyatakan keluar dari perusahaan. Kisah dalam novel modern ini berfokus pada harga diri Jocelyn yang menolak ditindas.
Sampul Novel MrP (Mertua Rasa Pelakor)
7.9
Pernikahanku berada di ambang kehancuran akibat campur tangan ibu mertua yang terus mengusik. Kesabaranku diuji habis-habisan karena memiliki suami yang selalu mendahulukan ibunya dibanding anak dan istrinya sendiri. Meski batin ini terluka oleh hinaan mertua yang senang melihat kami menderita, aku mencoba bertahan. Namun, Mas Bo'eng akhirnya memilih pergi dan meninggalkan aku bersama Fito dalam kepedihan yang mendalam.
Sampul Novel Mundur Setelah Dipoligami
9.5
Sembilan tahun lebih menikah, Khanza Almira dikhianati oleh Bram Radita yang melakukan poligami secara rahasia dengan gadis yang lebih muda. Enggan berbagi suami dan demi mempertahankan kehormatannya, Khanza memilih berpisah dan melayangkan gugatan cerai. Setelah resmi menjalani hidup masing-masing, apakah perpisahan ini akan menjadi titik akhir hubungan mereka, ataukah takdir justru akan mempertemukan mereka kembali di masa depan?
Sampul Novel Rencana Perceraian 100 Poin
9.7
Tiga tahun membina rumah tangga, aku mencatat tiap perselingkuhan Baskara dalam jurnal khusus berskala seratus poin. Batas sabarku habis saat kecelakaan tragis merenggut poin terakhir itu di usia kehamilan delapan minggu. Di ruang darurat, Baskara yang merupakan dokter bedah tega menolak menyelamatkanku demi mendahulukan mantan kekasihnya. Keputusan dingin itu tanpa sengaja menjadi vonis mati yang ia jatuhkan sendiri untukku dan calon buah hati kami.
Sampul Novel Setelah 17 Tahun Pernikahan
8.6
Amira harus menerima kenyataan pahit setelah sebulan lumpuh akibat stroke ringan. Melalui rekaman obrolan Bu Nur dan Bu Sarah, ia mengetahui rencana pengkhianatan ibu mertuanya. Bu Nur yang pesimis akan kesembuhan Amira berniat menjodohkan Habib dengan Laila. Sang mertua bahkan mengklaim bahwa Habib telah menyetujui rencana poligami tersebut dengan dalih kelelahan mengurus dirinya sendiri setelah 17 tahun bersama.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan