APKDock Logo
Sampul Novel The Letter I Wrote For You

The Letter I Wrote For You

8.4 / 10.0
Arshaka Januar memendam rasa cinta mendalam pada sahabatnya, Earlyta Camille, walau tahu perasaan itu salah dan tak berbalas. Namun, melihat Earlyta sangat menderita dalam pernikahan yang menyiksa memicu hasrat Arshaka untuk merebutnya. Meski yakin mampu memberikan kehidupan yang jauh lebih membahagiakan, Arshaka didera kenyataan pahit bahwa dirinya mungkin bukanlah sosok yang bisa menjadi sumber kebahagiaan sejati bagi wanita tersebut.

The Letter I Wrote For You Bab 1

Arshaka menatap Earlyta dengan tatapan ibanya. “Kamu yakin?” tanyanya entah untuk ke berapa kalinya dalam pembicaraannya dengan sahabat masa kecilnya itu. Gelas kopi yang sudah tandas menandakan sudah berapa lama mereka duduk berhadapan seperti ini, namun topik pembahasan mereka tidak juga berubah.

Earl—panggilan akrab Earlyta—menghela napasnya. “Apa yang harus aku pertahankan lagi?” Dia balik bertanya. Tatapannya yang awalnya fokus pada meja di hadapannya, kini bertubrukan dengan tatapan Arshaka. “Semuanya sudah hancur, bukan?”

Arshaka terdiam. “Tapi, apa kamu baik-baik saja?”

Earlyta menggeleng. “Aku tidak tahu. Tapi … seolah aku sakit kalau bersama dia, tapi lebih sakit kalau tidak bersama dia.”

Arshaka mengulurkan tangannya. “Kamu tahu kalau aku akan ada di sisi kamu, bukan?”

Earlyta menatap lamat-lamat sahabatnya. Semua hal yang sudah ia alami dalam hidupnya, disaksikan langsung oleh Arshaka. Sejak mereka berada di bangku sekolah menengah pertama, hanya Arshaka yang menemaninya. Earlyta tidak tahu bagaimana nasib hidupnya jika Arshaka tidak menjadi sahabatnya. “Apa kamu kecewa padaku?”

Arshaka menggeleng tegas. Gila saja, bagaimana bisa dia kecewa pada sahabatnya sendiri? “Aku kecewa pada diriku sendiri, karena tidak bisa memegang janji pada ibu kamu.”

Earlyta tersenyum sendu. “Dia juga pasti sangat kecewa padaku. Aku janji untuk bahagia, tapi ternyata—”

“Kamu akan bahagia, Earl. Aku yakin itu.” Genggaman tangan Arshaka pada Earlyta menguat. Seolah memberikan semangat lewat uluran tangannya. “Aku menjadi saksi bagaimana kamu selalu kuat.”

Wanita paling mandiri yang pernah ia kenal selain ibunya hanyalah Earlyta.

“Aku berpikir, apa yang akan aku lakukan setelah ini. Jika tanpa dia … apa aku masih bisa?”

Arshaka mengangguk tegas. “Sebelum ini saja, kamu bisa melewati semuanya, Earlyta. Jadi, kenapa kamu ragu sekarang?”

Earlyta menggeleng. Dia sendiri tidak tahu. Sebelumnya, dia merasa bisa menjadi wanita yang sangat kuat, karena sejak dulu dia sudah ditempa oleh kehidupan dan didewasakan oleh keadaan di sekitarnya. Jadi, apa yang harus ia ragukan sekarang?

***

Arshaka pulang ke rumah orang tuanya tiap akhir pekan dan biasanya dia selalu menjadi sangat bersemangat tiap kali akan bertemu mereka. Namun, untuk hari ini, Arshaka tidak memperlihatkan wajah semangatnya.

“Shaka?” Anneliese Januar, ibunya, melihat kedatangan anaknya. Dia bergegas menghampiri Arshaka. “Kenapa tidak bilang dulu kalau mau ke sini?”

Arshaka tersenyum kecil. “Biasanya juga aku tidak bilang dulu ke Mama kalau mau pulang.” Arshaka bahkan tidak sempat membuka ponselnya saking banyak beban pikiran yang ia pikirkan sekarang.

Anne menghela napas. “Iya, tapi biasanya kamu akan mengirim pesan agar Mama membuatkan makanan kesukaan kamu.” Anne tertawa kecil. Dia membuka jas yang dipakai Arshaka dengan lembut. “Bersih-bersih dulu, Mama akan menyiapkan kamu teh, ya? Kebetulan Papa kamu juga akan pulang sebentar lagi.”

Inilah yang Arshaka selalu suka tiap kali dia pulang ke rumah. Dia selalu disambut dengan kehangatan dan selalu diperlakukan sangat baik oleh ibunya.

“Oh iya, Arshaka,” panggil Anne yang membuat langkah Arshaka menuju kamarnya terhenti.

“Iya?”

“Earlyta tidak kemari lagi?”

Arshaka menggeleng. “Tidak. Dia sedang … ada sesuatu yang harus ia urus.”

Anne mencebikkan bibir bawahnya. “Padahal Mama ingin mengobrol banyak dengannya.” Anne terkenal sangat dekat dengan semua teman-teman Arshaka, termasuk sahabat sejati Arshaka yang sudah ia kenal sejak zaman SMP, siapa lagi kalau bukan Earlyta Camille. Apalagi Anne dan Earlyta memiliki kesukaan yang sama di bidang seni dan design, membuat pembicaraan mereka setiap bertemu, selalu menyenangkan.

“Nanti akan aku sampaikan pada dia untuk menemui Mama.”

Anne tersenyum. “Baiklah.”

Setelah selesai membersihkan tubuhnya, Arshaka sempat duduk di sisi ranjangnya dan belum berniat untuk turun dan menyapa kedua orang tuanya. Dia membuka ponselnya yang ada di nakas dekat ranjangnya, hanya untuk memeriksa apakah ada pesan dari Earlyta.

Dan nyatanya nihil. Tidak ada sama sekali. Padahal, wanita itu sejak dulu selalu menghubunginya setiap saat, apalagi kalau sedang ada masalah.

Pesan yang didapat oleh Arshaka malahan adalah pesan dari Gio—calon mantan suami dari Earlyta. Arshaka menghela napas ketika melihat pesan tersebut.

Gio Jevarno

Apa kamu sedang bersama Lyta?

Arshaka tahu kalau urusan antara Gio dan Earl belum selesai. Padahal, mereka sudah siap-siap untuk bercerai. Entah apa yang membuat semua urusan mereka terasa sulit untuk di hadapi.

Arshaka menjawabnya dengan satu kata; tidak.

Karena penasaran kenapa Gio tiba-tiba mencari sahabatnya, akhirnya Arshaka memilih untuk menelepon Earlyta.

“Halo?” Untungnya, sahabatnya itu langsung menjawab panggilannya di dering pertama panggilan tersebut.

Arshaka diam-diam menghela napasnya lega. Sejak dia tahu kalau hubungan sahabatnya dengan Gio sangatlah berbahaya, Arshaka sering kali berpikiran yang tidak-tidak jika Earlyta tidak menghubunginya. “Kamu di mana, Earl?”

“Apartemen aku. Kenapa?”

Arshaka menggelengkan kepalanya—walaupun dia tahu kalau Earlyta tidak bisa melihat gerakannya. “Apa kamu sendirian di sana?”

“Hm, tentu saja. Memangnya ada apa, Arshaka?”

“Gio mencari kamu. Tapi, aku tidak yakin kalau dia akan membuat kamu aman. Apa aku lebih baik ke sana dan menjaga kamu?” Sebagai seorang sahabat yang baik, Arshaka rela melakukan apapun untuk Earlyta. Apalagi kalau dia ingat bahwa Earlyta sedang mengalami masa-masa sulit akhir-akhir ini. Arshaka akan rela mengurangi waktu istirahatnya di rumah orang tuanya ini.

“Tidak apa. Aku bisa menjaga diriku sendiri.”

Arshaka tetap saja tidak tenang. Dia berdecak pelan. “Tapi, kamu sendiri tahu bagaimana Gio, bukan? Dia bisa saja membahayakan kamu.”

“Shaka, aku bertahan dengan dia selama ini dan menghadapi semua sikapnya. Aku sudah terbiasa. Lagipula, dia tidak bisa seenaknya menerobos apartemenku.” Mungkin maksud Earlyta adalah menenangkan Arshaka agar pria itu tidak panik sendiri. Namun, Earlyta tidak sadar kalau ucapannya itu membuat Arshaka semakin sakit hati.

Ucapan Earlyta tadi seolah menunjukkan pada Arshaka betapa tersiksanya dia. “Earl, kamu tahu kalau aku sangat ingin menemani kamu, bukan?”

“Aku tahu, tapi aku bisa menghadapi dia sendiri, Arshaka. Dia hanya akan semakin ‘gila’ jika kamu ikut campur.”

Arshaka mengangguk. “Baiklah. Tolong kabari aku—”

“Arshaka.”

“Hm?”

“Kalau terjadi sesuatu, aku akan menghubungi kamu.”

Arshaka langsung mengeryitkan dahinya. “Ada apa?” Arshaka langsung berdiri dari tempatnya. Siap siaga kalau-kalau ternyata Earlyta terancam.

“Tidak, aku tidak apa-apa. Aku hanya ingin kamu tetap ada di sisiku.”

“Kabari aku terus, ya, Earl.”

Earlyta tidak tahu, kalau Arshaka memang selalu ada untuknya. Arshaka akan selalu menemaninya dan bahkan di titik terendahnya sekalipun, Arshaka siap menawarkan pundaknya untuk Earlyta.

***

“Earlyta akan bercerai.” Arshaka berbicara pada kedua orang tuanya yang membuat mereka membelalakkan mata.

“Apa? Dengan Gio?” tanya Anne setengah tidak percaya. Karena mereka hubungannya sudah sangat dekat, alhasil Arshaka tidak sungkan menceritakan hal ini.

“Iya, suaminya hanya Gio, bukan?” tanya Arshaka dengan senyuman kecilnya.

“Astaga, apa dia baik-baik saja?” Anne terlihat khawatir. Dia sendiri sudah menganggap Earlyta sebagai anaknya sendiri. Tentu saja mendengar hal ini membuatnya sedih.

“Nanti, aku akan mengatakan padanya dulu.”

Anne mengangguk.

***

Lanjut Membaca

Daftar Isi The Letter I Wrote For You

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Derita Menantu Jelita
9.5
Kehidupan rumah tangga dalam novel modern "Derita Menantu Jelita" berubah drastis setelah sang suami mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan tragis. Situasi kian rumit ketika ayah mertua memutuskan tinggal bersama mereka. Demi menjaga kelangsungan garis keturunan, sang suami nekat melakukan aksi ekstrem dengan diam-diam membius istri dan ayahnya sendiri. Keputusan tersebut memicu rangkaian peristiwa misteri yang tak terkendali dan mengubah nasib mereka selamanya.
Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Jasmine Bintang, yang memiliki keterbatasan fisik sejak lahir, kerap mengecewakan sang ibu. Harapan indahnya untuk bahagia bersama Ardan Mahendra, suaminya yang sukses, sirna ketika keluarga Ardan terus merendahkannya. Kehadiran Anindya, mantan kekasih Ardan yang membongkar kepalsuan pernikahan mereka, kian memperparah penderitaan Jasmine. Saat Jasmine memilih bercerai demi harga dirinya, Ardan justru menolak keras dan mengancam tidak akan melepaskannya.
Sampul Novel En-PD153
8.9
Kekasih lama yang kusangka sudah mati tiba-tiba kembali bersama seorang wanita hamil yang katanya telah menolongnya. Dengan lancang, dia menyuruhku tinggal bersama mereka dan menjanjikan pesta pernikahan formal sebagai ganti atas keputusannya menikahi perempuan itu. Statusku sebagai putri bangsawan dan menantu konglomerat membuatku menolak keras menjadi simpanan. Jika dia memilih melepaskan kemewahan, aku akan membuat hidupnya hancur hingga dia jatuh miskin.
Sampul Novel Jangan bermain-main dengan saya
8.9
Nasib malang menimpa seorang gadis setelah dikhianati dan dijual oleh ayah kandungnya sendiri. Begitu beranjak dewasa, ia dipaksa menghadapi kenyataan pahit demi menjalani takdir kelam yang tak terhindarkan. Tanpa ada pilihan lain, ia harus bersedia menjadi istri dari seorang gembong narkoba yang sangat ditakuti. Kini, kehidupannya sepenuhnya terperangkap dalam pusaran dunia hitam mafia yang sarat akan intrik berbahaya serta ancaman maut yang terus mengintai.
Sampul Novel Mafia In The Night
8.0
Demi ambisi besarnya, William, putra seorang bos mafia kejam, siap melakukan apa saja. Namun, sebuah pengkhianatan merenggut nyawa sang ayah, Ferdinand. Rosemary yang merupakan istri Ferdinand akhirnya mulai menyadari sisi gelap suaminya yang selama ini tersembunyi. Di tengah duka, William bertekad membalas dendam sekaligus membersihkan nama ayahnya dari fitnah. Meski jalannya dihalangi oleh seorang polisi wanita, William takkan mundur hingga peluru terakhir menyelesaikan segalanya.
Sampul Novel Menyusui Bayi Mafia
9.7
Pelajar muda bernama Lea dikejutkan oleh tawaran tidak masuk akal dari bos mafia, El Zibrano Elemanus. El bersedia memberikan kekayaan melimpah asalkan Lea mau menyusui putranya. Tentu saja Lea menolak keras demi masa depannya. Sayangnya, El tidak menerima kata tidak dan siap memakai caranya sendiri untuk memaksa Lea. Kini, ia terjebak dalam situasi intim yang mengancam harga diri serta masa depannya akibat obsesi sang mafia.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan