APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel ISTRI BERCADARKU MANTAN MAFIA

ISTRI BERCADARKU MANTAN MAFIA

Demi kakeknya, Sayudha Wistara terpaksa menikahi Diandra Safaluna, perempuan bercadar yang misterius. Meski awalnya berniat bercerai setelah dua tahun tanpa sentuhan, Yudha justru terpikat oleh keahlian tak biasa sang istri. Di balik kelembutannya, rahasia besar Diandra masih tersembunyi rapat. Mampukah Yudha mengungkap bahwa istri yang dicintainya adalah pemimpin dunia mafia yang mengendalikan kakeknya sendiri?
Bab
Bagikan

Bab 1

"Aku tahu, kamu tak setuju dengan perjodohan ini. Tidak jadi masalah buatku. Aku hanya memintamu untuk menerimanya saja," ucap Luna dengan nada yang begitu tegas dan pasti.

"Apa Mbak jatuh cinta padaku setelah pertemuan kedua ini?"

"Kamu bisa berpikir apa saja," jawab Luna dingin.

Yudha begitu percaya diri. Ia merasa memiliki pesona kuat bak Casanova. Baginya, ketampanannya memang tidak akan pernah pudar oleh waktu. Apalagi disokong oleh statusnya sebagai pemimpin sebuah perusahaan besar, rasa percaya dirinya memuncak.

"Sejujurnya, aku sudah memiliki kekasih, Mbak," kata Yudha mencoba menolak.

Yudha masih ragu, walau kakeknya menawarkannya dua hektar kebun durian dan sebuah apartemen mewah sebagai kado pernikahan. Yudha menjadi heran, pria tua yang semula pelit padanya itu tiba-tiba menjadi sangat dermawan. Entah apa tujuan sebenarnya selain alasan agar dia memberikannya cucu.

"Tak masalah kamu punya kekasih, sebab aku juga tak mengharapkan menjadi istrimu selamanya. Cukup tiga tahun saja," tawar wanita bercadar hitam yang dipanggil Luna.

Gaun hitam Luna menutupi seluruh tubuhnya. Hanya matanya saja yang bisa Yudha lihat. Itu pun Yudha seperti segan menatap lama-lama. Entah aura apa yang dibawa gadis itu.

"Pernikahan bukan untuk main-main, Mbak," timpal Yudha.

"Anggap saja kamu sedang menolongku," ujar wanita itu lagi.

"Menolong bagaimana, Mbak?" tanya Yudha heran.

Gadis bercadar itu diam. Sepertinya dia tak suka dengan pertanyaan Yudha. Yudha benar-benar bingung.

"Dua tahun saja, bagaimana?" tawar Yudha.

"Baik," jawab Luna dengan cepat.

Setelah perjanjian itu, Yudha tidak pernah lagi berbicara apa pun dengan Luna, meskipun mereka bertemu kembali saat diskusi keluarga. Bagi Yudha, wanita itu sangat dingin melebihi es. Sebagai calon suami, Yudha sebenarnya ingin melihat wajah di balik cadar itu. Akan tetapi, melihat sikap Luna, Yudha jadi enggan. Yudha bahkan seperti tidak ingin mencari masalah dengan memintanya membuka cadar, meskipun laki-laki itu berhak melakukannya. Hari pernikahan pun tiba.

"Saya terima nikahnya Diandra Safaluna binti Nasron Kamal dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang 300 juta rupiah, tunai."

Setelah beberapa saat hening, akhirnya suara riuh dari para saksi dan tamu undangan terdengar menggema memenuhi gedung mewah hotel De Luxurious.

Sayudha Wistara terlihat bahagia. Laki-laki berpostur tinggi semampai itu telah membuktikan kepada siapapun bahwa dia bisa melamar seorang wanita bercadar dengan mahar yang fantastis.

Di malam pengantin, Yudha termenung di sofa merah yang baru saja dibeli ibunya. Laki-laki itu bingung. Selama dua tahun ke depan, apa yang akan dia lakukan dalam menjalani pernikahan tanpa cinta itu? Kepalanya terasa pusing bagai habis mengitari bumi tujuh kali, sangat berat. Tiba-tiba terdengar langkah lembut dari arah kamar.

"Apa kamu ingin kita melakukannya malam ini?" tanya Luna dengan tatapan tajam.

Yudha terpaku, seolah tak mampu berbicara. Ia selalu menciut dengan indah bola mata itu. Mata bulat besar, tajam dengan hiasan bulu mata yang lentik. Seperti warna coklat dan biru menyatu, begitu bersinar.

"Aa?? Ehmmm ... anu ... itu, begini ...."

Yudha kebingungan. Grogi, itu sudah pasti.

"Aku akan membuka cadarku dan seluruh kain ini jika kamu mau," tawar Luna.

Yudha tersenyum kecut. Kenapa wanita itu harus menyertakan kalimat 'jika kamu mau'?

'Memangnya aku saja yang punya nafsu? Dia kira aku lelaki apa? Tak akan. Aku tak akan menyerah padanya dengan mudah. Gengsi!' racau batin Sayudha.

"Apa Mbak memerlukannya?" tanya Yudha seolah dia tak menginginkannya.

Gadis bercadar itu hanya diam, sama sekali tidak menjawab. Hati kecil Yudha menginginkan Luna mengatakan 'iya' atau setidaknya mengangguk. Biar bagaimana pun, Yudha adalah laki-laki dewasa yang normal. Apalagi status mereka adalah suami istri. Yudha merasa cukup bersabar telah menunggu sedari tadi.

Dengan tatapan dingin, gadis yang baru saja Yudha sahkan itu berjalan mendekat. Jantung Yudha seperti akan mencolos keluar. Dekat, lebih dekat lagi. Rasanya Yudha seperti akan menikmati keindahan surga. Namun seketika harapannya hempas. Luna melenggang melewati Yudha, menyisakan aroma parfum yang begitu lembut menyeruak dari guratan helaian kain hijabnya. Sebelum dia keluar, Luna membalikkan badan menatap suaminya.

"Aku akan tidur di kamar samping, Mas," ucapnya datar.

Yudha hanya mengangguk dengan memasang senyum sedemikian rupa. Kecewa, itu sudah pasti. Yudha sadar pernikahan itu akan berakhir, tapi akad yang tadi pagi ia ucapkan bukan main-main.

"Andai dia tahu, aku bahkan merasakan beban bumi ini seperti semuanya terpangku padaku. Lalu ketika kata sah dari hadirin riuh rentak, serasa lepas semua beban itu. Bagaimana bisa dia semudah itu memperlakukanku? Wanita menyebalkan!" gerutu Yudha.

Ingin rasanya laki-laki itu meninggalkan rumah itu lalu menemui kekasihnya. Namun itu adalah hal yang mustahil. Akan sangat aneh, jika seorang pengantin laki-laki pergi di malam pertamanya. Yudha mengembuskan napasnya kuat-kuat.

"Oh ya, apa tadi aku salah mendengar? Dia panggil aku apa? Mas?" gumam Yudha sendirian menatap langit-langit. Mengapa terdengar sangat hangat di telinganya?

Gadis bercadar itu membuat Yudha mulai penasaran. Laki-laki itu mencoba memejamkan mata namun matanya kembali terbuka, seperti ingin melihat sesuatu. Yudha bangkit dengan cepat.

"Malam ini, setidaknya aku harus tahu seperti apa wajahnya!"

Sedang di sisi lain, Luna segera mengunci pintu, melucuti kain putih penutup dirinya lalu mengempaskannya begitu saja. Tampak rambutnya lurus sedikit curly di bagian bawah. Warnanya hitam berkilau terhentak indah. Sama sekali dia tidak memandang cermin sekedar untuk untuk mengagumi kecantikannya sebagai pengantin. Gadis itu segera mengeluarkan laptop. Dengan cekatan, jari-jarinya mengetik sesuatu. Tak lama, sebuah pesan datang.

(Senjata-senjata sudah dikumpulkan di hutan utara. Ada 10 orang yang berjaga. Tinggal menunggu perintah, boss!)

Bibir merah muda nan ranum itu menyeringai seperti puas. Jari jemarinya kembali mengetik.

(Musnahkan!)

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dalam Dekapan Dosen Tama
8.1
Suasana tegang menyelimuti Tama saat ia mendekap erat Runa, memohon agar istrinya itu tidak lagi menjauh. Sambil menghirup aroma tubuh Runa dengan penuh damba, emosi Tama membuncah. Di tengah konflik batin yang melanda, ia berbisik lirih untuk menegaskan bahwa kebersamaan mereka adalah hal yang sah secara hukum dan agama. Sebagai pasutri, Tama merasa tidak ada alasan lagi bagi Runa untuk terus menghindari kewajibannya.
Sampul Novel Istri Tomboy Sang CEO
8.8
Zella Polly, gadis tomboy yang tidak tahan dengan diskriminasi di rumahnya, harus menikah demi mendapatkan izin keluar dari sang ayah. Pada saat yang sama, CEO muda bernama Hugo Chavez terpaksa mencari istri untuk mengatasi rasa sakit hati setelah dikhianati kekasihnya. Demi kepentingan masing-masing, keduanya sepakat melakukan pernikahan kontrak. Akankah mereka berhasil menghadapi berbagai rintangan dan dinamika baru dalam kehidupan rumah tangga ini?
Sampul Novel Kebohongan Sang Alfa, Pemberontakan Sang Omega
8.4
Kebahagiaan sang Omega hancur saat memergoki Alpha Baskara bersama wanita lain dan putra rahasianya. Pernikahan mereka ternyata cuma alat politik Baskara dan orang tua angkatnya. Meski dikhianati dan dianggap pajangan, ia tetap tenang saat Baskara pura-pura rindu. Di balik amarahnya, ia menyiapkan pembalasan. Sebuah kristal berisi rahasia busuk mereka siap mengungkap kebenaran di tengah pesta akbar.
Sampul Novel Ketika Aku Menjadi Ibu Susuan Profesional
9.8
Memiliki produksi ASI yang berlebih membawa berkah sekaligus perubahan besar dalam hidup seorang wanita. Ia memutuskan untuk mengambil pekerjaan sebagai seorang ibu susuan profesional. Pada awalnya, ia mengira tanggung jawabnya hanya sebatas memberikan ASI dan menyusui bayi yang membutuhkan. Namun, kenyataan yang ia hadapi di lapangan ternyata jauh lebih rumit dan tidak sesederhana bayangannya. Berbagai rahasia dan dinamika hubungan baru mulai mengubah arah hidupnya secara tidak terduga.
Sampul Novel Mengandung Anak Boss
8.3
Siska awalnya hanya ingin bekerja sebagai sekretaris di perusahaan mewah. Namun, Arga, sang atasan yang tampan, malah menyodorkan kontrak kerja yang sangat tidak biasa. Bosnya tersebut rupanya memiliki kondisi medis khusus yang mewajibkannya meminum ASI. Siska pun kini berada di persimpangan jalan yang sulit, harus memilih antara tetap bersikap profesional atau bersedia menjadi penyedia ASI demi memenuhi kebutuhan kesehatan unik sang pimpinan.
Sampul Novel Pertemuan Tak Terduga: Kukira Kau Seorang Gigolo?!
8.3
Vanessa membatalkan pertunangannya setelah memergoki sang tunangan berselingkuh dengan adiknya sendiri. Demi membalas dendam, ia menyewa pria yang dikira gigolo di sebuah klub untuk menghabiskan malam bersama. Vanessa pergi begitu saja setelah meninggalkan selembar cek besar, tanpa peduli pada kemarahan pria tersebut. Namun, dunianya seketika terguncang saat ia harus menemui Tuan Fuller, pengusaha sangat berpengaruh yang ternyata adalah miliarder yang pernah ia bayar.