APKDock Logo
Sampul Novel Aku Hilang, Dia Mencariku Kemana-mana

Aku Hilang, Dia Mencariku Kemana-mana

9.1 / 10.0
Menjadi kekasih rahasia sekaligus restorator seni bos mafia Denis Sanggu adalah cara mahasiswi miskin sepertiku bertahan hidup. Namun, hubungan lima tahun ini retak saat Denis bertunangan dengan Bella Rosana. Aku tidak hanya dipaksa mengalah saat Bella melukaiku, tetapi Denis bahkan memaksaku menggantikan Bella bermain Rolet Rusia yang mematikan. Setelah mempertaruhkan nyawa demi membalas budi masa lalu, aku pun lenyap, meninggalkan sang mafia yang kini kehilangan akal sehatnya mencariku.

Aku Hilang, Dia Mencariku Kemana-mana Bab 1

Aku hanyalah seorang mahasiswi yang tidak sanggup membayar biaya kuliah.

Selama lima tahun, aku juga menjadi kekasih rahasia seorang mafia, Denis Sanggu.

Secara umum, aku adalah restorator seni pribadinya.

Secara pribadi, dia menghabiskan malamnya meniduriku, memelukku erat dan menciumku hingga aku kehabisan napas.

Lalu keluarganya mengatur pertunangan untuknya.

Denis bertunangan dengan Bella Rosana, seorang putri dari keluarga mafia saingan.

Di pesta pertunangan mereka, Bella menusuk punggung tanganku dengan pecahan kaca.

Tapi Denis malah memaksaku meminta maaf kepada Bella karena telah membuat keributan.

Aku hanya bisa menundukkan kepala pada Bella sembari menahan air mata.

Saat Bella kalah taruhan dan harus bermain Rolet Rusia, satu peluru, enam ruang peluru, Denis memaksaku menggantikan Bella.

Tanganku gemetar saat aku mengangkat pistol ke kepalaku.

"Kamu pernah menyelamatkan hidupku..." kataku pada Denis. "Sekarang kamu bisa mengambilnya kembali."

Saat aku lenyap dari dunianya, Denis yang selalu mengendalikan segalanya... benar-benar kehilangan akal sehatnya.

Selama lima tahun, aku menjalani dua peran sekaligus dalam hidup Denis. Restorator seni dan rahasianya, yaitu kekasihnya.

Lalu keluarga Denis memaksanya bertunangan. Pada malam pesta itu, aku memutuskan untuk meninggalkan pria yang seharusnya tidak pernah menjadi milikku.

"Aku mengundurkan diri."

Aku menyerahkan surat pengunduran diriku kepada Anton, kepala pelayan Denis.

"Kamu yakin?" Anton tampak terkejut. "Pak Denis selalu puas dengan hasil kerjamu."

Puas?

Aku hampir tertawa.

Dia itu Denis Sanggu, kepala keluarga kriminal paling berkuasa di Nawa Yok.

Sedangkan aku hanyalah gadis yang pendidikannya dibiayai Denis, restorator seni yang bekerja untuk melunasi utang, sebuah hukuman seumur hidup.

Kami berasal dari dua dunia yang berbeda.

"Aku sudah ambil keputusan." Suaraku lebih tenang dari yang kukira. "Utangku sudah lunas, sudah saatnya aku pergi."

"Ini memerlukan persetujuan pribadi dari Pak Denis."

"Kalau begitu, kasih tahu dia." Aku berbalik ke arah pintu. "Aku nggak bisa menunggu lama."

Saat melangkah keluar dari kediaman itu, aku menyentuh kalung di leherku, gantungan kecil berbentuk pisau palet.

Murah, tetapi memiliki makna.

Aku membelinya untuk diriku sendiri saat lulus dari sekolah seni.

Itu adalah pengingat akan kehidupan yang seharusnya aku miliki, yaitu kehidupan yang normal.

Denis menemukanku pada malam hujan sepuluh tahun lalu, dia juga orang yang membiayai pendidikanku.

Aku tidak pernah membayangkan akan terjadi sesuatu yang lebih di antara kami.

Saat itu, aku hanya merasakan kekaguman dan rasa terima kasih. Setelah lulus, aku setuju untuk bekerja padanya demi membalas "kebaikan" Denis yang luar biasa.

Aku tahu aku tidak akan pernah pantas berada di dunia Denis.

Namun, suatu malam, Denis mabuk. Bibirnya menyentuh kulitku, dan aku sama sekali tidak berdaya untuk menolak.

Lima tahun kemudian, aku harus menghadapi kenyataan, aku jatuh cinta padanya.

Namun, aku harus pergi.

Aku kembali ke apartemen dan dengan hati-hati meletakkan lukisan minyak terakhir yang telah dipulihkan ke dalam wadah pelindungnya.

Saat aku hendak berkemas, sebuah pesan teks dari Denis masuk.

[Kamu sudah janji akan datang ke pesta pertunanganku. Aku sudah mengirimkan gaun untukmu.]

Terdengar ketukan di pintu. Salah satu anak buah Denis berdiri di sana sambil membawa gaun satin putih.

"Pak Denis sedang menunggumu, Nona."

Apa Denis ingin aku menyaksikannya berbahagia bersama wanita lain?

Aku menahan air mata dan berganti pakaian dengan gaun itu.

Hubungan ini membutuhkan akhir, ini butuh penyelesaian.

Mobil berhenti di lokasi acara. Aku menarik napas dalam-dalam sebelum melangkah keluar.

Menara sampanye berkilauan di bawah lampu kristal, para tamu dengan pakaian mahal tertawa sembari mengobrol.

Setiap lukisan di dinding telah aku sentuh, aku pulihkan, dan aku hidupkan kembali.

Namun, malam ini, aku hanyalah orang luar.

Pandanganku menyapu ruangan untuk mencari wajah yang kukenal.

Lalu, aku melihatnya.

Denis berdiri di tengah ruangan, tuxedo hitamnya membuatnya tampak lebih tinggi dan berwibawa.

Lengannya melingkari tubuh seorang wanita cantik, Bella Rosana, tunangannya.

Bella mengenakan gaun merah tua, seperti mawar yang sedang mekar.

Dadaku terasa sesak.

Aku teringat pada malam tiga bulan lalu saat Denis memelukku.

Dia bergerak dalam diriku, keras dan cepat, lalu mencium air mataku.

Denis bilang tidak ingin menikahi Bella, keluarganya yang memaksa. Dia ingin bersamaku selamanya.

Keesokan paginya, dia bertingkah seolah tidak ada yang terjadi dan mengumumkan pertunangannya.

"Lihat siapa yang datang." Sebuah suara tajam terdengar dari belakangku.

Aku berbalik. Bella berjalan ke arahku dengan segelas anggur merah, senyum sosial yang sempurna terpampang di wajahnya.

"Elian, kamu benaran... menawan malam ini." Suaranya manis tapi menusuk.

"Terima kasih," jawabku singkat.

"Putih cocok untukmu," katanya sambil berhenti di depanku, kilatan kejam di matanya. "Warna murni untuk pekerjaan yang murni, bukan? Memulihkan lukisan tua. Begitu... elegan."

Aku bisa merasakan semua mata di ruangan itu tertuju pada kami.

"Bella, aku datang cuma buat... "

"Datang buat apa?" Bella memotong ucapanku, suaranya tiba-tiba melengking. "Buat merusak pesta pertunanganku? Buat ingatkan tunanganku kalau dia masih punya simpanan?"

Udara membeku.

Semua percakapan berhenti.

Semua orang menatap.

Simpanan...

Kata itu menusuk hatiku bak pisau.

"Aku nggak... "

Tiba-tiba Bella menyiramkan anggurnya padaku.

Cairan dingin itu membasahi satin putih, membentuk noda merah seperti bunga darah di dadaku.

Hening total.

"Ya Tuhan, aku minta maaf." Bella terkesiap, menutup mulutnya dengan lebay penuh drama. "Tanganku terpeleset, sama seperti bagaimana beberapa orang cenderung 'terpeleset' ke tempat yang nggak seharusnya mereka tempati, seperti ranjangnya Denis."

Orang-orang mulai berbisik.

Aku bisa mendengar kata-kata "simpanannya Denis" dan "membayar utang dengan tubuhnya."

Aku hanya berdiri di sana, merasakan tetesan anggur dari gaunku jatuh ke lantai.

Saat itu juga, kerumunan terbelah.

Denis berjalan mendekat.

Jantungku berdetak kencang.

Apa Denis akan membelaku?

Apakah Denis akan memberi tahu semua orang bahwa aku tidak hanya simpanan, tetapi wanita yang Denis cintai?

Dia berhenti di depan kami, tatapannya beralih antara aku dan Bella.

"Ada apa ini?" Suaranya tenang dan dingin. Kedinginan yang sama seperti di pagi hari dia bangun di sampingku.

"Sayang, aku benaran minta maaf." Bella langsung memeluknya. "Aku cuma ingin menyapa Nona Elian, terus nggak sengaja menabraknya."

Mata Denis, mata yang sama saat menatap mataku di tempat tidur dan membisikkan kata-kata cinta, kini sedingin es.

"Pak Denis." Aku mulai bicara dengan suara gemetar, "Aku bisa jelaskan... "

"Nggak perlu." Dia memotong ucapanku lalu beralih ke kerumunan. Dia berhenti sejenak sembari menatap ruangan yang hening. Lalu dia mengucapkan kata-kata yang menghancurkan sisa hatiku.

"Nona Elian ini karyawanku," katanya dengan suara tenang namun tajam. "Nggak lebih dari itu. Hubungannya dengan keluarga ini murni profesional. Dia nggak ada hak buat ganggu acara malam ini, atau membuat tunanganku marah."

Dunia seakan berputar.

Tatapan matanya begitu dingin, seolah bisa mencabik-cabikku.

Namun, dia sendiri yang menyuruhku datang...

"Satpam." Suara Denis memotong di ruangan itu. "Bawa dia keluar."

Bella tersenyum puas dalam pelukan Denis.

Aku menatap mereka, menatap pria yang sudah kuperingatkan diriku untuk tidak kucintai, tapi pada akhirnya kucintai selama lima tahun yang panjang.

Dia memeluk wanita lain dan pura-pura tidak melihat penghinaan yang menimpaku.

Para satpam mulai berjalan ke arahku.

"Nggak usah repot-repot," kataku sembari menegakkan punggungku. "Aku bisa keluar sendiri."

Aku berbalik dan berjalan pergi.

Di belakangku, aku mendengar suara manis Bella, "Sayang, ayo kita berdansa."

Aku mendorong pintu hingga terbuka dan disambut oleh dinginnya hujan.

Aku berdiri di sana, membiarkan hujan membasuh air mata di wajahku dan bekas guyuran anggur di dadaku.

Sepuluh tahun yang lalu, aku tersandung di jalan, sedangkan mobil Denis menabrakku.

Aku ingat terbaring di aspal basah, hujan mengguyurku, aku siap mati.

Denis berdiri di atasku seperti dewa, penyelamat kelam yang menarikku dari reruntuhan hidupku.

Malam ini, dialah juga yang mendorongku kembali ke dalam api.

Sesampainya di apartemen, aku baru saja berganti pakaian saat ponselku bergetar.

Sebuah pesan teks muncul.

[Jangan rusak pernikahanku dengan Bella, kamu tahu sendiri konsekuensinya. Malam-malam itu cuma kesalahan. Lupakan saja, D.S.]

Aku menatap layar, hatiku membeku.

Sebuah kesalahan?

Semua yang kami miliki hanyalah sebuah kesalahan?

Jariku melayang di atas layar untuk waktu yang lama sebelum akhirnya aku membalas pesan Denis.

[Jangan khawatir, Pak Denis. Aku sudah berhenti mencintaimu.]

Lanjut Membaca

Daftar Isi Aku Hilang, Dia Mencariku Kemana-mana

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
9.6
Ibu tiriku menikah dengan ayah 8 tahun lalu, dia dari keluarga yang sangat kaya, entah mengapa dia bisa menikah dengan Ayah yang pekerjaannya hanya bermain wanita dan menikahi yang dia sukai, tetapi Ayahku memang terlihat tampan, dengan badan yang kekar dan aura wajah yang sangar, mungkin itu menjadi daya pikatnya terhadap wanita-wanita, entahlah, aku tidak begitu jelas, dan Ayah pun jarang pulang. dia tidak berada di rumah selama berhari-hari dan tidak tahu cara mengurus keluarga. Aku hanya tinggal berdua dengan Ibu tiriku, aku di anggap anaknya sendiri, tetapi kebiasaan Ibu berpakaian Sexy sangat menggangguku. AKu menyukai seorang gadis, dia teman SMA ku dulu, Nama nya Rania. AKu sangat menyukainya, tetapi Ibu tiriku?...
Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan, punggungku hancur terbakar. Empat tahun aku merawatnya saat koma, tetapi setelah sadar, ia malah menyatakan cinta pada Stella di depan publik. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat diserang preman. Baginya, aku hanya beban. Puncaknya, ia membuangku di jalan tol saat hari pernikahan demi Stella. Kini, aku memilih pergi meninggalkan segalanya dan menuju bandara.
Sampul Novel Istri Untuk Tuan Alex
7.9
Demi melindungi kehormatan ibu angkatnya, Gadis rela menjadi pengantin pengganti. Namun, kesalahpahaman fatal membuat Alex sangat membenci dan memperlakukannya dengan buruk. Tidak tinggal diam, Gadis berani melawan kekejaman tersebut sambil terus menyembunyikan rahasia besar tentang identitas aslinya. Akankah Alex mampu membongkar misteri yang tersimpan rapat ini? Temukan kelanjutan kisah penuh ketegangan dan luapan emosi mereka selengkapnya di Bakisah.
Sampul Novel Misteri Hutan Gondoriyo: Perjalanan Malam yang Mencekam
8.5
Tersesat saat menjelajah, seorang pria terjebak dalam keanehan Hutan Gondoriyo setelah kendaraannya hilang secara misterius. Di sebuah pondok sunyi, sepasang lansia misterius memberinya peringatan keras. Meski sempat kembali dengan selamat, rasa penasaran menuntunnya kembali ke sana, namun hutan itu telah lenyap. Rahasia kelam tentang kecelakaan bus di jurang dan misteri hutan ini mulai terungkap, memaksanya bertaruh nyawa demi membongkar kebenaran yang meneror.
Sampul Novel MY LOVELY LITTLE WIFE
8.9
Yuki sangat geram setelah lamaran perjodohannya ditolak mentah-mentah. Alasan pria itu sungguh klasik, yaitu karena mereka belum saling mengenal. Sambil menggerutu dan mencap calon suaminya sebagai lelaki tua yang menjengkelkan, sebuah ide licik tiba-tiba muncul di benak Yuki. Senyum penuh arti pun tersungging di bibirnya. Ia kini menyusun sebuah rencana cerdik untuk memberi pelajaran berharga bagi pria sombong tersebut.
Sampul Novel Song For Luna
8.9
Berawal dari perjumpaan singkat di Bandung, takdir mempertemukan Luna dan Alvino. Hubungan mereka yang bermula dari saling bertukar nomor telepon dan tawaran menjadi pemandu wisata ternyata membawa perubahan drastis dalam hidup Luna. Kehadiran Vino menghadirkan pasang surut emosi yang luar biasa. Kini, di tengah badai masalah yang terus datang silih berganti, Luna dihadapkan pada pilihan sulit: menyerah pada keadaan atau tetap bertahan memperjuangkan segalanya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan