APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel IBU SUSU UNTUK BOSKU

IBU SUSU UNTUK BOSKU

Sonia, seorang ibu berumur 23 tahun, harus mencari uang demi mengobati anaknya yang mengidap Thalassemia. Saat terlilit utang, ia bertemu Mr. Wei, CEO berusia 45 tahun yang menjadi tempatnya bersandar. Hubungan tersembunyi ini menjadi pelarian Sonia dari pernikahan yang dingin. Namun, kecurigaan sang suami mulai mengancamnya. Terjebak dilema moral dan pengkhianatan, ia harus memilih cinta barunya atau hancur dalam kepedihan.
Bab
Bagikan

Bab 2

Dengan perasaan campur aduk, aku akhirnya mengetuk pintu. Suara berat Mr. Wei menyuruhku masuk. Aku menarik napas dalam-dalam sekali lagi, lalu membuka pintu dan melangkah masuk.

Pintu ruangan Mr. Wei terbuka lebar. Interior yang mewah dan elegan itu kontras dengan perasaan gelisah yang menggelayuti hatiku. Mr. Wei duduk di balik meja besar, menatapku dengan tatapan yang sulit kubaca. "Silakan duduk, Sonia," katanya dengan suara lembut namun tegas. Aku duduk di hadapannya, jantungku berdebar kencang. Aku berusaha untuk tetap tenang, tetapi pikiranku terasa kacau.

Aku, seorang gadis berusia 23 tahun, duduk di kursi yang terasa terlalu besar, sementara Mr. Wei, CEO perusahaan farmasi berusia 45 tahun, pesonanya yang karismatik dan percaya diri menegaskan perbedaan usia dan pengalaman kami. Di hadapannya, aku merasa kecil dan tidak berdaya, seolah dunia di sekelilingku menghilang, hanya ada dia yang memancarkan daya tarik luar biasa.

Namun, tatapannya yang tajam tertuju pada dadaku, membuatku merasa malu. Dadaku yang besar, ditambah kondisi menyusui saat ini membuatnya semakin membengkak, membuatku kurang percaya diri. Aku berusaha menutupinya dengan blazerku, meskipun aku tahu itu tidak sepenuhnya berhasil.

"Jadi, Sonia," Mr. Wei mulai, suaranya dalam dan tegas, “Kamu paham kan dengan syarat-syarat posisi ini?”

Aku mengangguk pelan, berusaha menyembunyikan kegugupanku. "Ya, Mr. Wei. Saya mengerti." Jawaban singkatku terasa hambar di telingaku sendiri.

Mr. Wei bersandar santai, senyum licik mengembang di bibirnya. “Kamu tahu tentang permintaan khusus yang harus dilakukan di posisi ini, kan?”

"Saya... saya baru saja diberitahu tentang adanya permintaan khusus untuk menyusui, tetapi saya tidak tahu harus menyusui siapa," kataku, suara ku bergetar.

Mr. Wei mengangkat alisnya, dan wajahnya langsung jadi serius. “Apa itu masalah untukmu?”

"Mr, ini benar-benar sulit buat saya," kataku, suaraku hampir bergetar.

"Baiklah, ceritakan apa kesulitanmu," tanyanya dengan nada datar.

"Anak saya mengidap Thalassemia dan membutuhkan perawatan medis yang mahal dan terus-menerus. Setiap bulan, biaya pengobatan membuat saya terjebak dalam hutang yang menumpuk. Saya tidak tahu harus berbuat apa," kataku dengan nada putus asa, merasakan air mata menggenang di mataku.

Mr. Wei tersenyum tipis, matanya tetap tajam menatapku. "Untuk biaya pengobatan anakmu, saya tawarkan gaji empat kali lipat jika kamu bersedia dengan permintaan khusus itu. Namun, untuk melunasi seluruh hutang, saya perlu sesuatu yang lebih dari sekadar permintaan khusus," jawabnya dengan nada penuh makna.

Aku merasakan aliran darahku membeku. "Apa maksud Anda, Mr. Wei?" tanyaku dengan suara yang nyaris berbisik. Ketakutan dan harapan berbaur menjadi satu, membuat pikiranku berkecamuk.

"Kamu adalah wanita yang menarik, Sonia," katanya dengan nada pelan namun tegas. “Saya ingin kita memiliki hubungan yang lebih intim. Kamu akan mendapatkan semua yang kamu butuhkan untuk anakmu.”

Kata-katanya menamparku seperti angin dingin. Aku merasa seperti terjebak di antara dua dunia—antara martabat dan kebutuhan. Bagaimana mungkin aku bisa menerima tawaran seperti ini? Namun, bayangan anakku yang menderita kembali menghantuiku, memaksa hati nuraniku untuk berpikir lebih jauh.

"Mr. Wei," suaraku terdengar serak, “itu... itu bukan sesuatu yang bisa saya putuskan dengan mudah.”

Mr. Wei memandangku dengan tajam, seolah ingin menembus jiwaku dan menemukan jawabannya di dalam sana.

“Sonia,” katanya dengan nada yang lembut namun penuh tekanan, “seandainya itu satu-satunya cara untuk menyelamatkan anakmu, seberapa jauh kamu akan bersedia melangkah?”

Pertanyaannya mengguncang hatiku, menciptakan pusaran dilema moral yang tak kunjung reda. Dalam sekejap, aku terjebak dalam pemikiran yang kelam, membayangkan setiap pilihan yang ada. Akankah aku mengorbankan prinsip yang telah kutegakkan selama ini demi nyawa putriku?

Seketika bayangan anakku yang sakit kembali menghantuiku. Aku tidak tega melihatnya menderita. Namun, harga yang harus kubayar terasa begitu mahal. Aku merasa seperti sedang tenggelam dalam lautan keputusasaan, tanpa ada pelampung untuk menyelamatkanku.

"Saya... saya butuh waktu untuk berpikir," kataku akhirnya, suara ku terdengar lirih.

Mr. Wei mengangguk pelan. “Tentu saja, Sonia. Pikirkanlah baik-baik. Ini adalah keputusan yang sangat penting. Ingatlah, waktu tidak menunggu siapa pun.”

"Berikan saya waktu sampai besok," kataku akhirnya.

Mr. Wei menggelengkan kepala. “Maaf, Sonia. Keputusan harus diambil hari ini. Ada banyak kandidat lain yang siap menggantikanmu.”

Aku terdiam, pikiranku kacau. Aku tidak bisa membayangkan harus kehilangan kesempatan ini. Anakku membutuhkan perawatan yang mahal, dan aku tidak tahu bagaimana caranya mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu singkat

“Aku tidak bisa kehilangan dia. Aku harus melakukan apa pun untuk menyelamatkan anakku. Tapi, apakah ini benar-benar jalan keluar? Aku akan menyesal seumur hidup. Aku tidak ingin menjadi orang yang berbeda hanya karena uang. Tapi, jika aku tidak menerima tawaran ini, bagaimana nasib anakku?”

Aku menarik napas dalam-dalam dan melangkah ragu menuju pintu itu. Tanganku bergetar saat mendorongnya terbuka. Di dalam, ruangan itu remang-remang dengan musik lembut yang mengalun di latar belakang. Sebuah sofa besar dan nyaman menjadi pusat perhatian, dikelilingi oleh berbagai benda dan perangkat yang tidak bisa aku lihat dengan jelas dalam kegelapan.

Jantungku berdebar semakin kencang saat aku melangkah masuk, merasa seolah-olah aku telah melangkah ke dunia lain. Perasaan tidak menentu dan penuh ekspektasi menguasai diriku. Apa yang akan terjadi di sini? Apa maksud dari semua ini?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Akupun Menandatangani Namanya
9.1
Setelah dikhianati oleh suaminya, Marvin Kurniawan, dan diracuni hingga tewas oleh putra kandungnya sendiri demi kekuasaan Irma Fasnitan, seorang wanita mendapatkan kesempatan kedua. Terbangun tepat di hari pernikahannya di masa lalu, ia bertekad mengubah nasib tragisnya. Alih-alih menandatangani dokumen pernikahan, ia menuliskan nama Irma, lalu melarikan diri bersama seluruh harta warisan peninggalan orang tuanya demi menyelamatkan diri dan membalas dendam secara elegan.
Sampul Novel Cinta satu malam dengan boss
9.0
Seorang wanita terkejut saat bos miliardernya mengajukan penawaran tak biasa. Tanpa dilandasi cinta, pria berkuasa yang dikelilingi banyak wanita itu secara dingin menegaskan bahwa dia hanya menginginkan tubuhnya demi kepuasan fisik semata. Kini, ia harus menghadapi kenyataan pahit dalam hubungan tanpa status yang murni transaksional ini, terus mempertanyakan alasan di balik keputusan sang bos memilih dirinya sebagai pemuas hasrat pribadi.
Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Cinta tulusku pada Bima Wijoyo berakhir tragis saat ia membiarkanku terpanggang di studio seni yang terbakar demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Aku terbangun di masa lalu, tepat sebelum rapat dewan keluarga berlangsung. Dengan memori kelam tentang kobaran api dan pengkhianatan mereka, kini aku berdiri kokoh untuk membatalkan pertunangan kami. Aku bersumpah tidak akan membiarkan diriku hancur untuk kedua kalinya.
Sampul Novel Ikatan Yang Ditakdirkan
9.6
Demi menepis rumor miring, Zayyad, seorang CEO muda yang mengidap gynophobia, terpaksa menikah. Di sisi lain, Alina yang misandris rela mengesampingkan prinsipnya demi sang nenek. Pertemuan antara rasa takut dan benci ini membawa mereka ke dalam pernikahan penuh kontradiksi. Zayyad mendambakan keluarga normal yang bertahan selamanya, sedangkan Alina justru merencanakan perceraian setelah tugasnya usai. Akankah takdir menyatukan mereka, atau berakhir tragis sesuai rencana Alina?
Sampul Novel Menaklukan CEO tampan
9.6
Sejak kepergian sang ayah, Clara harus membanting tulang sebagai admin demi menghidupi ibu dan kakaknya sembari tetap kuliah. Beban hidupnya kian berat akibat tekanan dari CEO yang arogan serta kepedihan mendalam setelah dikhianati oleh kekasihnya yang playboy. Bertekad mengubah takdir keuangan keluarga, Clara iseng mendaftar ke biro jodoh untuk mencari pria mapan. Mengejutkan, sosok yang ia temui di sana justru bosnya sendiri. Clara pun kini bertekad memikat hati sang CEO tampan.
Sampul Novel Mr. Reagan
8.2
Miliarder menawan Reagan Adam menyembunyikan sisi gelap sebagai pembunuh berantai yang meneror kota London. Rencana kejamnya berubah haluan saat ia bertemu Clara, seorang gadis periang dari toko bunga. Meski awalnya diincar sebagai korban berikutnya, Clara justru memicu obsesi mendalam dalam diri Reagan untuk memilikinya. Kini, Clara terperangkap dalam jerat sang monster berparas tampan yang mengklaim hidupnya. Akankah ia menyerah pada takdir bersama pria berbahaya tersebut?