APKDock Logo
Sampul Novel Mr. Reagan

Mr. Reagan

8.2 / 10.0
Miliarder menawan Reagan Adam menyembunyikan sisi gelap sebagai pembunuh berantai yang meneror kota London. Rencana kejamnya berubah haluan saat ia bertemu Clara, seorang gadis periang dari toko bunga. Meski awalnya diincar sebagai korban berikutnya, Clara justru memicu obsesi mendalam dalam diri Reagan untuk memilikinya. Kini, Clara terperangkap dalam jerat sang monster berparas tampan yang mengklaim hidupnya. Akankah ia menyerah pada takdir bersama pria berbahaya tersebut?

Mr. Reagan Bab 1

Sebuah pagi yang indah di kota London. Pagi dengan matahari yang bersinar cerah namun, teriknya tak terasa menyengat. Sungguh pagi di mana seseorang dianjurkan keluar dari rumah untuk menikmatinya.

Begitu juga dengan Clara William. Seorang gadis cantik dengan rambut hitam sebahu. Ia tampak berjalan santai di sepanjang trotoar seraya menyenandungkan lagu kesukaannya. Sesekali, Clara tersenyum ketika bertemu dengan orang yang tidak sengaja berpapasan dengan dirinya.

Clara menghentikan langkah kakinya di depan sebuah minimarket. Ia kemudian membuka pintu minimarket tersebut lalu masuk kedalamnya untuk membeli beberapa bungkus roti karena ia belum sempat sarapan tadi.

Maklum saja, Clara hanya tinggal sendiri di rumah. Ibu Clara telah meninggal saat melahirkannya, sementara sang ayah mengakhiri hidupnya sendiri diakibatkan depresi yang ia alami.

Clara kemudian diasuh oleh neneknya yang saat ini sedang dirawat di rumah sakit. Hal tersebutlah yang membuat Clara terkadang tidak sarapan lebih dulu di rumah. Sang nenek yang biasanya memasak sarapan di pagi hari, kini tengah terbaring lemah di rumah sakit.

Bukan Clara tidak pintar memasak atau semacamnya. Hanya saja, semenjak Ny. Emma atau nenek Clara dirawat, gadis itu jadi sering terlambat bangun pagi. Selain itu, ia juga terlalu malas untuk membuat sarapan. Bagi dirinya, membeli sebungkus roti lebih praktis ketimbang harus repot-repot memasak.

Setelah menemukan roti yang ia inginkan, Clara kemudian mengambil sekaleng susu lalu berjalan menuju meja kasir untuk membayar. Gadis itu bersyukur, minimarket pagi ini tidak terlalu ramai. Sehingga ia tidak perlu mengantri untuk waktu yang cukup lama.

"Breaking news! Telah ditemukan sesosok mayat perempuan tanpa busana diduga korban pembunuhan. Terdapat luka sayatan pada leher korban dan beberapa luka tusuk pada tubuh korban. Di duga korban meninggal karena kehabisan darah."

"Lagi? Ini adalah yang ke sembilan di tahun ini. Apa polisi masih belum bisa menangkap pelakunya? Aku semakin merasa tidak nyaman berada di kota ini lagi," ujar seorang kasir perempuan seraya bergidik ngeri.

Bagitupun dengan Clara. Gadis yang berusia 21 tahun itu turut merasa ngeri mendengar berita tersebut. Sudah hampir 6 bulan kejadian keji tersebut berlangsung. Namun, hingga saat ini polisi masih belum bisa menemukan siapa pelaku di balik seluruh pembunuhan berantai tersebut.

"Aku hanya bisa berharap polisi akan segera menemukan pelakunya," ucap Clara lirih.

Kasir wanita itu menatap ke arah Clara serius. "Kau harus berhati-hati, Clara. Aku sering melihatmu pulang sendirian larut malam. Cobalah untuk tidak pulang terlalu malam lagi demi kebaikanmu. Pelakunya masih berkeliaran di sekitar kita."

Clara tersenyum hangat mendengar ucapan penuh kekhawatiran dari kasir wanita itu. Leta, nama kasir wanita itu, adalah teman Clara saat masih di bangku sekolah menengah atas. Karena itu, mereka terlihat akrab.

"Aku baik-baik saja, Leta. Semuanya akan baik-baik saja, tidak perlu mencemaskanku. Kau juga harus menjaga dirimu," ucap Clara mencoba meyakinkan teman lamanya itu.

Leta tersenyum tipis. Wanita itu menganggukkan kepalanya pelan. "Baiklah, ini dia belanjaanmu. Sampai jumpa, Clara."

Clara menganggukkan kepalanya seraya mengambil makanan yang ia beli tadi, tentu setelah gadis itu membayar semuanya. Setelah berpamitan dengan Leta, ia kemudian pergi dari minimarket tersebut.

Sementara itu, Leta memperhatikan Clara dari jendela minimarket yang transparan. Entah mengapa, gadis itu merasa begitu khawatir dengan Clara hari ini, tidak seperti biasanya. Ia merasakan perasaan aneh tentang temannya itu. Sebuah perasaan gelisah bercampur kekhawatiran yang ia tidak tahu apa sebabnya.

"Semoga kau selalu baik-baik saja, Clara," lirih Leta dengan penuh harap.

Di lain sisi, seseorang yang dikhawatirkan oleh Leta, tampak berjalan dengan santai. Ia seperti tidak pernah mendengar berita mengerikan di minimarket tadi. Tanpa rasa takut sedikitpun, Clara melangkah dengan tenang menuju toko bunga milik neneknya.

Gadis itu lagi-lagi bersyukur karena jarak dari rumahnya ke Emma florist tidak terlalu jauh. Hanya membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit jika ditempuh dengan berjalan kaki. Itupun Clara sudah mampir ke minimarket sebelumnya.

Sesampainya, di toko bunga neneknya, Clara langsung saja membuka toko mungil tersebut lalu melakukan pekerjaan yang biasa gadis itu lakukan. Seperti menyapu, menyiram bunga dan pekerjaan lainnya. Setelah selesai, Clara kemudian menyantap roti yang ia beli di minimarket tadi.

"Clara? Kau di dalam, sayang?"

Clara menghentikan aktivitasnya saat mendengar suara familiar dari luar toko. Gadis itu meletakkan sebungkus roti yang tadi ia pegang di atas meja lalu, keluar untuk memeriksa siapa yang datang ke Emma Florist.

"Ah, selamat pagi, Ny. Wilson," ucap Clara seraya tersenyum senang saat kedua matanya menangkap sosok wanita paruh baya yang mengenakan dress bewarna kuning berdiri di depan toko bunga neneknya. Ia adalah Jane Wilson, istri dari pemilik toko roti yang berada di seberang Emma Florist, toko bunga nenek Clara.

"Selamat pagi, sayang. Bagaimana kabarmu hari ini?"

"Seperti yang kau lihat, aku cukup baik. Kau sendiri bagaimana, Ny. Wilson?" Clara balik bertanya.

Jane tersenyum manis lalu mendekat ke arah Clara. "Sama sepertimu, sayang."

"Dress yang indah. Warna kuning sangat cocok untukmu, Ny. Wilson," puji Clara tulus.

Mendengar pujian dari Clara, membuat Jane seketika tersipu malu. Wanita itu kemudian menatap ke arah lain mencoba menghindari tatapan dari Clara.

"Ny. Wilson?"

"Ah, dress ini adalah pemberian dari suamiku. Aku tidak tahu apa yang membuatnya tiba-tiba membelikanku dress indah ini," jelas Jane yang masih tersipu malu.

"Itu berarti ia sangat mencintaimu, Ny. Wilson," komentar Clara.

"Ah, kau ini. Selalu saja menggodaku. Hentikan itu. Sebaiknya kau memberikanku bunga yang cantik pagi ini," ujar Jane yang sudah tidak tahan lagi digoda oleh Clara.

Clara tersenyum. Wanita itu kemudian mengambil sebuket bunga mawar bewarna merah yang segar lalu memberikannya pada Jane.

"Aku sudah menyiapkannya, untukmu," ucap Clara.

"Apa ini bunga tulip? Adikku sangat menyukai bunga ini. Kau bisa mengantarkan bunga ini kepadanya, Clara?"tanya Jane seraya menunjuk ke arah beberapa tangkai bunga tulip yang tumbuh subur.

"Tentu saja, Ny. Wilson. Aku akan mengantarkannya," jawab Clara.

Jane pergi beberapa menit setelahnya dan Clara segera mempersiapkan pesanan wanita paruh baya itu. Setelah semuanya telah selesai, Clara memutuskan untuk langsung mengantar sebuket bunga tulip segar ke alamat yang telah ditinggalkan oleh Ny. Wilson tadi.

Wanita itu bersyukur karena alamat rumah adik Ny. Wilson tidak terlalu jauh dari toko bunga neneknya. Clara bisa menempuhnya hanya dengan berjalan kaki sekitar 15 menit saja.

Langkah Clara terhenti karena lampu untuk pejalan kaki bewarna merah. Wanita itu memperhatikan ke sekelilingnya. Ada beberapa pejalan kaki yang juga sedang berhenti di dekatnya. Sekitar 5 atau 6 orang dengan jenis kelamin dan usia yang berbeda-beda. Mereka juga memiliki raut wajah yang berbeda-beda. Ada yang tampak cemas dan gelisah. Ada pula yang tampak santai seperti dirinya.

Sekitar 30 detik kemudian, lampu berganti menjadi hijau. Clara dan pejalan kaki lainnya pun bergegas melanjutkan kembali langkah mereka sebelum lampu lalu lintas kembali berganti.

Tanpa Clara sadari, ada seorang pria tampan bermata tajam tengah mengawasinya dari dalam sebuah mobil sedan mewah bewarna hitam. Pria itu terus saja mengawasi gerak-gerik Clara hingga wanita itu lenyap dari pandangannya.

Perlahan sebuah senyum mengerikan muncul di wajah tampan milik pria itu. Sebuah senyum yang jarang sekali bahkan nyaris tidak pernah ia tampakkan. Senyum itu begitu licik dan juga kejam.

"Cantik, cantik sekali. Kau akan menjadi yang berikutnya, nona," ucap pria misterius itu lalu melaju dengan mobil mewahnya.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Mr. Reagan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Ayah Mertuaku, Musuhku
8.3
Kehilangan suami membuat dunia Laras runtuh, tetapi perhatian hangat mertuanya menjadi kekuatan baru. Namun, Rizqan, sang kakak ipar, ternyata memendam perasaan mendalam padanya. Ketika malam berhujan mempertemukan mereka di ruang tamu, obrolan intim pun tak terhindarkan. Rizqan akhirnya menyatakan cinta rahasianya, memicu kebimbangan besar di hati Laras. Di tengah keheningan malam, keduanya pun hanyut dalam pesona terlarang yang melenyapkan kesedihan mereka.
Sampul Novel Balas Dendam : Kembalinya Sang Miliarder
8.0
Di rumah sakit mewah Chicago, kebahagiaan Florence melahirkan putra kandungnya hancur seketika. Nelson Gonzales, sang presiden sekaligus ayah dari bayi itu, justru menunjukkan kebencian mendalam. Nelson menolak mengakui darah dagingnya sendiri dan tega menghina Florence. Konflik memuncak saat Nelson mengancam akan membuang bayi malang tersebut. Saat Florence berusaha menenangkan bayinya dengan menyusui, Nelson malah menuduhnya melakukan tindakan keji itu demi merayunya.
Sampul Novel Dikhianati Suami, Diremehkan Mertua
9.1
Demi melindungi putranya, Alena bersembunyi selama tujuh tahun dari kejaran Keluarga Whitmore. Namun, kedamaiannya sirna ketika ia diculik dan disekap di sebuah kastil tua terpencil. Di tempat itu, sang mantan suami, Dorian Whitmore, menuduh Alena menyembunyikan anak laki-laki mereka yang lain. Alena menegaskan hanya Julian Ezra Callahan yang hidup, sementara kembarannya telah tiada. Kini ia harus menghadapi Dorian demi mengungkap misteri masa lalu.
Sampul Novel Gairah Panas Sang Mantan
8.4
Sakit hati akibat pengkhianatan suaminya, Gilang, mendorong Kayla yang kini berusia 37 tahun untuk membalas dendam. Ia memilih kembali ke pelukan Farel, mantan kekasihnya. Terpikat oleh pesona Kayla yang kian menawan, Farel menyambutnya hingga mereka terlibat perselingkuhan yang membara. Meski keduanya telah membina rumah tangga masing-masing, hubungan gelap yang intim ini terus berlanjut. Kini, rahasia besar tersebut mengancam pernikahan mereka. Akankah cinta terlarang ini membawa bahagia?
Sampul Novel Gunung Pengantin Ngunduh Mantu
8.8
Terlahir dari keluarga miskin yang dikutuk iblis, Bima tumbuh di dekat Gunung Pengantin yang angker. Akibat melanggar pantangan di sana, ia kehilangan Alif, sahabatnya yang diculik menjadi budak gaib. Beranjak dewasa, Bima berjuang mematahkan kutukan leluhur bermodalkan kekuatan khodam warisan. Meski misi mistis itu berhasil, ia harus membayar harga mahal. Orang tuanya tewas mengenaskan dalam ritual gaib, meninggalkan Bima sendirian dalam kepedihan mendalam.
Sampul Novel Penyesalan Suami Setelah Kematianku
8.5
Napas terakhirku berembus di meja operasi setelah ginjal milikku diambil paksa untuk Chika, cinta pertama suamiku, Handi. Saat Handi merayakan kesembuhan Chika, kedok wanita itu terbongkar sebagai penipu yang mengincar asuransi. Penyesalan mendalam membuat Handi nekat menggali kuburanku dengan tangan kosong. Namun, berkat bantuan Feri, batu nisan itu kini berstatus sebagai istri pria lain. Meski Handi akhirnya bunuh diri demi menebus dosanya, semua sudah terlambat.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan