APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel IBU SUSU UNTUK BOSKU

IBU SUSU UNTUK BOSKU

Sonia, seorang ibu berumur 23 tahun, harus mencari uang demi mengobati anaknya yang mengidap Thalassemia. Saat terlilit utang, ia bertemu Mr. Wei, CEO berusia 45 tahun yang menjadi tempatnya bersandar. Hubungan tersembunyi ini menjadi pelarian Sonia dari pernikahan yang dingin. Namun, kecurigaan sang suami mulai mengancamnya. Terjebak dilema moral dan pengkhianatan, ia harus memilih cinta barunya atau hancur dalam kepedihan.
Bab
Bagikan

Bab 3

Aku menatap Mr. Wei dengan tatapan kosong. "Baiklah," kataku akhirnya, suara ku terdengar lemah. “Saya menerima tawaran Anda.”

Mr. Wei tersenyum puas, seolah-olah dia baru saja memenangkan sebuah permainan besar. "Baiklah, Sonia. Namun, kamu harus melewati beberapa ujian," katanya dengan nada yang dingin.

"Ujian? Maksud Anda?" tanyaku dengan suara yang hampir berbisik.

Mr. Wei mengangguk perlahan, senyum licik masih terpampang di wajahnya. "Ya, ujian. Aku ingin memastikan bahwa kamu memang pantas mendapatkan bantuan yang kamu butuhkan," ujarnya dengan nada yang penuh arti.

Mata kami bertemu, dan aku bisa merasakan tekanan yang semakin berat. "Apa yang harus saya lakukan untuk lulus ujian ini, Mr. Wei?" tanyaku, berusaha menjaga suaraku tetap stabil.

Dia berjalan mengitari meja, berhenti hanya beberapa inci dari wajahku. Aku bisa merasakan napasnya yang hangat dan sedikit beraroma mint. "Berdirilah," perintahnya.

Sedikit ragu, aku perlahan-lahan berdiri. Mr. Wei mengulurkan tangannya dan dengan lembut hinggap di salah satu gunung kembarku. Aku tertegun, tubuhku tiba-tiba menegang tanpa kusadari.

"Kamu tahu, Sonia, ini bukan hanya soal pekerjaan, ini tentang kepercayaan," bisik Mr. Wei dengan nada menggoda. “Kamu bisa memberikan itu, bukan?”

Aku berusaha menarik napasku, namun rasanya sesak. "Tuan Wei," kataku, suara ku gemetar, “Saya tidak mengerti.”

"Oh, kamu akan mengerti," jawabnya dengan senyum yang semakin lebar. “Kamu harus lebih dari sekadar karyawan.”

Seketika, semua potongan puzzle mulai tersusun. Aku mengerti sekarang. Ini bukan hanya tentang pekerjaan, ini tentang eksploitasi. Aku merasa jijik dengan diriku sendiri karena telah sampai pada titik ini.

"Saya pikir saya salah paham," kataku, berusaha melepaskan diri dari genggamannya. “Saya pikir ini hanya tentang pekerjaan.”

Mr. Wei menarikku lebih dekat, matanya menyala dengan nafsu. “Oh, Sonia, kamu terlalu polos. Tapi tidak apa-apa, aku akan mengajarkanmu semuanya.”

Mr. Wei tersenyum, melepaskan tangannya dan melangkah mundur. “Baiklah. Kalau begitu, ayo kita lanjutkan.”

Dia menunjuk ke sebuah pintu di belakang kantor yang sebelumnya tidak kuperhatikan. "Di sana," katanya, “itu tempat kita bisa mengadakan pertemuan yang lebih... pribadi.”

Aku menarik napas dalam-dalam dan melangkah ragu menuju pintu itu. Tanganku bergetar saat mendorongnya terbuka. Di dalam, ruangan itu remang-remang dengan musik lembut yang mengalun di latar belakang. Sebuah sofa besar dan nyaman menjadi pusat perhatian, dikelilingi oleh berbagai benda dan perangkat yang tidak bisa aku lihat dengan jelas dalam kegelapan.

Mr. Wei mengikuti masuk dan menutup pintu di belakang kami. “Relax, Sonia,” katanya. “Ini baru permulaan.”

Ketika aku memasuki ruangan remang-remang, suasananya begitu mengguncang hati. Aroma yang samar-samar mengisi udara, membuatku merasa bergetar antara harapan dan ketakutan. "Apa yang sebenarnya Anda inginkan dari saya?" tanyaku dengan suara bergetar, berusaha menahan gemuruh emosi di dalam hati. “Jika saya melakukan ini, apakah anak saya akan mendapatkan perawatan yang dia butuhkan?”

Mr. Wei mendekat, suaranya lembut tetapi penuh otoritas. "Tentu, Sonia. Itu sudah menjadi bagian dari kesepakatan kita. Tetapi, aku ingin lebih dari sekadar kepatuhan. Aku ingin dedikasi dan kepercayaan penuh darimu." bisiknya sambil mengajakku duduk di sofa.

Saat aku duduk di sofa besar itu, pikiranku melayang kepada anakku. Bayangan senyumnya yang ceria memberiku kekuatan untuk menjalani semua ini. Aku berdoa dalam hati, semoga pengorbananku tidak sia-sia dan anakku bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Mr. Wei melangkah ke sebuah meja kecil di sudut ruangan, mengambil botol wine yang elegan, dan membuka tutupnya. Ia menuangkan wine ke dalam dua gelas kristal, lalu menyodorkan salah satunya kepadaku. "Minumlah," ujarnya lembut, matanya menatapku dengan intens.

Aku ragu-ragu, namun tatapannya yang penuh kuasa membuatku sulit menolak. Aku mengambil gelas itu dan meneguk sedikit demi sedikit. Rasa anggur yang memabukkan perlahan menyebar di tubuhku, menenangkan saraf-sarafku yang tegang.

Mr. Wei meraih tanganku dan menggenggamnya dengan erat. “Kamu aman di sini, Sonia. Aku tidak akan menyakitimu.”

Sentuhannya yang hangat membuatku merasa nyaman, seakan ada aliran listrik yang mengalir dari ujung jari-jarinya ke seluruh tubuhku. Mr. Wei, dengan pesonanya yang luar biasa, berhasil membuatku merasa dicintai dan dihargai.

Lalu ia meraih pipiku dan membelai lembut rambutku. "Kamu sangat cantik, Sonia," bisiknya. Matanya yang dalam menatapku penuh makna.

Aku menutup mataku sejenak, menikmati sentuhannya. Dalam hati, aku berjuang melawan perasaan ini. Aku tahu ini salah, tapi aku tidak bisa menolak daya tariknya.

Mr. Wei semakin mendekatkan wajahnya, jarak antara bibir kami hanya beberapa sentimeter. "Biarkan aku mencintaimu," bisiknya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Durhaka Dibutakan Nafsu
8.4
Saat ibu mertuanya sekarat akibat kecelakaan, sang istri berulang kali menghubungi suaminya yang berprofesi sebagai pengacara. Namun, pria itu menolak membantu dan menuduhnya berbohong demi uang, karena sibuk mengurusi mantan kekasihnya. Setelah sang ibu meninggal, sang suami justru menjadi pembela yang membebaskan pelaku tabrak lari tersebut di pengadilan, tanpa menyadari korban tewas adalah ibunya sendiri. Kecewa berat, sang istri langsung melayangkan gugatan cerai.
Sampul Novel Demi Selingkuh, Suamiku Meracuni Anakku
8.6
Pernikahan tujuh tahun hancur seketika saat seorang suami tega mencampur obat tidur ke susu anaknya demi berkencan dengan sang asisten, Nelly, di malam Natal. Saat sang istri melarikan anak mereka yang demam tinggi ke rumah sakit, ia justru memergoki suaminya sedang menggendong Nelly yang mengaku kakinya terkilir. Di tengah ketidakpedulian suaminya terhadap kondisi kritis sang anak di ruang gawat darurat, sang istri yang menggenggam tiket lotre di sakunya kini mantap untuk bercerai.
Sampul Novel Gadis Nakal Miliarder
8.4
Serafhine Ariana menjalani pekerjaan unik di ranah digital dengan menyediakan layanan khusus bagi pria tanpa melanggar batas kesuciannya. Walau jasanya sangat diminati hingga para pelanggan rela membayar tinggi, ia memegang aturan kerja yang amat ketat. Serafhine hanya bersedia menemani satu klien untuk satu kali pertemuan saja. Ia selalu menolak keras permintaan pesanan berulang dari siapa pun, terlepas dari seberapa besar tawaran uang yang diajukan kepadanya.
Sampul Novel Hati Tak Terucap: Istri yang Bisu dan Terabaikan
9.4
Lima tahun Kelly bertahan dalam siksaan mertua dan sikap dingin suaminya sebagai istri bisu. Usai perceraian mereka diresmikan, sang mantan suami justru langsung bertunangan dengan perempuan idaman lain. Kelly yang tengah mengandung memutuskan pergi jauh dan melupakan pria tersebut. Ketika sang mantan datang memohon untuk rujuk, Kelly yang telah menata hidup baru dengan bahagia langsung menolaknya. Ia menutup rapat pintu hatinya bagi pria yang dulu mencampakkannya.
Sampul Novel Pemuas Ibu tiri KEMBAR
8.7
Kehidupan tenang pemuda berusia dua puluh tahun bernama Rey terusik sejak sang ayah menikah lagi. Kehadiran dua ibu tiri kembar yang berparas sangat cantik dan bertubuh memikat langsung membangkitkan gairah terpendam dalam dirinya. Terpikat oleh pesona luar biasa mereka, Rey tidak tinggal diam. Ia mulai menyusun rencana matang dan mencari berbagai kesempatan tersembunyi di dalam rumah demi bisa mendekati kedua wanita itu untuk menyalurkan hasratnya.
Sampul Novel Petualangan Gairah Kenikmatan
8.0
Akibat sebuah kejadian tidak terduga, Randy dan Ririn terjatuh hingga tubuh mereka saling berhimpitan sangat dekat. Dalam posisi intim tersebut, Randy dapat merasakan embusan napas dan detak jantung Ririn yang kian cepat. Sentuhan fisik itu seketika menyulut gairah membara yang sulit dikendalikan oleh keduanya. Di tengah ketegangan asmara yang kian memuncak, Ririn akhirnya terbawa suasana dan meminta Randy untuk segera menyatukan perasaan cinta mereka.