APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ibu Susu Bayi Presdir

Ibu Susu Bayi Presdir

Kehidupan Liana berubah total setelah malam misterius lima tahun lalu. Kini, ia terkejut saat menyadari bahwa bos barunya, CEO Ethan Alvaro, merupakan ayah kandung dari putranya, Noel. Meski Ethan tidak mengingat dirinya, rahasia masa lalu perlahan mulai terungkap dan memicu kecurigaan. Liana berupaya menjauh demi melindungi sang anak, tetapi Ethan justru terus mendekat. Akankah kebenaran ini membuat Ethan merebut Noel, atau ia justru menerima Liana kembali?
Bab
Bagikan

Bab 1

Langkah kaki Liana menggema di sepanjang koridor luas perusahaan Alvaro Corp. Ini adalah hari pertamanya sebagai sekretaris baru di salah satu perusahaan terbesar di negara ini. Tangannya mencengkeram map dengan erat, berusaha menenangkan dirinya.

Bukan pekerjaannya yang membuatnya gugup. Melainkan fakta bahwa ia akan bertatap muka dengan pria yang selama ini hanya ada dalam kenangannya.

Pria yang tanpa ia sadari, telah mengubah hidupnya lima tahun lalu.

Liana menarik napas dalam-dalam, mencoba mengendalikan debaran jantungnya. Ia mengetuk pintu kayu besar yang menjulang di hadapannya.

Tok, tok, tok!

"Masuk," suara berat dan dalam terdengar dari dalam ruangan.

Jantungnya semakin berdebar. Dengan hati-hati, ia membuka pintu dan melangkah masuk.

Saat matanya bertemu dengan pria yang duduk di balik meja kerja besar, dunia terasa berhenti berputar.

Liana tercekat.

Pria itu…

Ethan Alvaro.

Pria yang pernah bersamanya di malam itu.

Pria yang tanpa ia sadari… adalah ayah dari anaknya.

---

Lima tahun lalu…

Liana masih ingat malam itu dengan jelas. Pesta perusahaan yang diadakan di hotel mewah, suasana hangat dengan alunan musik jazz yang lembut. Ia tidak berniat tinggal lama, tetapi rekan-rekannya memaksanya untuk ikut.

Saat ia keluar untuk mencari udara segar di balkon, seorang pria datang menghampirinya.

"Tampaknya kau juga tidak suka keramaian," katanya dengan suara rendah.

Liana menoleh. Pria itu tinggi, mengenakan jas hitam yang elegan. Cahaya lampu membuat fitur wajahnya terlihat tajam dan sempurna—rahang tegas, mata tajam, dan bibir tipis yang membentuk senyum samar.

"Aku hanya tidak terlalu suka pesta yang berisik," jawab Liana dengan canggung.

Pria itu menyandarkan tangannya di pagar balkon, menatap langit malam. "Begitu juga aku," gumamnya.

Liana menoleh, mengamati wajah pria itu lebih lama. Ada sesuatu yang berbeda darinya. Cara ia berbicara, cara ia menatapnya…

"Apa kau sering datang ke pesta seperti ini?" tanyanya, mencoba memecah keheningan.

"Tidak. Ini pertama kalinya aku merasa ingin tinggal lebih lama." Pria itu meliriknya, sudut bibirnya sedikit tertarik.

Liana merasakan kehangatan menjalar di pipinya.

Mereka mengobrol untuk beberapa saat, dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Liana merasa nyaman dengan seseorang. Pria itu memiliki aura yang kuat, namun ada sesuatu dalam tatapan matanya yang membuat Liana merasa aman.

Satu hal mengarah ke hal lain.

Malam itu berakhir dengan cara yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Dan keesokan paginya, pria itu menghilang tanpa jejak.

Liana mencoba mencari tahu siapa dia, tetapi satu-satunya hal yang ia tahu hanyalah namanya—Ethan.

Beberapa minggu kemudian, hidupnya berubah selamanya. Ia hamil.

Dan sekarang, setelah bertahun-tahun, pria itu berdiri di depannya…

Yang lebih buruk, Ethan sama sekali tidak mengenalinya.

---

"Siapa kau?" suara Ethan terdengar tegas, membuyarkan lamunannya.

Liana berusaha menguasai dirinya. "Liana Evans. Saya sekretaris baru Anda, Tuan Alvaro."

Ethan menyipitkan mata, mengamati wanita di depannya. Ada sesuatu yang terasa familiar, tapi ia tidak bisa mengingatnya. Namun, ia bukan tipe pria yang membuang waktu untuk hal-hal sepele.

"Baik," katanya akhirnya. "Aku tidak suka kesalahan. Aku menuntut kesempurnaan. Jangan buat aku kecewa."

Liana mengangguk. "Saya mengerti, Tuan."

Hanya itu?

Liana tidak tahu apakah ia harus merasa lega atau kecewa karena pria itu benar-benar tidak mengingatnya.

Ethan menutup dokumen di mejanya, lalu bersandar di kursinya. "Apa kau punya pengalaman menjadi sekretaris eksekutif sebelumnya?"

Liana menelan ludah, mencoba mengalihkan pikirannya dari keterkejutan barusan. "Saya pernah bekerja sebagai asisten manajer di perusahaan sebelumnya, jadi saya cukup familiar dengan tugas-tugas administratif," jawabnya dengan nada setenang mungkin.

Ethan menatapnya lebih lama dari yang seharusnya. Mata pria itu mengintimidasi, tajam, dan seakan mampu membaca kebohongan sekecil apa pun.

"Aku tidak butuh seseorang yang hanya 'cukup familiar'," katanya dingin. "Aku butuh seseorang yang sempurna."

Liana mengepalkan tangannya di balik map yang ia bawa. Ia tahu betapa kerasnya dunia korporat. Tidak ada tempat bagi orang yang lemah.

"Saya akan melakukan yang terbaik," jawabnya mantap.

Ethan tidak mengatakan apa-apa selama beberapa detik, lalu akhirnya mengangguk. "Baik. Mulai hari ini, kau bekerja di bawah kendaliku. Aku tidak suka orang yang lamban atau ceroboh. Jika kau membuat kesalahan, kau bisa keluar dari sini kapan saja."

Liana menelan ludah. "Saya mengerti, Tuan Alvaro."

"Bagus."

Ethan menatap layar laptopnya, mengisyaratkan bahwa percakapan mereka telah selesai.

Liana mengangguk sopan dan berbalik menuju pintu. Namun, sebelum ia bisa keluar, ponselnya bergetar di dalam tasnya.

Ia merogoh tasnya dengan cepat dan melihat pesan dari pengasuh putranya, Noel.

"Noel demam. Aku sudah memberinya obat, tapi dia terus memanggil ‘Papa’ dalam tidurnya."

Liana berhenti di tempat.

Tangannya sedikit gemetar saat menggenggam ponselnya.

Papa…

Kata itu menghantam hatinya lebih keras dari yang ia bayangkan.

Dalam sekejap, pikirannya melayang ke wajah mungil Noel—mata bulatnya yang jernih, hidung kecilnya, dan senyum khasnya yang mirip dengan…

Liana mencuri pandang ke arah Ethan.

Pria itu masih menatap layar laptopnya, tampak tidak peduli dengan keberadaannya.

Jika ia memberi tahu pria itu sekarang… apa yang akan terjadi?

Tapi tidak, Liana tidak bisa.

Tidak semudah itu.

Ia menggigit bibirnya dan segera memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas.

Tidak ada yang boleh tahu. Terutama Ethan Alvaro.

Namun, satu hal yang tidak ia sadari… sejak tadi, Ethan sempat meliriknya sekilas.

Alis pria itu sedikit berkerut.

“Apa yang sebenarnya disembunyikan wanita ini?”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ayo Cerai!
8.5
Pernikahan kontrak Yutaka dan Arabella dirancang untuk berakhir dengan perceraian dalam enam bulan. Walau Yuta sering memicu konflik lewat rumor perselingkuhan, interaksi harian justru menumbuhkan cinta sejati di antara mereka. Sayangnya, ketika Arabella hendak membuka hatinya, sosok dari masa lalu Yuta hadir membawa kekacauan. Kini, saat masa perjanjian hampir habis, mereka terjebak ego masing-masing. Akankah perpisahan tetap dipilih saat rasa sayang mulai mendominasi?
Sampul Novel Cinta Sang Ladyboy
8.4
Pesona Vanya sebagai ladyboy cantik kerap membuat wanita tulen merasa tersaingi. Di sebuah klub malam, ia jatuh hati pada Ricardo Esteban, meski ragu karena identitasnya. Daya tarik Vanya saat menari juga memicu obsesi dari miliarder New York, Peter Hallmark, dan bos mafia Italia, Don Salvatore. Namun, di balik profesinya sebagai MUA, ia justru terperangkap dalam sindikat perdagangan manusia. Sanggupkah Vanya bertahan dan meraih cinta sejati di tengah penderitaan ini?
Sampul Novel Cinta Semu yang Kukira Abadi
8.3
Pernikahan Richelle dan Dave harus tertunda untuk ke-33 kalinya setelah Richelle mengalami kecelakaan mobil tragis yang mengakibatkan sembilan belas patah tulang dan tiga kali kritis di ICU. Di tengah masa pemulihan yang menyakitkan di rumah sakit, Richelle tanpa sengaja menguping pembicaraan Dave dengan seorang teman di koridor. Ia terkejut mendengarkan pengakuan bahwa kecelakaan tersebut, serta insiden tenggelam sebelumnya, adalah ulah sengaja sang tunangan demi menunda pernikahan mereka.
Sampul Novel Cinta yang Hilang di Tengah Fitnah
8.7
Batal menikah secara sepihak, Aleyna Seraphina malah dijebak adik sepupunya hingga terjebak satu malam bersama lelaki asing. Demi menghindari fitnah keji yang merusak nama baiknya, ia pun nekat pergi jauh. Empat tahun kemudian, Aleyna kembali dan bekerja untuk Rowan Sinclair, seorang miliarder misterius berlatar belakang kelam. Siapa sangka, atasan barunya itu ternyata adalah sosok pria yang pernah menghabiskan malam skandal bersamanya dahulu.
Sampul Novel Dari Benci Jadi Tayang Tayang
9.2
Karra Bella Atmadja terjebak cinta segitiga rumit bersama sahabat kecilnya, Darayan Noah Tedja. Sayangnya, Noah memendam rasa pada Kanaya. Di sisi lain, Kanaya merupakan gadis idaman Raquello, sepupu Bella sendiri. Hubungan mereka kian membingungkan karena Noah dan Kanaya selalu menutupi perasaan masing-masing. Ketika Bella mulai lelah lalu memilih menyerah, siapakah yang akan bersatu dalam kisah asmara masa muda ini?
Sampul Novel Menjaga Kesucian Untuk Wanita Lain
8.0
Menjelang hari pernikahan, sebuah rahasia besar terungkap. Komitmen Damar selama lima tahun tanpa hubungan fisik ternyata bukan demi menjaga kondisi jantung kekasihnya, melainkan demi kesetiaannya pada sang mantan, Sinta Lestari. Mengetahui pernikahan ini hanyalah amanah wasiat mendiang ayahnya dan Damar telah membangun hidup baru bersama Sinta, sang protagonis mengambil langkah drastis. Ia menukar posisi pengantin wanita dengan Sinta, menjual seluruh sahamnya, lalu pergi ke luar negeri untuk berobat.