APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ibu Susu Bayi Presdir

Ibu Susu Bayi Presdir

Kehidupan Liana berubah total setelah malam misterius lima tahun lalu. Kini, ia terkejut saat menyadari bahwa bos barunya, CEO Ethan Alvaro, merupakan ayah kandung dari putranya, Noel. Meski Ethan tidak mengingat dirinya, rahasia masa lalu perlahan mulai terungkap dan memicu kecurigaan. Liana berupaya menjauh demi melindungi sang anak, tetapi Ethan justru terus mendekat. Akankah kebenaran ini membuat Ethan merebut Noel, atau ia justru menerima Liana kembali?
Bab
Bagikan

Bab 2

Liana keluar dari ruangan Ethan dengan napas yang sedikit tertahan. Rasanya baru beberapa menit saja ia berada di dalam sana, tetapi tekanan yang diberikan pria itu begitu kuat hingga hampir membuatnya kehilangan keseimbangan.

Tangannya masih menggenggam ponselnya erat, matanya menatap pesan dari pengasuh Noel.

"Noel demam. Aku sudah memberinya obat, tapi dia terus memanggil ‘Papa’ dalam tidurnya."

Jantungnya mencelos. Noel memang sering bertanya tentang ayahnya, tetapi Liana selalu berhasil mengalihkan pembicaraan. Namun, bagaimana jika nanti ia mulai menyadari bahwa ayahnya benar-benar ada—dan berdiri tidak jauh darinya saat ini?

Tidak. Aku tidak boleh membiarkan itu terjadi.

Liana buru-buru memasukkan ponselnya ke dalam tas, lalu berjalan menuju meja kerjanya. Sebagai sekretaris pribadi Ethan, mejanya berada tepat di depan ruangan pria itu. Ini berarti, setiap hari ia akan melihat pria yang telah mengubah hidupnya tanpa ia sadari.

"Liana, kau baik-baik saja?" suara seorang wanita membuyarkan lamunannya.

Liana menoleh dan mendapati seorang wanita dengan rambut hitam sebahu berdiri di depannya dengan senyum ramah.

"Aku Amanda. Sekretaris senior di sini," wanita itu memperkenalkan diri. "Biasanya sekretaris eksekutif tidak bertahan lama dengan Tuan Alvaro. Aku harap kau cukup kuat untuk bertahan."

Liana tersenyum kecil. "Aku akan mencoba."

Amanda terkekeh. "Kau harus lebih dari sekadar mencoba. Tuan Alvaro itu… tidak mudah ditangani."

Liana menghela napas. Tentu saja, ia sudah menyadarinya sejak pertama kali berbicara dengan pria itu.

Belum sempat ia menanggapi, ponselnya kembali bergetar. Kali ini, ia melihat panggilan dari pengasuh Noel.

Liana langsung menjawab, suaranya sedikit khawatir. "Ada apa, Mia?"

"Dema Noel makin tinggi, Liana. Aku sudah memberinya obat, tapi dia tetap lemas dan terus mengigau," suara Mia terdengar panik.

Liana langsung berdiri. Ia tidak bisa menunda ini.

"Aku akan segera pulang," katanya cepat.

Tanpa berpikir panjang, ia berbalik dan berjalan cepat menuju ruangan Ethan. Tanpa mengetuk, ia langsung membuka pintu.

Ethan mengangkat alisnya, tampak tidak senang karena Liana masuk begitu saja. "Apa kau tidak tahu cara mengetuk?"

Liana tidak peduli. "Saya perlu izin pulang lebih awal."

Ethan menyipitkan matanya. "Baru hari pertama bekerja dan kau sudah ingin pulang lebih awal?"

Liana mengangguk cepat. "Ini darurat."

Ethan menutup dokumen yang sedang ia baca, lalu melipat tangannya di depan dada. "Apa alasanmu cukup kuat untuk meninggalkan pekerjaan ini?"

Liana menggigit bibirnya. "Anak saya sakit."

Sejenak, ekspresi Ethan berubah.

"Anak?"

Liana merasakan jantungnya berdetak lebih cepat. Ia lupa bahwa pria ini tidak tahu tentang Noel.

"Ya," katanya cepat. "Saya seorang ibu tunggal, dan anak saya sedang sakit parah. Saya harus pulang."

Ethan menatapnya lama. Ada sesuatu di matanya yang sulit diartikan.

"Baiklah," katanya akhirnya. "Tapi pastikan ini tidak terjadi terlalu sering."

Liana mengangguk dengan lega. "Terima kasih, Tuan Alvaro."

Ia berbalik dan berlari keluar dari ruangan, sama sekali tidak menyadari bahwa Ethan masih menatapnya dengan pandangan penuh tanda tanya.

---

Liana tiba di apartemennya dengan napas terengah. Begitu ia masuk ke dalam, ia melihat Noel terbaring di sofa dengan wajah pucat. Mia, pengasuhnya, duduk di sampingnya dengan ekspresi cemas.

"Noel," Liana langsung berlutut di samping anaknya, meraba dahinya yang panas.

Mata Noel terbuka sedikit, lalu tersenyum lemah. "Mama…"

Air mata menggenang di mata Liana. "Mama di sini, Sayang."

Noel menggenggam tangan ibunya erat, lalu bergumam lemah. "Papa…"

Liana membeku.

Mia menatapnya ragu. "Dia terus mengigau seperti itu sejak tadi."

Liana menghela napas dan mengelus rambut anaknya. "Noel, Papa tidak ada di sini, Sayang."

Noel menggigit bibirnya, matanya mulai berkaca-kaca. "Kenapa Papa tidak pernah datang?"

Liana menutup matanya sejenak. Hatinya sakit mendengar pertanyaan itu.

"Karena…" suaranya tercekat. "Karena Papa sedang jauh."

Noel tidak menjawab. Ia hanya menutup matanya kembali, tertidur dalam pelukan ibunya.

Liana menatap anaknya dengan perasaan campur aduk. Sampai kapan ia bisa menyembunyikan kebenaran ini dari Noel?

---

Keesokan harinya, Liana kembali ke kantor dengan hati-hati. Ia sudah menyiapkan banyak alasan jika Ethan bertanya tentang kepergiannya kemarin.

Namun, saat ia tiba di meja kerjanya, sebuah kejutan menunggunya.

Di atas mejanya, ada sebuah kantong kertas cokelat.

Liana mengernyit. Ia mengambilnya dan membuka isi di dalamnya.

Sebuah botol sirup obat anak-anak.

Jantungnya berdegup keras.

Tidak mungkin…

Ia buru-buru membaca catatan kecil yang terselip di dalamnya.

"Untuk anakmu. Pastikan dia segera sembuh. – E.A"

Liana membeku.

Ethan Alvaro… memberikan ini untuk Noel?

Tapi bagaimana dia tahu jenis obat yang Noel butuhkan?

Liana menoleh ke arah ruangan Ethan, hatinya dipenuhi kebingungan.

Pria itu tidak mungkin tahu, kan? Tidak mungkin dia menyadari sesuatu…

Atau… apakah Ethan mulai curiga?

Liana menggigit bibirnya, merasa seluruh dunianya mulai bergetar. Jika Ethan tahu kebenarannya, apa yang akan terjadi?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Hati Yang Terpilih
8.2
Setelah dua belas tahun menikah, Nazwa Rengganis harus menghadapi kenyataan pahit saat Rafi menceraikannya secara tiba-tiba. Di tengah keterpurukan, ibu dua anak ini mencoba bangkit dan mulai membuka hatinya untuk Kafka, pria yang ia kenal sejak masa konseling. Namun, situasi menjadi rumit ketika alasan perceraian Rafi terungkap dan sang mantan suami memintanya kembali. Enggan terjebak di antara keduanya, Nazwa memilih pergi demi kedamaian hidup bersama anak-anaknya.
Sampul Novel Kehidupan Malam Mendatangkan Cinta
8.2
Demi melunasi utang dan biaya medis ibunya, Maudy terpaksa mengambil pekerjaan misterius berbayar tinggi. Keputusan ini menyeretnya ke dunia malam kota Alka, tempat ia harus bertahan hidup di sebuah lokalisasi. Tak disangka, Maudy justru jatuh cinta pada seorang pria kaya yang ternyata pemilik tempat tersebut. Hubungan asmara mereka pun harus menghadapi berbagai rintangan berat yang tak terduga.
Sampul Novel Malam Pertama Dengan Pria Arab
9.0
Demi mengikuti jejak sang nenek, aku sangat mendambakan pria Arab sebagai pasangan hidup. Saat impian itu terwujud, kebahagiaanku justru hancur seketika. Keputusan impulsif yang kuambil tanpa berpikir panjang telah merusak pernikahan kami hingga tak bersisa. Kini, penyesalan mendalam terus menghantui hari-hariku. Apakah masih ada peluang kedua untuk memperbaiki hubungan ini setelah semua kehancuran yang disebabkan oleh kecerobohanku sendiri?
Sampul Novel Membalas Penkhianatan Istriku
8.3
Kecemasan melanda Jannah ketika Arief, suaminya, mulai mencium gelagat perselingkuhannya dengan Thalib. Bukannya mundur, Thalib malah menghasut Jannah dan menuduh Arief sudah tidak acuh lagi padanya. Di tengah kebimbangan, Jannah kembali terjerat rayuan dan nafsu terlarang bersama sang ustadz di bawah pancuran air. Thalib, yang sejak lama mendambakan Jannah, terus mendesaknya agar meninggalkan sang suami yang ia anggap tak berguna demi mengejar kepuasan sesaat.
Sampul Novel Pernah Sakit, Juga Melupakanmu
8.9
Khawatir dengan kondisi Ricky Mandos yang kritis akibat kecelakaan balap liar, Amanda Hilman rela mendonorkan 1000 cc darahnya di rumah sakit. Meski diminta pulang oleh saudara-saudaranya untuk beristirahat, rasa cemas membuat Amanda memutuskan kembali. Namun, langkahnya terhenti saat melihat perawat membuang seluruh kantong darah donornya ke tempat sampah. Kejutan pahit itu kian lengkap ketika terdengar suara tawa mengejek dari kamar sebelah yang merayakan keberhasilan mereka menipu Amanda kembali.
Sampul Novel Rahasia Seorang Istri
8.7
Sebagai pengantin baru, aku menjalani kehidupan pernikahan dengan rahasia yang sulit kuungkapkan. Aku memiliki sensitivitas fisik yang sangat tinggi, di mana sentuhan kecil mampu membakar gairahku seketika. Namun, di balik kelemahan tubuhku ini, aku tidak pernah membayangkan takdir akan membawaku ke dalam situasi rumit. Aku bersumpah demi apa pun bahwa berselingkuh, apalagi sampai tidur dengan adik iparku sendiri, bukanlah rencana yang pernah terlintas dalam benakku.