APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hitungan Mundur Di Atas Kepala

Hitungan Mundur Di Atas Kepala

Sejak kecil, kemampuanku melihat angka kematian di atas kepala orang terdekat membuatku dicap sebagai pembawa petaka. Setelah kakek, ayah, dan ibu tewas tragis dalam sehari sesuai ramalanku, ketiga kakak laki-lakiku menaruh dendam mendalam padaku. Sebaliknya, adik perempuan kami yang kelahirannya merenggut nyawa ibu justru dipuja sebagai pembawa keberuntungan. Kini, tepat di usia kedelapan belas, cermin memperlihatkan hitungan mundur kematianku sendiri. Usai membeli kotak abu dan menyiapkan jamuan terakhir untuk kakak-kakakku yang tak kunjung datang, aku hanya bisa menunggu ajal menjemput dalam keheningan yang dingin.
Bab
Bagikan

Bab 3

Aku melihat bayangan mereka yang semakin jauh, perasaan bahagia sekaligus gugup yang sempat kurasakan mendadak hancur, seperti terjatuh ke dalam lubang es yang dingin.

Apa aku benar-benar begitu buruk di mata mereka? Seorang penjahat dan juga pembunuh?

Jantungku terasa sakit, begitu juga perutku. Aku berjalan ke dapur, berharap bisa makan sesuatu, tapi tidak ada apa-apa di sana. Hanya ada setengah potong roti kukus yang sudah keras di atas meja.

Aku mengambil roti itu dan memecahkan dua butir kenari untuk dimakan, tetapi itu tidak cukup untuk menghilangkan rasa laparku.

Saat aku makan, salah satu pelayan lewat. Dia melirikku dengan tatapan merendahkan, seolah-olah aku tidak melihatnya.

Saat melihat roti di tanganku, dia pura-pura terkejut dan berkata,

"Aduh! Nona, jangan bilang kamu makan roti itu? Itu sudah harusnya dibuang!"

"Kami membuatnya lebih awal karena Pak Stephen dan Nona Selina bangun pagi. Kalau kamu mau makan, aku bisa masak untukmu sekarang."

Ekspresi pelayan itu terlihat seolah-olah benar-benar merasa bersalah.

Aku hanya mengerutkan alisku.

Dengan wajah datar, aku menolak tawarannya. Menahan rasa perih di perutku, aku kembali ke kamar.

Rumah ini memang tidak pernah menganggapku bagian dari mereka, bahkan para pelayan pun memperlakukanku dengan penuh kepalsuan.

Rasa perih di perutku semakin menjadi-jadi, membuat emosiku hampir meledak.

Dengan tangan gemetar, aku membuka botor obat pereda sakit, menelannya dan meneguk air dingin yang ada di dekatku. Akhirnya, rasa sakit itu sedikit mereda.

Aku memutuskan untuk berganti pakaian dan merias wajahku dengan ringan, berusaha terlihat lebih baik.

Langkah pertamaku adalah pergi ke toko perlengkapan pemakaman. Waktuku hanya tersisa sehari, jadi aku tidak bisa memesan kotak abu khusus.

Aku memilih salah satu dengan corak yang kusukai, kotak yang akan menjadi 'rumah' terakhirku kelak.

Aku memeluk kotak abu itu dengan hati senang, meskipun merasa banyak mata yang menatapku dengan bingung dan terkejut.

Namun, aku mengabaikannya dan melanjutkan perjalanan ke tujuan berikutnya.

Saat berjalan, aku melewati kampus Samuel. Kebetulan sedang jam istirahat, jadi terdengar suara tawa para mahasiswa dari dalam.

Aku melihat mereka dengan iri, anak-anak muda yang penuh semangat dan kebahagiaan.

Namun, sejak umur sepuluh tahun, aku tidak pernah lagi menginjakkan kaki di sekolah.

Saat hendak pergi, aku melihat Samuel turun dari mobil dan bersiap masuk ke kampus.

Teringat ini adalah hari terakhirku, aku pun menguatkan hati dan berlari kecil mendekatinya.

Namun, saat mendekat, aku melihat dia berbicara serius di telepon dengan alis yang berkerut.

Mungkin karena melihatku, sekilas matanya menunjukkan kewaspadaan.

Dia hanya menjawab singkat ke telepon, "Baiklah, aku tahu."

Lalu, dia pun menutup teleponnya dan berjalan mendekat ke arahku.

Aku ingin mengajaknya untuk makan malam di rumah malam ini, tapi tatapannya malah membuatku terdiam.

"Samantha, kalau kamu masih mau tinggal di rumah ini, buang semua niat busukmu!"

"Kalau sampai aku tahu kamu melakukan sesuatu pada Selina, akan kupastikan hidupmu akan lebih menderita daripada mati."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bisikan dari hutan: Pendeta wanita terakhir
8.4
Mira hanya ingin hidup tenang sebagai penyembuh, tetapi penculikan ibu angkatnya memaksanya kembali ke dunia sihir. Di sana, ia bertemu Eluin, Dewa bebas terakhir yang mengungkap bahwa Mira adalah pendeta wanita pamungkas. Kini, nasib hutan suci ada di tangannya. Mira harus menghadapi Temenis, sang Dewa Kematian yang mengancam dunia. Mampukah ia mengatasi keraguan demi menyelamatkan ibunya sekaligus mencegah kehancuran total?
Sampul Novel Dicintai Raja Siluman Ular
9.4
Demi cinta dan harta, Alana nekat menikahi Cakra meski tanpa restu. Namun, pernikahan impian itu berubah jadi teror mengerikan. Alana kerap menemukan ular liar raksasa di ranjangnya akibat kegemaran aneh sang suami. Tak hanya itu, ia terus dihantui mimpi erotis bersama sosok asing yang tak dikenal. Saat mencoba menyelidikinya, Alana menemukan fakta kelam tentang hilangnya mantan istri Cakra secara misterius. Kecurigaan pun membuncah, siapa sebenarnya sosok suaminya itu?
Sampul Novel Feng Na Na
9.4
Terbangun dengan pakaian kuno, aku merasakan nyeri hebat akibat guncangan di dalam kotak kayu. Padahal, memori terakhirku adalah mati mengenaskan akibat pengkhianatan tunanganku sendiri. Rasa sakit ini menegaskan bahwa aku tidak bermimpi. Ketika mencoba bangkit, aku terkejut mendapati diriku berada di dalam sebuah peti mati. Bagaimana mungkin aku bisa kembali bernapas setelah pembunuhan itu? Misteri apa yang sebenarnya sedang terjadi pada hidupku sekarang?
Sampul Novel Jiwa Yang Tertukar
8.1
Hubungan Rose, ekspatriat Jerman di Bogor, dan Herdi merenggang akibat Ningsih. Keanehan muncul saat jiwa mereka mendadak tertukar. Setelah diusir dari apartemen karena panik, keduanya terpaksa beradaptasi. Herdi memakai pesona fisik Rose demi bisnis walau sering digoda, sedangkan Rose harus menghadapi kenyataan menjadi pria lemah yang mudah ditindas. Di tengah krisis identitas, mereka berjuang bertahan hidup dalam tubuh yang salah.
Sampul Novel Living with Mr. Arrogant
9.2
Insiden tabrakan tangga mengubah total hidup Zinnia Shafira. Jiwanya misterius tertukar dengan Reyner Eka Sukmajaya, atasannya yang dingin dan angkuh. Meski sempat pulih, fenomena aneh ini terus berulang. Demi melindungi reputasi, Reyner memaksa Zinnia tinggal serumah lewat pernikahan kontrak. Di tengah situasi rumit ini, perasaan cinta perlahan tumbuh di antara mereka, walau berbagai luka juga turut mengiringi perjalanan hubungan tersebut.
Sampul Novel Menjadi Ibu Bukanlah Hal Mudah
9.2
Kehadiran sistem misterius 'Kamu Hebat, Kamu Maju' menantang siapa saja untuk membuktikan diri lebih baik dari orang lain demi imbalan besar. Di bawah aturan ini, seorang ibu dikhianati oleh ibu kandung, suami, dan putranya sendiri. Mereka menyeretnya ke pengadilan sistem demi merebut posisinya dan mengincar bonus puluhan miliar. Jika kalah, ia akan musnah dan menjadi budak mereka selamanya. Namun, alih-alih hancur, sang protagonis justru berhasil membalikkan keadaan dan meraup keuntungan hingga 60 miliar.