APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hitungan Mundur Di Atas Kepala

Hitungan Mundur Di Atas Kepala

Sejak kecil, kemampuanku melihat angka kematian di atas kepala orang terdekat membuatku dicap sebagai pembawa petaka. Setelah kakek, ayah, dan ibu tewas tragis dalam sehari sesuai ramalanku, ketiga kakak laki-lakiku menaruh dendam mendalam padaku. Sebaliknya, adik perempuan kami yang kelahirannya merenggut nyawa ibu justru dipuja sebagai pembawa keberuntungan. Kini, tepat di usia kedelapan belas, cermin memperlihatkan hitungan mundur kematianku sendiri. Usai membeli kotak abu dan menyiapkan jamuan terakhir untuk kakak-kakakku yang tak kunjung datang, aku hanya bisa menunggu ajal menjemput dalam keheningan yang dingin.
Bab
Bagikan

Bab 2

Ketiga kakakku sangat menyayangi adik perempuanku, sedangkan mereka selalu menjauhiku. Bahkan pelayan di rumah pun memperlakukanku dengan setengah hati.

Aku sering tidur dalam keadaan lapar, tapi aku tetap bertahan hingga umurku delapan belas tahun.

Kak Samuel sering berkata orang jahat sepertiku pasti akan hidup lama.

Aku pun mulai berpikir, apakah karena aku terlalu jahat, sehingga aku terus hidup dan sulit untuk mati?

Aku bangkit dari kasur, menyeret sandal, lalu berjalan ke kamar mandi untuk mencuci muka.

Rambut kusut dan wajah yang tampak kurus, siapa pun yang melihatku tidak akan menyangka aku adalah putri sulung dari keluargaku.

Namun, aku tidak peduli dengan semua itu, karena aku melihat hitungan mundur di atas kepalaku.

Melalui cermin, angka merah itu jelas terlihat jelas di atas kepalaku.

Akhirnya, hari itu tiba juga.

Aku ingin tertawa, tapi hanya bisa tersenyum tipis.

Aku meletakkan gelas di tanganku, memandangi bayanganku di cermin dan larut dalam pikiranku.

Aku tidak punya teman, orang yang biasanya berinteraksi denganku sangat sedikit. Jadi, bagaimana aku harus melewati hari terakhir ini?

Setelah berpikir cukup lama, aku perlahan bersiap-siap dan turun dari kamar kecilku di lantai atas.

Kamar asliku sudah lama dijadikan ruang ganti untuk adik perempuanku sejak dia lahir.

Dulu, aku sering berdiri di jendela kecil lantai atas, memperhatikan adikku bermain di taman. Dia begitu ceria dan tertawa tanpa beban.

Sedangkan aku hanya bisa bersembunyi dalam kegelapan, mengintip kebahagiaan mereka.

Aku tak menyangka kakak kedua dan adikku masih ada di rumah sekarang.

Saat menuruni tangga, aku mendengar suara tawa riang Selina, adikku.

Dia memegang dasi dan berkata dengan semangat, "Kak Stephen, biar aku yang bantu pasangkan dasimu."

Stephen, kakak keduaku menundukkan kepalanya, membiarkan adikku memasangkan dasi di lehernya. Dia menatap adikku dengan penuh kasih sayang, meskipun dasi itu dipasangkan dengan cara yang salah.

Selina mundur beberapa langkah dan melihat hasilnya, lalu berkata dengan nada agak kesal, "Sepertinya miring, bagaimana kalau kakak pasang sendiri saja?"

Namun, Stephen tidak melepas dasinya. Sebaliknya, dia tersenyum dan mengusap kepala adikku.

"Nggak apa-apa, ini pertama kalinya Selina memasang dasi kakak, ini sudah sangat bagus!"

"Yuk, kakak antar kamu ke sekolah."

Mendengar itu, Selina dengan gembira menggandeng Kak Stephen.

Hatiku terasa perih.

Mengingat masa kecilku, dulu aku pernah membuat syal untuk pertama kalinya. Aku menghabiskan beberapa hari untuk merajut syal itu, meski hasilnya tidak sempurna.

Dengan gugup, aku memberikan syal itu pada Kak Stephen, berharap mendapat pujian darinya. Aku ingin dia mengusap kepalaku seperti dulu.

Namun, dia tidak menerimanya. Wajahnya tampak tidak senang dan berkata, "Jangan-jangan setelah pakai syal ini malah mendapat kutukan darimu."

Akhirnya, aku memberikan syal itu untuk anjing kecil kami yang bernama Mochi, agar ia bisa lebih hangat di tempat tidurnya.

Namun keesokan harinya, aku menemukan syal itu di tempat sampah. Syal itu sudah digunting menjadi beberapa bagian yang tak bisa disatukan lagi.

Tak peduli dengan kotornya tempat sampah, aku memungut syal itu dengan hati-hati, mencuci dan menyimpannya di dalam kotak. Sejak itu, aku tidak pernah mengeluarkannya lagi.

Ketika pintu depan terbuka dan mereka hendak pergi, aku memutuskan untuk mencoba memanggil mereka,

"Kak Stephen, Selina."

Saat mereka melihatku, reaksi mereka sangat berbeda. Selina terlihat senang dan langsung memanggilku, "Kak Samantha!"

Sedangkan Stephen memasang wajah muram, seperti ingin mengatakan sesuatu, tetapi dia menahan diri karena ada Selina.

"Bolehkah kita makan malam bersama malam ini? Hanya sekali ini saja."

Ujarku dengan susah payah, menunggu jawaban mereka dengan cemas.

"Boleh!" "Nggak!"

Dua jawaban yang bertolak belakang terdengar bersamaan. Selina menoleh pada Stephen dengan bingung dan bertanya,

"Kenapa nggak?"

Iya, kenapa tidak?

"Bukannya kamu sudah janji dengan Kak Sherwin untuk menemaninya ke acara lelang malam ini?" tanya Stephen.

"Acara lelang?" jawab Selina.

Dengan tatapan Stephen yang penuh keyakinan, Selina tampak tersadar. Dia lalu melihatku dengan wajah penuh rasa bersalah.

"Maaf, Kak Samantha, aku nggak bisa makan malam denganmu malam ini."

Setelah berpikir sejenak, dia kembali tersenyum dan berkata, "Bagaimana kalau besok saja? Besok kita makan bersama sekeluarga."

Sekeluarga? Aku tersenyum getir, senyuman yang menyimpan banyak kepedihan. Rasa pahit di hatiku hampir menenggelamkanku.

Aku sudah tidak punya hari esok.

Namun, aku tetap mengiyakannya, lalu memandang mereka pergi.

Sebelum pergi, Stephen menatapku dengan tatapan tajam, seperti sebuah peringatan. Tatapan itu dingin seperti sebilah pisau, seolah ingin mencabikku perlahan.

"Samantha, jangan sampai aku tahu kalau kamu merencanakan sesuatu lagi."

"Kami nggak akan memaafkanmu kalau kamu sampai menyakiti Selina."

"Jauhi dia!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bertahan Hidup di Dunia Komik
7.8
Delisha terbangun di zaman abad pertengahan sebagai putri bangsawan pasca kecelakaan tragis. Nahas, ia menjadi tokoh figuran yang baru menikah dan ditakdirkan mati di tangan suaminya sendiri. Sang suami rupanya merupakan sosok antagonis utama yang sangat licik dalam sebuah komik kerajaan. Demi menghindari ajal yang mengancam, Delisha harus berjuang bertahan hidup di dunia baru ini sembari menyusun rencana matang untuk menceraikan sang villain.
Sampul Novel Iblis Itu Suamiku
9.3
Demi membalas dendam kepada mereka yang telah menghancurkan hidupku, aku bersekutu dengan sosok kegelapan. Ia adalah pria fana yang terikat perjanjian pernikahan bayangan bersamaku. Di luar dugaan, pesonanya justru membuatku jatuh cinta. Hubungan ini adalah dosa yang menyiksa fisikku, tetapi aku memilih bertahan demi dirinya. Ia bagai kutub utara di hatiku. Hingga kematian menjemput, ia tetap menjadi suami tercinta yang akan mendekap jiwaku dalam pelukan abadi yang gelap.
Sampul Novel Kiss for Prince Kouza
9.3
Saat mendaki gunung dengan rekan kerjanya, Myan mengalami nasib nahas terjatuh ke jurang. Bukannya tewas, ia justru tersadar di sebuah padang rumput asing yang misterius. Di sana, seorang pria asing berbusana unik tiba-tiba turun dari kuda putihnya, lalu berlutut memberi hormat. Lelaki misterius itu menyebut Myan sebagai sosok Sang Pembebas yang dinanti-nantikan. Siapa sebenarnya bangsawan itu dan ke mana Myan terlempar? Kisah petualangan Myan di dunia baru yang penuh misteri pun dimulai.
Sampul Novel Pembalasan Pamungkas Mantan Istri
9.4
Baskara tega mengakhiri hidup demi adik angkatnya, Bunga, sekaligus menyerahkan seluruh harta kami. Padahal, obsesinya pada Bunga telah merenggut nyawa putra kami. Aku pun mati dalam kepahitan. Namun, keajaiban membawaku kembali ke masa remaja di panti asuhan. Di sana, Baskara yang juga terlahir kembali memohon ampunanku. Janji manisnya kini tak lagi berarti. Aku bertekad tidak akan membiarkan sejarah kelam itu terulang kembali.
Sampul Novel The Thread of Destiny
8.1
Altheda Estrella, seorang dokter muda di Singapura, merenggang nyawa saat menyelamatkan sang dosen. Alih-alih lenyap, jiwanya justru terbangun di tubuh Azalea Caleste, remaja malang yang didera penderitaan dan fitnah keji. Berbekal rahasia besar dari kehidupan lamanya, Altheda bertekad memanfaatkan kesempatan kedua ini dengan maksimal. Ia bersumpah akan mengubah takdir buruk Azalea, merebut kebahagiaan yang layak ia dapatkan, dan mengukir masa depan baru yang jauh lebih berarti.
Sampul Novel Tumbal Pengantin Iblis
8.4
Kalina, putri CEO yang menyamar jadi siswi biasa demi kedamaian, mendapati hidupnya berubah total. Akibat tak sengaja membuka segel terlarang, ia bertemu pemuda misterius bernama Elang. Kini, Kalina menguasai permata keramat kaum siluman yang membuatnya jadi buruan makhluk-makhluk buas. Di tengah dunia modern ini, ia harus berjuang bersama Elang demi melindungi pusaka tersebut sekaligus bertahan hidup dari kepungan para pemangsa yang mengancam nyawa mereka.