APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hasrat Liar Darah Muda

Hasrat Liar Darah Muda

Firhan Ardana, pemuda berusia 24 tahun, memulai magang di kampung halamannya. Momen reuni SMP yang ia hadiri justru menyeretnya ke dalam konflik asmara yang membingungkan. Firhan kini terjebak di antara tiga wanita: Puspita yang penuh teka-teki, Meilani yang berani, dan Azaliya sang primadona sekolah yang memikat. Di tengah gelora masa mudanya, ia harus berjuang menghadapi pergulatan batin demi memilih antara cinta sejati atau sekadar nafsu belaka.
Bab
Bagikan

Bab 3

Melihat temannya bicara tanpa filter, Puspita spontan membekap mulut Meilani dengan tangannya. "Ihh mulutmu Lin, selalu deh!" kata Puspita sambil melepaskan bekapan tangannya. Suara tawa kecil keluar dari bibir Puspita, sedangkan Meilani hanya terkikik di balik telapak tangan Puspita.

"Aku..iya, gpp kok," jawabku sambil tersenyum kecut. Meskipun berusaha bersikap santai, ada sedikit rasa malu yang menyelinap. Ucapan Meilani memang blak-blakan, namun entah mengapa tidak terasa menyakitkan. Mungkin karena aku sendiri menyadari perubahan penampilanku yang drastis.

"Gila, kamu kelihatan beda sekali sekarang, tinggi, berisi, dan..." Meilani melanjutkan, sebelum tiba-tiba terpotong oleh suara lain yang memanggil.

"Meilaniiiii, Puspitaaaa..." suara itu terdengar. Sontak kami bertiga menoleh ke arah asal suara. Ternyata yang memanggil adalah Azaliya, panggilannya Lia.

Wajah oriental Lia dengan mata yang sedikit sipit dan hidung mancung terlihat menawan dalam balutan mini dress berwarna merah menyala. Rambutnya yang lurus sangat panjang berwarna hitam legam, kontras dengan kulitnya yang putih bersih. Bisa kurasakan aroma parfumnya yang kuat namun tidak menyengat. Sore itu, Lia tampak seperti magnet, menarik perhatian banyak orang.

"Liaaaaa..." Meilani dan Puspita berpelukan bergantian dengan Lia. Wajah mereka tampak bahagia, seperti menemukan kawan lama yang sangat dirindukan.

"Katanya nggak bisa datang?" Meilani bertanya, penasaran.

"Aku izin ke atasanku nggak ikut ketemu klien demi bisa datang ke sini," Lia menjawab dengan senyum menawan.

"Oh ya? Bosmu gak marah?" Meilani bertanya lagi, tertawa kecil.

"Udah deh biarin aja, kalau dia marah, tinggal disenyumin aja dia pasti lunak," Lia berkata sambil tertawa renyah, diikuti tawa Meilani. Puspita hanya tersenyum tipis, terlihat lebih pendiam di antara kedua temannya yang lebih ekspresif. Tampaknya, yang paling akrab dengan Lia adalah Meilani.

"Btw, ini siapa?" Lia bertanya, sambil menunjuk ke arahku dengan jari lentiknya.

"Ini si Firhan, dulu satu kelas sama aku dan Puspita," Meilani menjawab tanpa ragu.

"Kok aku gak pernah lihat dia yah di sekolah?" Lia bertanya dengan nada heran.

"Dia dulu gak seperti ini, aku aja yang sekelas, pangling ketemu dia," Meilani menjelaskan.

Dasar wanita, enteng banget ya ngomongin orang di depan orangnya, pikirku sambil tersenyum simpul. Memang dulu Lia tidak sekelas denganku. Sedangkan Puspita dan Meilani mengenal Lia karena mereka adalah anggota OSIS, bahkan Lia di tahun ajaran kedua menjadi ketua OSIS. Popularitas Lia di sekolah memang tak tertandingi.

Tak lama setelah mengobrol berbagai macam hal, kami berempat berpencar untuk berbaur dengan teman-teman yang lain. Sebelum berpisah, kami sempat saling bertukar nomor telepon dan berjanji akan bertemu lagi di lain waktu. Entah kenapa, pertemuan singkat ini meninggalkan kesan yang mendalam. Melihat Puspita lagi, setelah sekian lama, membangkitkan kembali perasaan yang dulu kupendam rapat-rapat. Ucapan Meilani yang ceplas-ceplos justru membuatku tersadar betapa jauh aku telah berubah. Dan kehadiran Lia, sang primadona sekolah, menambah warna dalam pertemuan yang tak terduga ini.

"Han, next time ikut gabung hangout sama kita ya," ajak Meilani dengan senyum ramahnya. "Kita bertiga sering keluar bareng, kamu ajak pasanganmu juga nggak apa-apa."

"Eh iya," jawabku spontan, sebelum menyadari implikasinya. "Aku belum punya pasangan kok," lanjutku sedikit kikuk.

Tawa renyah Meilani pecah. "Hahaha, polos banget sih kamu, Han!" celetuknya yang membuatku tersipu malu.

Sisa malam kuhabiskan dengan mengobrol dengan Aksan dan teman-teman lainnya, namun bayang-bayang Puspita tetap menggelayut dalam benak. Saat acara reuni usai, kulihat Puspita, Meilani, dan Lia masih asyik berbincang di luar gedung. Lia berpamitan duluan, meluncur pergi dengan mobilnya sendiri. Tak lama, sebuah mobil sedan berhenti di dekat Puspita dan Meilani. Seorang pria keluar, menghampiri mereka dan mengecup pipi Meilani sekilas. Jadi, itu pacarnya, pikirku. Puspita berdiri sendirian sejenak, menatap ke arah jalan. Sebuah taksi akhirnya datang, dan ia pun masuk ke dalamnya.

Sesampainya di kost, tubuhku langsung ambruk di kasur. Pikiranku kembali memutar momen-momen tadi, terutama saat berpapasan dengan Puspita. Bisa melihat senyumnya lagi saja sudah membuat hatiku menghangat. Aku berharap bisa bertemu dengannya lagi, tapi pertanyaan-pertanyaan mulai bermunculan. Apakah dia sudah punya pacar? Atau bahkan sudah menikah? Entah kenapa, pikiranku melayang pada anggapan umum bahwa wanita berhijab biasanya setelah menikah. Ah, sudahlah, biarkan waktu yang menjawabnya. Besok adalah hari pertama magangku. Rasa gugup bercampur semangat membuatku segera memejamkan mata, berharap bisa tampil prima di hari pertama kerja.

>>POV Meilani<<

"Aaaahhh, Jimmm... ahhh..." Desah itu lolos dari bibirku, tak mampu lagi kubendung. Setiap sentuhan Jimmy adalah sengatan listrik yang menjalar, membakar habis pertahananku. Penisnya yang tegang dan berurat, kini menjadi pusat semestaku, setiap gesekannya di dinding vaginaku adalah gelombang kenikmatan yang menghantam tanpa ampun. Napasnya memburu di telingaku, aroma maskulinnya bercampur dengan aroma keringat dan gairah, memabukkanku sepenuhnya. Tangannya yang kekar, kasar namun penuh kendali, meremas penuh di payudaraku, putingku yang sudah menegang kini semakin mengeras, mengirimkan denyutan kenikmatan yang membuatku hampir gila. Setiap desahannya, setiap erangannya, adalah pujian yang membakar hasratku lebih dalam.

---Beberapa Saat Sebelumnya---

Setelah acara reuni yang cukup membosankan, Jimmy memang berencana mengajakku berkeliling mall. Namun, sejak awal aku sudah merasakan ada yang berbeda dari sorot matanya. Ada kilatan nakal di sana, sebuah janji tersembunyi yang membuat perutku terasa geli. Dan benar saja, di tengah perjalanan, tangannya mulai bermain-main di pahaku. Sentuhan awalnya ringan, seolah tak sengaja, namun lama kelamaan jarinya semakin berani, menyelinap di bawah rokku yang sedikit tersingkap. Aku pura-pura menepisnya, sebuah sandiwara yang kurasa percuma, karena hasrat dalam diriku pun sudah mulai meronta.

Sentuhannya semakin intens, jemarinya kini menjelajahi lekuk pahaku bagian dalam, mendekati pusat sensitivitas. Setiap gesekannya di atas kain celana dalamku mengirimkan getaran-getaran panas yang menjalar ke seluruh tubuhku. Nafasku mulai tercekat, jantungku berdegup kencang. Sialan, Jimmy benar-benar tahu persis titik lemahku. Ia memainkannya dengan lihai, sambil tetap fokus menyetir, membuatku menggigit bibir menahan desahan yang hampir lolos. Setiap sentuhannya adalah siksaan yang nikmat, sebuah teka-teki yang membuatku semakin penasaran.

Aku benar-benar berada di ambang batas, gelombang orgasme seolah sudah di pelupuk mata, ketika tiba-tiba ia menghentikan aksinya. Tangannya keluar dari celanaku, meninggalkan sensasi menggelitik yang menyiksa, seperti api yang tiba-tiba dipadamkan. Rasa kecewa menyeruak, bercampur dengan rasa penasaran yang membakar.

"Kok udahan sih, Jim?" Tanyaku dengan nada manja yang tak bisa kusembunyikan. Suaraku terdengar lebih serak dari biasanya, terpengaruh oleh gejolak yang baru saja kurasakan.

Jimmy menoleh, seringai nakal menghiasi bibirnya yang sensual. "Kenapa memangnya? Mau dilanjut?" Tantangnya, matanya menyorot penuh godaan.

Aku hanya bisa memandangnya dengan kesal, namun jauh di lubuk hati, gejolak hasrat semakin membara. Sentuhan singkatnya tadi hanya berhasil membangkitkan 'monster' dalam diriku yang sudah lama tertidur.

"Mau dilanjut di apartemenku nggak?" Bisiknya rendah, suaranya bergetar penuh hasrat. Napasnya yang hangat menerpa telingaku seperti bara api, membakar setiap sel dalam tubuhku. Sorot matanya menantang, seolah tahu betul bahwa aku tak akan mampu menolak.

Sialan, dasar Jimmy mesum! Aku tahu dia sudah merencanakan ini sejak awal. Mengajakku ke mall hanyalah kedok, sebuah alibi untuk bisa kembali menjamah tubuhku. Ya, Jimmy memang pernah tidur denganku sekali. Saat itu aku sedang terpuruk, baru saja mengakhiri hubungan yang sudah berjalan lama. Bersama mantan, seks adalah rutinitas yang terkadang terasa hambar. Setelah putus, rasa rindu akan sentuhan, akan keintiman, akan orgasme yang menghantam tanpa ampun, terus menghantuiku.

Dalam keputusasaan, aku meminta bantuan Jimmy, teman kerjaku yang selalu memperhatikanku dengan tatapan penuh arti. Bodohnya aku, dulu aku berjanji pada diriku sendiri bahwa itu adalah yang pertama dan terakhir. Namun, hasrat memang terkadang membutakan. Dan dia, dengan mudahnya mengiyakan permintaanku, seolah sudah menunggu saat itu tiba.

"Heh, malah bengong... gimana?" Suara berat Jimmy membuyarkan lamunanku. Mobilnya sudah terparkir di depan sebuah gedung apartemen mewah. Lampu senja menembus kaca mobil, menciptakan siluet tubuhnya yang atletis.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Adhiti
9.6
Kehidupan tenang Adhiti terusik saat takdir mempertemukannya dengan seorang pria misterius yang menyimpan dendam mendalam. Tanpa disadari, pria penuh luka tersebut memegang kunci atas tragedi masa lalu yang selama ini disembunyikan rapat oleh ayah Adhiti. Ketika misteri kelam ini mulai terkuak, hubungan asmara yang baru terjalin di antara mereka langsung didera cobaan berat. Adhiti kini harus memikul konsekuensi dari rahasia kelam yang sebenarnya bukan kesalahannya.
Sampul Novel Aku Bukan Boneka
8.5
Menghadapi rumor perselingkuhan suaminya yang kaya, protagonis novel romantis misteri Aku Bukan Boneka berniat menyelidiki kebenaran demi melindungi haknya. Namun, ibu kandungnya justru mengacaukan pameran seni yang ia persiapkan selama tiga tahun. Sang ibu menghancurkan lukisan berharga miliaran rupiah sambil melontarkan hinaan keji di depan umum, berdalih demi kebaikannya. Di balik tuntutan agar ia mandiri dan bercerai, terungkap rencana licik sang ibu yang ingin menjodohkannya dengan duda paruh baya miskin.
Sampul Novel Cinta CEO untuk Renata
9.1
Renata, wanita blasteran Jerman-Bali, hancur akibat pengkhianatan Rangga dan tewasnya sang tunangan, Kim. Ia pun mengasingkan diri ke Jerman. Namun di sana, ia justru kembali berhadapan dengan Rangga dan Maharatih yang licik. Akibat rencana jahat mereka lewat obat perangsang, Renata akhirnya mengandung anak dari Alexander Maxwell, seorang CEO tampan. Meski Maharatih terus berulah, pengakuan jujur Rangga akhirnya menyingkap seluruh kebenaran pahit itu.
Sampul Novel Cold-hearted girl
9.4
Nyawa seorang ilmuwan jenius terancam bahaya besar setelah ia berhasil menciptakan sebuah penemuan krusial. Demi keselamatannya, seorang pembunuh bayaran wanita yang tangguh ditugaskan dalam misi khusus untuk melindunginya. Namun, di tengah situasi menegangkan yang mengintai mereka, benih asmara justru tumbuh. Pertemuan intens ini memicu konflik batin dalam diri sang gadis, saat dedikasi profesionalnya perlahan berubah menjadi cinta mendalam.
Sampul Novel Istri Yang Di Jual Suami
8.2
Nasib malang menimpa Audrey Giana Maheswari, seorang ibu berumur 25 tahun, akibat salah memilih pendamping hidup. Saat berjuang keras mengumpulkan uang demi menyembuhkan buah hatinya yang sakit keras, ia justru dikhianati suaminya sendiri yang gemar mabuk dan berselingkuh. Demi uang instan, sang suami bahkan tega menjual Audrey kepada lelaki asing dalam semalam. Mampukah ibu muda ini bertahan melewati cobaan dan pengkhianatan yang begitu kejam dalam hidupnya?
Sampul Novel Menyelamatkannya, Menghancurkan Pernikahan Kita
8.2
Tiga tahun membina rumah tangga, pernikahan sang istri hancur setelah Jared Stanley secara terbuka di televisi menyebut selingkuhannya, Bailee Brooks, sebagai sosok paling berharga. Merasa dikhianati, ia pun melayangkan gugatan cerai. Sebagai penerjemah elite di konferensi G20, ia dipertemukan kembali dengan Jared. Di sana, ia membuktikan profesionalitasnya dengan tetap akurat menerjemahkan instruksi penyelamatan untuk Jared, meski pria itu nyaris tewas demi menyelamatkan Bailee.