APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel HASRAT, CINTA, DAN PENGORBANAN

HASRAT, CINTA, DAN PENGORBANAN

Inara, seorang office girl di perusahaan migas Dhananjaya, terpaksa menjadi asisten pribadi Raka yang angkuh akibat kesalahannya. Di tengah hancurnya persahabatan Inara karena cinta segitiga antara Bara dan Alexa, Raka hadir mendekatinya. Namun, asmara mereka terhalang oleh kembalinya mantan istri Raka serta tekanan dari sang ibu tiri. Situasi kian rumit saat Daniel, kakak Raka yang difabel, mulai memanfaatkan Inara untuk agenda pribadinya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Bella berjalan dengan langkah cepat menuju pantry, ia ingin sesegera mungkin membuat perhitungan dengan Inara sekaligus harus menutup mulut Inara agar tidak menyebarkan gosip ke seluruh kantor tentang dirinya yang telah menggoda sang atasan, walaupun memang sebenarnya memang demikian, tetapi tentu dia ingin menjaga nama baiknya di depan rekan-rekannya. Jika sampai semua berita mengenai dirinya tersebar luas, di mana dia akan menaruh mukanya.

Lagi pula dia juga tidak mau mempunyai saingan pegawai rendahan seperti Inara. Dari cara Raka menatap Inara, Bella bisa tahu atasannya itu tertarik dengan Inara.

Langkah kakinya terhenti ketika ia sampai di depan pantry, tanpa menunggu lama ia masuk ke dalam dengan membawa berjuta kemarahan di dalam hatinya. Ia menatap Inara nyalang yang duduk di salah satu sisi tembok sambil memeluk kedua lutut kakinya.

Inara duduk di lantai sambil kedua tangannya memeluk kedua lutut kakinya, ia menyembunyikan wajahnya yang sedikit sembab. Namun, tiba-tiba kepalanya mendongak ke atas seketika merintih kesakitan sebab sebuah tangan menarik rambutnya dengan kasar. Ia menatap Bella yang sedang berdiri sambil mencondongkan tubuh ke arahnya dengan tatapan nyalang, ia bisa melihat dengan jelas amarah Bella yang seperti ingin memangsanya saat ini juga.

"Dengar, baik-baik! Berani kamu menyebar gosip di dalam kantor ini tentang aku, aku bisa pastikan akan membuat hidupmu menderita." Bella mengacungkan jari telunjuknya sambil menarik rambut Inara, dan ia tidak sedang main-main dengan ancamannya.

Inara mengikuti ke mana gerakan tangan Bella menarik rambutnya sampai ia terbangun berdiri. "Aduh, sakit, Mbak. Saya tidak mungkin berani." Ia memegangi rambutnya yang terasa sakit.

"Bagus! Dan satu lagi, jangan berani kamu menggoda Pak Raka atau aku akan membuatmu kehilangan pekerjaan, Pak Raka itu milikku," ancam Bella dengan penuh nada penekanan.

"Mbak Bella lepasin dulu tangannya! Sakit, Mbak." Inara merintih menahan sakit di kepalanya.

Perlahan, Bella melepas cengkraman tangannya dari rambut Inara.

Bisa saja Inara membalas menyerang memukuli Bella, tetapi tidak ia lakukan. Selama ini Bella selalu mengganggunya karena mengira dia adalah seorang saingan yang perlu disingkirkan. Bella sangat pandai memutar balikkan fakta, bisa saja Bella akan menyebar gosip bahwa dia yang menyerang lebih dulu. Capek otak dan capek tenaga jika harus berurusan dengan Bella, dan bisa dipastikan sang atasan pasti akan lebih membela Bella yang notabenenya adalah pemuas nafsu sang bos yang mesum itu.

Apalagi dia baru saja menampar Raka, sudah pasti atasannya itu akan mempersulitnya dan tidak akan membiarkan dia lolos begitu saja dengan mudah.

"Mbak Bella, jangan khawatir. Ini hari terakhir saya bekerja di sini, lagi pula Pak Raka barusan memecat saya, Mbak." Sebenarnya ingin sekali Inara membalas menarik rambut Bella, tetapi ia berusaha setenang mungkin menghadapi Bella.

Mata Bella terbelalak. "Kamu dipecat?" tanya Bella merasa tidak percaya.

Inara mengangguk pelan. "Iya, Mbak. Saya dipecat," jawab Inara dengan nada sedikit ketus.

Bella tertawa terbahak sambil melipat kedua tangannya, ia menatap Inara dengan tatapan mencemooh. "Selamat, ya, Inara. Kamu sudah dipecat. Memang seharusnya dari dulu Pak Raka itu memecat kamu, sukurin."

Sesungguhnya, Inara setengah mati menahan emosi yang ada di dalam dada. Dadanya terasa bergemuruh karena Bella bukanya simpati malah menertawakan dirinya. Ia menatap kecut Bella dan berpura-pura tak mendengar apa-apa.

"Ada apa ini?" Suara dingin Raka mendengung memenuhi indera pendengaran kedua wanita tersebut.

Sontak kedua wanita tersebut menoleh ke arah sumber suara tersebut dan terkejut bersamaan.

Buru-buru Bella memasang ekspresi sedih, ia berjalan mendekat ke arah Raka dan menggelayut manja ke lengan lelaki tersebut dan menyandarkan kepalanya ke bahu Raka.

Inara seakan ingin muntah melihat tingkah Bella yang terkesan lebay, tetapi ia memilih diam tak ikut campur masalah mereka berdua.

"Pak, Inara mengatakan Bapak akan memecat saya? Apakah itu benar? Tolong jangan pecat saya, Pak. Saya masih ingin bekerja bersama dengan, Bapak. Dia bahkan menyerang dengan menarik rambut saya, dan rasanya sangat sakit, Pak. Sepertinya dia cemburu karena Bapak lebih dekat dengan saya." Bella merengek seperti anak kecil yang sedang meminta permen.

Mata Inara melebar, memang sejak kapan dia mengatakan kalimat itu. Ingin sekali Inara mencekik wanita rubah itu dengan kedua tangannya. Tapi apakah atasannya itu akan percaya kepadanya jika dia mengatakan yang sebenarnya. Sudahlah, itu tidak penting. Apapun yang dikatakannya akan tetap merugikannya dan membuatnya semakin terpojok.

Sementara Raka melirik ke arah Inara dengan tatapan tak terbaca, ia melihat penampilan Inara yang berantakan dengan rambut yang acak-acakkan. Sebenarnya siapa yang diserang dan siapa yang menyerang? Kenapa justru Inara yang tampak terlihat menyedihkan, bukankah Bella mengatakan Inara yang menyerang?

"Apakah semua itu benar?" tanya Raka datar tanpa ekspresi, ia fokus menatap Inara dengan menyipitkan matanya, kali ini dengan tatapan curiga.

Inara tertunduk terdiam, jawaban apapun yang dia katakan tak akan mengubah keadaan, bahwa dia sudah kehilangan pekerjaan.

"Kenapa diam? Kamu takut?" Raka mengulangi pertanyaannya karena tak kunjung mendapatkan jawaban.

Bella tersenyum penuh kemenangan ketika melihat Inara yang hanya tertunduk diam ketakutan. Itu sama saja Inara sedang menambah masalah baru untuk diri sendiri dan itu berarti keuntungan berpihak padanya.

Raka berdecak kesal sambil melepas tangan Bella yang terus-terusan menggelayut manja ke lengannya. Sebenarnya ia sangat risih Bella terus menempel padanya, tetapi itu bukan salah Bella sepenuhnya, itu karena dia terlalu memanjakan Bella sehingga wanita itu sangat berani dan terlalu percaya diri.

Raka menatap wajah Bella dengan tatapan tak terbaca sambil memasukkan kedua tangannya ke saku celana.

Sementara Bella tersenyum manja ke arah Raka. Hatinya melonjak kegirangan karena kemenangan berpihak padanya, ia sudah memimpikan sejak lama menjadi istri Raka, sudah bisa dipastikan sebentar lagi dia akan menjadi Nyonya dari keluarga Dhananjaya.

"Mulai hari ini, kamu akan menjadi asisten pribadiku," titah Raka tegas.

Bella, sang sekretaris mengangguk cepat sambil mengembangkan senyum di bibirnya lebar. Ini adalah kesempatan bagus untuknya bisa sepanjang hari menghabiskan waktu berdua bersama dengan Raka.

"Inara Rayne Bilha." Lelaki itu justru beralih menoleh ke arah Inara yang tengah menundukkan kepala bukan ke arah Bella.

Seketika senyum Bella memudar. "Ta-tapi, Pak!" Ekspresi Bella menunjukkan ketidaksetujuannya atas keputusan Raka.

"Kenapa? Kamu meragukan keputusanku?" Ia menatap Bella tajam.

"Bu-bukan seperti itu, Pak. Kenapa bukan saya? Saya rela melakukan apapun untuk Bapak, saya bisa mengurus semua keperluan Bapak selama dua puluh empat jam penuh, kalau perlu saya juga akan melayani Bapak di atas ...." Seketika mulut Bella terkunci rapat ketika menatap tatapan Raka yang mematikan.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Bukan Sampah
8.1
Trauma akibat pelecehan seksual membuat Berlian tumbuh menjadi gadis tomboi yang pemberontak. Merasa dirinya kotor dan tidak lagi berharga, ia memilih menutup rapat hatinya dari semua laki-laki karena yakin tak akan ada cinta yang tulus untuknya. Namun, takdir mempertemukannya dengan seorang miliarder kaya. Akankah kehadiran pria ini mampu memulihkan luka masa lalu Berlian yang begitu kelam, atau justru mendatangkan kepedihan baru yang jauh lebih menyiksa?
Sampul Novel Ditinggal Pacar karena Dikira Miskin
8.2
Karena mengaku keluarganya memelihara sapi, Lucy dicampakkan sang kekasih yang memilih mengejar direktur perusahaan mereka, Jillian. Masalah meruncing saat Jillian kehilangan gelang berharga dan langsung menuduh Lucy. Mantan kekasihnya bahkan ikut menghina Lucy sebagai gadis kampungan yang kotor. Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa sapi yang dimaksud Lucy berjumlah puluhan ribu ekor, dan keluarganya adalah konglomerat pemilik aset bernilai ratusan miliar rupiah.
Sampul Novel Jerat Janda Terhormat
8.2
Kehilangan suami memaksa Serena Aqulea Abraham berjuang mandiri demi putri kecil dan ibu kandungnya yang sakit. Di tengah impitan ekonomi dan pandangan miring masyarakat terhadap status jandanya, ia dituntut berubah dari wanita lemah menjadi sosok yang tangguh. Tanpa tempat bersandar, Serena bekerja keras menghadapi segala rintangan demi bertahan hidup. Mampukah ia terus bertahan melewati hinaan sekitar, ataukah takdir akan mempertemukannya dengan pria baru yang tulus?
Sampul Novel Kontrak Eksklusif untuk Kanaya
8.7
Hidup Kanaya hancur seketika akibat ketamakan ibu tirinya yang tega menjadikannya jaminan utang tanpa izin. Kini, ia terperangkap dalam cengkeraman rentenir paling kejam di kota. Di tengah situasi pelik yang mengancam masa depannya ini, kebebasan Kanaya benar-benar berada di ujung tanduk. Mampukah gadis malang ini bangkit melawan takdir buruknya, atau ia justru harus pasrah dan menyerah pada keadaan yang merenggut seluruh hidupnya?
Sampul Novel Sahabat Masa Kecil Suamiku Adalah Pelakor
8.6
Hubungan yang dibangun selama delapan tahun hancur seketika. Dalam novel modern Sahabat Masa Kecil Suamiku Adalah Pelakor, Nindy harus menghadapi kenyataan pahit saat Peter, pria yang bersamanya hampir sedekade, justru memilih menikahi wanita lain. Dipicu oleh rasa sakit hati dan pengkhianatan yang mendalam, Nindy mengambil tindakan nekat di malam pernikahan Peter. Ia memutuskan untuk menghancurkan seluruh isi rumah yang selama ini menjadi saksi bisu kebersamaan mereka selama delapan tahun terakhir tanpa sisa.
Sampul Novel When Romeo meet Juliet
9.3
Sejak Juliet bekerja di kantornya, Romeo yang dikenal sebagai bos dingin dan angkuh mendadak berubah menjadi sangat perhatian. Keistimewaan yang diterima Juliet dalam seminggu memicu kecurigaan rekan kerja. Di tengah situasi itu, Romeo berhasil membongkar perselingkuhan pacar Juliet. Meski kini berjuang mendekati Juliet, Romeo harus menghadapi rintangan besar dari orang tuanya yang menuntut menantu dari kelas sosial yang setara.