APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Harta Tahta Obsesi Gila

Harta Tahta Obsesi Gila

Paras menawan tidak menjamin kebahagiaan Arleta. Demi menghindari obsesi keji sang paman, Joshua, ia terpaksa hidup dalam kepedihan dan membangun benteng pertahanan diri yang kokoh. Trauma masa lalu membuatnya yakin bahwa cinta hanya kelemahan yang sia-sia. Kini, seorang fotografer bernama Arkana Sadewa harus berjuang ekstra keras demi meruntuhkan tembok perlindungan tersebut dan menyembuhkan luka di hati Arleta.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Makasih, Bang!"

Arletta menyerahkan helm sembarangan pada ojol yang mengantarkannya, sesampainya di tempat pemotretan. Setelah itu bergegas masuk, sebelum Karmila--si tuan putri kembali mengamuk karena keterlambatan Arletta dalam mengirimkan barang pesanan.

Salahkan kota Jakarta yang terlalu bucin pada kemacetan. Hingga lumayan sulit bagi Arletta untuk menjadi orang ketiga agar mereka terurai.

'Etdah! Ini tempat pemotretan apa pasar malam? Rame banget warganya?' gerutu Arleta dalam hati. Saat baru saja masuk lokasi pemotretan, sudah di suguhkan pemandangan riuh dan kacau.

"Cepetan! Katanya, dia udah hampir kehabisan napas, tahu. Kasihan."

Kening Arletta makin berlipat dalam, saat tak sengaja mendengar seruan salah satu orang yang lewat di sana.

'Tunggu! Ini maksudnya apa? Kenapa orang-orang itu terlihat gusar? Jangan-jangan sedang terjadi sesuatu!' batin Arletta kini bertanya dengan penasaran.

Menyadari hal itu. Arletta pun mau tak mau mulai ikut panik, karena teringat Karmila yang juga ada di sini. Segera saja, Arletta meraih ponselnya dan mendial nomor si nona besar. Sayangnya, tidak ada yang mengangkat panggilan tersebut.

"Sialan! Kemana sih, si Karmila?" gerutu Arletta kembali mendial nomor Karmila.

Seperti halnya tadi. Panggilan itu tidak diangkat. Arletta pun makin kesal, dan memilih menelepon Dita, asisten Karmila.

"Hallo, Dit. Lo dimana? Mila juga di mana? Gue--"

"Let. Milla tenggelam. Huhuhu ...."

Degh!

Arletta langsung tercekat. Shock mendengar kabar tersebut. Namun, juga tidak ingin percaya begitu saja pada kabar barusan.

"Ma-maksud lo apa, Dit? Karmila tenggelam? Bagaimana bisa? Dia kan bisa berenang. Bagaimana mungkin bisa tenggelam. Lo jangan ngadi-ngadi, ya?"

"Gue juga gak tahu Let, kenapa itu bisa terjadi? Karmila tadi terpeleset saat melakukan pemotretan dan ... sulit sekali diangkat kepermukaan. Mas Arkan dan asistennya sampai kepayahan mengangkat tubuhnya."

Tidak masuk akal! Karmila kan kecil. Berat badannya pun ideal. Bagaimana bisa dia jatuh dan tidak bisa diangkat? Lelucon macam apa ini?

"Let! Karmila sudah hampir kehabisan napas. Gimana ini? Huhuhu ... gue takut, Let! Gue takut!"

Arletta pun makin dibuat gusar oleh seruan Dita yang tiba-tiba. Disertai tangisan histeris yang sukses membuatnya bergerak cepat membelah kerumunan di hadapannya.

"Dit! Lo jangan panik. Gue ke sana sekarang. Tapi ... kasih gue kronologi kejadian sedetail dan sesingkat mungkin." Arletta berbicara seraya mencari keberadaan Dita.

"Gue gak tahu, Let! Gue gak ngerti harus jelasin gimana lagi sama lo. Karena yang gue tahu. Karmila hanya terpeleset saat melakukan pemotretan di pinggir kolam renang dan terjatuh!"

Pemotretan dan kolam renang? Clue apa yang bisa Arletta tarik dari dua hal itu hingga Karmila tidak bisa diangkat kepermukaan. Apa Karmila membawa sesuatu yang berat saat pemotretan, atau ....

Tunggu!

Sepertinya Arleta ingat sesuatu!

***

"Dit, Mila mana?"

Akhirnya, setelah membelah kerumunan yang panjang. Arletta pun dapat menemukan Dita di pinggir kolam renang. Mata dan hidung gadis itu sudah memerah. Khas orang yang terus menerus menangis.

"Leta, Mila. Itu ... di dalam," jawab Dita tergagap sambil menunjuk kolam renang di hadapannya.

Mata Arletta pun segera mengikuti arah tunjuk Dita, dan langsung tercekat seketika saat melihat sahabatnya, Karmila ada di dalam sedang ditarik oleh dua orang pria. Namun, tidak berhasil.

"Tuh! Padahal udah dibantuin Mas Dewa sama asistennya juga, tapi tetep aja gak bisa keluar. Gak tau ada apa di kolam itu?" jelas Dita lagi disela tangisannya. Sambil terus menunjuk arah tengah kolam renang yang lumayan dalam.

'Ini berapa meter, sih?'

Akan tetapi, bukan itu yang jadi fokus Arletta sekarang. Karena dibanding kedalaman kolam renang. Arletta lebih memilih fokus pada Karmila yang mulai kepayahan. Begitu pula dengan dua pria yang masih mencoba menariknya.

"Let, gimana ini? Mila udah mulai lemes itu di dalam sana," racau Dita. Seraya mencengkram tangan Arletta lumayan keras. Membuat gadis itu ikut tegang.

Tangan Arletta sudah mengepal dikedua sisinya dengan kuat tanpa sadar. Gemas sendiri karena belum mendapatnya ide satu pun untuk menolong Karmila.

'Berpikir Arletta! Mila membutuhkanmu saat ini. Ayo, pikirkan sesuatu yang bisa menyelamatkan Mila!' batin Arletta menyemangati, dan memaksa otaknya berpikir cepat mencari solusi.

Uhm ... apa yang harus Arletta lakukan sekarang?

Apa Arletta minta saja airnya dikuras, ya? Agar Mila tidak kepayahan menahan napas lagi? Tetapi, itu pasti akan membutuhkan waktu lama, dan Mila belum tentu bisa bertahan selama itu.

'Tidak! tidak! Jangan yang itu. Cari solusi lain.' Tanpa sadar, Arletta menggelengkan kepalanya dengan cepat. 'Apa ... Arletta Ikut masuk saja dan membantu dua cowo itu, atau--'

"Gak bisa. Dia berat banget!"

Tiba-tiba seorang pria muncul di atas permukaan air, dengan napas tersengal. Membuat lamunan Arletta terganggu. Terlihat sekali jika pria itu benar-benar sudah berusaha keras.

Pria itu memakai kaos polo warna maroon, tanpa aksen apa pun. Dipadu dengan jeans belel warna hitam. Sementara pria satu lagi, tampaknya masih belum menyerah untuk berusaha mengangkat tubuh Mila dari dalam sana.

"Ya Tuhan ... gimana ini?" pekik para model yang kebanyakan bergenre wanita itu.

Jika diperhatikan baik-baik, pria di tempat ini memang hanya dua orang itu saja. Sementara yang lainnya. Cewek semua.

Ini kenapa bisa timpang begini, ya?

Pemotretannya emang khusus cewek, atau gimana?

"Ini sulit. Dia benar-benar berat. Padahal badannya kecil. Tapi, kenapa bisa seberat itu, ya? Berapa sih, BB Karmila itu?"

Pria yang tadi belum menyerah pun, kini turut menepi. Dengan napas yang sama tersengal, meninggalkan Mila yang hampir kehabisan napas dan lemas di bawah sana.

Pria kali ini memakai kaos polo warna putih, dipadukan kemeja kotak-kotak tak dikancingkan.

Mendengar hal itu, tentu saja perasaan Arletta makin gusar. Gadis itu terus mencoba berpikir cepat mencari solusi, seraya memindai tempat itu. Mencari sesuatu yang bisa digunakan untuk menolong Mila.

Dapat!

Mata Arletta pun seketika berbinar saat melihat lighting yang berada tak jauh dari tempatnya. Gadis itu lalu melempar paper bag yang sedari tadi dia pegang ke arah Dita.

"Pegangin, Dit!" titahnya sebelum beranjak pergi dengan terburu.

Dita yang mendapat lemparan paper bag dari Arletta terlihat bingung. Namun, wanita itu tidak berkomentar sama sekali. Fokusnya terpecah antara Karmila di dalam kolam, dan Arletta yang ... entah mau pergi kemana?

Prang!

Saat orang-orang masih fokus pada kondisi Mila yang masih terjebak di dalam kolam. Tiba-tiba saja, Arletta memecahkan sebuah lighting, yang ada di sana.

Tentu saja, suara membahana itu langsung mengagetkan semua orang. Yang kemudian berubah jadi kebingungan. Saat melihat seorang gadis, yang tidak diketahui asal usulnya tengah sibuk memperhatikan satu persatu, pecahan beling di sana.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Sang Pewaris Lumpuh
8.6
Erios Danbert, pewaris kaya yang lumpuh, terpaksa mencari istri walau hatinya telah beku. Takdir mempertemukannya dengan Emery Olivia La Carlistee, putri pembunuh bayaran yang berniat merebut kekuasaannya. Emery berniat memanfaatkan Erios, tetapi ia malah terseret dalam bahaya besar yang mengancam pria itu. Di tengah kecurigaan dan ambisi masing-masing, mampukah cinta tulus tumbuh saat topeng dan motif asli Emery akhirnya terbongkar?
Sampul Novel Gairah Jantan Mafia Kampus
8.3
Kisah romansa modern ini dirancang bagi pembaca yang pernah menjalin asmara dengan lawan jenis. Meski demikian, mereka yang menyukai hubungan sesama jenis juga tetap dapat menikmati alurnya. Siapa tahu, narasi di dalamnya mampu menghadirkan perspektif baru atau bahkan mengubah ketertarikan Anda pada lawan jenis. Mari selami jalinan kasih penuh gairah yang menantang dan memikat di tengah kerasnya dunia mafia kampus.
Sampul Novel Gairah Sang Majikan
8.2
Hubungan terlarang membara di dalam rumah antara seorang majikan dan asisten rumah tangganya. Terpikat oleh kecantikan sang pembantu yang begitu memikat, sang majikan tidak mampu membendung ketertarikannya. Keduanya pun terhanyut dalam romansa dewasa yang penuh dengan adegan intim yang intens dan eksplisit. Pembaca diharapkan bersikap bijak saat mengikuti kisah penuh godaan dan gairah membara yang tak terhindarkan ini.
Sampul Novel Identitas Ganda Suamiku
9.1
Demi pernikahan cepat, Nadine bersedia menikahi pengusaha yang diisukan jatuh miskin. Siap bekerja keras demi rumah tangga mereka, ia justru dikejutkan oleh berbagai keberuntungan tak terduga, mulai dari hadiah mobil mewah hingga vila. Di balik itu semua, sang suami misterius selalu menjadi penolong di setiap masalahnya. Kecurigaan Nadine akhirnya terbukti saat orang-orang mulai menyanjungnya; suaminya bukanlah pria bangkrut, melainkan seorang konglomerat terpandang.
Sampul Novel Terpaksa menikah dengan CEO
9.3
Kehancuran mengintai Darma, seorang pengusaha yang kini terpuruk akibat salah langkah dalam berbisnis. Demi mempertahankan aset berharganya dari kebangkrutan, ia terpaksa berutang besar kepada Dimas Santoso, sosok CEO dingin yang kejam. Di sisi lain, sang putri, Alia, tetap sibuk bekerja keras setiap hari. Ia sama sekali tidak menyadari bahwa keluarganya sedang berada di ujung tanduk dan sang ayah tengah dikejar waktu untuk melunasi utang tersebut.
Sampul Novel Terperangkap Kontrak Hasrat Sang Casanova
8.4
Alana nekat menjebak pewaris tunggal Kingston Airlines, Alesio Theodore Kingston, demi menghentikan niat buruk sang ibu tiri. Bukannya murka, miliarder Casanova tersebut malah menyodorkan kesepakatan pernikahan kontrak satu tahun. Namun, Alana lambat laun menyadari adanya misteri dan sisi gelap di balik daya pikat Alesio. Hasrat membara serta obsesi berbahaya pria itu mulai meruntuhkan benteng pertahanan Alana dalam pusaran asmara yang penuh ancaman.