APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hari-hari Dimanjakan Paman

Hari-hari Dimanjakan Paman

Demi menghindari kencan buta yang buruk, Pamela nekat mencium pria asing tampan yang lebih tua bernama Agam. Tindakan ini membuat Agam menuntut pertanggungjawaban penuh. Pamela mencoba mengelabui Agam agar memejamkan mata lalu melarikan diri, tetapi rencananya gagal. Agam justru menangkap dan memanjakannya siang malam. Ketika Pamela kembali mencoba kabur, sang paman terus mengejarnya dan memastikan bahwa gadis itu tidak akan pernah bisa lolos dari genggamannya.
Bab
Bagikan

Bab 4

Selesai ibunya bicara, Jovita masih bingung.

"Cincin? Kapan aku pernah menerima ... oh, oh ya! Bu, aku ingat. Kemarin ada penggemar tanpa nama kasih cincin berlian yang dikirimkan melalui kurir! Aku takut media akan membesar-besarkannya kalau mereka melihatnya, jadi aku menyimpannya dan nggak bawa pulang cincinnya!"

Wulan sangat senang ketika mendengarnya.

"Kalau begitu, Tuan Agam pasti sudah menyukaimu sejak lama dan mengejarmu dengan mengatasnamakan penggemarmu! Ibu sudah mencari tahu dan orang yang kemarin datang untuk memberi mahar memang asisten pribadi Tuan Agam!"

"Jovita, Keluarga Dirgantara adalah keluarga hebat. Tuan Agam juga sangat tulus. Nggak salah kamu menikah dengannya!"

Tuan Agam ....

Jovita hanya tersipu malu hanya dengan memikirkannya.

Dia belum pernah bertemu dengan Tuan Agam, tapi dia pernah mendengar Agam Dirgantara yang berasal dari Keluarga Dirgantara yang hebat itu. Dia merupakan raja di dunia bisnis!

Dia tidak pernah menyangka kalau Tuan Agam adalah penggemar beratnya, juga ingin menjadi suaminya. Dia cukup gila karena sampai datang langsung ke rumah dan melamarnya. Ini semua karena pesonanya terlalu besar.

...

Sorenya.

Pamela kembali dari luar sambil memegang bingkai foto di tangannya. Dia masuk ke dalam rumah, mengganti sandalnya dan langsung naik ke atas.

Kebetulan Jovita sedang turun dan sengaja menghalanginya.

"Apa yang ada di tanganmu? Apa kamu mencuri perhiasan dari mahar milikku?"

Pamela menghentikan langkah kakinya dan berkata lirih, "Ini barang pribadiku."

"Cih, ngomong doang. Lepaskan dan biarkan aku melihatnya!" Jovita selalu tidak suka pada adiknya yang dibesarkan di desa. Dia merasa kalau keberadaan Pamela telah menjatuhkan Keluarga Alister, jadi dia tidak pernah menghormatinya.

Setelah itu, dia mengulurkan tangan dan merebut benda yang Pamela lindungi dalam pelukannya.

"Wah! Aku pikir harta karun macam apa. Ternyata foto ibumu yang wanita simpanan!"

Ibunya bukanlah seorang wanita simpanan!

Pamela mengulurkan tangan untuk mengambil bingkai itu, tapi Jovita sengaja menjatuhkan bingkai itu ke lantai.

"Ups! Maaf, tanganku licin!"

Melihat bingkai foto yang terinjak Jovita, mata Pamela memerah.

Itu adalah foto lama ibunya yang berhasil dia temukan di album foto lama Keluarga Alister. Hari ini, dia mengambilnya untuk memperbaiki dan memperbesar fotonya. Dia akan menaruhnya di kamar sebagai hiasan meja.

Pamela yang marah mencengkeram baju Jovita dan berkata dengan nada dingin, "Ambil foto itu!"

Jovita melawan tanpa takut, "Beraninya kamu menyentuhku? Biar kuberitahu! Aku akan segera menjadi nyonya muda Keluarga Dirgantara. Kalau kamu macam-macam denganku, Keluarga Dirgantara akan membuatmu menderita!"

Pamela terkejut. Tunggu, Keluarga Dirgantara?

Kemarin, pria yang telah menyeretnya secara paksa ke pesta pertunangan juga memiliki marga yang sama. Sekarang, dia bergidik ngeri saat mendengar marga Dirgantara.

"Maksudmu Keluarga Dirgantara selaku keluarga hebat itu?"

Jovita menjawab dengan bangga, "Benar sekali! Kenapa? Kamu takut? Tuan Agam dari Keluarga Dirgantara adalah penggemarku dan ingin melamarku. Barang-barang di sana itu adalah mahar yang diberikan Keluarga Dirgantara untukku. Lebih baik kamu nggak menyentuhnya. Kalau kamu membuatnya rusak, kamu pasti nggak mampu ganti rugi."

Pamela menoleh dan melihat mahar yang ditunjuk oleh Jovita. Dia tertegun, seakan-akan telah menduga sesuatu.

Apa dia gila?

Pria itu datang ke rumahnya untuk memberikan mahar!

Setelah memikirkannya, Pamela berkata pada Jovita dengan mata berbinar, "Kalau begitu, aku harus mengucapkan selamat padamu. Tapi, apa kamu pikir keluarga besar seperti Keluarga Dirgantara bisa menerima menantu seorang aktris yang memiliki banyak skandal? Apa kamu pikir mereka akan menjadikanmu sebagai nyonya muda mereka?"

Jovita yang tersindir langsung berteriak marah, "Kamu nggak perlu khawatir! Tuan Agam sangat mencintaiku, jadi dia akan melindungiku dengan baik!"

"Benarkah?"

Pamela tersenyum dan tidak berkata apa-apa.

Kemudian, Pamela mengambil foto ibunya dan menepuk-nepuk debu yang menempel di foto tersebut, dia berbalik dan naik ke atas.

Dia masih khawatir bagaimana caranya keluar dari masalah setelah terjebak dengan pria yang diciumnya kemarin. Karena Jovita sangat ingin menikah dengannya, masalah itu akan teratasi.

Jovita berdecak ketus mulai mengkhawatirkan sesuatu.

Kata-kata Pamela si gadis desa itu bukannya tidak masuk akal. Keluarga Dirgantara adalah keluarga hebat dan dia hanyalah seorang aktris yang tidak terlalu populer. Akan buruk jika anggota Keluarga Dirgantara mengetahui skandalnya, lalu memiliki kesan buruk terhadapnya.

Dengan pemikiran ini, Jovita memutuskan untuk segera keluar dari dunia hiburan ini!

Dibandingkan dengan menjadi nyonya muda Keluarga Dirgantara, hasil yang didapatkan dengan menjadi aktris tidak seberapa.

Jovita baru mau menelepon perusahaan untuk memberitahukan tentang pengunduran dirinya, tetapi tiba-tiba ponselnya berdering dulu.

Entah mengapa akhir-akhir ini dia mendapat begitu banyak telepon yang mengganggu. Awalnya dia tidak berniat mengangkatnya.

Namun, ketika melihat nama "pria pemberi uang" yang baru berhasil dia dekati, Jovita pun memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengannya, jadi Jovita mengangkat teleponnya.

"Sayang, kamu di mana? Aku kangen sekali padamu. Malam ini datang ke hotel, ya! Temani aku!"

Jovita berkata dengan jijik, "Jangan panggil aku sayang. Tua bangka yang nggak tahu jijik, bikin jijik saja!"

"Apa katamu? Aku menjijikkan? Kamu lupa seperti apa kamu memohon padaku agar kamu bisa menang Penghargaan Lotus untuk pemeran utama wanita berikutnya!"

Jovita tidak peduli. "Aku sudah keluar dari dunia hiburan! Aku nggak peduli lagi dengan pemeran utama Penghargaan Lotus atau apa pun itu. Kamu bisa kasih sama siapa pun yang kamu mau! Jangan menghubungiku lagi!"

Di ujung telepon, pria tua itu sangat marah hingga wajahnya berubah menjadi masam.

Dia sudah membelikan wanita ini cincin berlian dan mengirimnya melalui pengiriman kilat. Akan tetapi, wanita sialan ini malah memakinya setelah menerima cincin yang dia berikan!

Wanita tidak tahu diri! Jangan harap dia bisa berkecimpung di dunia hiburan lagi! Tunggu saja, dia akan diboikot!

...

Tiga hari kemudian.

Keluarga Alister mengadakan pesta pernikahan untuk putrinya. Teman-teman serta keluarga datang untuk memberi selamat.

Wulan sengaja meminta Darius untuk membuat pesta yang besar. Dia ingin menikahkan Jovita dengan mengadakan pesta yang meriah.

"Lihat, itu iring-iringan pengantin dari Keluarga Dirgantara! Megah sekali. Pantas mereka jadi keluarga hebat. Semua mobil yang datang sangat mewah dan edisi terbatas!"

"Aku cuma pernah melihat mobil itu di majalah. Harganya bisa beli sepuluh mobil Toyota!"

"Aku iri banget sama Kak Jovita. Dia bisa menikah sama orang hebat seperti Tuan Agam!"

Mendengar seruan dan sanjungan dari kerabat, serta teman-temannya, Jovita yang sudah mengenakan gaun pengantin merasa sangat puas. Dia bangga sekali.

Omong-omong, tidak ada yang melihat Pamela keluar. Mungkin dia sedang bersembunyi di suatu tempat karena iri padanya.

Cih, biarkan dia iri saja! Iri pun tidak akan membuat dia mendapatkan apa yang dia inginkan!

Jovita sudah tidak sabar untuk bertemu dengan calon suaminya. Kira-kira pria seperti apa Tuan Agam ini?

Dia pasti sangat tampan. Nanti, pria itu akan berlutut di hadapannya dan menyatakan cintanya di bawah tatapan iri semua tamu yang datang.

Iring-iringan mobil pengantin berhenti di depan kediaman Keluarga Alister.

Tubuh Agam yang tinggi dan tegap melangkah keluar dari mobil pengantin utama. Dia memancarkan kesan megah dan elegan.

Ervin memberi isyarat kepada para pengiring pengantin pria yang sudah mengenakan setelan jas untuk keluar dari mobil yang lain, lalu mengikuti tuan muda menuju gerbang kediaman Keluarga Alister.

Tiba-tiba, Agam sang mempelai pria menghentikan langkah kakinya dan mendongak ke atas. Matanya yang tajam memindai atap rumah Keluarga Alister!

Di balkon kecil tidak jauh di sana, seorang wanita yang mengenakan piama tengah berdiri di sisi pagar dan melihat iring-iringan yang datang.

Hanya menatap Agam sebentar saja, wanita itu lekas berbalik dan menghilang.

Pamela merasakan bahaya. Saat dia melihat iring-iringan dari balkon, dia melihat kalau Tuan Agam menemukan keberadaannya!

Namun, hari itu dia mengenakan riasan sangat tebal. Saat ini, dia sudah menghapus riasannya. Seharusnya Tuan Agam tidak bisa mengenalinya, 'kan?

Untuk berjaga-jaga, bukan ide yang baik untuk tinggal di rumah. Jadi, dia harus pergi.

Di lantai bawah, melihat Agam tiba-tiba berhenti, Ervin dibuat bingung. Dia menghampiri Agam, lalu berkata, "Tuan muda, rumah Keluarga Alister ada di depan. Kalau Tuan nggak masuk, tuan mungkin akan melewatkan waktu yang baik untuk melangsungkan pernikahan."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tak Lain Hanyalah Tamu
8.7
Tujuh kali menikah dan diceraikan oleh pria yang sama demi wanita lain membuat perasaan wanita ini mati rasa. Dari mencoba mengakhiri hidup hingga belajar pergi tanpa suara, ia telah melewati semua kepedihan. Kini, saat kekasih lama suaminya kembali, ia memilih menyodorkan surat cerai atas inisiatif sendiri. Sang suami mengira ini hanyalah bagian dari siklus pernikahan kembali yang biasa mereka lakukan, tanpa menyadari bahwa kali ini istrinya benar-benar pergi selamanya.
Sampul Novel Di Hari Nikah, Aku Pergi
9.3
Liana Tandra mengambil langkah ekstrem demi melarikan diri dari pernikahannya dengan miliarder Hansen Gunadi. Melalui panggilan telepon rahasia, ia memastikan persiapan mayat palsu yang sangat mirip dengannya untuk dikirim tepat di hari pernikahan sepuluh hari lagi. Setelah mendapat jaminan bahwa rencana ini tidak akan dicurigai, Liana akhirnya bisa bernapas lega. Namun, ketegangan baru langsung menyambutnya saat ia melangkah masuk ke dalam ruang VIP, di mana keheningan mendadak mencekam seluruh ruangan.
Sampul Novel En-PD153
8.9
Kekasih lama yang kusangka sudah mati tiba-tiba kembali bersama seorang wanita hamil yang katanya telah menolongnya. Dengan lancang, dia menyuruhku tinggal bersama mereka dan menjanjikan pesta pernikahan formal sebagai ganti atas keputusannya menikahi perempuan itu. Statusku sebagai putri bangsawan dan menantu konglomerat membuatku menolak keras menjadi simpanan. Jika dia memilih melepaskan kemewahan, aku akan membuat hidupnya hancur hingga dia jatuh miskin.
Sampul Novel Gairah Liar Sang CEO
9.7
CEO Rafael Aditya Syahreza yang gemar berganti kekasih menjebak Vanessa setelah sebuah ketidaksengajaan di ranjang. Siapa sangka, Vanessa adalah pacar Adrian, adik kandung Rafael sendiri. Hubungan ini dimanfaatkan Rafael demi memuaskan hasrat sekaligus menuntaskan dendam masa lalu. Akankah ia berhasil merebut Vanessa dari sang adik? Bagaimana nasib Vanessa saat tahu dirinya hanya alat balas dendam, dan mampukah ia menerima kenyataan pahit itu?
Sampul Novel Hayu
9.2
Hayu
Hayu mengira asal-usul keluarga tak lagi penting di zaman modern. Namun, anggapan itu runtuh saat ia berhadapan dengan Nyonya Adibrata. Statusnya yang hanya sekretaris biasa membuat hubungannya dengan Bisma, sang pewaris tunggal Adibrata Group, terancam kandas. Demi memperjuangkan cinta mereka, Hayu kini harus menghadapi interogasi ketat dari ibu kekasihnya itu. Sanggupkah hubungan mereka bertahan di tengah jurang perbedaan status sosial yang begitu nyata?
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
9.3
Pasca dikhianati saudara angkat dan tunangannya sekembalinya dari desa, Sabrina bertekad membalas dendam. Ia memilih mendekati Charles, paman dari mantan kekasihnya. Walau Charles sempat menolak komitmen setelah malam intim mereka, Sabrina berhasil memicu harga diri pria itu hingga mereka terikat selamanya. Kini, Sabrina kembali sebagai bibi sang mantan. Di balik pandangan remeh orang lain, ia rupanya menyimpan kekayaan miliaran dolar, membuktikan dirinya adalah pemilik takhta yang asli.