APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hari-hari Dimanjakan Paman

Hari-hari Dimanjakan Paman

Demi menghindari kencan buta yang buruk, Pamela nekat mencium pria asing tampan yang lebih tua bernama Agam. Tindakan ini membuat Agam menuntut pertanggungjawaban penuh. Pamela mencoba mengelabui Agam agar memejamkan mata lalu melarikan diri, tetapi rencananya gagal. Agam justru menangkap dan memanjakannya siang malam. Ketika Pamela kembali mencoba kabur, sang paman terus mengejarnya dan memastikan bahwa gadis itu tidak akan pernah bisa lolos dari genggamannya.
Bab
Bagikan

Bab 5

Agam mendongakkan kepalanya. Dia menyipitkan matanya untuk menatap tajam balkon kecil yang saat ini sudah kosong.

Setelah diam beberapa saat, dia memberi perintah dengan suara lirih, "Bawa mereka masuk dulu!"

Ah, ini ....

Ervin tercengang, tetapi dia tidak berani mempertanyakan perintah Agam. Jadi, dia melambaikan tangan kepada pengiring pengantin di belakangnya.

"Kalian ikut aku masuk dulu!"

Suasana berubah ramai saat rombongan pengiring pengantin dari Keluarga Dirgantara dihalangi oleh pengiring pengantin Keluarga Alister di pintu masuk untuk saling bertukar pantun.

Tidak ada yang menyadari kalau pengantin pria yang sebenarnya malah pergi ke pintu belakang kediaman Keluarga Alister.

Pintu belakang kediaman Keluarga Alister.

Seorang wanita menyelinap keluar dengan langkah santai tanpa memperhatikan sekitarnya, sambil menyenandungkan lagu pernikahan.

Baru melangkah beberapa langkah, bagian belakang kerah lehernya ditarik oleh sesuatu dan tubuhnya terangkat. Kakinya menjuntai di udara, seperti ayam yang mau disembelih.

"Mau lari?"

Suara pria itu sangat rendah dan magnetis, tetapi menyalurkan bahaya yang kuat saat terdengar di telinga.

Punggung Pamela tepat menghadap orang yang mengendap-endap ke arahnya. Dia langsung mengenali siapa pemilik suara itu. Dia adalah Agam!

Dengan pandangan sekilas dari jauh, Agam benar-benar telah mengenalinya!

Akan tetapi, semua itu tidak masalah. Pamela sudah menyiapkan rencana keduanya.

Pamela menoleh ke arah Agam yang berada di belakangnya dan berkata terbata-bata, "Pa ... Paman. Kamu ... siapa? Ke ... kenapa ... kamu menarikku?"

Melihat wanita itu menoleh kepadanya, Agam tertegun. Dia melihat wajah yang sangat jelek. Sontak, cengkeraman tangannya terlepas.

Wanita di depannya memiliki tahi lalat yang sangat besar di wajahnya. Alisnya dan bibirnya sangat tebal, bahkan matanya dirias dengan perona mata warna-warni.

Penampilan jeleknya sangat khas, bahkan jauh lebih jelek dan unik dari pemeran terjelek yang pernah muncul di film.

Pamela melihat bahwa ekspresi Agam berubah ketika melihat wajah jeleknya. Dalam hati, dia merasa senang!

Dia berpura-pura bodoh dan berkata, "Paman datang kemari untuk menjemput pengantin? Paman salah masuk. Paman harus lewat pintu depan. Pengantin paman sudah menunggu di dalam!"

Agam menyipitkan matanya dan menatap dingin pada wanita buruk rupa di depannya, hampir percaya dengan kebohongannya.

Sudut bibir tipis pria itu terangkat membentuk seringai, lalu berkata dengan pelan, "Benarkah? Tapi kenapa kamu pakai cincin tunangan milik Keluarga Dirgantara?"

Setelah mengatakan itu, Agam menarik tangan Pamela dan mengangkatnya. Dia mengamati cincin berlian di jari manisnya dengan tatapan dingin!

Pamela terdiam tidak tahu harus menjawab apa, "..."

Gawat! Semuanya benar-benar berakhir!

Bukannya dia ceroboh atau lupa melepasnya, tetapi cincin ini memang sudah melekat erat di tangannya. Dia tidak bisa melepaskannya bahkan setelah menggunakan sabun!

Mata tampan Agam menatapnya dengan dalam. Dia bisa melihat apa yang Pamela pikirkan dan kembali berbicara untuk menjawab keraguan di dalam benak Pamela.

"Nggak usah menyia-nyiakan tenagamu. Cincin itu terbuat dari platina yang dicampur dengan bahan khusus. Membutuhkan minyak esensial khusus untuk melumasinya biar bisa dilepas."

Pamela menggertakkan giginya karena marah. Benar-benar menyesatkan!

Baiklah! Karena tidak bisa mengelak, dia akan mengakuinya!

"Paman, terus terang saja. Aku tahu paman nggak benar-benar ingin menikah denganku. Paman cuma butuh istri di atas kertas untuk beberapa alasan, 'kan?"

Agam tidak menjawab, merasa kalau wanita ini cukup cerdas.

Pamela mengerucutkan bibirnya dan berkata, "Begini saja, kakakku yang bernama Jovita sangat bersedia menikah denganmu. Dia lebih cantik dariku, memiliki tubuh langsing. Paman nggak bakal rugi kalau menikah dengannya!"

Agam menyipitkan matanya. Gadis ini sepertinya benar-benar tidak ingin menikah dengannya.

Dia bahkan menghindarinya?

Gadis ini memberinya kesan menarik.

Selama ini, ketika para wanita melihat Agam, mereka akan melakukan semua yang mereka bisa untuk mendapatkan perhatian Agam dan menjadi wanitanya!

Namun, yang Agam inginkan adalah wanita yang tidak akan mengganggu dan merepotkannya.

Bibir tipis Agam terangkat membentuk seringai. Lalu, dia berkata, "Wanita yang akan aku nikahi adalah wanita yang di tangannya ada cincin ini."

Pamela mengerutkan kening, lalu menjawab, "Gampang kalau begitu. Ambilkan minyak esensial khusus yang kamu bilang itu. Aku akan mengeluarkannya dan mengembalikannya padamu. Kamu tinggal memakaikannya ke tangan Jovita!"

Agam menjawab, "Aku nggak punya."

"Kalau begitu pergi dan belilah!"

"Produknya sudah nggak dijual lagi. Nggak akan bisa kebeli!"

"Oh, begitu ...." Pamela menggertakkan giginya, lalu tersenyum. Dia menyentakkan tangannya ke atas untuk menunjuk ke belakang pria itu, "Paman, lihat! Ada sapi terbang!"

Wajah serius Agam tertarik sambil tersenyum.

Kekanak-kanakan.

Detik berikutnya, Pamela yang berniat melarikan diri tiba-tiba ditarik dari belakang oleh pria itu. Tubuhnya terangkat dan Agam membawanya pergi tanpa memedulikan posisi Pamela.

Pamela masih mengentakkan kakinya untuk melawan.

...

Di sisi lain, Ervin baru saja masuk ke ruang tamu Keluarga Alister dengan rombongan pengiring pengantin pria. Tiba-tiba, ponselnya berdering. Ternyata panggilan dari Agam.

Dia menghentikan langkah kakinya, menjawab telepon dengan hormat. Ekspresi Ervin terlihat serius. Setelah itu, dia berbalik diikuti oleh pengiring pengantin lainnya.

Melihat hal ini, Wulan yang sedang merasa bangga terkejut. Dia buru-buru mengejarnya dan bertanya padanya, "Permisi, Tuan Ervin. Pengantin wanita sedang menunggu di dalam. Kalian mau ke mana?"

Ervin menatap Wulan dan berkata, "Tuan muda sudah bertemu dengan pengantin wanita secara langsung."

Wulan bingung, "Sudah bertemu? Nggak mungkin! Jovita masih di dalam rumah!"

Ervin menjawab sambil mengerutkan kening, "Jovita? Nyonya, sepertinya nyonya salah paham. Nona Alister yang akan dinikahi tuan muda bukan bernama Jovita!"

Setelah mengatakan itu, Ervin dengan dinginnya melewati Wulan dan pergi bersama pengiring pengantin pria lainnya tanpa menoleh ke belakang.

Wulan tertegun di tempat, wajahnya pucat pasi.

Apa?

Pengantinnya salah?

Keluarga dan teman-teman yang hadir mulai mengatai mereka ....

Darius yang baru saja dikelilingi oleh sanak saudaranya dan disanjung oleh mereka, kini menjadi bahan olok-olok!

Darius kehilangan harga dirinya. Raut wajahnya benar-benar terlihat sangat masam. Begitu menoleh, dia melampiaskan kemarahannya pada Wulan yang telah memintanya untuk merayakan pernikahan ini secara besar-besaran.

"Wulan! Apa yang terjadi?! Bukankah kamu bilang kalau orang yang akan dinikahi Tuan Agam adalah Jovita?"

Wulan menjawab dengan polos, "Aku ... aku nggak tahu kenapa bisa seperti ini! Hari itu, ketika orang dari Keluarga Dirgantara datang untuk mengantarkan mahar, dia bilang mau menikahi putri kita. Dia bahkan mengirimkan maharnya ke rumah. Darius, bukankah kamu juga lihat sendiri?"

Darius langsung menampar Wulan dengan keras.

"Kamu mempersiapkan segalanya tanpa memastikan dulu. Harga diri Keluarga Alister sudah dipermalukan olehmu!"

Sementara Jovita yang tidak kunjung bertemu dengan mempelai prianya juga mendengar keributan di luar. Dia keluar dari kamarnya sambil menyeret gaun pengantinnya untuk menanyakan apa yang terjadi.

"Ayah ... Ibu! Apa yang kalian lakukan?! Di mana mempelai prianya? Mana Tuan Agam?"

"Jovita, orang-orang Tuan Agam mengatakan kalau ada kesalahan. Mereka sudah bertemu dengan pengantin wanita dan pergi begitu saja!"

Jovita terkejut. "Apa? Ibu, bagaimana bisa ada kesalahan untuk hal seperti ini? Bukankah Tuan Agam akan menikahiku?"

Wulan menutupi wajahnya yang terluka akibat tamparan Darius, lalu menjawab, "Jovita, jangan salahkan aku. Pikiran aku juga sedang kacau ...."

Mereka yang sejak awal tidak menyukai kelakuan jahat Wulan dan Jovian dari Keluarga Alister ini pun mulai mencibir.

"Jovita, masalahnya sudah begini. Jangan terlalu percaya diri. Kalau dipikir-pikir, kamu juga pasti tahu, bagaimana mungkin orang sehebat Tuan Agam bisa menikahi aktris yang banyak gosip sepertimu!"

"Aku juga penasaran, bagaimana mungkin kamu bisa menjalin hubungan dengan Keluarga Dirgantara yang merupakan keluarga terbaik itu. Ternyata itu hanya khayalanmu saja!"

"Jovita, sebaiknya kamu kembali syuting saja! Lagi pula, hanya di drama kamu bisa menikah dengan pria kaya yang kamu inginkan! Hahaha ...."

Jovita tidak tahan dengan cibiran memalukan dari kerabatnya. Dia memelototi Wulan dengan sinis, lalu menyembunyikan diri di kamarnya.

Dia sangat kesal! Dia sudah tidak punya keberanian untuk bertemu orang lain setelah ini!

Akan tetapi, kenapa bisa terjadi kesalahan seperti ini?

Bukankah Tuan Agam sudah memberinya cincin?

Tidak.

Dia tidak percaya, dia tidak percaya! Wanita mana yang dibawa pergi oleh Tuan Adam?

Siapa dia?

Apa dia juga bermarga Alister dan tinggal di sekitar sini?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Bonekamu Lagi
8.4
Setelah menyerahkan segalanya pada Adriel di malam penobatannya sebagai bos mafia Keluarga Mahendra, Vivian mengira penantiannya berakhir bahagia. Namun, ia mendengarkan sendiri bagaimana Adriel menghina dirinya dan hanya menjadikannya alat pemanasan sebelum mendekati wanita lain. Hancur oleh pengkhianatan kejam sang miliarder, Vivian memutuskan untuk tidak lagi menjadi boneka yang patuh. Ia segera mengirim pesan rahasia kepada Bos Indra Wijaya, meminta dipindahkan sejauh mungkin dari Adriel sebelum promosi tiga hari lagi.
Sampul Novel Cinta dan Gairah 21+
8.1
Antologi romansa dewasa ini menyajikan kumpulan kisah penuh gairah dengan latar belakang tokoh yang beragam. Pembaca akan diajak menyelami dinamika emosional yang mendalam dari berbagai profesi, mulai dari kehidupan ibu rumah tangga, mahasiswa, kuli bangunan, hingga pesona para suami, manajer, dan CEO. Setiap cerita dirancang secara unik untuk memenuhi fantasi Anda melalui narasi yang memikat. Nikmati jalinan alur yang intens dan penuh warna di dalam buku ini.
Sampul Novel Cinta di Tepi: Tetaplah Bersamaku
9.4
Dua tahun lalu, Regan menikahi Ella demi melindungi wanita lain. Menganggap Ella licik, Regan mengabaikan ketulusan istrinya selama sepuluh tahun dengan sikap dingin. Namun, saat Ella mulai lelah dan ingin menyerah, ketakutan justru melanda Regan. Ketika nyawa Ella terancam saat mengandung anak mereka, Regan akhirnya tersadar bahwa cinta sejatinya selama ini hanyalah untuk sang istri.
Sampul Novel GAIRAH PRIA IMPOTEN
9.8
Mela, wanita malang yang diusir ibu tirinya dan menjadi korban pelecehan, terpaksa bekerja sebagai wanita penghibur. Di sana, ia mendapat misi khusus untuk memikat seorang pria impoten yang penuh misteri. Hubungan tak terduga ini justru membuat Mela hamil anak dari pria tersebut. Kini, ia terjebak dalam dilema besar mengenai masa depan janinnya, di tengah pusaran rahasia besar yang menyelimuti kehidupan mereka berdua.
Sampul Novel Jodoh Palsu Sang Alfa, Perang Diam Sang Omega
9.2
Sebagai Omega, aku dikhianati oleh Alpha Baskara yang mandul demi wanita lain. Janin di rahimku dianggap aib dan aku dijadikan bahan taruhan. Setelah disiksa oleh Kirana serta dikhianati para prajurit, aku menelan ramuan terlarang untuk mematikan janinku demi membalas dendam. Ini adalah awal perang dingin dariku.
Sampul Novel Kutunggu Jandamu
9.8
Demi sang ayah, Benara nekat menjadikan Laras sebagai kekasih sewaan. Namun, ia terkejut saat mengetahui bahwa perempuan itu sebenarnya telah bersuami. Alih-alih mundur setelah melihat Laras terus disakiti oleh suaminya, Benara justru memanfaatkan situasi tersebut. Ia mulai mendekati Laras secara agresif. Kini, Benara bertekad kuat untuk merebut hati Laras dan mengejar cintanya, meski status pernikahan Laras menjadi rintangan besar yang menghadang langkahnya.