APKDock Logo
Sampul Novel Godaan Sang Mantan Istri

Godaan Sang Mantan Istri

9.7 / 10.0
Rumah tangga Altair Nanggala dan Zoe Zivana yang tampak harmonis sebenarnya terasa hambar karena dibangun terpaksa demi keturunan. Keadaan kian rumit saat mantan istri yang dicintai Altair, Naura Zoffany, kembali hadir. Dahulu mereka berpisah karena Naura dituduh mandul, padahal ia menyembunyikan kehamilannya demi melindungi sang bayi dari mertua. Kini, kembalinya Naura menguji komitmen Altair pada Zoe yang rapuh.

Godaan Sang Mantan Istri Bab 1

---

----

Langit Jakarta malam itu terlihat gelap, seperti halnya hati Zoe Zivana yang tengah termenung di balkon apartemen mewahnya. Si manis tengah memeluk lututnya sendiri, ia mengenakan kaus putih longgar dan celana pendek. Angin malam menyapu rambut hitam panjangnya yang berkilau, membuatnya tampak seperti model dalam iklan di televisi. Namun, Zoe bukan lagi model. Ia kini adalah istri dari seorang pria kaya dan berpengaruh, Altair Nanggala-seorang CEO sukses yang hampir selalu absen dari rumah mereka.

Zoe memandang kosong ke arah lampu-lampu kota yang berkilauan, mencoba mengusir kesepian yang selalu menyelimutinya. Ia mendengar suara langkah kaki yang berat di belakangnya, mengiringi suara pintu balkon yang terbuka.

"Kenapa duduk di sini? Sudah malam," suara dingin Altair memecah keheningan.

Zoe menoleh, tersenyum tipis. "Cuma ingin menghirup udara segar. Kamu baru pulang?"

Altair mengangguk sambil melonggarkan dasinya. Wajah tampannya yang tegas terlihat lelah. Tanpa berkata apa-apa lagi, ia berjalan masuk ke ruang tamu. Zoe mendesah pelan. Sudah setahun lebih mereka menikah, tapi Altair selalu terasa seperti orang asing.

Zoe mengikuti Altair ke dalam. Ia melihat suaminya menuangkan segelas air dingin lalu setelahnya duduk di sofa.

"Makan malamnya sudah aku siapkan, tapi mungkin sudah dingin," kata si manis dengan suara lembut.

"Aku sudah makan," jawab Altair singkat tanpa menatapnya.

Zoe menggigit bibir bawahnya, mencoba menahan rasa sakit di hatinya. Hal ini selalu terjadi di setiap hari, pikirnya.

"Mas Al," Zoe akhirnya memecah keheningan.

"Aku tahu kamu sibuk, tapi ... bisa nggak kita luangkan waktu bersama, seperti dulu?"

Altair mendongak, menatap Zoe dengan tatapan datar. "Seperti dulu? Zoe, kita menikah bukan karena cinta. Kamu tahu itu, bukan."

Kata-kata yang terucap dari bibir Alta seperti sebuah pisau yang menghujam hati Zoe, rasanya sungguh menyakitkan. "Aku tahu," jawab si manis pelan, suaranya hampir gemetar.

"Tapi aku hanya ingin mencoba, Mas. Aku ingin mencoba membuat semuanya lebih baik."

Altair menghela napas panjang, meletakkan gelasnya di meja.

"Aku tahu kamu mencoba, Zoe. Tapi aku ... aku nggak tahu bagaimana harus menjalani ini. Aku terlalu lelah."

"Lelah? Dengan aku?" suara Zoe semakin lirih.

Altair mengalihkan pandangannya. "Lelah dengan semuanya. Jangan salah paham."

Zoe terdiam. Ia ingin bertanya lebih jauh, tapi takut mendengar jawaban yang menyakitkan.

----

Di ruangan kerjanya, dalam pikiran yang penuh kekacauan, Altair teringat masa lalunya bersama Naura Zoffany. Wanita itu adalah cinta sejati sekaligus istri pertamanya dulu. Jadi Altair ini dulu pernah menikah dan mereka menikah atas dasar cinta, sesuatu yang kini terasa asing baginya. Naura selalu berhasil membuat hidupnya berwarna, meskipun pernikahan mereka tidak sempurna.

Namun, tekanan dari keluarga membuat segalanya berubah. "Aku ingin punya cucu dari kamu, Altair. Jangan sampai kamu hanya menikah untuk bersenang-senang saja," ucapan ibunya masih terngiang jelas di telinganya.

Altair dan Naura mencoba segalanya, tapi tak kunjung dikaruniai anak. Hal itu membuat hubungan mereka menjadi rapuh, dan akhirnya, perpisahan menjadi jalan yang terpaksa mereka pilih. Altair tidak tahu bahwa perpisahan itu menyisakan luka yang dalam pada Naura, juga sebuah rahasia yang akan menghantuinya di kemudian hari.

---

Zoe menatap Altair yang duduk membelakanginya, tubuhnya terlihat tegang. Dengan hati-hati, ia mendekat dan duduk di samping suaminya.

"Mas Al ... apa aku pernah salah?" tanya Zoe, mencoba memberanikan diri.

Altair mengerutkan kening, lalu menatap Zoe. "Maksudmu?"

"Maksudku ... aku nggak tahu apa yang salah dengan kita. Aku selalu merasa bahwa aku seperti bukan bagian dari hidupmu."

Altair terdiam sejenak, menimbang kata-katanya. "Zoe, kamu nggak salah. Aku yang mungkin nggak pernah benar-benar mencoba."

"Kalau begitu, kenapa kamu nggak mencoba?" Zoe mendesak, matanya mulai berkaca-kaca.

Altair menghela napas panjang, lalu berdiri. "Aku nggak tahu. Mungkin karena aku nggak pernah benar-benar menginginkan pernikahan ini. Aku hanya melakukan apa yang diinginkan keluarga."

Zoe terpaku. Meski ia sudah sering merasakan hal ini, mendengar Altair mengatakannya secara langsung tetap saja masih menyakitkan.

"Jadi aku hanya kewajiban untukmu? Sebuah kompromi?" suaranya nyaris berbisik.

Altair menatap Zoe, matanya menunjukkan rasa bersalah, tapi tidak ada cinta di sana. "Zoe, kamu tahu bagaimana awalnya. Aku menikahimu karena ... ibu menginginkan cucu. Itu saja."

Air mata Zoe akhirnya jatuh. Ia berdiri dan berjalan ke arah kamar mereka tanpa berkata apa-apa lagi. Di belakangnya, Altair hanya bisa menatap dengan perasaan campur aduk.

Di dalam kamar, Zoe duduk di tepi ranjangnya dengan memeluk bantal untuk menahan isakannya. Ia tahu sejak awal menikah, Altair tidak pernah mencintainya, tapi ia berharap waktu bisa mengubah segalanya.

Sebagai seorang mantan model yang biasa hidup dalam sorotan, Zoe selalu terbiasa berpura-pura bahagia di depan orang lain. Tapi sekarang, tidak ada yang bisa ia sembunyikan dari dirinya sendiri.

"Kenapa aku tetap di sini?" tanyanya pada dirinya sendiri. Jawabannya selalu sama yaitu karena ia mencintai Altair, meskipun pria itu tidak pernah mencintainya.

Altair, di sisi lain, merasa dadanya sesak setiap kali melihat Zoe menangis. Bukan karena ia merasa bersalah, melainkan karena ia tahu ia tidak pernah memberikan Zoe apa yang pantas ia dapatkan.

Ia membenarkan kacamatanya lalu membuka laci, dan mengambil sebuah foto lama. Foto itu adalah satu-satunya kenangan yang masih ia simpan dari Naura. Dalam foto itu, Naura tersenyum hangat, dengan mata yang berbinar penuh cinta.

"Apa yang sedang kamu lakukan sekarang, Nau?" bisiknya pelan.

Altair tahu bahwa pernikahannya dengan Zoe tidak akan pernah seperti pernikahannya dengan Naura. Ia tidak pernah bisa melupakan wanita itu.

Malam semakin larut, dan kedua penghuni apartemen itu terjebak dalam kesunyian masing-masing. Zoe akhirnya tertidur dengan mata bengkak, sementara Altair tetap terjaga, memandangi foto Naura dalam diam.

Kehidupan mereka terlihat sempurna dari luar, tapi hanya mereka yang tahu betapa kosongnya hati masing-masing.

Altair dan Zoe tidak tahu bahwa takdir sedang merancang pertemuan yang akan mengubah segalanya. Kehadiran seseorang dari masa lalu akan menguji kekuatan pernikahan mereka yang rapuh dan menghadirkan pertanyaan besar. Aapakah cinta sejati akan selalu menang, ataukah kewajiban dan komitmen akan menjadi pemenangnya?

TBC 🥀🥀---

Lanjut Membaca

Daftar Isi Godaan Sang Mantan Istri

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Akibat Cinta Semalam dengan CEO
9.7
Setelah dimutasi ke kantor pusat, Jeanne terjerat cinta semalam dengan CEO barunya saat masih memiliki kekasih. Kemalangannya berlipat ganda begitu ia tahu bahwa bos tersebut adalah Alan Rasya Purnama, sepupu dari sang mantan pacar. Kini, hidup Jeanne tidak lagi tenang. Alan menjadi sangat terobsesi untuk menguasai seluruh aspek kehidupannya, baik raga maupun jiwanya. Jeanne pun terjebak dalam situasi rumit tanpa ada celah sedikit pun untuk melarikan diri.
Sampul Novel BILANG SAJA KAMU JANDA
8.6
Hati Rania hancur ketika sang suami tega menyuruhnya mengaku sebagai janda hanya demi uang. Di balik penampilan anggunnya, ia harus memendam kepedihan mendalam sekaligus berjuang menghadapi kanker ganas yang menggerogoti tubuhnya. Di tengah kondisi fisik yang terus melemah, Rania pantang menyerah demi kedua buah hatinya. Kisah pilu ini menggambarkan perjuangan seorang ibu untuk bangkit dari pengkhianatan, mengumpulkan sisa kekuatan agar bisa bertahan hidup demi anak-anaknya.
Sampul Novel Gawat, Pak Bos Ada Maksud Lain
8.6
Setelah melahirkan anaknya, Linda langsung mendapatkan pekerjaan baru sebagai sekretaris pribadi untuk pimpinan tertinggi di Grup Jarvis. Namun, profesionalisme kerja yang ia bayangkan seketika sirna pada hari pertamanya bekerja. Jonathan Jarvis, sang CEO tampan sekaligus bos barunya, justru memandang Linda dengan tatapan yang penuh gairah tidak biasa. Pertanyaan provokatif dari Jonathan, "Bu Linda, bagaimana bisa minum kopi tanpa susu?", menandai awal dari hubungan kerja yang berbahaya.
Sampul Novel Mati Satu Tumbuh Seribu
8.6
Sehari sebelum pernikahan megahnya, Kiara mendapati aula acaranya dirusak oleh seorang wanita asing yang menuduhnya sebagai pelakor dan perebut suami orang. Fitnah kejam tersebut membuat kerumunan massa dan pihak hotel menghakimi Kiara hingga ia mengalami keguguran. Namun, fakta sebenarnya justru sebaliknya. Galang, sang tunangan, ternyata menggunakan kekayaan Kiara untuk berselingkuh di belakangnya. Menyadari pengkhianatan ini, sang miliarder wanita langsung membatalkan pernikahan dan bersiap menghancurkan hidup Galang beserta selingkuhannya tanpa ampun.
Sampul Novel Saksi Gairah, Bukti Pengkhianatan
9.3
Saat pengacara sibuk menyusun draf surat cerai, seorang wanita tenggelam dalam sensasi intim yang membangkitkan gairah terpendamnya. Di bawah meja, sentuhan jemarinya menghidupkan kembali hasrat yang layu bagai disiram kesegaran baru. Ilusi itu mendadak terasa nyata ketika kehangatan kursi di bawahnya menjelma menjadi dekapan tubuh pria yang kokoh. Sentuhan lembut pria misterius itu mulai menjelajahi kulitnya, membawa dirinya hanyut dalam pusaran nikmat yang tak terbendung di tengah situasi pelik pernikahannya.
Sampul Novel Wanita Simpanan Nakhoda
9.6
Baru sebulan menikah, Kemuning ditinggal pergi begitu saja oleh suaminya, Amer, yang bekerja sebagai nakhoda. Lima tahun lamanya ia bertahan hidup dalam ketidakpastian tanpa kabar. Luka hati yang mendalam akhirnya mendorong Kemuning untuk menyusul ke kota demi mencari keberadaan sang suami. Namun, tujuannya bukan untuk berbaikan atau merajut kembali rumah tangga mereka, melainkan untuk menuntut balas atas segala penderitaan yang telah ia lewati seorang diri.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan