APKDock Logo
Sampul Novel Saksi Gairah, Bukti Pengkhianatan

Saksi Gairah, Bukti Pengkhianatan

9.3 / 10.0
Saat pengacara sibuk menyusun draf surat cerai, seorang wanita tenggelam dalam sensasi intim yang membangkitkan gairah terpendamnya. Di bawah meja, sentuhan jemarinya menghidupkan kembali hasrat yang layu bagai disiram kesegaran baru. Ilusi itu mendadak terasa nyata ketika kehangatan kursi di bawahnya menjelma menjadi dekapan tubuh pria yang kokoh. Sentuhan lembut pria misterius itu mulai menjelajahi kulitnya, membawa dirinya hanyut dalam pusaran nikmat yang tak terbendung di tengah situasi pelik pernikahannya.

Saksi Gairah, Bukti Pengkhianatan Bab 1

Di bawah meja pengacara yang sedang menyusun surat cerai, jariku yang lembut meraba jauh ke dalam relung jiwaku.

Aku memejamkan mata, seolah bunga yang lama kekeringan kini disirami embun manis, terbang melayang dalam nikmat yang memabukkan.

Tiba-tiba, kursi empuk di bawah pinggulku berubah menjadi tubuh pria yang tegas dan kuat. Tangan pria itu mulai menyentuh kulit putihku dengan penuh kelembutan...

Di bawah meja tempat pengacara sedang menyusun surat cerai, tanganku mulai bertingkah nakal.

Aku memejamkan mata, membayangkan wajah klienku yang muncul dalam benakku, perlahan meredakan gejolak dalam jiwaku.

Namun tiba-tiba, kursi empuk yang tadi aku sandari telah berubah menjadi dadanya yang bidang dan kokoh.

Hangat tubuhnya menjalar hingga menembus kain gaunku, membakar kulitku dari balik lipatan rok…

Namaku Anna Lianda, seorang pengacara perceraian. Setelah lulus dari Universitas Hukum dan Politik, aku langsung bergabung dengan sebuah firma hukum ternama di kota ini.

Firma tempatku bekerja memang sudah cukup dikenal, tapi sejak aku bergabung, reputasinya makin melejit, begitu pula denganku.

Bukan hanya karena tingkat keberhasilanku yang nyaris sempurna, tapi juga karena tubuhku yang seksi, montok, dan menggoda.

Beberapa klien pria sengaja menjatuhkan barang saat berbicara denganku, lalu pura-pura tak kunjung memungutnya.

Aku tahu persis apa yang mereka lihat ketika membungkuk dari seberang meja.

Kadang-kadang, aku bahkan sengaja mengangkat ujung kakiku sedikit, memberi mereka pemandangan yang mereka inginkan.

Jujur saja, aku memang menikmati sensasi seperti itu.

Baru-baru ini, rekanku Jasmin Lewis sedang dinas luar kota, dan ia menyerahkan satu kasus perceraian padaku, mencari bukti perselingkuhan dari pihak istri.

Dan sekarang, wanita yang tengah bergoyang liar dalam gelap di hadapanku, adalah target dari kasus itu.

Ia sedang bersandar manja dalam pelukan seorang pria, wajahnya memerah, penuh gairah antara menahan diri dan menikmati.

"Aku suka... suka sekali..." suara perempuan itu terdengar bergetar, seolah dibalut kenikmatan.

Dari balik jendela mobil, aku menyaksikan keduanya memuaskan hasrat di area parkir.

Tanpa sadar, ada gejolak dalam diriku yang ikut bangkit.

Aku refleks membuka kedua kakiku, ingin menyentuh sisi terdalam dari jiwaku sendiri.

Bahkan, sambil membayangkan diriku sebagai perempuan itu dan sosok pria dalam mobil kini tergantikan oleh jari-jariku yang lembut.

Saat pikiranku masih terbuai dan kehilangan kendali, suara napas berat pria itu yang diselingi tawa nakalnya menyusup ke telingaku.

Tubuhku langsung tersentak, seolah tersiram air dingin, baru saat itu aku teringat kalau tujuanku ke sini adalah untuk mengumpulkan bukti.

Begitu selesai merekam adegan yang kubutuhkan, aku langsung mengemudikan mobil keluar dari area parkir.

Menariknya, tepat ketika aku melaju menjauh, pasangan yang tadi saling menempel mesra itu tiba-tiba berhenti.

Sesampainya di kantor firma hukum, aku menyerahkan bukti yang berhasil kuambil.

Kebetulan, klien yang memberikan kasus ini pun baru saja datang.

Yang mengejutkanku adalah si pria yang akan menggugat cerai istrinya itu ternyata lumayan tampan juga!

"Halo, Pengacara Anna. Nama saya Dikta."

Suaranya rendah nan berat, penuh daya pikat, terdengar tepat di atas kepalaku.

Aku menoleh ke arahnya dan nyaris meneteskan liur.

Pria di depanku tingginya satu setengah kepala dariku.

Tubuhnya seperti pintu ganda. Lebar, tegap, dan berotot, terlihat begitu kuat dan berisi.

Wajahnya pun luar biasa tampan, dan seluruh tubuhnya memancarkan aroma maskulinitas yang tak tertahankan.

Gagah, tapi sama sekali tidak terkesan norak atau berlebihan, ini benar-benar tipe pria yang paling kusukai!

Dari penjelasan singkat yang kudengar dari rekan kerjaku sebelumnya, aku sudah tahu sedikit alasan di balik perceraian mereka.

Hubungan keduanya sejak awal memang tak dilandasi cinta, hanya hasil perjodohan.

Dan si istri, konon tak sanggup menghadapi gairah pria ini yang terus-menerus membara.

Akhirnya, ia malah berselingkuh dengan brondong manja yang lebih ‘lembut’.

Mengingat hal itu, aku pun tak tahan untuk melirik sekilas ke arah perut bagian bawah Dikta.

Hmph... perempuan itu benar-benar tak tahu diri dikasih berlian, malah milih batu kerikil.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Saksi Gairah, Bukti Pengkhianatan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
9.4
Nalula Diandra hancur saat kesuciannya dirampas di depan kekasihnya akibat rencana jahat kakek pria itu. Bukannya melindungi, sang kekasih justru mencampakkannya dan menikahi wanita lain. Di tengah keputusasaan, Lula ditemukan oleh orang tua kandungnya yang merupakan konglomerat kuat. Bersama keluarga aslinya, ia menyusun rencana pembalasan dendam untuk menghancurkan mantan kekasih dan keluarganya. Namun, akankah kehancuran mereka membawa kedamaian yang ia cari?
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Dunia dokterku hancur saat merawat Evelyn Santoso, pasien VIP yang menangisi tunangannya. Pria di foto itu adalah Bima, suamiku, yang ternyata bernama asli Brama Wijaya, seorang taipan kejam. Saat Brama datang, ia sama sekali tidak mengenaliku. Ia memeluk Evelyn dan membisikkan janji manis yang dulu sering ia katakan padaku. Melalui tatapan matanya yang sangat dingin, Brama menegaskan bahwa pernikahan kami hanyalah sebuah aib rahasia yang harus segera ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel Jadi Wanita
9.1
Sota, pemuda malas berusia dua puluh tahun, lebih memilih menganggur dan sibuk dengan gawainya meski ia sangat cerdas dan licik. Kebiasaan buruk ini membuat ibunya, Artisa, merasa sangat khawatir. Sebagai pekerja keras yang juga punya sisi licik, Artisa bertekad mengubah tabiat putranya secara total. Ia pun mengambil langkah ekstrem dengan mengubah fisik Sota. Akankah rencana drastis Artisa berhasil mengubah jati diri sang anak melalui transformasi tubuh ini?
Sampul Novel Jangan bermain-main dengan saya
8.9
Nasib malang menimpa seorang gadis setelah dikhianati dan dijual oleh ayah kandungnya sendiri. Begitu beranjak dewasa, ia dipaksa menghadapi kenyataan pahit demi menjalani takdir kelam yang tak terhindarkan. Tanpa ada pilihan lain, ia harus bersedia menjadi istri dari seorang gembong narkoba yang sangat ditakuti. Kini, kehidupannya sepenuhnya terperangkap dalam pusaran dunia hitam mafia yang sarat akan intrik berbahaya serta ancaman maut yang terus mengintai.
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
9.3
Pasca dikhianati saudara angkat dan tunangannya sekembalinya dari desa, Sabrina bertekad membalas dendam. Ia memilih mendekati Charles, paman dari mantan kekasihnya. Walau Charles sempat menolak komitmen setelah malam intim mereka, Sabrina berhasil memicu harga diri pria itu hingga mereka terikat selamanya. Kini, Sabrina kembali sebagai bibi sang mantan. Di balik pandangan remeh orang lain, ia rupanya menyimpan kekayaan miliaran dolar, membuktikan dirinya adalah pemilik takhta yang asli.
Sampul Novel Menjadi Orang Ketiga Dipernikahan
7.9
Pernikahan hasil perjodohan Mira Aditya dengan Rafiq Jaya berujung pilu. Di balik ikatan tersebut, Rafiq rupanya telah menikahi Elena Faris, cinta masa lalunya, secara diam-diam. Terasing di rumah sendiri dan terus didera kepedihan mendalam membuat Mira berada di titik nadir. Di tengah kekecewaan serta hampa yang kian menyiksa, ia pun kini harus menentukan pilihan sulit: tetap bertahan dalam kepalsuan atau melangkah pergi demi meraih kebebasannya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan