APKDock Logo
Sampul Novel Beri Aku Kesempatan Kedua

Beri Aku Kesempatan Kedua

9.2 / 10.0
Kehidupan Ishvara hancur setelah sang ayah tiada. Ia terperangkap dalam pernikahan tanpa cinta bersama Kalandra Ranjaya, pria yang telah memiliki tambatan hati lain. Kerap dihina sebagai wanita kuno yang menjemukan, Ishvara hanya bisa meratapi nasibnya. Namun, keadaan berbalik saat ia bertransformasi menjadi sosok menawan dan terlibat hubungan misterius dengan pria lain. Kalandra pun terbakar cemburu dan mulai peduli. Sayang, Ishvara memilih pergi dan menutup rapat hatinya demi menyudahi sandiwara.

Beri Aku Kesempatan Kedua Bab 1

“Jadi bagaimana, Ishvara?”

Pertanyaan barusan membuat lamunan sang gadis yang duduk berhadapan dengan seorang pria lantas tersentak. Ia tersenyum canggung saat dibujuk untuk ikut pergi dari desa ini oleh Sagara — rekan masa kecilnya dulu.

“A-aku...” Ishvara gugup juga bingung karena ini terlalu mendadak.

Seminggu yang lalu, ayah tercintanya meninggal dunia. Ishvara masih terpukul atas kepergiannya. Tersisa seorang diri saja di rumah tua yang dipandang sekilas nampak seperti kandang sapi. Membuat Sagara yang mengetahuinya jadi prihatin.

Sebagai teman yang sudah lama tidak berjumpa, Sagara menyesal karena baru mengunjungi Ishvara kembali. Banyak kabar yang dirinya dengar mengenai gadis itu di desa ini. Dan yang paling fenomenal adalah julukannya ; perawan tua.

“Aku akan menyediakanmu tempat tinggal. Kamu juga akan diberi pekerjaan. Kalau kamu mau, aku juga bisa membebaskanmu dalam kutukan ‘perawan tua’ yang sering dilontarkan orang-orang,” ujar Sagara kembali, masih berusaha membujuk.

Ishvara yang merasa malu, langsung menundukan kepala. “Aku mungkin bisa ikut. Tapi apa maksudmu dengan membebaskan kutukan? Apa kamu juga berpikir bahwa aku memang sejelek itu sampai-sampai belum ada yang mau meminangku? Seluruh hidupku dihabiskan untuk mengurusi kedua orang tuaku yang sakit-sakitan, mana sempat memikirkan hal seperti itu.”

Tampaknya Ishvara salah paham, Sagara jadi tak enak hati. Buru-buru dia menggelengkan kepalanya, bibirnya yang kering ia basahi untuk menyingkirkan rasa gugup.

“Bukan begitu, Ishvara. Maaf kalau ucapanku membuatmu tersinggung. Aku sempat mendengar beberapa kabar yang beredar tentangmu dari orang-orang. Aku di sini hanya mencoba membantumu sebagai teman lama. Tidak ada maksud lain.”

Tubuh Sagara sedikit dibungkukkan agar lebih mendekat pada Ishvara yang masih setia menundukkan pandangan. “Kakak sulungku, Kalandra. Kamu tahu dia, 'kan?”

Mencoba mengingat nama itu, Ishvara mengangguk tak yakin. Merasa pernah mendengar nama tersebut, namun tak punya banyak ingatan tentangnya.

“Dia sedikit terjebak masalah sekarang.”

Kepala Ishvara mendongak. Menatap Sagara kembali. “Masalah?”

Sagara mengangguk. “Ya, di usianya yang sudah cukup matang dia belum juga menikah. Mungkin kamu sudah tahu sifatnya yang amat dingin dengan ucapannya yang selalu sarkas, sampai sekarang dia masih begitu.”

“Lalu kamu ingin aku menikah dengannya, begitu?” tebak Ishvara dengan mimik yang sudah siap akan menolak jika memang itu benar kenyataannya.

“I-iya, jika kamu mau—”

“Aku tidak mau!” Benar saja Ishvara lantas menolak dengan tegas.

“Ugh, tu-tunggu! Dengarkan aku dulu, oke?” Sagara gelagapan, tidak menyangka kalau Ishvara akan menolak secepat itu.

“Dengarkan apa lagi? Aku tidak bisa menikah dengan sembarang orang,” tolak Ishvara kembali.

“Hei, apa maksudmu? Bukankah saat kecil dulu kita bertiga selalu bermain bersama? Kau cukup akrab dengan Kalandra. Setelah penampilannya yang sekarang, kau mungkin akan berubah pikiran.” Sagara mengeluarkan ponsel miliknya dari dalam saku celana.

Ia menyodorkan sebuah foto pada Ishvara. Seorang pria bernampilan rapih dengan kemeja abu yang digulung sampai siku membentuk lekuk tubuhnya yang gagah perkasa, foto tersebut terpampang jelas dalam layar ponsel tersebut. Tampangnya yang dingin tanpa ekspresi itu membuat Ishvara bergidik.

“Dilihat dari mana pun, dia tidak mungkin cocok denganku. Aku hanyalah gadis kampung yang tidak tahu menahu soal kehidupan di kota besar. Tentu pastinya sudah banyak wanita cantik yang sudah dia temui, kenapa dia tidak mencari wanita lain yang sepadan dengannya?”

Sagara tersenyum sedih, sorot matanya seperti sedang menyembunyikan sesuatu. “Sulit. Rasanya itu mustahil. Kalandra sulit untuk jatuh cinta. Aku tidak mengerti, tapi jika tidak begini maka mungkin dia akan melajang sampai seumur hidupnya.”

Tapi belum sempat Ishvara membalas, perhatiannya lebih dulu teralihkan oleh beberapa gerombolan orang-orang yang seperti sengaja berlalu lalang di depan rumah Ishvara, para ibu-ibu rempong itu terus saja berbisik-bisik sambil melayangkan tatapan sinis.

Karena mulai merasa tak nyaman, takut kalau hal ini dijadikan gosip baru oleh warga desa, Ishvara pun memilih untuk berdiri dari kursi. Berniat untuk mengakhiri pembicaraan ini.

“Pulanglah kembali, Sagara. Terima kasih sudah berkunjung untuk menemuiku dan mengucapkan kalimat belasungkawa untuk ayahku. Tapi aku benar-benar tidak bisa. Dengan wanita yang sepadan saja dia tidak mau, bagaimana jika denganku?”

Tubuh Ishvara sudah berbalik. Mengambil ancang-ancang untuk melenggang pergi dari hadapan pria itu.

Sebelum melangkah, Ishvara kembali berucap, “Aku akan tetap di sini. Hidup sendirian lebih baik dari pada berumah tangga dengan seseorang yang tak mencintaiku. Aku juga merasa akan banyak menyulitkanmu jika ikut tinggal di kota.”

Sagara beringsut dengan sigap dari tempat duduknya. “Tunggu dulu, Ishvara. Aku serius. Hanya kamu yang bisa menikah dengannya. Kamu tahu kenapa aku segigih ini?”

Baru dua langkah berjalan, Ishvara dibuat berhenti. Baik tubuh atau pun kepalanya tidak menoleh untuk menatap Sagara, namun telinganya akan mendengarkan.

“Ini karena surat wasiat yang ditinggalkan oleh ayahku. Maaf terlambat memberitahu. Tepat di dua tahun lalu, ayah kami meninggal. Khawatir karena kakakku tak kunjung menikah, dalam surat wasiat tertulis jika Kalandra berumur 40 tahun dan masih melajang, akan lebih baik jika dia menikah denganmu,” papar Sagara, tak mau menyerah.

“Bohong. Aku tidak percaya!” Entahlah, Ishvara reflek saja saat mengeluarkan perkataan itu.

Apa yang dilontarkan Sagara semakin tak masuk akal. Merasa alasan tentang surat wasiat terlalu klise dan kuno. Ishvara masih belum percaya.

“Sungguh. Kemarilah, akan kutunjukkan padamu.” Sagara merogoh sesuatu dari dalam tas yang dibawanya, menyedot perhatian Ishvara yang penasaran.

Sebuah kertas yang dilipat rapih ia serahkan pada gadis itu, biar Ishvara sendiri yang melihat dan membacanya. Mencoba menunjukkan bahwa dirinya sedang tidak bermain-main dan berbohong.

“Cukup sulit untuk mememuimu, Ishvara. Keluargamu pindah ke desa ini tanpa aku tahu. Karena usahaku tidak mau terbuang sia-sia, aku harus memastikan kalau kamu ikut denganku. Kehidupanmu akan kujamin lebih baik dari yang sekarang.” Sagara terus mengoceh di saat Ishvara sedang fokus membaca.

“Tapi aku tidak mencintai Kalandra,” terang Ishvara setelah membaca surat wasiat tersebut, ekspresinya nampak tidak senang.

“Cinta datang karena terbiasa,” sahut Sagara yang masih saja berusaha membujuk.

Ishvara membisu di tempat. Menggigit bibir bawahnya sambil meremat surat wasiat di tangannya. Bingung, rasanya sangat campur aduk.

Sagara berjalan mendekati Ishvara, perlahan menyentuh bahunya. “Sekarang kau ikut saja denganku. Berkemaslah. Hari ini juga kita akan berangkat. Tinggal di desa ini membuatmu sulit, bukan? Karena sekarang orang tuamu sudah tiada dan kamu tinggal sendirian, mengapa kamu sangat sulit membuat keputusan?”

Menunjukkan tatapan gamang, Ishvara bertanya, “Aku takut. Sudah lama kita tidak bertemu dan rasanya ini terlalu mendadak. Apa kamu tidak bisa memberiku sedikit waktu untuk berpikir?”

Kepala Sagara menggeleng tegas. “Aku cukup sibuk untuk mendatangimu dua kali, Ishvara. Aku punya banyak jadwal padat yang tidak bisa aku tinggal. Jika tidak sekarang, maka kesempatan ini tidak akan datang dua kali.”

Sebenarnya jika Ishvara diajak untuk tinggal di kota tanpa harus menikah dengan Kalandra, mungkin dirinya tak perlu berpikir sangat lama. Dalam lubuk hati paling dalam, Ishvara memang sudah lama mengidamkan kehidupan di kota.

Tapi jika dirinya menyetujui, bukan hanya kehidupannya yang berubah. Tapi statusnya yang sudah melajang selama 30 tahun ini akan berganti menjadi seorang istri dari pria bernama Kalandra— teman sewaktu dirinya masih kecil.

Menarik nafas dalam-dalam, Ishvara berharap keputusannya ini tidak akan dirinya sesali suatu saat nanti. “Baiklah. Aku berpikir mungkin ini bagian dari jalan hidupku. Menunggu waktu cukup lama untuk melepas masa lajang, aku tidak menyangka aku akan menikahi seseorang di masa lalu.”

Sagara langsung mengembangkan senyum antusias, manik berwarna abu gelap miliknya terlihat berbinar. Lalu jarinya menjentik sambil berujar, “Itu yang ingin aku dengar darimu!”

Ishvara terkekeh canggung. “Baiklah, aku akan berkemas sekarang.”

“Silakan. Cukup membawa pakaian yang kamu butuhkan, tidak perlu banyak-banyak. Sebab aku yakin kakakku itu tidak akan sungkan membelikan banyak pakaian untuk calon istrinya,” balas Sagara dengan membubuhi tawaan singkat.

Menunggu sampai Ishvara masuk ke dalam, kemudian Sagara berjalan sedikit menjauh untuk mengangkat telepon yang terus bergetar sejak tadi.

“Bagaimana? Apa kamu berhasil membujuknya?” tanya sang penelepon dengan tak sabaran.

Sagara tersenyum penuh kemenangan, ekspresinya jauh berbeda dengan apa yang ia tunjukkan pada Ishvara sebelumnya. Persis seperti manusia dengan sifat bermuka dua.

“Tentu saja aku berhasil! Aku akan membawanya padamu hari ini juga.”

***

Lanjut Membaca

Daftar Isi Beri Aku Kesempatan Kedua

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel I Fall Endlessly
8.1
Kasih sayang mendalam sebagai ibu memaksa Neva Zetrix mengesampingkan harga dirinya demi melindungi sang anak yang tak berdosa. Setiap hari, ia harus tunduk dan bersikap rendah hati di hadapan Brian Anderson yang sangat dominan. Neva terpaksa bertahan hidup di tengah tekanan batin yang begitu menyiksa. Hubungan yang penuh ketimpangan ini menuntut pengorbanan luar biasa dari Neva, yang rela melakukan apa saja demi keselamatan buah hatinya tercinta.
Sampul Novel Kariermu Ada di Tanganku
8.2
Sebagai putri tunggal keluarga Mahendra yang sangat berkuasa, Nayara Devanka awalnya memiliki kehidupan sempurna. Ia tulus membangun nasib Rafael, mantan staf ayahnya, hingga mereka membina keluarga bersama putri mereka, Isolde. Sayangnya, ketulusan Naya dibalas dengan pengkhianatan kejam. Rafael diam-diam menikahi cinta masa lalunya atas restu keluarganya. Mereka hidup mewah dari fasilitas Naya sambil menusuknya dari belakang. Kini, Naya siap merebut segalanya dan menghancurkan karier mereka.
Sampul Novel Madu Cinta Sang Ceo
8.9
CEO dingin Raja Adiwijaya harus menikahi gadis culun bernama Putri Cantika demi melunasi utang budi pada mendiang ayah Putri. Di tengah tumbuhnya rasa cinta di antara mereka, Tiara yang merupakan cinta pertama Raja mendadak kembali. Terjebak masa lalu, Raja berniat menduakan Putri meski ditentang keras. Terperangkap antara obsesi dan komitmen, Raja memaksa Putri bertahan. Akankah Putri bersedia dimadu dalam pernikahan ini?
Sampul Novel Pembantu dan pewaris muda
8.5
Demi melunasi utang ayahnya, Amelia bekerja keras di kediaman mewah keluarga De la Vega. Nasibnya berubah saat Luciano, sang pewaris yang angkuh, mulai terpikat padanya. Hubungan tersembunyi pun terjalin di balik perbedaan kasta sosial mereka. Namun, sebuah skandal besar kini mengancam harga diri Amelia. Di tengah badai ini, ia dihadapkan pada pilihan sulit: mempertahankan cintanya pada Luciano, atau pergi demi melindungi sang adik dan calon bayinya.
Sampul Novel Perjalanan Cinta Alena
8.5
Alena Kinara Lee sukses membangun karier mandiri sebagai manajer keuangan di Hamburg. Namun, hidupnya berubah setelah satu malam bersama Devin Abraham, CEO arogan yang kemudian bertekad mempertanggungjawabkan perbuatannya. Meski Alena menolak mentah-mentah, takdir justru mendekatkan mereka karena Alena bekerja di perusahaan keluarga Devin. Pria itu terus mengejar dan mengusik ketenangannya setiap hari. Sanggupkah keteguhan Devin meluluhkan hati Alena yang merasa terganggu?
Sampul Novel Pernikahan Tanpa Anak
9.3
Lima tahun menikah, Anggraini dan Teguh sepakat untuk tidak memiliki anak. Namun, komitmen childfree tersebut runtuh seketika saat Anggraini mendapati suaminya telah berselingkuh. Teguh rupanya diam-diam memiliki istri siri dan anak di luar sepengetahuannya. Dikhianati dengan begitu kejam, amarah Anggraini pun meledak. Ia bersumpah akan menuntut balas dengan memastikan Teguh kehilangan hak serta kesempatannya untuk menjadi seorang ayah selamanya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan