APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ganjaran Nafsu

Ganjaran Nafsu

Terperangkap dalam kondisi antara hidup dan mati, aku mengalami eksistensi yang mengerikan tanpa kebutuhan biologis seperti makan atau tidur. Meski kesadaranku sepenuhnya pulih, tubuhku lumpuh total di tengah kegelapan pekat yang sunyi. Tanpa interaksi, kewarasanku perlahan terkikis oleh waktu yang tidak lagi terasa. Namun, tepat ketika keputusasaan hampir merenggut segalanya, keheningan abadi itu mendadak pecah oleh suara ketukan misterius dari luar.
Bab
Bagikan

Bab 2

“Kak Leon, Kak Leon, sudah belum? Sekarang giliranku!”

Wilbert menyaksikan dari samping dengan rasa iri.

“Ngapain kau terburu-buru? Hampir kelar kok, aku bisa merasakannya!”

Leon kemudian mempercepat gerakannya.

Dia mengerang dan berbaring di atasku tanpa bergerak.

“Sekarang giliranku, sekarang giliranku.”

Wilbert terlihat sangat tidak sabaran.

Leon turun dari tubuhku sambil mengumpat, lalu Wilbert naik ke atas tubuhku lagi.

Aku merasa sangat tercela melihat mereka bergiliran melecehkanku hingga dua tetes air mata darah mengalir dari sudut mataku.

“S-s-s-s-!”

Wilbert tiba-tiba menjerit dan segera mundur.

“Ada apa lagi?”

“Dia ... dia nangis! Dia masih hidup!” Wilbert menunjuk sudut mataku dengan sangat ketakutan.

Saat Leon mengamati, ekspresinya tiba-tiba berubah.

Dia mendekat dan menyentuh air mata darah yang mengalir dari sudut mataku, sambil menyipitkan matanya.

“Sial, jangan-jangan kita bawa pulang roh jahat. Tapi, ini juga nggak terlihat seperti roh jahat!” Leon bergumam dengan ekspresi aneh di wajahnya.

“Kak Leon, gimana ini?” Wilbert menarik tangan Leon dengan panik.

Leon berpikir, wajahnya berubah serius lalu mengumpat, “Sialan! Sekalipun itu roh jahat, aku ikhlas menerimanya! Siapa yang pernah bermain dengan roh jahat yang begitu cantik sebelumnya?”

“Kak Leon, kau …” Wilbert hampir menangis.

“Kenapa? Emang kau bisa dapatkan cewek di desa ini? Kau mau nggak? Kalau nggak mau, pergilah!”

Setelah Leon berkata demikian, Wilbert terlihat bimbang.

Ekspresinya berubah, dia menggertakkan giginya dan menyerbuku lagi.

“Mau! Toh sudah kumulai, terserah deh apa yang terjadi kemudian!”

Setelah mengatakan itu, Wilbert mulai beraksi lagi.

Aku sangat membenci kedua perampok kuburan ini.

Sungguh biadab! Bahkan mayat pun diperkosa!

Setelah selesai, Wilbert pun keluar.

Malam itu, Leon datang ke tempat tidur dan memperkosaku dua kali lagi.

Aku yang awalnya marah menjadi mati rasa pada akhirnya.

Aku sudah mati, apa lagi yang bisa kulakukan?

Aku menghela napas dan tiba-tiba teringat tadi aku meneteskan air mata.

Aneh, aku sudah mati, mengapa masih bisa menangis?

Mereka juga bilang tubuhku masih hangat dan elastis. Ini sungguh aneh.

Meskipun aku tidak tahu sudah berapa lama aku meninggal, tapi pasti sudah cukup lama, karena segala hal di sekitarku begitu asing bagiku.

Namun aku tidak berubah menjadi tulang-belulang. Sebaliknya, tampak hidup. Mengapa?

Pada hari-hari berikutnya, Leon dan Wilbert bergantian melecehkanku.

Lambat laun, aku menyadari aku bisa menggerakkan jari-jariku!

Meskipun hanya gerakan ringan selama beberapa saat, ini sudah sebuah keajaiban bagiku yang telah meninggal beberapa tahun.

Satu-satunya hal yang kubenci adalah kedua perampok kuburan itu tampaknya makin terobsesi dengan mayatku.

Mereka semakin sering datang.

Sampai akhirnya, mereka bahkan jaga di sisiku, tidak kemana pun lagi.

Aku melihat mereka berdua makin kurus dari hari ke hari dan menjadi sangat lemah.

Namun, seiring dengan kelemahan mereka, aku bisa menggerakkan lebih banyak jariku. Seketika aku sepertinya mengerti sesuatu.

Sepertinya aku bisa bergerak karena aku menghisap aura mereka, sama seperti hantu wanita di novel mistis?

Aku tidak tahu berapa hari telah berlalu, Leon dan Wilbert sudah sekurus tiang.

“Kak Leon, aku nggk bisa lagi, nggak kuat lagi.” Wilbert menggaruk lehernya dan berkata dengan lelah.

Leon juga lelah, “Aku juga, aku istirahat dulu, baru lanjut ... ! Wilbert, kau ... kau ... ”

Wilbert menatap Leon dengan aneh sambil mencengkeram lehernya sendiri dengan kuat, “Kenapa?”

“Jangan garuk lagi! Kulitmu bahkan sudah lepas!” Leon menekan tangan Wilbert.

Baru pada saat itulah Wilbert menyadari dia telah menggaruk semua kulit di lehernya sampai berdarah!

“Arrgghh!”

Wilbert berteriak ngeri dan terduduk.

Wajahnya panik, tapi dia tidak bisa mengendalikan tangannya untuk menggaruk dirinya.

“Kak Leon! Aku sangat gatal!” Wilbert berteriak, gerakan tangannya tak berhenti.

Saat Leon menatap Wilbert demikian, dia sendiri merasa gatal dan tanpa sadar juga menggaruk dirinya.

Tak lama kemudian, Leon juga menggaruk dirinya sendiri hingga berdarah.

Melihat keadaan mereka berdua yang menyedihkan, aku membuka mata dan tersenyum kecut.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Amanda Rhea
9.1
Terlempar ke masa lalu, Amanda Rhea kembali dipertemukan dengan Hagana. Takdir unik kemudian menjalin ikatan misterius antara Amanda dan putri dari pria tersebut. Namun, kedamaian mereka terancam ketika iblis mimpi mulai muncul dan mencelakai orang-orang terdekat Amanda. Di tengah teror mencekam yang terus mengintai, mampukah cinta lama antara Amanda dan Hagana tumbuh kembali seiring takdir yang terus mempersatukan mereka?
Sampul Novel Ghost At School
9.0
Yui bersama sahabatnya berupaya menyelamatkan arwah-arwah yang terperangkap di area sekolah. Namun, sebuah petunjuk dari mimpi mengungkap kebenaran kelam bahwa korban perdana teror ini adalah teman dekat Yui. Investigasi mereka justru menyingkap rahasia keluarga, di mana salah satu anggota keluarga terbukti menjadi dalang demi membalas dendam masa lalu. Di bawah bayang-bayang ketakutan, sanggupkah mereka menghentikan kutukan tersebut?
Sampul Novel Lawon Abang (Kafan Merah)
9.4
Mbah Karso didera dendam hebat usai Mawar, cucunya yang bermata merah, tewas mengenaskan di tebing akibat kejaran dan fitnah warga Ledokombo. Demi membalas kematian keji sang cucu, ia nekat membangkitkan iblis kuno bernama Nyai Larapati yang telah lama tertidur. Jasad Mawar yang tak bernyawa pun dipaksa bangkit kembali untuk mengobarkan aksi balas dendam berdarah tanpa ampun, menyasar seluruh penduduk desa yang bertanggung jawab atas tragedi tersebut.
Sampul Novel Pekerjaan yang Mematikan Tantangan Seorang Test Sleepe
9.5
Tergiur upah tambahan, aku nekat menjadi penguji tidur di hotel misterius. Namun, keputusan ini membawaku ke dalam rangkaian tes tidur yang ganjil dan mengerikan. Mulai dari fenomena tubuh yang memuai secara aneh, teror penyanyi gaib, hingga ancaman sopir taksi berbaju kertas, maut kini mengintai setiap detik. Demi bertahan hidup, aku harus mempertaruhkan nyawa menembus zona mematikan dan membongkar rahasia kelam hotel ini sebelum terjebak selamanya di labirin maut.
Sampul Novel PESUGIHAN BONDHO TURAH
8.6
Hancurnya jalan ke Desa Kayu Dawung memicu rentetan peristiwa kelam akibat keserakahan, kedengkian, dan sihir. Di balik akses yang rusak itu, takdir mempertemukan jiwa-jiwa serta entitas roh yang sebelumnya asing satu sama lain. Kisah panjang ini mengupas tuntas sisi gelap ketamakan manusia yang berpadu dengan rumitnya misteri cinta. Perpaduan tersebut pada akhirnya menciptakan jalinan nasib yang tidak terduga bagi setiap orang yang terlibat di dalamnya.
Sampul Novel Sosok Teman Khayalan
9.7
Sikap aneh teman sebangku dan pengucilan tiba-tiba dari seluruh sekolah membuat seorang murid kebingungan. Saat didesak untuk menjelaskan alasan di balik aksi menjauh tersebut, sang teman justru menunjukkan ketakutan luar biasa sebelum akhirnya memutuskan pindah ke kelas reguler. Enggan membiarkan misteri ini menggantung, ia menyusul ke kelas baru tersebut demi menuntut jawaban. Namun, kehadirannya justru memicu histeria dan permohonan putus asa agar dirinya tidak pernah dicari lagi.