APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ganjaran Nafsu

Ganjaran Nafsu

Terperangkap dalam kondisi antara hidup dan mati, aku mengalami eksistensi yang mengerikan tanpa kebutuhan biologis seperti makan atau tidur. Meski kesadaranku sepenuhnya pulih, tubuhku lumpuh total di tengah kegelapan pekat yang sunyi. Tanpa interaksi, kewarasanku perlahan terkikis oleh waktu yang tidak lagi terasa. Namun, tepat ketika keputusasaan hampir merenggut segalanya, keheningan abadi itu mendadak pecah oleh suara ketukan misterius dari luar.
Bab
Bagikan

Bab 3

“Arrgghh! Hantu! Hantu!”

Ketika Leon dan Wilbert melihat senyum anehku ini, mereka langsung ketakutan.

Namun beberapa saat kemudian, mereka mulai menggaruk tubuh mereka lagi.

Tak berapa lama kemudian, mereka berdua pun berdarah- darah, tanpa sepotong kulit yang utuh di tubuh mereka.

Aku sangat puas melihat keadaan mereka yang menyedihkan.

Inilah ganjaran mereka setelah berhari-hari melecehkan tubuhku.

Meskipun perilaku mereka aneh, aku tidak berdampak sama sekali. Aku saja masih bisa bertahan dalam keadaan demikian, maka tak heran lagi dengan keadaan mereka.

Teriakan Leon dan Wilbert menarik perhatian orang-orang desa.

Ketika mereka datang untuk memeriksa, mereka melihat dua gumpalan sosok manusia berdarah di lantai.

Semua orang terkejut dan segera berlari keluar.

“Waduh! Apakah itu Leon dan Wilbert?”

“Dari pakaiannya sepertinya iya!”

“Bagaimana mereka bisa menjadi seperti ini?”

“Rasain, pasti dapat ganjaran itu! Sudah berapa banyak kuburan yang mereka gerebek? Mereka mungkin dihantui.”

Mendengar kata-kata itu, wajah para penduduk desa menjadi semakin takut.

“Mau ngapain, untuk apa kalian semua berkumpul di sini?”

Seorang pria paruh baya mendorong masuk ke dalam kerumunan.

“Kepala Desa!”

“Kepala Desa, Leon dan Wilbert dibunuh oleh hantu!”

Kepala desa langsung mengumpat, “Omong kosong! Mana ada hantu di siang bolong gini?”

Dia berjalan menuju rumah.

Aku menatapnya dengan ironis, dan melihat dengan jelas ekspresi ngeri di wajahnya.

Dia memaksakan diri untuk tenang, pandangannya menyapu sekilas kamar dan melihat aku terbaring di tempat tidur.

Matanya langsung berbinar.

Aku melihat nafsu di matanya sama seperti saat Leon dan Wilbert menatapku.

Aku tersenyum sinis.

“Nona?”

Kepala desa melangkahi tubuh Leon dan Wilbert dan menghampiriku.

Aku hanya bisa menggerakkan jari dan ekspresi wajahku sekarang, masih tidak dapat berbicara, jadi aku hanya mengedipkan mata padanya.

“Bisu?” Mata kepala desa berbinar sejenak lalu dia berteriak, “Suruh dua wanita kemari! Sambil bawakan satu setel pakaian lagi!”

Penduduk desa di luar juga melihat aku terbaring di tempat tidur, masing-masing dengan ekspresi terobsesi di wajah mereka.

Ekspresi kepala desa menjadi muram lalu dia keluar dan mengusir semua orang.

Tak lama kemudian, dua orang wanita masuk, mengganti pakaianku dan menggendongku ke rumah kepala desa.

“Nak! Nak! Keluarlah, Ayah telah mendapatkan istri untukmu!”

Kepala desa berteriak begitu dia memasuki rumah.

“Haha, ... istri! Istri!”

Tak lama kemudian, seorang pria jangkung muncul di depanku.

Dia terlihat seperti orang bodoh dengan tatapan kusam dan ingus serta air liur di wajahnya.

Dia terkikik dan bergerak ke arahku.

“Nak, jangan terburu-buru, tunggu aku adakan upacara nikah untukmu dulu.” Kepala desa tersenyum sambil membujuk putranya yang bodoh itu.

Dia memanggil istrinya untuk memandikanku, lalu mengganti pakaianku dengan satu set pakaian pengantin berwarna merah.

Aku tak tahu bagaimana menjelaskan perasaanku saat melihat pantulan diriku yang mengenakan pakaian pengantin di cermin.

Aku tidak menyangka bahwa pertama kali aku mengenakan pakaian ini adalah setelah aku mati dan untuk menikah dengan orang bodoh.

Semua orang desa segera mengetahui kalau putra kepala desa akan menikah.

Semua penduduk desa datang ke rumah kepala desa untuk melihat siapa yang menikahi putra kepala desa yang bodoh itu.

Malam itu, aku dibawa ke aula oleh istri kepala desa untuk menjalankan upacara nikah bersama putranya yang bodoh.

Aku seperti boneka yang dikendalikan orang dengan seenaknya.

Tak lama kemudian, upacara pernikahan pun selesai.

Penduduk desa mulai berteriak-teriak ingin melihat seperti apa pengantin wanita itu.

Kepala desa tertawa dan mengangkat tudung merah di kepalaku, “Lihat! Cantik sekali, kan?”

Ketika penduduk desa melihat wajahku, mereka semua tercengang.

Tapi ada juga penduduk desa yang menunjukkan ekspresi aneh, mereka adalah penduduk desa yang pergi ke rumah Leon pada siang hari tadi.

Melihat reaksi semua orang, kepala desa tertawa puas dan membawaku ke dalam kamar bersama putranya yang bodoh.

Aku kira aku akan dilecehkan oleh putra bodoh ini, tapi di luar dugaanku, orang yang terlebih dahulu melecehkanku adalah ayahnya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bayangan Kematian: Kutukan Tiga Roh
9.7
Kehidupan mewah Aurelia, anak tunggal seorang konglomerat, hancur seketika setelah ia terlibat kecelakaan fatal. Remaja lima belas tahun ini melarikan diri usai menabrak tiga pengendara motor hingga tewas demi menghindari hukum. Namun, keputusan egois tersebut justru memicu petaka gaib. Kini, tiga arwah korban yang murka memburu Aurel untuk menuntut balas atas kematian mereka. Dapatkah ia selamat dari teror supranatural ini, atau justru binasa oleh kutukan maut?
Sampul Novel CINTA DITOLAK DUKUN SANTET BERTINDAK
9.7
Pernikahan Nagita Wangi Kuncoro dan Rusdi Pratama Habsy yang harusnya bahagia justru berubah mencekam akibat teror gaib misterius. Penasaran dengan kejanggalan ini, sahabat Rusdi mulai menyelidiki dalang di balik gangguan mistis tersebut. Penyelidikan mengungkap bahwa pelaku kiriman santet mematikan ini adalah Listiowati Dewi, mantan karyawan yang sakit hati karena cintanya ditolak. Kini, nyawa pasangan pengantin baru ini terancam dan mereka harus berjuang bertahan hidup.
Sampul Novel Dersik: Begu Ganjang Telah Kembali
9.1
Dersik kembali ke Desa Mangpusu demi menuntaskan dendam masa lalu. Meski puluhan tahun berlalu, parasnya tetap awet muda dan memikat. Sunarni, sang mantan majikan yang didera rasa bersalah, kini tak berdaya saat keluarganya dihabisi satu demi satu. Di tengah teror Begu Ganjang yang mencekam, seorang dukun sakti bernama Surya curiga bahwa Dersik adalah mantan kekasihnya. Rumitnya, putra Sunarni malah jatuh hati pada sosok misterius yang berniat menghancurkan mereka.
Sampul Novel Hitungan Mundur Di Atas Kepala
9.0
Sejak kecil, kemampuanku melihat angka kematian di atas kepala orang terdekat membuatku dicap sebagai pembawa petaka. Setelah kakek, ayah, dan ibu tewas tragis dalam sehari sesuai ramalanku, ketiga kakak laki-lakiku menaruh dendam mendalam padaku. Sebaliknya, adik perempuan kami yang kelahirannya merenggut nyawa ibu justru dipuja sebagai pembawa keberuntungan. Kini, tepat di usia kedelapan belas, cermin memperlihatkan hitungan mundur kematianku sendiri. Usai membeli kotak abu dan menyiapkan jamuan terakhir untuk kakak-kakakku yang tak kunjung datang, aku hanya bisa menunggu ajal menjemput dalam keheningan yang dingin.
Sampul Novel Kayungyun
8.0
Fatih hidup berdampingan dengan entitas misterius yang bersemayam di tubuhnya sejak kecil. Seiring waktu, keberadaan sosok tak kasat mata yang ia sebut teman itu kian tak terkendali. Kini, teror supranatural tersebut tidak hanya mengacaukan hidup Fatih, tetapi juga mulai mengancam keselamatan orang-orang terdekatnya. Fatih harus berjuang menghadapi gangguan mistis agresif yang perlahan merusak realitas di sekitarnya.
Sampul Novel Misteri Bangku Kosong
8.1
Memasuki SMA swasta elite sebagai murid pindahan baru, aku langsung dihadapkan pada kejanggalan di ruang kelas. Di barisan belakang, terdapat sebuah meja dan kursi merah tua yang dibiarkan kosong. Anehnya, seluruh teman sekelas memperlakukan bangku mati itu seolah-olah berpenghuni, bahkan menyapa dan mengajaknya berbicara setiap hari. Di sekolah baru ini, semua orang tampaknya bisa melihat sosok tak kasat mata yang menduduki tempat tersebut, menyisakan aku sebagai satu-satunya orang yang tidak menyadari kehadiran misterius itu.