APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gairah Terlarang

Gairah Terlarang

Seorang pemuda tampan yang masih muda, perlahan terjerumus ke dalam lubang hitam nafsu yang tak terkendali. Ketika godaan hadir dari sosok guru dan bahkan keluarganya sendiri, batas-batas moral mulai terkikis satu per satu. Setiap pertemuan menjadi semakin intim, setiap rahasia semakin dalam, membawanya ke dalam kecanduan seks yang sulit dilepaskan. Kisah ini mengungkap sisi gelap manusia yang tersembunyi, di mana hasrat terlarang menuntun pada kehancuran sekaligus kepuasan yang membara. Berani menelusuri kegelapan tersebut?
Bab
Bagikan

Bab 2

Setelah di dalam ruangan, Alan duduk di kursi menghadap Bu Elissa.

Bu Elissa bangkit dari tempat duduknya, lalu duduk diatas sofa yang ada di sebelah kiri mejanya.

"Alan, cepat duduk disini." Pinta Bu Elissa yang masih kesal karena Alan selalu tidak bisa mengerjakan tugasnya.

"Ia bu." Ucap Alan patuh, lalu duduk diatas sofa menghadap Bu Elissa.

Saat Alan duduk di sofa, tak sengaja Alan melihat pahanya Bu Elissa yang terlihat putih dan mulus, Alan juga melihat dengan sangat jelas celana dalamnya Bu Elisa berwarna merah jambu.

Saat Alan sedang melamun memikirkan warna merah jambu, Bu Elissa kembali berkata.

"Kamu mau sampe kapan nyontek terus?" Tanya Bu Elissa sukses membuat Alan kaget bukan main, karena otak Alan terus memikirkan isi di dalam warna merah jambu.

"E_enggak tau Bu." Jawab Alan sangat gugup, karena warna merah jambu sudah merusak otaknya, bahkan penis Alan sudah terbangun.

"Kamu kenapa gugup sekali?" Tanya Bu Elissa merasa heran, karena melihat Alan terlihat sangat aneh.

"E_enggak papa Bu." Lagi-lagi hanya itu yang dapat Alan katakan, karena Alan sangat gugup duduk berhadapan dengan Bu Elissa.

"Kamu sakit?" Tanya Bu Elissa merasa khawatir, karena wajah Alan terlihat sangat pucat.

"Nggak kok Bu." Lagi-lagi hanya itu yang Alan katakan.

"Coba kamu bangun." Pinta Bu Elissa sukses membuat Alan semakin ketakutan.

Karena kalau sampai Alan bangun, burung gagaknya pastinya terlihat sangat jelas menonjol, karena burungnya sudah terbangun dan ingin segera masuk ke dalam sangkarnya.

Alan kembali bicara.

"Ja_jangan Bu." Ucapnya sangat gugup, karena Alan sangat takut membuat kesalahan.

"Saya minta kamu bangun." Bu Elissa terus memaksa Alan, agar Alan menuruti perintahnya, karena Bu Elissa melihat sikap Alan terlihat sangat aneh. Sehingga membuat Bu Elissa semakin penasaran.

Alan tidak punya pilihan lain, akhirnya Alan pun terpaksa bangun dari tempat duduknya.

Saat Alan terbangun dari tempat duduknya, mulut Bu Elissa langsung menganga, dan matanya melotot menatap celana Alan yang terlihat menonjol.

"Kamu kenapa kok itunya bangun?" Tanya Bu Elissa sangat syok, melihat burung Alan tiba-tiba terbangun.

"Yaa... elah pake segala nanya kenapa. Orang pelakunya ada di depan gua." Ucap Alan dalam hati.

Alan kembali bicara.

"E_enggak tau Bu." Jawab Alan sangat gugup, sambil terus menundukan kepalanya karena merasa malu.

Karena merasa malu, Alan langsung membalikan tubuhnya, kemudian merapikan burungnya, agar tidak terlalu terlihat menonjol, karena kalau sampai di biarkan, urusannya bisa berabe.

Setelah merasa rapi, Alan kembali membalikan tubuhnya.

Saat ini otak Bu Elissa sudah mulai tidak waras, karena yang menonjol di dekat resleting celana Alan, sudah membuat otaknya terasa pusing.

Apalagi Bu Elissa sudah cukup lama kebunnya tidak pernah ada yang menyiramnya, sehingga kebun nya kembali kering dan rapat kembali.

Bu Elissa bangkit dari tempat duduknya, kemudian melangkah menghampiri Alan, yang masih berdiri mematung menunggu instruksi darinya.

Melihat Bu Elissa mendekat, jantung Alan berdetak semakin cepat, Alan terpaksa mundur satu langkah, karena takut membuat masalah.

"Kamu kenapa menjauh?" Tanya Bu Elissa sambil mendekati Alan.

"A_aku nggak papa Bu." Jawab Alan sangat gugup, karena takut membuat kesalahan.

"Kamu kesini maju, jangan jauh-jauh." Kata Bu Elissa memanggil Alan, Alan tidak berani terlalu dekat dengan Bu Elissa, karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Mendengar Bu Elissa berkata seperti itu, tubuh Alan terasa panas dingin, bahkan jantungnya terus berdetak sangat cepat.

"Sebenarnya apa yang akan Bu Elissa lakukan, kenapa sikapnya sangat aneh." Ucap Alan dalam hati, yang merasa heran melihat sikapnya Bu Elissa.

Karena Alan terus mematung, Bu Elissa kembali mendekati Alan.

Melihat Bu Elissa kembali mendekat, jantung Alan berdetak semakin cepat, bahkan tubuhnya terasa panas dingin.

Namun Alan tidak bisa berbuat Apa-apa, karena takut membuat kesalahan, dan Alan juga sangat penasaran, apa yang akan Bu Elissa lakukan kepadanya.

Setelah saling berhadapan, tak lama tangan Bu Elissa menyentuh resleting celana Alan, lalu menarik resletingnya, hingga terlihat celana dalamnya Alan yang ada gambar badaknya.

Bu Elissa mengelus penisnya Alan yang masih terbungkus rapi celana dalamnya, hingga membuat tubuh Alan semakin panas dingin, bahkan Alan kesulitan untuk bernafas, karena ini pengalaman pertamanya Alan merasakan kenikmatan di dalam tubuhnya.

Alan sangat tidak menyangka, orang yang selama ini Alan takuti, ternyata sangat liar.

Saat ini tubuh Alan sudah mulai terangsang. Karena sentuhan itu sudah membangkitkan gairah di dalam tubuhnya.

Beberapa saat kemudian, Bu Elissa pergi ke depan untuk mengunci pintu ruangannya, karena takut ada orang yang tiba-tiba masuk ke ruangannya.

"Anjir... gila..gila..gila..! mimpi apa gua semalem." Gumannya merasa tidak percaya apa yang dilakukan oleh Bu Elissa.

Saat Bu Elissa pergi mengunci pintu, Alan kembali menutup resleting celananya.

Tak lama Bu Elissa kembali menghampiri Alan, yang masih berdiri di dekat sofa.

Bu Elissa kemudian duduk diatas sofa, lalu tangannya menarik kembali resleting celana Alan.

"Ja_jangan Bu, aku malu." Ucap Alan lalu mundur satu langkah, karena Alan belum terbiasa melakukannya, apalagi saat ini pelaku utamanya gurunya sendiri.

Bu Elissa sudah kehilangan akal sehatnya, karena otaknya terus memikirkan yang menonjol di dalam celana Alan.

Dan Alan sudah berhasil membuat Bu Elissa kehilangan akal sehatnya.

"Jangan jauh-jauh Alan, dan kenapa harus malu, kan disini cuma kita berdua saja." Ucap Bu Elissa yang sudah mulai Oleng.

"Ta_tapi Bu." Sahut Alan sangat gugup, bahkan tubuhnya terasa sangat panas, dan jantungnya berdetak sangat cepat.

Bu Elissa maju satu langkah, lalu membuka gespernya Alan yang masih menempel di tubuhnya Alan, kemudian Bu Elissa melepaskan celananya Alan.

Alan hanya diam saja, tak tahu kenapa tubuhnya tidak bisa digerakan, bahkan Alan merasa tubuhnya terasa merinding.

Setelah celananya terlepas, Bu Elissa kembali membuka celana dalamnya Alan yang ada gambar badaknya.

Saat Bu Elissa melepaskan sempaknya, dengan cepat Alan menutupi kanjutnya dengan kedua tangannya.

"Nggak usah di tutup Alan, Ibu mau lihat sebentar burungmu." Kata Bu Elissa yang mulai gacor.

"Aku malu Bu." Ucap Alan dengan perasaan campur aduk. Karena ini pengalaman pertamanya, memperlihatkan benda pusaka nya di depan orang dewasa, apalagi orang pertamanya itu gurunya sendiri.

"Yaudah kalau kamu malu, kamu tutup mata saja." Sahut Bu Elissa yang sudah tidak sabar ingin melihat benda pusakanya Alan.

Karena takut membuat kesalahan, akhirnya Alan melepaskan tangannya, karena Bu Elissa terus memaksanya.

Setelah tangan Alan terlepas, Bu Elissa kembali melanjutkannya.

Bu Elissa menarik sempaknya Alan kebawah, hingga terlihat benda ajaib itu terlihat sudah terbangun, bahkan sudah sangat keras.

Bu Elissa sontak kaget melihat penisnya Alan yang sudah sangat keras, dan menurut Bu Elissa, penis Alan lumayan cukup besar dan panjang, sehingga membuatnya semakin penasaran dan ingin mencobanya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Untuk dr. Saka
7.9
Kehidupan Dokter Saka hancur setelah perempuan yang sangat ia cintai memutuskan menikah dengan abang kandungnya sendiri. Pengkhianatan menyakitkan itu seketika meremukkan kesetiaan serta komitmen yang selama ini ia pertahankan. Walau ia sangat andal dan genius dalam memulihkan kesehatan para pasien di rumah sakit, Saka kini justru tak berdaya menyembuhkan kepedihan batinnya sendiri. Sanggupkah sang dokter memulihkan kembali hatinya yang telah hancur lebur?
Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan, punggungku hancur terbakar. Empat tahun aku merawatnya saat koma, tetapi setelah sadar, ia malah menyatakan cinta pada Stella di depan publik. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat diserang preman. Baginya, aku hanya beban. Puncaknya, ia membuangku di jalan tol saat hari pernikahan demi Stella. Kini, aku memilih pergi meninggalkan segalanya dan menuju bandara.
Sampul Novel Heal Me, Baby
8.1
Akibat tabrakan tak sengaja yang berujung ciuman, Sean Wilson yang mengidap misofobia pingsan. Sang penabrak, mahasiswi kurang mampu bernama Keyra Minolia, dituntut membayar biaya terapi yang sangat besar. Tak punya uang, Keyra terpaksa bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah Sean. Perbedaan kontras memicu konflik harian, hingga orang tua Sean memergoki mereka dan menuntut pernikahan. Akankah ikatan paksa ini menyembuhkan trauma Sean dan menumbuhkan cinta?
Sampul Novel Love and Virus
8.1
Dunia terancam oleh kehancuran akibat Summer Erithropenia Syndrome, virus mematikan yang mengubah manusia menjadi seperti zombie. Di tengah situasi genting ini, Wizard berhasil menciptakan obat penawar, namun proses produksi massalnya menghadapi rintangan berat. Bersama Alvaro dan Emma, mereka berjuang menyelesaikan misi penyelamatan bumi ini. Sayangnya, konflik asmara segitiga yang rumit justru menguji profesionalisme ketiganya di sela pertarungan melawan wabah berbahaya tersebut.
Sampul Novel Silent Wounds
9.1
Akibat trauma masa lalu, Nala Olivia kehilangan suaranya dan memilih hidup dalam kesunyian demi menyembunyikan luka. Namun, ketenangannya hancur saat Aska Faresta, pria yang menjadi sumber kepedihannya, tiba-tiba hadir kembali. Bukannya menjauh, Aska justru murka melihat kondisi bisu Nala, memicu tanda tanya akan kepeduliannya. Keadaan semakin kacau ketika Aska membawanya pulang dan nekat mengakui Nala sebagai istrinya di hadapan sang ibu. Kini, Nala harus mencari cara meluruskan kebohongan rumit ini.
Sampul Novel THE FLORETTA
8.8
Kehidupan Floretta Wedsey hancur akibat tragedi kelam yang membuatnya membenci sang ayah dan mengasingkan diri ke luar negeri. Di tengah keputusasaan, putri dari keluarga terpandang ini dipertemukan dengan Almero Manuelson Gredragh. Hubungan mereka diuji saat rahasia masa lalu terungkap bahwa Almero adalah anak dari musuh masa lalu ayah Floretta. Meski Almero berjuang demi cinta mereka, sanggupkah Floretta menerima kenyataan pahit tersebut?